Teknik Sipil
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Teknik Sipil by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 195
Results Per Page
Sort Options
- ItemEVALUASI RUMAH TINGGAL LAYAK HUNI (RTLH) DI KAWASAN PERKOTAAN PURWOREJO (Studi Kasus Kelurahan Baledono)(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-22) Kusnaendi 112510036Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi rumah tinggal yang tidak layak huni di Kota Purworejo; 2) Memberi penilaian pada rumah-rumah sederhana dan solusi alternatif terhadap kerusakan yang terjadi. Penelitian dilakukan di wilayah RW II Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan data diperoleh dari survai langsung di lapangan dengan menggunaan Prosedur Operasional Baku (POB) RTLH Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Hasil penelitian menunjukan bahwa 119 (seratus Sembilan belas) atau 70,83% (tujuh puluh koma delapan tiga persen) unit rumah layak huni, 49 (empat puluh sembilan) atau 29,17% (dua puluh sembilan koma satu tujuh persen) unit rumah tidak layak huni.
- ItemPENERAPAN PROGRAM PRIMAVERA 6.0 UNTUK MENGANALISIS KONSEP NILAI HASIL (Studi Kasus Proyek Pembangunan Kantor Polres Purworejo)(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-01) DEDI APRIYANTO 112510025Konsep nilai hasil adalah konsep menghitung besarnya biaya yang menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan, konsep ini mampu mengendalikan penjadwalan secara efektif dan efisien sehingga manajemen proyek dapat segera mungkin meluruskan kegiatan proyek agar sesuai rencana jika terjadi penyimpangan. Konsep ini dapat dikelola dengan bantuan program primavera 6.0 Untuk mengetahui biaya pelaksanaan proyek hingga saat pelaporan dan mengetahui perkiraan total biaya untuk penyelesaian proyek, serta untuk mengetahui apakah kontraktor memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian dalam mengerjakan proyek tersebut ini semua dilakukan dengan bantuan program primavera 6.0. Langkah dalam penelitian ini dengan cara menginputkan data kedalam program primavera 6.0, maka secara otomatis hasil analisis yang didapatkan berdasarkan rumus-rumus kalkulasi yang ada didalam program ini. Pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa RAB lengkap, rencana daftar harga satuan bahan, alat dan upah tenaga kerja, time schedule, laporan mingguan hingga minggu ke-5 yang berisi laporan kemajuan dan realisasi daftar penggunaan bahan, alat dan tenaga kerja perharinya hingga minggu ke-5 Dari hasil analisis data yang dilakukan pada proyek pembangunan kantor polres purworejo dapat disimpulkan sebagai berikut: besarnya biaya pelaksanaan hingga minggu ke-5 adalah Rp 346.972.447, perkiraan besarnya total biaya penyelesaian proyek adalah sebesar Rp 11.745.851.303 sedangkan perkiraan waktu penyelesaian proyek adalah pada tanggal 11 Desember 2015 (213,57 hari) dan jika performance pekerjaan sama dan tidak ada evaluasi pekerjaan maka kontraktor akan mengalami kerugian sebesar Rp 410.595.303.
- ItemANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA 1997 (Studi Kasus Simpang Lengkong Jl. Tentara Pelajar Kab. Purworejo)(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-01) Panji Tejo Buono 112510032Penelitian dilakukan di simpang bersinyal Lengkong Jalan Tentara Pelajar Kabupaten Purworejo karena pada simpang tersebut mempunyai tingkat kepadatan dan keramaian yang cukup besar. Sehubungan dengan hal itu maka perlu di lakukan penelitian khususnya pada simpang bersinyal Lengkong dengan menggunakan standar Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penggunaan sinyal (traffic light) pada simpang bersinyal Lengkong masih mempunyai kinerja yang baik. Perhitungan analisis dan simulasi yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997. Data primer yang diambil dalam penelitian berupa geometrik jalan, kondisi lingkungan, jarak parkir, volume lalu lintas, dan penggunaan sinyal. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah data jumlah penduduk Kota Purworejo. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan, dan dapat dijadikan pertimbangan pembangunan atau perencanaan di masa yang akan datang. Dari hasil perhitungan data dapat diketahui bahwa simpang bersinyal Lengkong Jl. Tentara Pelajar masih efektif dalam melayani arus lalu lintas, hal itu dibuktikan dengan hasil perhitungan derajat kejenuhan (Ds) dengan nilai 0.634 untuk seluruh pendekat, yang berarti simpang Lengkong Jl. Tentara Pelajar termasuk dalam tingkat pelayanan B (Pemenhub No:14 Tahun 2006). Dari hasil simulasi didapat pendekat dari arah Kutoarjo (Barat STOR) dapat dijadiakn alternatif dengan nilai-nilai yang lebih kecil, yaitu Ds = 0.604, waktu siklus (c)= 49 detik, waktu hilang (LTI) = 14 detik. Dengan hasil perhitungan simulai tersebut maka dapat menambah kapasitas pada Simpang Lengkong Jl. Tentara Pelajar dan menambah kenyamanan untuk pengguna jalan karena waktu siklus yang lebih pendek.
