Browsing by Author "Shafa Setyaningrum"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPEMASARAN GULA KELAPA DI DESA LUWENG LOR KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2024-07-28) Shafa SetyaningrumPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui saluran pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, (2) Mengetahui besar biaya, margin dan keuntungan pemasaran gula kelapa pada masing-masing saluran pemasaran di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, (3) Mengetahui Farmer’s Share yang diterima pengrajin gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, (4) Mengetahui efisiensi pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Analisis yang digunakan adalah metode survey yang digunakan mengetahui saluran pemasaran margin dan keuntungan pemasaran, bagian harga yang diterima pengrajin gula kelapa dan efisiensi pemasaran. Sampel pengrajin dipilih dengan metode simple random sampling dan sampel pedagang ditentukan dengan menggunakan metode snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo terdiri dari 4 saluran, yaitu saluran 1 adalah dari pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen, saluran 2 adalah pengrajin – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, saluran 3 adalah pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, saluran 4 adalah pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen. Biaya pemasaran terbesar dikeluarkan oleh pedagang pengumpul yaitu Rp 2001/Kg. Margin pemasaran terbesar pada saluran 2 3 dan 4 adalah sebesar Rp 7000/Kg. Keuntungan pemasaran terbesar pada saluran 3 adalah sebesar Rp 5237/Kg. Farmer’s Share masih dibawah 50% pada saluran 1 adalah 66,66%, saluran 2 adalah 46,15%, saluran 3 adalah 46,15% dan saluran 4 adalah 50%. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo belum efisien, karena farmer’s share lebih dominan kurang dari 50%.
- ItemPemasaran Gula Kelapa di Desa Luweng Lor, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2023-07-28) Shafa SetyaningrumPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui saluran pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, (2) Mengetahui besar biaya, margin dan keuntungan pemasaran gula kelapa pada masing-masing saluran pemasaran di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, (3) Mengetahui Farmer’s Share yang diterima pengrajin gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, (4) Mengetahui efisiensi pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Analisis yang digunakan adalah metode survey yang digunakan mengetahui saluran pemasaran margin dan keuntungan pemasaran, bagian harga yang diterima pengrajin gula kelapa dan efisiensi pemasaran. Sampel pengrajin dipilih dengan metode simple random sampling dan sampel pedagang ditentukan dengan menggunakan metode snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo terdiri dari 4 saluran, yaitu saluran 1 adalah dari pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen, saluran 2 adalah pengrajin – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, saluran 3 adalah pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, saluran 4 adalah pengrajin – pedagang pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen. Biaya pemasaran terbesar dikeluarkan oleh pedagang pengumpul yaitu Rp 2001/Kg. Margin pemasaran terbesar pada saluran 2 3 dan 4 adalah sebesar Rp 7000/Kg. Keuntungan pemasaran terbesar pada saluran 3 adalah sebesar Rp 5237/Kg. Farmer’s Share masih dibawah 50% pada saluran 1 adalah 66,66%, saluran 2 adalah 46,15%, saluran 3 adalah 46,15% dan saluran 4 adalah 50%. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran gula kelapa di Desa Luweng Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo belum efisien, karena farmer’s share lebih dominan kurang dari 50%.