Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 213
- ItemPENGARUH AKTIVITAS SWALAYAN LARIS KUTOARJO TERHADAP ARUS LALU LINTAS JALAN GADJAH MADA(Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-15) Suryono 082510016Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap : (1) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktivitas Swalayan Laris terhadap arus lalu lintas yang meliputi volume arus lalu-lintas, derajad kejenuhan dan hambatan samping yang ada pada ruas jalan Gadjah Mada Kutoarjo. (2) Untuk mengetahui kinerja ruas jalan akibat aktivitas Swalayan Laris berdasarkan indikator tingkat pelayanan jalan. Sampel penelitian dilaksanakan di Jalan Gadjah Mada Kutoarjo. Instrumen pengumpulan data menggunakan alat berupa stopwatch, tally counter, kalkulator dan lembar untuk mencatat. Hasil analisis data lapangan di bandingkan peraturan persyaratan yang dibuat oleh pemerintah Manual Kapasitas Jalan Indonesai (MKJI). Dari hasil penelitian dan pembahasan adanya parkir di jalan Gadjah Mada di peroleh nilai hambatan samping pada hari Sabtu termasuk kategori sangat tinggi (Very High) dan untuk tidak ada parkir pada hari Sabtu termasuk kategori tinggi (High). Faktor penyesuaian kapasitas untuk lebar jalur lalu lintas efektif (wc) perlajur ketika tidak ada parkir adalah 3,5 meter maka di gunakan nilai FCw sebesar 1,00, sedangkan faktor penyesuaian kapasitas ketika ada parkir lebar jalur lalu lintas efektif (wc) perlajur adalah 3,25 meter maka di gunakan nilai FCw sebesar 0,95, karena sabagian lajur di gunakan sebagai lahan parkir kendaraan, sehinga kapasitas jalan menjadi berkurang. Jadi dengan adanya parkir nilai derajat kejenuhan semakin tinggi dan kecepatan menjadi rendah, sebaliknya apabila derajat kejenuhan rendah maka kecepatan akan semakin tinggi. Maka dapat disimpulkan bila semakin besar hambatan samping, maka kecepatan akan menurun, sebaliknya apabila tidak ada hambatan samping maka kecepatan akan naik
- ItemANALISIS KINERJA JALAN KUSUMA AKIBAT ADANYA SWALAYAN JADI BARU DI KABUPATEN KEBUMEN(Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-24) SARTONO 142510069Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap : (1) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktivitas Swalayan Jadi Baru terhadap arus lalu lintas yang meliputi Volume arus lalu-lintas, Derajad Kejenuhan dan Hambatan Samping yang ada pada ruas jalan Kusuma di Kabupaten Kebumen. (2) Untuk mengetahui kinerja ruas jalan akibat aktivitas Swalayan Jadi Baru berdasarkan indikator tingkat pelayanan jalan. Penelitian dilaksanakan di Jalan Kusuma Kabupaten Kebumen. Instrumen pengumpulan data menggunakan alat berupa stopwatch, tally counter, kalkulator dan lembar untuk mencatat. Hasil analisis data lapangan dibandingkan peraturan persyaratan yang dibuat oleh pemerintah Manual Kapasitas Jalan Indonesai (MKJI) 1997. Dari hasil penelitian dan perhitungan adanya parkir dan tidak ada parkir maka di peroleh Hambatan Samping pada hari Minggu dan hari Rabu dengan adanya parkir 0.87 (tinggi) dan untuk tidak ada parkir 0.94 (rendah). Jumlah frekuensi berbobot Hambatan Samping ada parkir pada hari Minggu sebesar 571,4 dan pada hari Rabu sebesar 798,2. Sedangkan Jumlah frekuensi berbobot Hambatan Samping ketika tidak ada parkir pada hari Minggu sebesar 140,1 dan pada hari Rabu sebesar 197,8. Faktor penyesuaian Kapasitas pada hari Minggu dan Rabu dengan adanya parkir untuk lebar jalur lalu lintas efektif (Wc) per lajur adalah 3,0 meter, maka digunakan nilai FCw sebesar 0,91. Dari tipe jalan Empatlajur tak terbagi, (adanya parkir 0,50m lebar jalur lalu lintas efektif menjadi 3,00 m). Faktor penyesuaian Kapasitas pada hari Minggu dan Rabu dengan tidak adanya parkir untuk lebar jalur lalu lintas efektif (Wc) per lajur adalah 3,5 meter, maka digunakan nilai FCw sebesar 1,00. Dari tipe jalan Empat-lajur tak terbagai, (lebar jalur lalu lintas efektif menjadi 3,50 m). Dimana Kapasitas Jalan pada hari Minggu 2375 smp/jam dengan Kecepatan Rata-rata 34,48 km/jam dan 55,91 km/jam dan hari rabu Rabu 2820 smp/jam dengan kecepatan Rata-rata 32,10 km/jam dan 53,54 km/jam. Dengan adanya parkir maka nilai Derajat Kejenuhan (DS) akan samakin tinggi dan kecepatan rendah, sebaliknya apabila Derajat Kejenuhan (DS) rendah maka kecepatan akan semakin tinggi. Maka dapat disimpulkan bila semakin besar hambatan samping maka, kecepatan akan menurun, begitu pula sebaliknya. Untuk menangani permasalaan dalam penelitian ini di sarankan perlu di tambah lahan parkir, memasang rambu-rambu lalu lintas di larang parkir dan menata parkir dengan posisi lurus searah jalan.
