Repository

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Selamat Datang di Repository Universitas Muhammadiyah Purworejo

Photo by @inspiredimages
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Recent Submissions

Item
Pengalaman Psikososial Klien Pemasyarakatan dalam Proses Reintegrasi Sosial
(Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum,dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-30) Arkaristi Putri Hajidah 223080103
Proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan kerap diwarnai oleh berbagai tantangan psikososial yang kompleks. Fenomena seperti kecemasan dalam menyesuaikan diri, kekhawatiran terhadap penolakan, stigma dari lingkungan sosial, dinamika hubungan keluarga, serta upaya membangun kembali kemandirian melalui pekerjaan dapat saling berkaitan dan membentuk pengalaman subjektif klien selama masa transisi. Namun, kajian mendalam mengenai dinamika psikososial tersebut dalam konteks Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman psikososial klien pemasyarakatan selama menjalani proses reintegrasi sosial di Balai Pemasyarakatan Kelas II Magelang pada lima aspek utama, yaitu penyesuaian diri, hubungan keluarga, penerimaan sosial, pekerjaan dan kemandirian, serta pembimbingan Bapas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi tiga klien pemasyarakatan sebagai informan utama serta anggota keluarga dan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu penyesuaian diri setelah kembali ke masyarakat, hubungan keluarga dalam proses reintegrasi, penerimaan sosial dan keterlibatan kembali dalam masyarakat, pekerjaan dan kemandirian dalam membangun kembali kehidupan, serta peran pembimbingan Bapas dan PK. Ketiga informan menunjukkan pengalaman psikososial yang berbeda, yang dipengaruhi oleh karakteristik individu, dukungan keluarga, penerimaan masyarakat, kesempatan bekerja, dan pembimbingan yang diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman psikososial klien pemasyarakatan terbentuk melalui interaksi antara individu dan lingkungan, sehingga keberhasilan reintegrasi sosial perlu dipahami sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sebagai kondisi akhir yang bersifat tetap.
Item
Gambaran Dinamika Resiliensi Pengalaman Menganggur Pada Generasi Z Di Kabupaten Kebumen
(Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum,dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-27) Revo Bagus Ardana 223080005
Pengangguran dapat menjadi pengalaman yang menimbulkan tekanan psikologis dan sosial bagi Generasi Z, seperti kekhawatiran, rasa malu, rendah diri, dan ketidakpastian terhadap masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika resiliensi Generasi Z dalam menghadapi pengalaman menganggur di Kabupaten Kebumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan empat informan yang pernah mengalami fase menganggur. Data diperoleh melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis model interaktif menurut Miles dan Huberman. Analisis data yang digunakan adalah metode model interaktif, sedangkan kebenaran data diperiksa dengan teknik triangulasi data, yaitu dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber dan pendekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menganggur menimbulkan tekanan emosional dan sosial, tetapi informan mampu membangun resiliensi melalui pengelolaan emosi, dukungan sosial, refleksi diri, optimisme, serta kemampuan mencari peluang dan alternatif baru. Resiliensi berkembang melalui pengalaman, dukungan orang terdekat, pembelajaran keterampilan, dan kemampuan individu dalam menghadapi tekanan. Dengan demikian, resiliensi menjadi bagian penting dalam membantu Generasi Z bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari pengalaman menganggur.
Item
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama (Smp)
(Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum,dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-31) Setyaningrum Yulsa 223080036
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan minat belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 429 siswa, dengan sampel sebanyak 165 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya dan skala minat belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,200 (p > 0,05). Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan minat belajar siswa (r = 0,627; p = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,393 menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memberikan kontribusi sebesar 39,3% terhadap minat belajar siswa, sedangkan 60,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya yang diterima siswa, semakin tinggi pula minat belajar siswa
Item
Peran Forgiveness Dalam Memoderasi Pengaruh Antara Father Involvement Terhadap Self Esteem Pada Dewasa Awal
(Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum,dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-27) Jihan Fauziah Fatwa 223080094
Ayah yang kurang berperan dalam menunaikan tanggung jawabnya sebagai ayah atau kepala keluarga menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap anaknya, salah satunya rendahnya self esteem karena hilangnya peran father involvement. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat peran forgiveness dalam memoderasi pengaruh antara father involvement terhadap self esteem, pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan hierarchical regression dan moderated regression analysis (MRA). Sampel penelitian berjumlah 400 responden perempuan berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Indonesia dan memiliki pengalaman fatherless, yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling dengan metode voluntary response sampling. Penelitian ini menggunakan tiga instrument yaitu Coopersmith Self esteem Inventory (CSEI), Father Involvement Scale (FIS), dan Heartland Forgiveness Scale (HFS). Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui kuesioner digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa father involvement tidak memiliki pengaruh yang secara langsung terhadap self esteem (p = .150), sehingga H1 tidak didukung oleh data. Namun demikian, forgiveness terbukti memoderasi secara signifikan pengaruh antara father involvement dan self esteem (p < .001), yang berarti H2 diterima. Selain itu, ditemukan pula bahwa forgiveness memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap self esteem (p < .001), sehingga forgiveness berperan ganda, yaitu sebagai prediktor langsung sekaligus sebagai moderator. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran father involvement terhadap self esteem bergantung pada situasi dan baru menjadi nyata ketika mempertimbangkan kapasitas individu dalam memaafkan.
Item
Hubungan Rasa Kesepian dengan Kecanduan Media Sosial pada Gen Z
(Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum,dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-31) Agresia Putri Pradana 223080112
Generasi Z dikenal sebagai digital natives dengan tingkat penggunaan media sosial yang tinggi, namun interaksi daring yang dangkal berisiko menimbulkan kesepian yang dapat mendorong kecanduan media sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara rasa kesepian dengan kecanduan media sosial pada pelajar Generasi Z di Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 124 responden dari SMK Batik Perbaik Purworejo, SMAN 5 Purworejo, SMAN 10 Purworejo, dan SMAN 9 Purworejo, yang diambil dengan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), lalu dianalisis dengan korelasi Product Moment Pearson. Hasil menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara rasa kesepian dan kecanduan media sosial (r = 0,320; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan tergolong lemah (r² ≈ 0,102). Artinya, semakin tinggi rasa kesepian pelajar, semakin tinggi pula kecenderungan kecanduan media sosialnya, meski kesepian bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh