Repository
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Selamat Datang di Repository Universitas Muhammadiyah Purworejo

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 2 of 2
Recent Submissions
Item
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR CHASSIS PEMINDAH TENAGA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK DR.SOETOMO NGANJUK
(Prodi. PTO, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-15) Sutaji 142170040
Sutaji. Peningkatan Prestasi Belajar Chassis Pemindah Tenaga Dengan
Penggunaan Macromedia Flash Siswa Kelas XI Program Keahlian Teknik
Kendaraan Ringan SMK Dr Soetomo Nganjuk. Skripsi Jurusan/Program Studi
Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian TKR SMK
Dr Soetomo Nganjuk pada Mata Diklat Chassis Pemindah Tenaga melalui
penggunaan macromedia flash. Hipotesis penelitian tindakan ini adalah melalui
penggunaan pembelajaran macromedia flash pada mata diklat chassis pemindah
tenaga akan meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI SMK Dr Soetomo
Nganjuk.
Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), obyek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 1 di SMK Dr Soetomo Nganjuk
yang berjumlah 42 siswa. Penelitian menggunakan 2 siklus. Aspek yang diteliti
adalah hasil belajar siswa berupa evaluasi teori dan praktik sebagai indikator
keberhasilan peningkatan prestasi belajar. Teknik analisi data menggunakan
teknik analisis deskriptip kualitatif.
Berdasarkan hasil kegiatan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan
melalui penggunaan macromedia flash pada mata diklat chassis pemindah tenaga,
maka dapat ditarik kesimpulan yaitu melalui penggunaan macomedia flash
terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar mata diklat chassis pemindah tenaga
di kelas XI TKR I SMK Dr Soetomo Nganjuk. Ditandai dengan peningkatan nilai
rata-rata kelas dari 6,98 pada siklus I dengan kategori kurang baik menjadi 7,78
pada siklus II dengan kategori tinggi. Hal ini berarti ketercapaian kompetensi
kelas dari 42 siswa meningkat dari 68,75% pada siklus I menjadi 100% pada
siklus II dan sudah diatas indikator keberhasilan penelitian yaitu dengan
pencapaian kompetensi kelas mencapai 70%. Dari hasil prestasi belajar tersebut
diperkuat dengan hasil angket tanggapan siswa yang positif/setuju dengan
pembelajaran melalui penggunaan macromedia flash yang mencapai 91,90%
sudah diatas indikator yang ditentukan yaitu sebesar 70%.
Kata kunci : metode macromedia flash, prestasi belajar, chassis pemindah tenaga
Item
PENERAPAN METODE PQ4R ( PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW ) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF DI SMK NEGERI 1 NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2014/2015
(Prodi. PTO, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-15) S u n a r n o 142170041
Sunarno. Penerapan Metode PQ4R ( Preview, Question, Read, Reflect, Recite,
Review ) untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran Pekerjaan
Dasar Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Nganjuk Tahun Pelajaran 2014/2015.
Skripsi. Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo.
2015
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan motivasi
belajar siswa setelah diterapkanya metode PQ4R pada materi pekerjaan dasar
teknik otomotif di SMK Negeri 1 Nganjuk tahun pelajaran 2014/2015. Dengan
subyek penelitian siswa kelas X TKR yang berjumlah 30 siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan
dalam dua siklus, masing-masing silkus terdiri dari empat tahap yaitu
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini menggunakan
metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket motivasi siswa. Data
yang diperoleh dianalisis dengan persentase motivasi belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar siswa mengalami
peningkatan pada tiap siklus. Pada siklus I motivasi belajar siswa sebesar 65%
mengalami peningkatan sebesar 10% dari sebelum adanya tindakan kelas,
sedangkan pada siklus II motivasi belajar siswa sebesar 79% mengalami
peningkatan sebesar 14% dari siklus I.
Kata kunci: Metode PQ4R, motivasi , pekerjaan dasar teknik otomotif.
Item
PENGARUH KOPETENSI GURU OTOMOTIF DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SISTEM STATER KELAS XI BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF DI SMK MUHAMMADIYAH 2 WONOSOBO
(Prodi. PTO, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-18) Johani 102170131
Johani, Pengaruh Kompetensi Guru Otomotif dan Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran System Starter Kelas Xi Bidang Keahlian Teknik Mekanik Otomotif di SMK Muhammadiyah 2 Wonosobo. Skripsi. Pendidikan Teknik Otomotif. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015
Penelitian ini mengetahui pengaruh kompetensi guru otomotif dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran System Starter Kelas XI Bidang Keahlian Teknik Mekanik Otomotif di SMK Muhammadiyah 2 Wonosobo.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah eks post facto. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI Bidang Keahlian teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 2 Wonosobo tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 25 siswa dengan jumlah sampel 18 orang. Data kompetensi guru dan minat belajar diperoleh menggunakan angket. Da prestasi belajar berasal dari dokumentasi data nilai mata pelajaran sistem stater kelas XI Bidang keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 2 Wonosobo.