- ItemANALISIS PENERAPAN PENGENDALIAN BIAYA PROYEK DENGAN EARNED VALUE CONCEPT (Studi Kasus Proyek Pembangunan Hanggar Sarana dan Prasarana Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Purworejo)(Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-25) ROIB 102510017Untuk mengetahui biaya pelaksanaan proyek terhadap nilai kontrak dan waktu pelaksanaan, untuk mengetahui prakiraan biaya terakhir minggu terakhir pada proyek tersebut serta Untuk mengetahui apakah kontraktor memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian dalam mengerjakan proyek tersebut. Langkah dalam penelitian dengan menggunakan earned value concept ini antara lain; pengumpulan data umum RAB, Kurva “S”, Laporan harian serta informasi tentang sistem dan keberadaan proyek tersebut dan analisi data. Dari hasil analisis data dengan menggunakan metode earned value concept terhadap waktu/biaya pada proyek pembangunan hanggar sarana dan prasarana kebersihan dan pertamanan Kabupaten Purworejo dapat disimpulkan sebagai berikut: Dari perhitungan ACWP (Actual Cost of Work Performance) minggu terakhir di peroleh biaya pelaksanaan proyek adalah sebesar Rp. 1.872.105.262,27 sedangkan nilai kontrak Rp.2.395.713.000,00 dalam hal ini dapat di buktikan dengan CV (Cost Varians) menunjukan nilai positif yang berarti biaya pelaksnaan lebih kecil daripada anggaran, dan CPI (Cost Performance Index) bernilai lebih dari 1 yang artinya biaya actual yang dikeluarkan lebih kecil daripada biaya yang dianggarkan, dengan kata lain ada efisiensi biaya sebesar Rp 523.608.553,52, SV (Schedule Varians) menunjukan nilai positif yang artinya pekerjaan terlaksana lebih cepat daripada waktu yang dijadwalkan dan SPI (Schedule Performanc Index) juga bernilai lebih dari 1 ini menunjukan kinerja yang baik, pekerjaan yang sudah terlaksana melampaui target yang direncanakan sehingga ada efisiensi waktu yaitu proyek dapat diselesaikan 21 minggu dari 22 minggu waktu yang dijadwalkan. Proyeksi biaya akhir proyek pada minggu terakhir EAC (Estimate at Completion) adalah sebesar Rp. 1.872.105.262,27. Sedangkan nilai proyek yang seharusnya terlaksana adalah Rp.2.395.713.000,00, ini berarti jika diukur sampai tanggal pelaporan minggu terakhir proyek yaitu minggu ke 21 proyek tersebut memperoleh keuntungan sebesar Rp 523.608.553,52 atau sebesar 21,856% hal ini di buktikan dengan perhitungan CPI=1,2797 > 1 yang artinya biaya aktual yang dikeluarkan lebih kecil daripada biaya yang dianggarkan (Cost Underrun). Proyek tersebut memperoleh keuntungan karena kinerja yang baik juga system pengendalian proyeknya yang terkontrol dengan baik sehingga poyek dapat diselesaikan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih efisien
- ItemANALISIS PENERAPAN METODE NILAI HASIL DALAM PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN KALIWADER-KALITAPAS(Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-02) Wahyu Riadi Saputra 082510017Pengendalian dalam proyek konstruksi pada umumnya menyangkut tiga aspek utama, yaitu, biaya, waktu dan mutu. Di dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi yang paling pokok didalam mewujudkan keberhasilan proyek. Bagaimana menerapkan suatu metode pada proyek untuk mengendalikan biaya dan waktu, serta mengendalikan pelaksanaan proyek konstruksi terhadap terjadinya penyimpangan, dan perlu dipakai metode yang mengintegrasikan jadwal dan biaya. Salah satu metode yang memenuhi tujuan ini adalah Konsep Nilai Hasil, Earned Value Concept, yang terdiri dari tiga indikator yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Prosedur