Repository
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Selamat Datang di Repository Universitas Muhammadiyah Purworejo

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 2 of 2
Recent Submissions
Item
Kebudayaan dalam Antologi Puisi Rempah Rindu Soto Ibu Karya Setyo Bardono dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar
(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-12) Laula Syarron Nafi-at 222110073
Antologi puisi Rempah Rindu Soto Ibu karya Setiyo Bardono menghadirkan kuliner
tradisional sebagai representasi pengalaman budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur kebudayaan yang
terdapat dalam antologi puisi Rempah Rindu Soto Ibu karya Setiyo Bardono; dan
(2) relevansi hasil analisis sebagai bahan ajar sastra di kelas X SMA berdasarkan
Tujuan Pembelajaran (TP), yaitu mengidentifikasi tema dan suasana serta menilai
efektivitas diksi, rima, dan tipografi dalam mendukung makna dan amanat puisi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
antropologi sastra. Sumber data berupa kutipan-kutipan puisi dalam antologi
Rempah Rindu Soto Ibu karya Setiyo Bardono. Populasi penelitian berjumlah 84
puisi, sedangkan sampel penelitian berjumlah 30 puisi yang ditentukan
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti
sendiri yang didukung kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui teknik pustaka dan teknik catat. Analisis data menggunakan analisis isi
melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) antologi puisi Rempah Rindu
Soto Ibu karya Setiyo Bardono memuat tujuh unsur kebudayaan menurut
Koentjaraningrat, yaitu bahasa, organisasi sosial, sistem mata pencaharian hidup,
sistem pengetahuan, sistem religi, sistem peralatan hidup dan teknologi, serta
kesenian. Unsur bahasa direpresentasikan melalui penggunaan leksikon lokal
seperti ireng, clorot, inyong, semangit, dan apek. Unsur organisasi sosial meliputi
hubungan kekerabatan. Unsur sistem mata pencaharian hidup meliputi kegiatan
pertanian dan perdagangan. Unsur sistem pengetahuan berkaitan dengan kuliner
tradisional serta teknik pengolahannya. Unsur religi direpresentasikan melalui
keyakinan spiritual. Unsur sistem peralatan hidup dan teknologi meliputi alat
produksi, wadah, dan alat transportasi. Adapun unsur kesenian direpresentasikan
melalui pementasan wayang. (2) Hasil analisis menunjukkan bahwa antologi puisi
Rempah Rindu Soto Ibu karya Setiyo Bardono relevan sebagai bahan ajar sastra di
kelas X SMA karena dapat mendukung peserta didik dalam mengidentifikasi tema
dan suasana serta menilai efektivitas diksi, rima, dan tipografi dalam mengungkap
makna tersurat maupun tersirat pada puisi.
Item
Variasi Bahasa Iklan Produk Kecantikan Shopee Periode Januari-September 2025 serta Relevansi Pembelajarannya di SMA: Kajian Sosiolinguistik
(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-09) Malichatul Azzah 222110058
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis variasi bahasa
Indoglish yang digunakan dalam iklan produk kecantikan (skincare dan
makeup) di Shopee pada periode Januari-September 2025, (2) relevansi
penggunaan variasi bahasa dalam iklan produk kecantikan di Shopee
terhadap pembelajaran teks iklan di SMA.Dalampenelitian ini digunakan
pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah iklan
produk kecantikan skincare dan makeup pada platform Shopee periode
Januari-September 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
simak bebas libat cakap, yakni teknik pengambilan data dengan
memposisikan peneliti tidak terlibat langsung dalam peristiwa tutur yang
menjadi objek penelitian. Dalam teknik analisis data digunakan teknik
analisis isi, sedangkan penyajian hasil analisis data dilakukan secara
informal, dengan menggunakan kata-kata biasa tanpa tanda atau lambang
tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis variasi bahasa
Indoglish dalam produk kecantikan di Shopee ditemukan 50 data, terdiri
atas 16 data campur kode kata, 32 data campur kode frasa, dan 2 data
campur kode singkatan. Variasi bahasa tersebut digunakan untuk
menyampaikan informasi produk secara ringkas, menarik, dan modern
sehingga dapat meningkatkan daya persuasi iklan; dan (2) relevansi
penggunaan variasi bahasa dalam iklan produk kecantikan di Shopee
terhadap pembelajaran materi teks iklan di SMA terlihat pada
keterkaitannya dengan ketercapaian capaian pembelajaran, ketercapaian
tujuan pembelajaran, dan kesesuaian pemilihan bahan ajar. Variasi
bahasa dalam iklan dapat dijadikan contoh penggunaan bahasa yang
logis, menarik, dan kreatif sehingga membantu peserta didik memahami
strategi kebahasaan dalam iklan serta menyusun teks iklan yang efektif.