Hasil penelitian menunjukkan kompetensi guru otomotif termasuk kategori sedang yaitu 61,11%,minat belajar siswa termasuk kategori tinggi 72,11%, dan prestasi belajar termasuk kategori sedang 77,78%. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh positif dan signifikan kompetensi guru otomotif terhadap prestasi belajar (p=0,003) dan ada pengaruh positif dan signifikan minat belajar terhadap prestasi belajar (p=0,022). Uji hipotesis ketiga membuktikan ada hipotesis ketiga ada pengaruh positif dan signifikan kompetensi guru otomotif dan minat belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar (p=0,000) dengan sumbangan sebesar 47%.
Kata kunci : Kompetensi Guru, Minat Belajar, Prestasi Belakjar.
Item
SUYONO.”Pengembangan Modul Pembelajaran Penggunaan dan Pemeliharaan Alat-Alat Ukur di Smk Baitul Atieq Berbek Nganjuk Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) langkah-langkah atau prosedur pengembangan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat- alat ukur, (2) kelayakan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat- alat ukur, (3) mengetahui prestasi siswa setelah diajarkan menggunakan modul penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur terhadap siswa kelas X SMK Baitul Atieq Berbek Nganjuk Jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (Research And Development) dengan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMK Baitul Atieq Berbek Nganjuk. Objek penelitian berupa pengembangan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, angket dan pretest - posttest. Untuk mengetahui prestasi siswa setelah diajarkan menggunakan modul penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur dengan menggunakan teknik pretest-posttest control group design. Analisis kebutuhan modul dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut: a) Menetapkan satuan program yang akan dijadikan batas atau lingkup kegiatan, seperti program tiga tahun, program satu tahun, program semester. b) Memeriksa apakah sudah ada program atau rambu-rambu operasional untuk pelaksanaan program tersebut. Misal program tahunan, silabus, RPP, atau lainnya. Bila ada, pelajari program-program tersebut. c) Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi yang akan dipelajari sehingga diperoleh materi pembelajaran yang perlu dipelajari untuk menguasai standar kompetensi tersebut. d) Menyusun satuan atau unit bahan belajar yang dapat mewadahi materi-materi tersebut. Satuan atau unit ajar ini diberi nama dan dijadikan sebagai judul modul. e) Menyusun modul berdasarkan prioritas kebutuhannya. Hasil penelitian meliputi proses pengembangan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur melalui beberapa tahapan yaitu (1) identifikasi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain dan revisi desain, (5) uji terbatas dan revisi I, (6) uji lapangan dan revisi II, (7) produk jadi dan dapat digunakan untuk belajar siswa SMK Baitul Atieq Berbek Nganjuk Jurusan Teknik Kendaraan Ringan kelas X. Uji kelayakan didapat data kelayakan dari ahli materi I dengan persentase kelayakan sebesar 96.5%, dengan kategori layak, ahli materi II sebesar 100 % dengan kategori layak, ahli media sebesar 75 % dengan kategori cukup layak, uji terbatas sebesar 92,25 % dengan kategori layak dan uji lapangan sebesar 92,66 % dengan kategori layak. Modul yang sudah layak tersebut digunakan sebagai media pembelajaran. Kelas X TKR B kelas yang proses pembelajarannya menggunakan modul dan kelas X TKR A diajarkan menggunakan metode ceramah. ABSTRAK Hasil pembelajaran mengalami peningkatan setelah diajarkan menggunakan modul berdasarkan nilai rata-rata kelas pretest dan posttest kelas X TKR A dan kelas X TKR B. Kelas X TKR B mendapat nilai rata-rata pretest - posttest sebesar 63, sedangkan kelas XTKR A mendapat nilai rata-rata pretest- posttest sebesar 34 jadi pengaruh modul penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur terhadap prestasi siswa sebesar 29. Kata kunci: Pengembangan, Modul Pembelajaran, Alat Ukur
(Prodi. PTO, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-15) Isdamadji Yulianto 142170033
Isdarmadji Yulianto, “ Peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran Teknik
Mekanik Otomotif Terhadap Kinerja Guru Produktif Otomotif Pada Sekolah
Menengah Kejuruan di Kabupaten Nganjuk “. Skripsi Pendidikan Teknik
Otomotif. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo.2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap : (1) Menjelaskan peran yang
dilakukan MGMP – TMO kabupaten Nganjuk dalam peningkatan kinerja guru
otomotif sekolah menengah kejuruan kab. Nganjuk dan (2) Untuk mengetahui
pengelolaan MGMP dan pemenuhan standar oleh MGMP – TMO kabupaten
Nganjuk, kaitannya perananannya dalam peningkatan kinerja guru produktif
Otomotif di SMK.