penelitian dimulai dengan melakukan studi kepustakaan, pengambilan data, melakukan pengamatan langsung pada proyek, dan merangkum hasil pengumpulan data-data yang ada. Variansi yang ditekankan disini adalah untuk menyelidiki penyimpangan biaya atau jadwal pelaksanaan yang telah direncanakan atau ditentukan. Bila angka kinerja ditinjau lebih lanjut maka Angka indeks kinerja lebih dari satu (>1) yang berarti biaya lebh rendah dari anggaran perencanaan dasar atau anggaran, atau prestasi pelaksanaan pekerjaan sangat baik. Konsep Nilai Hasil bisa diterapkan pada penelitian di proyek ini di dalam tujuan pengendalian dimana berdasarkan analisis maka pengendalian yang dilakukan terjadi percepatan dari sisi waktu pada saat pelaporan-pelaporannya. Berdasarkan nilai Estimation Temporary Completion (ETC) dan Estimation All Completion (EAC) yangg dihitung terjadi percepatan waktu dari jadwal awal. Sedangkan dari segi aspek biaya terdapat selisih angaran dari perencanaan dan pelaksanaan pelaksanaan sebesar Rp. 153.475.724,49.
- ItemAnalisis Penerapan Manajemen Waktu pada Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Kabupaten Purworejo Tahun 2014 Reguler II(Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-06) Imron Hariyanto 102510009Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi pelaksanaan manajemen waktu pada Program Pembangunan Infrastrutur Pedesaan (PPIP), (2) mengevaluasi kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam melaksanakan manajemen waktu, dan memberikan saran untuk menangani kendala-kendala yang dihadapi dan (3) mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja waktu Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP). Pada Analisa Penerapan Manajemen Waktu Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan dipakai 2 macam jenis penelitian, yaitu Studi Kepustakaan dan Studi Lapangan. Penelitian ini di lakukan pada 6 Desa di 2 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo pada tahun 2014. Pengambilan sampel menggunakan probality sampling dengan cara simple random sampling Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kuesioner yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas. Analisa data menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian dan analisa yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh signifikan antara faktor pemilik proyek, faktor teknis dan lapangan, dan faktor non teknis terhadap kinerja waktu Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP). Faktor Teknis dan Lapangan meliputi proses-proses yang berhubungan dengan identifikasi, analisis, tanggapan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan tim, dan kondisi lapangan suatu Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP). Dari hasil penelitian dan hasil analisa Faktor Teknis dan Lapangan mempunyai pengaruh sebesar 58,8% terhadap kinerja waktu proyek. Faktor Pemilik Proyek meliputi proses-proses yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) mencakup semua pekerjaan yang dibutuhkan. Sesuai dengan penelitian dan hasil analisa dapat diambil kesimpulan Faktor Pemilik Proyek mempunyai pengaruh sebesar 30,0% terhadap kinerja waktu proyek. Faktor Non Teknis meliputi faktor-faktor cuaca, ketidak lengkapan suatu dokumen, konflik, kenaikan nilai tukar rupiah, pengaruh kebijakan pemerintah atau desa, dan bencana alam atau huru hara. Sesuai dengan hasil penelitian dan analisa, dapat diambil kesimpulan bahwa Faktor Non Teknis mempunyai pengaruh sebesar 2.1% terhadap kinerja waktu proyek.