- ItemEVALUASI KESESUAIAN STRUKTUR RUMAH TINGGAL SEDERHANA TIPE 30 DAN 36 DI KOMPLEKS PERUMAHAN KABUPATEN PURWOREJO TERHADAP PEDOMAN RUMAH SEDERHANA TAHAN GEMPA (Studi Kasus di Beberapa Kecamatan Purworejo)(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-01) USMAN 122510033Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) untuk mengevaluasi bagaimana konstruksi bangunan rumah tinggal sederhana tipe 30 dan 36 khususnya perumahan diwilayah Kabupaten Purworejo, (2) untuk menganalisa apakah rumah tinggal sederhana tipe 30 dan 36 khususnya perumahan sudah sesuai dengan persyaratan yang digunakan pedoman teknis bangunan rumah sederhana tahan gempa PU,Cipta Karya Tahun 2006. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Objek penelitian ini adalah rumah yang sedang dalam tahap pembangunan di wilayah Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi putaka, observasi dan data pegukuran di lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah hasil pengukuran di lapangan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode skoring dengan alat bantu berupa program aplikasi komputer yaitu program Microsoft word dan microsoft excel. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Untuk konstruksi bangunan perumahan tipe 30 dan 36 di wilayah Kabupaten Purworejo bangunan rumah tembokan dengan dinding terbuat dari pasangan bata merah, sedangkan bahan pondasi menggunakan batu kali, dan terdapat sloof, kolom, balok lintel maupun ring balok. (2) Berdasarkan analisis deskriptif data penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Purworejo dengan jumlah perumahan 20 sedangkan sampelnya adalah 60 sampel rumah yang dalam tahap pembangunan. Dengan hasil nilai tertinggi yaitu kategori kurang sesuai dengan prosentase 86,67% atau frekuensinya 52, kategori sesuai dengan persentase 13,33% atau frekuensin 8. Jadi di wilayah Kabupaten Purworejo khususnya bangunan perumahan belum sesuai dikarenakan di masih bawah nilai kategori kurang sesuai yaitu 86,67% sedangkan yang sesaui hanya 13,33% dan sebagian kesesuaian strukturnya masih dibawah standart pedoman teknis PU Cipta Karya Tahun 2006
- ItemKINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN SIMPANG PLAZA TUGU KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-01) IRWANTO 112510030Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Kinerja simpang tak bersinyal kondisi lapangan berdasar pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia MKJI 1997.(2) Tingkat terjadinya konflik dan (3) tingkat pelayanan dari simpang tak bersinyal. Penyusunan pengumpulan data diperlukan untuk memperoleh efisiensi dan efektifitas waktu serta gambaran dalam menganalisis hasil data lapangan yang dibandingkan dengan metode yang dibuat oleh pemerintah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Pengumpulan data diperoleh melalui survei di lapangan dan parameternya meluputi: Kondisi Geometrik, Kondisi lalu lintas, dan Kondisi lingkungan. Instrumen pengumpulan data menggunakan bantu berupa formulir survei, alat tulis, jam dan roll meter. Dari hasil penelitian dan pembahasan pada simpang Plaza Tugu didapat lebar rata-rata pendekat (WI) 3,53 meter, jumlah volume arus lalu lintas (Qtot) 1771,2 smp/jam, Kapasitas sebenarnya (C) 3370,9 smp/jam, Nilai Derajat Kejenuhan (DS) 0,525, Tundaan lalu lintas simpang (DT1) 9,26 det/smp, Tundaan lalu lintas jalan utama (DTMA) 6,774 det/smp, Tundaan lalu lintas jalan minor (DTMI) 10,755 det/smp, Tundaan geometrik simpang (DG) 6,04 det/smp, Tundaan simpang (D) 15,3 det/smp dan peluang antrian (QP) 12-26,4%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kinerja simpang Plaza Tugu memiliki tingkat pelayanan rata-rata yang stabil dan memenuhi persyaratan dari pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Untuk menurunkan tundaan pada simpang yang melebihi nilai maksimum (>15 det/smp) bila perlu dibutuhkan rekayasa lalu lintas.
