Repository

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Selamat Datang di Repository Universitas Muhammadiyah Purworejo

Photo by @inspiredimages
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Recent Submissions

Item
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Prosedur Newman
(Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-04-02) Alfia Kurnianingsih 192140074
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan serta faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan prosedur analisis Newman.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya dalam memahami masalah, mentransformasikan soal ke dalam model matematika, serta menentukan penyelesaian yang tepat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive dengan pertimbangan siswa kelas VIII pada semester genap yang sudah mempelajari materi dan minta rekomendasi guru yang sesuai dengan penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 siswa kelas VIII dimana subjek yang terpilih adalah siswa dengan kesalahan terbanyak dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan analisis Newman. Pengumpulan data dilakukan melalui tes soal cerita SPLDV berbentuk uraian, wawancara tidak terstruktur, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah siswa yang masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman. Terdapat 5 jenis kesalahan berdasarkan prosedur Newman yaitu: 1) kesalahan membaca, 2) kesalahan memahami, 3) kesalahan transformasi, 4) kesalahan keterampilan proses, dan 5) kesalahan penulisan jawaban akhir. Sedangkan dalam penelitian ini jenis￾jenis kesalahan yang dilakukan siswa terdapat 4 kesalahan berdasarkan prosedur Newman antara lain: 1) kesalahan memahami (siswa tidak memahami apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal cerita secara lengkap), 2) kesalahan transformasi (siswa tidak mampu membuat model matematis dari informasi yang diperoleh dari soal dan siswa tidak mengetahui metode yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal, 3) kesalahan keterampilan proses (siswa tidak menggunakan prosedur yang tepat untuk menyelesaikan operasi dan siswa melakukan kesalahan dalam mengoperasikan perhitungan, dan 4) kesalahan penulisan jawaban akhir (siswa tidak mampu menemukan hasil akhir yang tepat dari soal berdasarkan prosedur yang telah digunakan dan siswa tidak menyimpulkan jawaban akhir sesuai dengan kalimat matematika dan perintah dari soal).
Item
Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas X TPFL SMK Negeri 1 Purworejo
(Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas X TPFL SMK Negeri 1 Purworejo, 2026-04-15) Jihan Fatin Aisya 192140040
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang diukur yaitu kemampuan komunikasi matematis tertulis dan kemampuan komunikasi matematis lisan siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TPFL SMK Negeri 1 Purworejo tahun ajaran 2025/2026 dengan jumlah siswa 36. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan 3 teknik pengumpulan data, yaitu observasi, tes tertulis, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran untuk mengukur keterlaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Jigsaw, lembar observasi kemampuan komunikasi matematis lisan siswa untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa secara lisan, tes akhir untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa secara tertulis, dan dokumentasi untuk mengetahui kehadiran siswa dan nilai siswa. Instrumen yang digunakan sudah tervalidasi oleh ahli. Teknik analisis data dilakukan dengan pengolahan skor siswa dan deskripsi data. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I menunjukkan bahwa 11 siswa tidak ikut aktif dalam diskusi, sedangkan pada siklus II semua siswa dapat terlibat aktif dalam proses diskusi. Dalam siklus II, siswa dituntut untuk dapat menjelaskan menggunakan contoh benda nyata maupun gambar atau menghubungkan materi yang disampaikan dengan kehidupan sehari-hari. Hasil persentase nilai rata-rata indikator tes kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa pada siklus I adalah 36% dan pada siklus II meningkat menjadi 86%. Hasil observasi kemampuan komunikasi matematis lisan siswa, persentase nilai rata￾rata indikator pada siklus I adalah 47% dan pada siklus II meningkat menjadi 84%
Item
Analisis Miskonsepsi Siswa SMP Kelas IX Dalam Menyelesaikan Soal Bilangan Perpangkatan Berdasarkan Certainty of Response Index (CRI)
(Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-02-25) Anna Amatika Majidah 222140053
Pemahaman konsep merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai oleh siswa dalam proses pembelajaran matematika. Akan tetapi, siswa sering kali mengalami kendala dalam memproses pembelajaran matematika, yaitu siswa mengalami miskonsepsi. Terutama pada materi yang krusial dan bersyarat, seperti bilangan perpangkatan atau eksponen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang dialami oleh siswa SMP kelas IX dalam menyelesaikan soal bilangan perpangkatan berdasarkan metode Certainty of Response Index (CRI). Penggunaan metode CRI bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggolongkan siswa yang paham konsep, tidak paham konsep, dan siswa yang mengalami miskonsepsi berdasarkan kombinasi jawaban benar/salah dan tingkat keyakinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas IX-A SMP Negeri 7 Purworejo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria dari guru berdasarkan nilai ulangan harian. Pengumpulan data dilakukan dengan tes esai materi bilangan perpangkatan yang dilengkapi dengan skala