Repository
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Selamat Datang di Repository Universitas Muhammadiyah Purworejo

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item
Hubungan Antara Kemitraan Dunia Industri/Dunia Usaha (Dudi) Dengan Kesiapan Kerja Kelas Xii Tsm Smk Pui Jatibarang Kecamatan Indramayu
(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-07) Asep Saefudin 232170048
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan kemitraan DUDI di SMK PUI Jatibarang. (2) mengetahui tingkat kesiapan kerja siswa kelas XII TSM; (3) menganalisis hubungan antara kemitraan DUDI dengan kesiapan kerja siswa; dan (4) mengetahui besarnya kontribusi kemitraan DUDI terhadap kesiapan kerja siswa. Penelitian dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan tuntutan dunia kerja serta pentingnya kemitraan DUDI sebagai solusi strategis
Metode Penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII program keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK PUI Jatibarang tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket/kuesioner dengan skala Likert 1-4 dan dokumentasi. Instrumen terdiri dari 11 butir pernyataan untuk variabel kemitraan DUDI dan 13 butir untuk variabel kesiapan kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan linearitas), serta uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 5%
Hasil Penelitian
Kemitraan DUDI di SMK PUI Jatibarang secara umun berada pada kategori sedang (63,33%) dengan skor rata-rata 33,45 dan standar deviasi 4,82.Tingkat kesiapan kerja siswa kelas XII TSM berada pada kategori sedang (68.33%) dengan skor rata-rata 38,75 dan standar deviasi 5,41Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kemitraan DUDI dengan kesiapan kerja siswa (r hitung-0,672 rtabel 0,254, nilai signifikansi 0,000 < 0,05), dengan tingkat hubungan yang tergolong kuat.Kemitraan DUDI memberikan kontribusi sebesar 45,2% terhadap kesiapan kerja siswa, sedangkan sisanya 54,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
Item
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) Materi Sistem Bahan Bakar Bensin Kelas XI TKRO di SMK Ma'arif 3 Wates
(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-06-14) Forenza Eny Triatmaja 222170034
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) materi Sistem Bahan Bakar Bensin di kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates; (2) Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PMKR materi Sistem Bahan Bakar Bensin melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw di kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) Perencanaan (Planning); (2) Pelaksanaan (Action); (3) Pengamatan (Observation); dan (4) Refleksi (Reflection). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates dengan jumlah 14 siswa. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan materi Sistem Bahan Bakar Bensin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul ajar, Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan soal tes hasil belajar pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif.
Model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI TKRO pada materi Sistem Bahan Bakar Bensin secara signifikan. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 55,36 (pra siklus) menjadi 73,57 (siklus I) dan 84,64 (siklus II). Persentase ketuntasan meningkat dari 14,29% (pra siklus) menjadi 57,14% (siklus I) dan 85,71% (siklus II). N-Gain dari pra siklus ke siklus I sebesar 0,41 dan dari siklus I ke siklus II sebesar 0,44, keduanya dalam kategori sedang. Target indikator keberhasilan penelitian berupa ketuntasan klasikal > 75% dengan rata-rata > 75 tercapai pada siklus II, sehingga penelitian dinyatakan berhasil.
Item
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran PQ4R Pada Materi K3 Siswa Kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu Tahun Pelajaran 2025/2026
(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-08-31) Awang Agus Kuncoro Adi 222170030.
Tujuan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana peningkatan aktifitas belajar peserta didik kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu pada pelajaran K3 dengan penerapan model pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). 2). Bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu pada pelajaran K3 dengan penerapan model pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review).