- ItemANALISA PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI BENDUNG PEKATINGAN(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-21) INDRA GUNAWAN 122510004Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang mengacu pada Pengembangan Jaringan irigasi dalam hal pengaturan distribusi air Daerah Bendung Pekatingan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengevaluasi kemampuan debit yang tersedia dilokasi penelitian, sehingga pengembangan jaringan irigasi dapat dilakuakan. (2) ubtuk menganalisa faktor K atau faktor penyedia air relatif (PAR). (3) membuat model pengembangan pembagian air DI Pekatingan. Studi ini mengambil lokasi di Daerah Irigasi Bendung Pekatingan yang terletak di Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengupulan data dilakukan dengan cara observasi yang kemudian data diolah. Dari hasil perhitungan tersebut, ketersediaan sumber daya air yang ada dianaisis dan diinterprestasikan. Hasil dari data ketersediaan air periode setengah bulanan, maka besarnya debit andalan 80 % yang terjadi cukup bervariasi, dimana debit terbesar terjadi pada bulan Mei Periode II yaitu sebesar 17,64 m3/dt, dan debit terkecil terjadi pada bulan Oktober Periode I dan II yaitu sebesar 0,00 m3/dt. Dari hasil antara debit andalan dan kebutuhan air terhadap luas areal yang dapat dikembangkan menjadi areal irigasi, yaitu kondisi pada Musim Tanam I mengalami surplus, pada Musim Tanam II mengalami defisit pada bulan Maret periode I sebesar -1,1 m3/dt, dan bulan April periode I sebesar -1,13 m3/dt. Pada Musim Tanam III juga mengalami defisit pada bulan Agustus periode I sebesar - 0,68 m/dt, bulan September periode I sebesar -0,448 m3/dt, dan bulan Oktober periode I sebesar -0,21 m3/dt. Berdasarkan analisis faktor K didapat nilai rata-rata faktor K dari 3 (tiga) musim tanam yaitu sebesar 5,72 untuk musim tanam I (MT-I), 4,563 untuk musim tanam II (MT-II), dan 4,18 untuk musim tanam III (MT-III). Sehingga pola pemberian air untuk musim tanam I (MT-I), musim tanam II(MT-II), musim tanam III (MT-III) adalah menggunakan pola irigasi menerus Dari perhitungan Neraca Air terjadi pengembangan pada Musim Tanam I (MT-I) kondisi airnya surplus atau berlebih sehingga dapat dikembangkan untuk mengairi DI dan sekitarnya.
- ItemEVALUASI KESESUAIAN STRUKTUR BANGUNAN SEKOLAH DASAR TERHADAP KETENTUAN BANGUNAN SEKOLAH TAHAN GEMPA (Studi Kasus di Kecamatan. Grabag, Kec. Ngombol dan Purwodadi)(PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-31) ZAINI MUHAMMAD 112510022Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi struktur bangunan gedung sekolah dasar yang sudah dibangun di Kecamatan Grabag, Ngombol dan Purwodadi. Bangunan sekolah dasar yang dijadikan sampel adalah bangunan sekolah yang masih digunakan, jumlah sampel untuk setiap Kecamatan meliputi : (1) 45 gedung kantor guru, (2) 45 gedung kelas dan (3) 45 gedung perpustakaan. Pengambilan sampel sekolah dasar dilakukan secara acak (random) di tiga Kecamtan tersebut. Instrumen pengumpulan data yaitu menggunakan angket kuisioner kemudian dilakukan pengukuran data menggunakan skala likert yang kemudian uji instrumen, dan selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan alat bantu microsoft excel untuk menentukan persentase kesesuaian sturktur bangunan gedung sekolah dasar dari hasil pengumpulan data menggunakan angket. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada struktur bangunan gedung sekolah dasar yang telah dibangun: (1) bangunan gedung sekolah dasar yang telah dibangun di Kecamtan Grabag, dari 45 sampel gedung yang diteliti untuk kriteria persentase yang sesuai yaitu 0 gedung atau 0%, kriteria persentase kurang sesuai 32 gedung atau 71,11%, dan untuk kriteria persentase tidak sesuai 13 gedung atau 28,89%, (2) untuk Kecamtan Ngombol dari 45 sampel gedung yang diteliti kriteria persentase yang sesuai 0 gedung atau 0%, kriteria persentase kurang sesuai 38 gedung atau 84,44%, persentase tidak sesuai 7 gedung 15,56%, (3) Kecamatan Purwodadi dari 45 sampel gedung kriteria yang sesuai 0 gedung atau 0%, kriteria persentase kurang sesuai 40 gedung atau 89,89%, kriteria persentase tidak ssuai 5 gedung atau 11,11%, (4) dapat simpulkan bahwa struktur bangunan gedung sekolah dasar yang telah diteliti di Kecamatan Grabag, Ngombol dan Purwodadi kurang sesuai dengan pedoman teknis bangunan sekolah tahan gempa.
- ItemPENILAIAN KONDISI PERKERASAN LENTUR DI KABUPATEN WONOSOBO DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) ( Studi Kasus Jalan Provinsi Kabupaten Wonosobo)(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-09-02) Lu’luk Rahmatika 122510035PCI (Pavement Condition Index) atau Indeks Kondisi Perkerasan adalah tingkatan dari kondisi dan ukuran yang ditinjau dari fungsi daya guna yang mengacu pada kondisi dan kerusakan di permukaan perkerasan yang terjadi yang ditunjukkan dengan indeks bernomor antara 0 untuk kondisi gagal (failed) sampai 100 untuk kondisi sempurna (excellent). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan provinsi di Kabupaten Wonosobo; 2) mengetahui nilai rating kondisi perkerasan untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan yang diteliti; 3) mengetahui perbaikan kerusakan jalan yang harus diprioritaskan. Populasi penelitian adalah semua ruas jalan provinsi di Kabupaten Wonosobo yang berjumlah 7 ruas. Sampel penelitian dilakukan hanya pada 4 ruas jalan diantaranya: 1) Ruas Kepil - Kemiri; 2) Ruas Kepil - Bruno; 3) Ruas Sapuran - Kalikajar; dan 4) Ruas Kepil - Sapuran. Pengumpulan data di dapatkan dari BPT Bina Marga Wonosobo dan survei penilaian kondisi perkerasan sesuai jenis keruaskan yang ada dan dengan tingkat keparahan tertentu serta olah data menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index). Hasil penelitian dari 4 ruas jalan provinsi di Kabupaten Wonosobo yang diteliti pada 500 m setiap ruas jalan. Ruas jalan dengan nilai rating PCI terendah adalah ruas Kepil - Kemiri dengan nilai 51,5 dan menjadi prioritas untuk mendapatkan penanganan kerusakan jalan. Pada ruas jalan ini, keruasakan yang mendominasi adalah kerusakan kulit buaya dengan tingkat kerusakan sedang dengan nilai kerapatan rata-rata 6,74%
- ItemANALISA KINERJA BENDUNG BERDASARKAN ASPEK FUNGSI STRUKTUR BANGUNAN ( STUDI KASUS BENDUNG PEKATINGAN )(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO , 2017-07-21) MUHAMMAD WAHYUDI 122510007Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh: (1) bobot komponen bendung yang dapat digunakan sebagai indikator kinerja bendung berdasarkan kondisi dan keberfungsian bangunannya, (2) menganalisa kinerja bendung berdasarkan kondisi dan keberfungsian bangunannya, (3) menghitung nilai kondisi Bendung Pekatingan saat ini berdasarkan desain penilaian kondisi dan fungsi bangunan bendung. Studi ini mengambil lokasi di Bendung Pekatingan yang terletak di Desa Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Pengamatan langsung si lapangan yang kemudian data diolah. Dari hasil pengolahan data tersebut, kondisi dan keberfungsian bendung Pekatingan dianalisis dan diinterprestasikan. Analisis Data Menggunakan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Hasil Analisis data Hasil analisa yang dilakukan dari data survei bendung menghasilkan kinerja bendung berdasarkan kondisi kerusakan komponennya yang berupa bobot debit sebesar 9.91%, bobot sedimen sebesar 3.63%, bobot mercu sebesar 12.46%, bobot bangunan pengambilan sebesar 4.15%, bobot bangunan penguras sebesar 1.05%, bobot bangunan pembilas sebesar 1.45%, dan bobot kantong lumpur sebesar 0.38%. Sedangkan untuk hasil analisa kinerja bendung berdasarkan fungsi komponen yaitu berupa bobot debit sebesar 34.58%, bobot sedimen sebesar 8.31%, bobot mercu sebesar 19.26%, bobot bangunan pengambilan sebesar 4.96%, bobot bangunan penguras sebesar 3.54%, bobot bangunan pembilas sebesar 3.93%, dan bobot kantong lumpur sebesar 1.97%. Kondisi komponen kinerja bendung Pekatingan adalah kerusakan komponen pada bendung Pekatingan sebesar 33.02% dan kondisi bendung mengalami RUSAK SEDANG. Fungsi kinerja komponen pada bendung Pekatingan sebesar 76.55% dan keberfungsian bendung dalam kondisi CUKUP.
- ItemANALISIS KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KABUPATEN PURWOREJO Studi Kasus Angkutan Umum Pedesaan Jalur A (KutoarjoPurworejo) dan Jalur B (Dadirejo-Krendetan-Purworejo)(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO , 2017-07-24) ISNAINI AHTIN 132510010Angkutan umum adalah salah satu moda trasportasi yang menghubungkan kawasan satu dengan kawasan yang lain. Pelayanan angkutan umum pedesaan di Kabupaten Purworejo hanya untuk melayani aktifiktas penduduk dengan trayek terbatas dan tingkat pelayanan yang kurang sesuai. Berdasarkan hal tersebut dilakukan suatu studi untuk mengetahui kinerja terhadap angkutan umum pedesaan di Kabupaten Purworejo. Lingkup penelitian meliputi kinerja angkutan umum pedesaan jalur A (Kutoarjo-Purworejo) dan jalur B (Dadirejo-Krendetan-Purworejo) berdasarkan tingkat pelayanan dan kualitas pelayanan. Data yang diambil untuk mengetahui kinerja angkutan umum pedesaan dari tingkat pelayanan yaitu load faktor, headway, kecepatan rata-rata dan waktu perjalanan sedangkan kualitas pelayanan digunakan kriteria keandalan, kenyamanan, dan aksesibilitas. Hasil penelitian diperoleh tingkat pelayanan yang belum ideal baik dari jalur A dan jalur B dilihat dari waktu operasional perlu penertiban untuk waktu selesai beroperasi, dari faktor muat jalur A adalah 34,35% sedangkan jalur B 45,25% masih lebih rendah dari nilai faktor muat yang ditentukan oleh peraturan pemerintah yaitu 70%. Headway untuk jalur A 2,24 menit dan jalur B 7,95 menit masih dibawah standar yang ditentukan pemerintah maka kinerja angkutan umum jalur A dan B dalam kondisi baik karena dapat melayani penumpang dalam waktu tunggu yang tidak lama. Ditinjau dari aspek kecepatan angkutan umum pedesaan jalut A dan jalur B masih sangat lambat masih jauh di bawah standar karena sering berhenti mencari penumpang. Ditinjau dari waktu perjalanan belum sesuai karena penggunaan waktu tempuh rata-rata standarnya 60-90 menit sedangkan di lapangan 119 menit jalur A dan 120 menit jalur B. Kualitas pelayanan angkutan umum pedesaan berada pada kategori kinerja yang sedang dilihat dari segi persepsi penumpang angkutan umum pedesaan jalur A dengan hasil skor 2249 masuk pada rentang kategori kinerja yang sedang 2040-2856 dan hasil skor angkutan umum pedesaan jalur B adalah 1807 masuk pada kategori kinerja yang sedang 1470-2058.