CRI, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi penelitian. Data dianalisis dengan mengkategorikan siswa berdasarkan kombinasi jawaban siswa dan tingkat keyakinan siswa untuk mengidentifikasi miskonsepsi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa teridentifikasi mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan soal materi bilangan perpangkatan. Miskonsepsi ini terlihat dari kencederungan siswa yang memberikan nilai sksla CRI tinggi (yakin) pada jawaban yang sebenarnya bernilai salah. Siswa juga mengalami berbagai jenis miskonsepsi, seperti miskonsepsi generalisasi, miskonsepsi penspesialisasian, miskonsepsi notasi, dan miskonsepsi bahasa. Beberapa kesalahan dalam pemahaman dari siswa yang mengalami miskonsepsi, seperti ix kesalahan dalam memahami konsep basis dan eksponen, kesalahan dalam menerapkan sifat – sifat operasi perpangkatan, kesalahan dalam menafsirkan simbol dan bentuk matematika, serta ketidakmampuan menafsirkan bentuk perpangkatan dengan benar. Faktor penyebab miskonsepsi tersebut bisa terjadi salah satunya berasal dari siswa itu sendiri, antara lain prakonsepsi yang keliru, pemikiran asosiatif, pemikiran intuitif yang salah, serta rendahnya minat membaca serta rendahnya minat belajar siswa. Dalam hal ini, penggunaan CRI terbukti efektif dalam mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam, sehingga dapat dijadikan dasar untuk guru dalam merancang dan menyusun strategi pembelajaran yang tepat untuk memperbaiki miskonsepsi siswa.
Item
“Eksperimentasi Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi Siswa
(Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-01-26) Luthfiana Nura’ini 192140073
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis problem based learning dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini sampel yang diambil yaitu siswa kelas VIII F SMP Negeri 23 Purworejo tahun pelajaran 2025/2026 dengan jumlah 31 siswa. Peneliti melakukan penelitian terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa yang diberikan pembelajaran berdiferensiasi berbasis problem based learning. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu dekomentasi dan tes, sedangkan Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir komputasi. Kelas yang digunakan sebagai sampel adalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas metode Liliefors, uji homogenitas metode uji Bartlett, dan uji hipotesis metode uji-t dengan taraf signifikansi α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian pada uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa 𝐻0 ditolak atau penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir komputasi siswa. hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 1,7097 > 1,67 = 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan keputusan uji 𝐻0 ditolak atau dengan kesimpulan kemampuan berpikir komputasi pada pembelajaran berdiferensiasi lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Dikarenakan siswa terlatih menyelesaikan permasalahan dan berdiskusi sehingga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Hal ini berdampak pada kemampuan berpikir komputasi siswa. siswa yang terbiasa menyelesaikan permasalahan kompleks membantu meningkatkan kemampuan berpikir komputasinya. Masalah yang digunakan dalam penelitian ini merupakan masalah yang biasa dijumpai oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka sudah tidak merasa asing terhadap masalah tersebut dan mampu serta berani untuk bertanya lebih lanjut.
Item
“Pengembangan E-Modul Matematika dengan Strategi Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa SMP
(Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-01-20) Iman Hidayat Tulloh 192140064
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa e-modul matematika dengan strategi berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa SMP. Materi yang digunakan dalam pengembangan e-modul ini yaitu statistika. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul dari segi kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan. Pengembangan produk e-modul ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi. Jenis penelitian ini adalah Research and Develompment (R&D). Model yang digunakan adalah model ADDIE. Tahapan model ADDIE terdapat 5 tahap yaitu (1) tahap analisis (analysis), (2) tahap desain (design), (3) tahap pengembangan (development), (4) tahap implementasi (implementation), dan (5) tahap evaluasi (evaluation). Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 8 Purworejo dengan subjek penelitian untuk uji terbatas yaitu 5 siswa kelas VII dan uji luas melibatkan 32 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan angket dan metode tes. Teknik analisis data hasil penelitian melalui tahapan: (1) analisis kevalidan, (2) analisis kepraktisan, (3) analisis keefektifan, (4) uji n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan layak digunakan dan dapat dikatakan mampu meningkatkan kemampuan numerasi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa: (1) rerata skor ahli media sebesar 3,82 dengan kategori “valid” dan rerata skor ahli materi sebesar 3,50 dengan kategori “valid”, (2) respon angket siswa untuk uji coba terbatas dan uji coba luas, serta angket respon guru diperoleh skor rerata 3,52 atau dengan persentase kepraktisan 88,1% termasuk dalam kategori “sangat praktis”, (3) e-modul memenuhi kriteria keefektifan yaitu dengan ketuntasan hasil tes kemampuan numerasi sebanyak 32 siswa mencapai 84,4 % dengan kategori “sangat baik”, (4) rerata skor uji n-gain diperoleh 0,6544 dengan kategori “sedang”