Item
Kajian Budaya Masyarakat Papua pada Novel Bia dan Kapak Batu Karya Intan Andaru dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA
(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-15) Astuti Fauziyah 222110011
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur-unsur budaya
masyarakat Papua yang terdapat dalam novel Bia dan Kapak Batu karya
Intan Andaru berdasarkan tujuh unsur kebudayaan menurut
Koentjaraningrat dan (2) relevansi hasil kajian budaya dalam
pembelajaran sastra di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian
berupa novel Bia dan Kapak Batu karya Intan Andaru, sedangkan data
penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang memuat unsurunsur budaya. Pada penelitian ini digunakan teknik pustaka dan teknik
catat sebagai pengumpulan data. Pada penelitian ini digunakan model
analisis data interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan simpulan. (1) Dari penelitian ini
ditemukan bahwa novel Bia dan Kapak Batu memuat tujuh unsur
kebudayaan, adalah (a) bahasa berupa penggunaan kosakata khas Papua,
(b) sistem pengetahuan yang meliputi pengetahuan tentang alam,
kesehatan, tradisi, dan bahan makanan, (c) organisasi sosial yang
mencerminkan hubungan kekerabatan dan kehidupan masyarakat, (d)
sistem peralatan hidup dan teknologi berupa alat produksi, senjata, serta
alat transportasi tradisional dan modern, (d) sistem mata pencaharian
hidup berupa kegiatan menganyam, mengukir, berburu, meramu, dan
menangkap ikan, (e) sistem religi tercermin melalui kepercayaan, gereja,
dan kitab suci, serta (f) kesenian yang meliputi seni tari, seni ukir, seni
pahat, dan alat musik tradisional. Selain itu, (2) hasil penelitian
menunjukkan bahwa novel ini relevan digunakan sebagai bahan
pembelajaran sastra di SMA karena mengandung nilai budaya, serta
memenuhi kriteria bahan ajar yang baik dan keterkaitan dengan CP.
Hasil penelitian dapat diimplementasikan dalam pembelajaran novel
pada Kurikulum Merdeka yang mendorong peserta didik memahami
keragaman budaya Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan
apresiasi sastra
Item
“Perkembangan Psikososial Tokoh Utama Dalam Film Perayaan Mati Rasa Karya Umay Shahab Berdasarkan Teori Erik Erikson Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran
(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-05) Wahyuni Nanda Puspita 222110051
Film sebagai media audiovisual sering kali menghadirkan representasi
realitas psikologis manusia, termasuk pergulatan identitas dan relasi emosional
yang dialami generasi muda dalam menghadapi tekanan keluarga dan kehilangan.