- ItemANALISA PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH PEMBUATAN BADAN JALAN KERETA API Studi Kasus Pembuatan Badan Jalan Kereta Api Lintas Kroya - Kutoarjo Antara Sruweng - Soka di Kebumen(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO , 2017-07-25) YOGI SETYO TRI WIBOWO 102510022Jalan Kereta Api Lintas Kroya – Kutoarjo antara Sruweng – Soka merupakan jalur ganda kereta api, diharapkan dengan adanya pembangunan proyek jalur ganda kereta, akan mengurangi kepadatan lalu lintas dan memperlacar perekonomian antar Provinsi di Indonesia. Waktu pelaksanaan pekerjaan tanah menggunakan setengahnya waktu total dari time schedule addendum 1 (satu), time schedule addendum 2 (dua), dan time schedule addendum 3 (tiga) yaitu 37 hari kalender untuk tanah dipindahkan, sedangkan tanah yang dipadatkan yaitu 77 hari kalender. Pelaksanaan pekerjaan pembuatan badan jalan kereta api di dominasi penggunaan alat berat. Pemilihan dan penentuan alat yang tepat agar peralatan dapat beroprasi secara efektif. Penelitian ini menggunakan teori produktivitas alat berat, penentu jenis dan jumlah alat sesuai dengan medan lokasi, jenis tanah yang akan digali dan dipadatkan. Komposisi alat berat yang dipakai akan mempengaruhi jumlah alat dan waktu pekerjaan alat berat yang optimum pada pelaksanaan pekerjaan tanah tubuh jalan kereta api sepanjang 2,5 kilo meter pada Km.441+900 s/d Km.444+400, jam kerja alat berat mengunakan jam kerja normal yaitu 8 jam, metode perhitungan yang dilakukan dengan cara trial and error. Dari trial perhitungan produksi alat berat dengan mengambil dua alternatif. Hasil perolehan jumlah alat dan waktu optimum yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan tanah didapatkan alternatif pertama yaitu pada tanah dipindahkan 4 unit excavator, 2 unit bulldozer, dan 6 unit dump truck waktu penyelesaiannya 28 hari/224 jam kerja, sedangkan tanah dipadatkan 4 unit bulldozer, 2 unit vibrator roller, dan 7 unit dump truck waktu penyelesaiannya 63 hari/504 jam kerja. Sehingga pekerjaan mengalami percepatan 10 hari (26,32 %) dari pekerjaan tanah dipindahkan dan tanah dipadatkan 14 hari (18,18 %) dari pekerjaan yang di lapangan.