Subyek penelitian mempunyai kedudukan yang penting, karena pada
subyek penelitian itulah data tentang variable yang diteliti berada dan diamati oleh
peneliti.Suharsimi arikunto mengungkapkan subyek penelitian dapat berupa
orang.Berdasarkan pada penjelasan diatas, maka subjek penelitian pada skripsi ini
adalah orang yang berkaitan dengan MGMP, yang terdiri dari key informan dan
informan, key informan adalah Pembina MGMP TMO Kabupaten Nganjuk,
Bapak Abdul Faqih, S.Pd, Ketua MGMP, sedangkan informan diantaranya adalah
guru produktif otomotif, K3 SMK di Kabupaten Nganjuk
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengambil latar MGMPTMO
Kabupaten Nganjuk. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan
pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi, analisis data dilakukan
dengan memberikan makna itu ditarik kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan
dilakukan dengan triangulasi dengan cara chek recheck dan cross check
Hasil Penelitian menunjukan 1. Peran mgmp terhadap peningkatan kinerja guru
produktif Otomotif, adalah melalui supervisi, pembinaan dan pelatihan yang
terwujud dalam program rutin dan program pengembangan melalui program
tersebut diharapkan guru produktif otomotif di kabupaten wonosobo dapat
meningkatkan kinerjannya. 2. MGMP –TMO belum berjalan efektif karena
manajemen belum optimal dan belum terpenuhi standart MGMP, 3. Hambatan
MGMP – TMO di Nganjuk, yaitu MGMP – TMO belum dapat merefleksikan
kebutuhan kondisi tiap sekolahan atau guru yang bersangkutan dan kompleksnya
permasalahan tiap guru, manajemen MGMP – TMO belum berjalan dengan baik
serta dana pendukung belum memadai dan jadwal pertemuan belum bisa
maksimal sesuai dengan yang diharapkan. 4. Pembinaan dari Dinas pendidikan
setempat belum maksimal.
Item
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT-ALAT UKUR DI SMK BAITUL ATIEQ BERBEK NGANJUK
(Prodi. PTO, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-15) Suyono 142170102
SUYONO.”Pengembangan Modul Pembelajaran Penggunaan dan Pemeliharaan Alat-Alat Ukur di Smk Baitul Atieq Berbek Nganjuk Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) langkah-langkah atau prosedur pengembangan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat- alat ukur, (2) kelayakan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat- alat ukur, (3) mengetahui prestasi siswa setelah diajarkan menggunakan modul penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur terhadap siswa kelas X SMK Baitul Atieq Berbek Nganjuk Jurusan Teknik Kendaraan Ringan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (Research And Development) dengan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMK Baitul Atieq Berbek Nganjuk. Objek penelitian berupa pengembangan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, angket dan pretest - posttest. Untuk mengetahui prestasi siswa setelah diajarkan menggunakan modul penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur dengan menggunakan teknik pretest-posttest control group design.
Analisis kebutuhan modul dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
a) Menetapkan satuan program yang akan dijadikan batas atau lingkup kegiatan, seperti program tiga tahun, program satu tahun, program semester.
b) Memeriksa apakah sudah ada program atau rambu-rambu operasional untuk pelaksanaan program tersebut. Misal program tahunan, silabus, RPP, atau lainnya. Bila ada, pelajari program-program tersebut.
c) Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi yang akan dipelajari sehingga diperoleh materi pembelajaran yang perlu dipelajari untuk menguasai standar kompetensi tersebut.
d) Menyusun satuan atau unit bahan belajar yang dapat mewadahi materi-materi tersebut. Satuan atau unit ajar ini diberi nama dan dijadikan sebagai judul modul.
e) Menyusun modul berdasarkan prioritas kebutuhannya.
Hasil penelitian meliputi proses pengembangan modul pembelajaran penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur melalui beberapa tahapan yaitu (1) identifikasi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain dan revisi desain, (5) uji terbatas dan revisi I, (6) uji lapangan dan revisi II, (7) produk jadi dan dapat digunakan untuk belajar siswa SMK Baitul Atieq Berbek Nganjuk Jurusan Teknik Kendaraan Ringan kelas X. Uji kelayakan didapat data kelayakan dari ahli materi I dengan persentase kelayakan sebesar 96.5%, dengan kategori layak, ahli materi II sebesar 100 % dengan kategori layak, ahli media sebesar 75 % dengan kategori cukup layak, uji terbatas sebesar 92,25 % dengan kategori layak dan uji lapangan sebesar 92,66 % dengan kategori layak. Modul yang sudah layak tersebut digunakan sebagai media pembelajaran. Kelas X TKR B kelas yang proses pembelajarannya menggunakan modul dan kelas X TKR A diajarkan menggunakan metode ceramah.
ABSTRAK
Hasil pembelajaran mengalami peningkatan setelah diajarkan menggunakan modul berdasarkan nilai rata-rata kelas pretest dan posttest kelas X TKR A dan kelas X TKR B. Kelas X TKR B mendapat nilai rata-rata pretest - posttest sebesar 63, sedangkan kelas XTKR A mendapat nilai rata-rata pretest- posttest sebesar 34 jadi pengaruh modul penggunaan dan pemeliharaan alat-alat ukur terhadap prestasi siswa sebesar 29.
Kata kunci: Pengembangan, Modul Pembelajaran, Alat Ukur