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (action research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 28 siswa. Pembelajaran dilakukan dalam 2 siklus. Metode pengumpulan data menggunakan tes tertulis, dan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa, aktiifitas guru, dan hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian: 1). Dari hasil observasi pada aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Pada siklus I mencapai 59,47% dengan kategori aktifitas rendah dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 84,51% dengan kategori aktifitas tinggi. 2). Dapat dilihat Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran PQ4R di kelas X TKRO. Pada Tes Awal sebesar 15,65%, Siklus I sebesar 59,47%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 84,51% dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa model PQ4R bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil yang dipaparkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PQ4R dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar materi K3 pada siswa kelas XI TKRO di SMK Muhammadiyah 2 Cepu Tahun Pelajaran 2025/2026
Item
Peningkatan Keterampilan Praktik Siswa dalam Perawatan dan Perbaikan Mesin Otomotif Kendaraan Bermotor Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kerja WBL (Work-Based Learning) di SMK Dian Teknik Ambal
(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-21) Piyan Prasetiawan 222170013
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui penerapan pendekatan Pembelajaran
Berbasis Kerja (WBL) pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan mesin otomotif kendaraan
bermotor di kelas XI TBSM SMK Dian Teknik Ambal; (2) Meningkatkan keterampilan praktik
dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan mesin otomotif kendaraan
bermotor melalui penerapan pendekatan Pembelajaran Berbasis Kerja (WBL) di kelas XI TBSM
SMK Dian Teknik Ambal.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masingmasing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) Perencanaan (Planning); (2) Pelaksanaan
(Action); (3) Pengamatan (Observation); dan (4) Refleksi (Reflection). Subjek penelitian ini adalah
siswa kelas XI TBSM SMK Dian Teknik Ambal dengan jumlah 30 siswa. Objek penelitian ini
adalah keterampilan praktik dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan
mesin otomotif kendaraan bermotor. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul
ajar berbasis WBL, job sheet terstruktur, lembar observasi keterampilan praktik, dan soal tes hasil
belajar pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif.
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kerja (WBL) terbukti meningkatkan keterampilan praktik dan
hasil belajar siswa kelas XI TBSM pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan mesin otomotif
secara signifikan. Rata-rata persentase keterampilan praktik meningkat dari 48,75% (kategori
Kurang, pra siklus) menjadi 66,25% (kategori Cukup, siklus I) dan 83,13% (kategori Baik, siklus
II). Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 60,80 (pra siklus) menjadi 68,10 (siklus I) dan 78,60
(siklus II). Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 43,33% (pra siklus) menjadi 60,00%
(siklus I) dan 90,00% (siklus II). Target indikator keberhasilan penelitian berupa ketuntasan
klasikal ≥ 80% dengan rata-rata nilai ≥ 70 tercapai pada siklus II, sehingga penelitian dinyatakan
berhasil.
Item
Kendala dan Solusi yang Dihadapi dalam Pelaksanaan Pembelajaran Materi Perawatan Sistem Pendingin pada Kelas XI Program Teknik Sepeda Motor (TSM) di SMK YPP Purworejo
(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-06) Muhammad Zico Rifa’i 212170059
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kendala yang dihadapi
dalam pelaksanaan pembelajaran materi perawatan sistem pendingin pada kelas XI
TSM di SMK YPP Purworejo; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya kendala pembelajaran; (3) mendeskripsikan solusi yang
diterapkan guru dan sekolah dalam mengatasi kendala pembelajaran; serta (4)
mendeskripsikan efektivitas solusi yang diterapkan dalam mengatasi kendala
pembelajaran materi perawatan sistem pendingin.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran dan siswa kelas XI
TSM SMK YPP Purworejo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi dalam
pelaksanaan pembelajaran materi perawatan sistem pendingin meliputi
keterbatasan sarana dan prasarana praktik, belum tersedianya modul pembelajaran
khusus, keterbatasan media pembelajaran, rendahnya pemahaman dasar sebagian
siswa, serta terbatasnya waktu praktik. Faktor penyebab kendala berasal dari faktor
internal siswa berupa perbedaan kemampuan memahami materi dan faktor
eksternal berupa keterbatasan fasilitas praktik, metode pembelajaran yang masih
didominasi ceramah, serta kurangnya media pendukung pembelajaran. Solusi yang
diterapkan guru dan sekolah antara lain penggunaan video pembelajaran sebagai
media visual, pemberian bimbingan dan pendampingan secara langsung kepada
siswa, pelaksanaan praktik secara berkelompok, serta upaya pengembangan sarana
pembelajaran berupa penyediaan modul dan trainer sistem pendingin. Solusi yang
diterapkan cukup membantu meningkatkan pemahaman siswa dan mendukung
kelancaran proses pembelajaran, meskipun efektivitasnya belum optimal karena
keterbatasan fasilitas praktik yang masih ada