- ItemANALISIS KEKUATAN CEMENT TREATED BASE (CTB) DENGAN BAHAN TAMBAH ZAT ADITIF MENGGUNAKAN VARIASI KANDUNGAN TANAH DAN PASIR UNTUK LAPIS PONDASI ATAS JALAN(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-08-04) Nurkolis 132510015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan CTB untuk lapis pondasi atas jalan menggunakan agregat campuran yang sama dan variasi kandungan tanah dan pasir dengan bahan tambah zat aditif (Difa soil stabilizer). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen (percobaan di Laboratorium). Dengan menentukan kadar air optimum dan komposisi campuran. Dalam penelitian ini kadar air optimum di dapat dari trial pembuatan CTB dengan prosentase kadar air yang digunakan adalah 4% 6%, 8%, 10% dari berat agregat. Dari hasil pengujian kuat tekan CTB dapat disimpulkan bahwa kadar air optimum untuk pembuatan CTB adalah 8% dari berat agregat dengan nilai kuat tekan rata-rata 85.877 kg/cm².Hasil nilai kuat tekan rata-rata CTB umur 7 hari dengan bahan tambah zat aditif pada prosentase kandungan tanah 10%, pasir 30% = 56,406 kg/cm², kandungan tanah 20%, pasir 25% = 53,680 kg/cm², kandungan tanah 30%, pasir 20 % = 42,909 kg/cm², kandungan tanah 40%, pasir 15% = 31,443 kg/cm², dan kandungan tanah 50%, pasir 10% = 28,714 kg/cm², dari ke-5 hasil nilai kuat tekan rata-rata CTB pada prosentase kandungan tanah 10%, pasir 30% dan kandungan tanah 20%, pasir 25% nilai kuat tekan rata-rata di atas 45 kg/cm2 sebagaimana yang disyaratkan, sehingga CTB pada prosentase kandungan tanah 10%, pasir 30% dan kandungan tanah 20%, pasir 25% sesuai Spesifikasi Departemen Pekerjaan Umum 2010 : DIVISI 5 – perkerasan berbutir dan beton semen dan dapat digunakan sebagai lapis pondasi atas jalan.
- ItemANALISIS KEKUATAN CEMENT TREATED BASE (CTB) DENGAN BAHAN TAMBAH ZAT ADITIF DAN VARIASI KANDUNGAN TANAH SEBAGAI LAPIS PONDASI ATAS JALAN(FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-08-05) MARGIANTO 132510021Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan CTB untuk lapis pondasi atas jalan dengan agregat campuran yang sama dan variasi kandungan tanah dengan bahan tambah zat aditif (Difa soil stabilizer). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen (percobaan di Laboratorium). Sebelum dilakukan pembuatan benda uji diadakan pemeriksaan bahan mengenai agregat halus dan kasar. Agregat kelas A yang digunakan didapat dari hasil trial. Dan menentukan kadar air optimum dengan prosentase air 4%, 6%, 8% dan 10% yang dtinjau dari nilai kuat tekan yang dihasilkan. Dalam penelitian ini kadar air optimum di dapat dari trial pembuatan CTB dengan prosentase kadar air yang digunakan adalah 4% 6%, 8%, 10% dari berat agregat. Dari hasil pengujian kuat tekan CTB dapat disimpulkan bahwa kadar air optimum untuk pembuatan CTB adalah 8% dari berat agregat dengan nilai kuat tekan rata-rata 85.877 kg/cm². Hasil nilai kuat tekan rata-rata CTB umur 7 hari dengan bahan tambah zat aditif pada prosentase kandungan tanah 20% = 54.228 kg/cm², 30% = 42.972 kg/cm², 40% = 36.529 kg/cm², 50% = 30.000 kg/cm², dan 60% = 25.094 kg/cm², dari ke-5 hasil nilai kuat tekan rata-rata CTB pada prosentase kandungan tanah 20% nilai kuat tekan rata-rata diatas 45 kg/cm2 segaimana yang disyaratkan, sehingga dapat digunakan sebagai lapis pondasi atas jalan. (DPU 2010)
- ItemKAJIAN PENGENDALIAN BANJIR NON-STRUKTURAL DI SUB DAS KODIL(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO , 2017-08-21) ANGGA RAHMAN SURYA UTAMA 132510025Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di wilayah Sub DAS Kodil yang semakin meningkat akan berdampak besar pada perubahan tata guna lahan. Perubahan tata guna lahan tersebut akan mengakibatkan jumlah infiltrasi semakin kecil dan jumlah aliran limpasan bertambah, sehingga apabila dibiarkan maka akan mengakibatkan banjir. Hal tersebut tentu perlu dianalisis seberapa besar perubahan aliran permukaan dan karakteristik hidrograf pada Sub DAS Kodil, sehingga dapat diambil langkah-langkah yang sesuai untuk menangani masalah tersebut. Banyak cara yang dapat dilakukan sebagai upaya mengendalikan banjir. Cara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengendalian secara non-struktural, yaitu dengan revitalisasi. Cara ini dilakukan dengan mengubah semak belukar, kebun campur, dan tegalan menjadi hutan. Cara lain yang digunakan sebagai upaya pengendalian banjir di Sub DAS Kodil yaitu dengan revitalisasi yang ditambah dengan sumur resapan. Karakteristik hidrograf banjir pada Sub DAS Kodil melengkung tajam, artinya ketika banjir terjadi untuk sampai pada debit maksimumnya dibutuhkan waktu yang singkat dan secara singkat pula waktu yang dibutuhkan untuk surut. Revitalisasi pada Sub DAS Kodil mampu menurunkan debit pada kala ulang 5, 10, 20, dan 50 tahun sebesar 20,57 %; 20,78 %; 20,85 %; 20,88 %. Berdasarkan hasil analisis pengendalian banjir non-struktural dengan revitalisasi masih belum maksimal sehingga ditambahkan sumur resapan sebagai upaya pengurangan debit banjir. Hasil dari simulasi adanya penambahan sumur resapan pada kala ulang 5, 10, 20, dan 50 tahun mampu menurunan debit sebesar 32,17 %; 32,83 %; 33,05 %; 33,16 %.
