Analisis Perbandingan Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Trotoar di Kabupaten Purworejo (Studi Kasus: Jalan Mayjen Sutoyo dan Jalan K. H. Ahmad Dahlan)
No Thumbnail Available
Date
2026-07-02
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung transportasi yang berfungsi
memberikan ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki dalam melakukan aktivitas
berjalan kaki. Namun, kondisi fasilitas trotoar yang belum optimal dapat
mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kesesuaian kondisi fasilitas trotoar berdasarkan standar teknis serta
membandingkan tingkat kenyamanan pejalan kaki pada trotoar Jalan Mayjen Sutoyo
dan Jalan K.H. Ahmad Dahlan di Kabupaten Purworejo.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan,
pengukuran kondisi fisik trotoar, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada
pengguna trotoar. Analisis kondisi fasilitas trotoar mengacu pada Surat Edaran Menteri
PUPR Nomor 02/SE/M/2018 tentang Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan
Kaki. Pengolahan data kuesioner dilakukan menggunakan skala Likert dengan analisis
statistik deskriptif, serta dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan
bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar efektif trotoar pada Jalan Mayjen Sutoyo
sebesar 2,20 meter dan Jalan K.H. Ahmad Dahlan sebesar 2,13 meter, sehingga
keduanya telah memenuhi standar lebar minimum trotoar. Namun, kelengkapan
fasilitas pendukung pejalan kaki pada kedua lokasi masih belum sepenuhnya
memenuhi standar. Jalan Mayjen Sutoyo memiliki tingkat pemenuhan fasilitas sebesar
54,54%, sedangkan Jalan K.H. Ahmad Dahlan sebesar 45,45%. Berdasarkan hasil
analisis tingkat kenyamanan, Jalan Mayjen Sutoyo memperoleh nilai sebesar 64,27%
dengan kategori cukup nyaman, sedangkan Jalan K.H. Ahmad Dahlan memperoleh
nilai sebesar 49,68% dengan kategori kurang nyaman. Perbedaan tingkat kenyamanan
tersebut dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kelengkapan elemen pendukung, serta
kondisi lingkungan sekitar trotoar.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua lokasi penelitian telah
memenuhi aspek dimensi lebar trotoar, namun masih memerlukan peningkatan pada
aspek fasilitas dan kenyamanan agar tercipta fasilitas pejalan kaki yang lebih aman,
nyaman, dan inklusif.