Fear of Missing Out pada Pelari
No Thumbnail Available
Date
2026-06-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum,dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Olahraga lari kini menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas sosial, seiring berkembangnya komunitas lari, event, dan penggunaan media sosial. Kondisi ini memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada pelari yang dapat menimbulkan tekanan psikologis seperti kecemasan dan perasaan tertinggal. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana FOMO dialami dan dimaknai oleh pelari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Informan berjumlah tiga orang yang dipilih melalui purposive sampling, dengan kriteria usia 20-25 tahun, pernah mengikuti event lari minimal 4-5 kali setahun, dan memiliki skor FOMO sedang-tinggi berdasarkan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur serta triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan analisis fenomenologi deskriptif (Moustakas, 1994). Hasil penelitian menunjukkan FOMO pada pelari muncul akibat paparan media sosial, ajakan teman, dan keinginan mengikuti tren, ditandai dengan rasa takut tertinggal event serta perbandingan pencapaian dengan pelari lain. Meski dapat menimbulkan kecemasan, FOMO juga mendorong informan untuk mulai berolahraga, membangun relasi sosial, dan membentuk kebiasaan lari yang lebih sehat. Dengan demikian, FOMO pada pelari memiliki makna ganda, yaitu sebagai tekanan sosial sekaligus dorongan perubahan positif.