- ItemPERBANDINGAN ANTARA METODE BINA MARGA DAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DALAM PENILAIAN KONDISI PERKERASAN LENTUR (Studi Kasus Ruas Jalan Kutoarjo–Kemiri dan Ruas Jalan Kemiri-Bedono Kluwung , Kabupaten Purworejo)(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-08-21) IMAM FAUZI”Perbandingan Antara Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement Condition Index) Dalam Penilaian Perkerasan Lentur (Studi Kasus Ruas Jalan Kutoarjo-Kemiri dan Ruas Jalan Kemiri-Bedono Kluwung, Kabupaten Purworejo)”. Skripsi. Teknik Sipil. FT, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2017 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan Kutoarjo-Kemiri dan ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung; (2) mengetahui nilai kondisi perkerasan pada ruas jalan KutoarjoKemiri dan ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung; (3) perbandingan antara metode Bina Marga dan metode PCI dalam penilaian perkerasan lentur pada ruas jalan yang diteliti. Populasi penelitian semua ruas jalan provinsi di Kabupaten Purworejo yang berjumlah 11 ruas. Sampel penelitian dilakukan hanya pada ruas jalan KutoarjoBruno yang dibagi dalam 2 ruas diantaranya: (1) ruas jalan Kutoarjo-Kemiri; (2) ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung. Pengumpulan data didapatkan dari BPT Bina Marga Wilayah Magelang dan survei penilaian kondisi perkerasan sesuai jenis kerusakan yang ada serta olah data menggunakan metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index). Hasil penelitian dari 2 ruas jalan provinsi di Kabupaten Purworejo yang diteliti pada 800 m setiap ruas jalan. Pada ruas jalan Kutoarjo-Kemiri dengan menggunakan metode Bina Marga jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak dengan luas kerusakan 201,22 m2, dengan menggunakan metode PCI jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak kulit buaya dengan luas kerusakan 46,9 m2. Nilai kondisi perkerasan dengan menggunakan metode Bina Marga sebesar 4,5 dengan rating kondisi perkerasan “Sedang”, dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasannya sebesar 53,952 dengan rating kondisi perkerasan “Sedang”. Pada ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung dengan menggunakan metode Bina Marga jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak dengan luas kerusakan 872 m2, dengan menggunakan metode PCI jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak kulit buaya dengan luas kerusakan 234,9 m2. Nilai kondisi perkerasan dengan menggunakan metode Bina Marga sebesar 19,4 dengan rating kondisi perkerasan “Rusak”, dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasannya sebesar 40 dengan rating kondisi perkerasan “Buruk”.Pada Kedua ruas jalan yang diteliti dengan menggunakan metode Bina Marga dan metode PCI dapat disimpulkan mempunyai rating kondisi perkerasan yang cenderung sama.
- ItemANALISA KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER DENGAN BAHAN ALTERNATIF ABU SEKAM PADI DAN KAPUR PADAM(FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-08-23) Teguh Utomo 132510016Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton geopolimer dengan variasi abu sekam padi dan kapur padam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental (percobaan langsung di laboratorium), dengan menentukan faktor air baru dan komposisi campuran. Perawatan beton dilakukan dengan suhu ruang. dalam penelitian ini menggunakan variasi abu sekam padi:kapur padam, 70:30, 80:20, 90:10, 100:0. Faktor air baru didapat 0,85 dari berat binder. Perbandingan NaOH : Na2SiO3 yang digunakan adalah 1:2,5. Benda uji silinder yang digunakan berdimeter 85 mm, tinggi 170, dan sebanyak 36 benda uji. Hasil nilai kuat tekan rata-rata beton geopolimer pada variasi 70:30 (Abu Sekam Padi : Kapur Padam), pada umur 7,14, dan 28 hari dengan hasil berturutturut adalah 3,644 MPa, 3,924 MPa, dan 2,579 MPa, Variasi 80:20 (Abu Sekam Padi : Kapur Padam) adalah 4,205 MPa, 3,924 MPa, dan 3,364 Mpa, variasi 90:10 (Abu Sekam Padi : Kapur Padam) adalah 3,644 MPa, 3,644 MPa, dan 3,308 MPa, variasi 100:0 (Abu Sekam Padi : Kapur Padam) adalah 3,084 MPa, 3,364 MPa, dan 2,411 MPa. Kuat tekan optimum yang diperoleh dalam penelitian adalah pada variasi abu sekam padi:kapur padam (80:20) yaitu sebesar 4,205 MPa. Berdasarkan jenis beton menurut kuat tekannya, maka beton geopolimer berbahan abu sekam padi dan kapur padam termasuk ke dalam beton sederhana yaitu beton untuk bagian-bagian non-struktur.