Film Perayaan Mati Rasa (2025) karya Umay Shahab menggambarkan perjalanan
psikososial tokoh utama yang menarik untuk dikaji karena merepresentasikan krisis
identitas dan keintiman yang relevan dengan kondisi banyak individu dewasa muda
saat ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan psikososial tokoh
utama pada tahap Identity vs. Role Confusion dan Intimacy vs. Isolation berdasarkan
teori Erik Erikson, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pembelajaran
afektif dan pendidikan karakter. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan jenis deskriptif yang menganalisis dialog dan adegan dalam film
dengan pendekatan analisis konten (content analysis). Hasil penelitian
menunjukkan pada tahap Identity vs Role Confusion, tokoh utama mengalami krisis
identitas karena adanya tekanan ekspektasi keluarga yang mengharuskan tokoh
utama menjadi anak pertama sekaligus kakak sebagai panutan sehingga
memunculkan jarak emosional serta perbandiang pencapaian yang kemudian
menimbulkan isolasi untuk tokoh utama. Kemudian pada fase Intimacy vs Isolation,
saat tokoh utama mengsisolasi untuk melindungi identitasnya, ia kehilangan
ayahnya secara mendadak, yang kemudian memaksanya keluar dari isolasi tersebut
menuju keterbukaan emosional dengan keluarga, rekonsiliasi dengan adiknya, serta
penerimaan diri untuk keluar dari isolasinya, hingga akhirnya mencapai virtue cinta
dan penerimaan identitas secara bersamaan. Temuan-temuan tersebut memiliki
implikasi signifikan terhadap pembelajaran afektif, seperti pengembangan
kesadaran diri, empati, dan penerimaan diri, sekaligus terhadap pendidikan karakter
melalui penguatan nilai integritas, kemandirian, bernalar kritis, dan gotong royong
sebagaimana termuat dalam Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, penelitian
ini menegaskan bahwa perjalanan psikososial tokoh utama dalam film Perayaan
Mati Rasa juga dapat dijadikan sumber belajar kontekstual yang efektif untuk
membangun kesadaran emosional dan karakter peserta didik secara holistik.
Item
“Tinjauan Ekokritik Perspektif Etis Novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya Karya Dewanto Amin Sadono dan Relevansi Pembelajaran Sastra di SMA
(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-09) Nian Diani Indrafuri 222110070
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) ekokritik perspektif etis
dalam novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya Karya Dewanto Amin Sadono;
dan (2) relevansi novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya Karya Dewanto
Amin Sadono dengan pembelajaran sastra di SMA.
Objek penelitian ini adalah ekokritik perspektif etis novel Kisah Ganjil
Pelaut dan Keturunannya Karya Dewanto Amin Sadono, dengan fokus penelitian
ekokritik perspektif etis dan relevansi novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya
Karya Dewanto Amin Sadono dengan pembelajaran sastra di SMA. Jenis penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan
teknik pustaka. Instrumen penelitian yang dilakukan penulis sendiri selaku peneliti,
dengan bantuan kartu pencatat data. Analisis data yang dilakukan dengan teknik
analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis data
adalah teknik informal.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) ekokritik persepktif etis
novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya meliputi lima aspek yaitu (a) sikap
hormat terhadap alam yaitu, perilaku dan perbuatan seorang keluarga untuk
menghargai keberadaan laut, pantai, dan lingkungan tempat tinggal mereka; (b)
sikap tanggung jawab terhadap alam yaitu usaha sebuah keluarga dalam merawat
dan menjaga tempat tinggal akibat abrasi dan perubahan iklim; (c) sikap solidaritas
terhadap alam yaitu kebiasaan seseorang yang menghadapi dahyatnya ombak yang
merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga alam; (d) sikap kasih sayang
dan kepedulian terhadap alam yaitu, perilaku tokoh yang berupaya melindungi
lingkungan tempat tinggal akibat dari ancaman kerusakan; (e) sikap tidak
mengganggu alam yaitu, kesadaran tokoh untuk tidak merusak lingkungan; (2)
relevansi novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya dengan pembelajaran sastra
di SMA menggunakan bahan ajar sebagai alternatif pembelajaran dengan harapan
dapat menumbuhkan kesadaran ekologis bagi peserta didik dan menambah
wawasan mengenai sastra lingkungan