Browsing by Author "Ananda Okta Selviana 222510079"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisis Perbandingan Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Trotoar di Kabupaten Purworejo (Studi Kasus: Jalan Mayjen Sutoyo dan Jalan K. H. Ahmad Dahlan)(Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-02) Ananda Okta Selviana 222510079Trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung transportasi yang berfungsi memberikan ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki dalam melakukan aktivitas berjalan kaki. Namun, kondisi fasilitas trotoar yang belum optimal dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kondisi fasilitas trotoar berdasarkan standar teknis serta membandingkan tingkat kenyamanan pejalan kaki pada trotoar Jalan Mayjen Sutoyo dan Jalan K.H. Ahmad Dahlan di Kabupaten Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran kondisi fisik trotoar, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna trotoar. Analisis kondisi fasilitas trotoar mengacu pada Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 02/SE/M/2018 tentang Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Pengolahan data kuesioner dilakukan menggunakan skala Likert dengan analisis statistik deskriptif, serta dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar efektif trotoar pada Jalan Mayjen Sutoyo sebesar 2,20 meter dan Jalan K.H. Ahmad Dahlan sebesar 2,13 meter, sehingga keduanya telah memenuhi standar lebar minimum trotoar. Namun, kelengkapan fasilitas pendukung pejalan kaki pada kedua lokasi masih belum sepenuhnya memenuhi standar. Jalan Mayjen Sutoyo memiliki tingkat pemenuhan fasilitas sebesar 54,54%, sedangkan Jalan K.H. Ahmad Dahlan sebesar 45,45%. Berdasarkan hasil analisis tingkat kenyamanan, Jalan Mayjen Sutoyo memperoleh nilai sebesar 64,27% dengan kategori cukup nyaman, sedangkan Jalan K.H. Ahmad Dahlan memperoleh nilai sebesar 49,68% dengan kategori kurang nyaman. Perbedaan tingkat kenyamanan tersebut dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kelengkapan elemen pendukung, serta kondisi lingkungan sekitar trotoar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua lokasi penelitian telah memenuhi aspek dimensi lebar trotoar, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek fasilitas dan kenyamanan agar tercipta fasilitas pejalan kaki yang lebih aman, nyaman, dan inklusif.