Repository-Universitas Muhammadiyah Purworejo

Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus Simpang Tiga Jembatan Kalianyar-Simpang Empat BRI Kutoarjo

Show simple item record

dc.contributor.author Yulianto, Arif
dc.date.accessioned 2018-02-06T02:25:43Z
dc.date.available 2018-02-06T02:25:43Z
dc.date.issued 2016
dc.identifier.uri http://repository.umpwr.ac.id:8080/handle/123456789/1449
dc.description.abstract Penelitian ini dilakukan di Simpang Tiga Jembatan Kalianyar-Simpang Empat BRI Kutoarjo karena kondisi geometri dan tingginya aktifitas kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Sehubungan dengan hal itu maka perlu di lakukan penelitian khususnya pada simpang bersinyal Tiga Jembatan Kalianyar- Sinpang Empat BRI Kutoarjo dengan standar Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Peneltian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah pengunaan sinyal (traffic light) pada simpang masih mempunyai kinerja yang baik. Perhitungan analisis dan simulasi yang diterapkan dalam penelitian ini berpedoman pada metode MKJI 1997. Data primer yang diambil dalam penelitian berupa geometrik jalan, kondisi lingkungan, kondisi arus lalu lintas, dan kondisi fase sinyal. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah jumlah penduduk Kabupaten Purworejo. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan, dan dapat dijadikan pertimbangan perencanaan di masa yang akan datang. Hasil perhitungan data dapat diketahui bahwa simpang bersinyal Tiga Jembatan Kalianyar-Sinpang Empat BRI Kutoarjo kurang efektif dalam melayani arus lalu lintas, hal itu dibuktikan dengan hasil perhitungan derajat kejenuhan (Ds) dengan nilai 0.836-0.863 untuk tiap-tiap pendekat, panjang antrian pendekat dari arah kemiri = 88 m, pendekat dari arah Kebumen = 97 m, pendekat dari arah Stasiun = 44 m, pendekat dari arah Purworejo = 107 m, tundaan rata-rata 50,61 det/smp, yang berarti simpang Tiga Jembatan Kalianyar-simpang Empat BRI Kutoarjo termasuk dalam tingkat pelayanan E. Dari hasil simulasi didapat 3 alternatif perbaikan. Alternatif 1 pendekat dari arah Kemiri belok kiri langsung (LTOR) dengan nilai-nilai yang lebih kecil, yaitu Ds = 0.808-0.821, panjang antrian pendekat dari arah kemiri = 48 m, pendekat dari arah Kebumen = 67 m, pendekat dari arah Stasiun = 34 m, pendekat dari arah Purworejo = 73 m, tundaan rata-rata = 42.35 det/smp, Alternatif 2 perubahan waktu hilang (LTI) = 16 detik, Alternatif 3 perubahan waktu siklus = 110 detik dan waktu hilang (LTI) = 16 detik. Dengan hasil perhitungan simulasi tersebut dapat menaikkan kapasitas dan menurunkan derajat kejenuhan, panjang antrian dan tundaan rata-rata. en_US
dc.publisher Teknik Sipil-Fakultas Teknik en_US
dc.subject Simpang Bersinyal, derajat kejenuhan, panjang antrian en_US
dc.title Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus Simpang Tiga Jembatan Kalianyar-Simpang Empat BRI Kutoarjo en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository-UMP


Browse

My Account