- ItemANALISA KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR PADAM(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO , 2017-08-23) Yulis Setyani 122510036Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisa pengaruh penggunaan abu sekam padi dan kapur padam terhadap kuat tekan mortar geopolimer, (2) menganalisa proporsi optimum penggunaan abu sekam padi dan kapur untuk mortar geopolimer, dan (3) menganalisa apakah abu sekam padi dan kapur dapat digunakan untuk mortar geopolimer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu percobaan di laboratorium. Benda uji kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan variasi proporsi abu sekam padi:kapur padam 100:0, 90:10, 80:20, dan 70:30 sebanyak 36 benda uji. Perbandingan binder:pasir yang digunakan adalah 1:3 dengan penambahan larutan alkali sebesar 26% dari berat prekursor. Perbandingan NaOH:Na2SiO3 yang digunakan adalah 1:2,5. Curing yang dipakai dengan cara didiamkan dalam suhu ruangan. Pengujian dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapat kuat tekan mortar geopolimer umur 28 hari variasi abu sekam padi:kapur padam 70:30 sebesar 22,31 kg/cm2, variasi abu sekam padi:kapur padam 80:20 sebesar 15,58 kg/cm2, variasi abu sekam padi:kapur padam 90:10 sebesar 15,20 kg/cm2, dan variasi abu sekam padi:kapur padam 100:0 sebesar 8,30 kg/cm2. Kuat tekan optimum mortar geopolimer pada variasi abu sekam padi:kapur padam 70:30 pada umur 28 hari yaitu 22,31 kg/cm2. Dari hasil uji kuat tekan menunjukan bahwa pengurangan abu sekam padi dan penambahan kapur padam dapat meningkatkan kuat tekan mortar. Berdasarkan tipe mortar, mortar geopolimer berbahan abu sekam padi dan kapur padam termasuk ke dalam tipe mortar K yaitu mortar dengan kuat tekan rendah.
- ItemANALISIS KEKUATAN KONSTRUKSI CEMENT TREATED BASE DITAMBAH PERSENTASE STABILIZER TANAH DENGAN MATERIAL DAUR ULANG (Jalan di wilayah Kabupaten Purworejo)(FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-08-24) ARI PRASETYO NUGROHO 132510028Salah satu cara untuk mengetahui nilai kuat tekan untuk lapis pondasi atas jalan pada konstruksi Cement Treated Base ditambah persentase stabilizer tanah dengan material daur ulang. Nilai kuat tekan optimum yang memenuhi mutu sesuai disyaratkan untuk lapis pondasi atas jalan diuji pada tiga ruas jalan yang sudah ditentukan. Metode dasar yang dipakai adalah metode eksperimen. Pelaksanaan pembuatan benda uji, peneliti menggunakan cetakan silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm, jumlah benda uji keseluruhan untuk penelitian 120 benda uji untuk tiga ruas jalan. Jumlah benda uji disetiap ruas jalan sebanyak 40 benda uji. Jumlah variabel stabilizer sebanyak 5 (96%, 97%, 100%, 105% dan 106%) dari standar penggunaan dengan kadar semen 3% dan 5%. Material daur ulang sebagai bahan pembuatan Cement Treated Base menghasilkan nilai kuat tekan CTB yang pertama adalah pada kadar semen 5% dengan penambahan stabilizer 96% = 48,60 kg/cm2, 97% = 54,16 kg/cm2, dan 106% = 45,67 kg/cm2 di ruas jalan Bubutan – Gesing. Kedua di ruas jalan Jenar – Purwodadi menghasilkan nilai kuat tekan CTB dengan penambahan stabilizer 96% = 46,16 kg/cm2. Ketiga di ruas jalan Ngombol – Laban menghasilkan nilai kuat tekan CTB dengan penambahan stabilizer 105% = 45,64 kg/cm2. CTB pada penambahan persentase stabilizer dengan kadar semen 3% masih belum sesuai dengan standar yang disyaratkan.
- ItemREDESAIN STRUKTUR ATAS (UPPER STRUCTURE) GEDUNG KANTOR DPPKAD KAB. PURWOREJO MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BAJA(FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-08-24) MUHAMMAD SANGIDUN 132510027Perencanaan suatu struktur gedung harus memperhitungkan gaya-gaya yang terjadi, serta direncanakan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, redesain struktur atas gedung kantor DPPKAD menggunakan bahan material baja harus mengacu pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726 : 2012), Beban Minimum Untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur lain (SNI 1727:2013), Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002) dan Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural (SNI 1729:2015). Redesain struktur atas meliputi perencanaan kolom, balok, dan rangka kuda-kuda. Sedangkan plat lantai dianggap sebagai beban. Perencanaan struktur direncanakan menggunakan material baja IWF. Analisis perhitungan menggunakan program SAP 2000, dan penggambaran menggunakan program Tekla Structure. Profil baja yang digunakan untuk kolom (K1 W14X176; K2 W12X96; K-LF W12X120), balok menggunakan profil (B1 W14X74; B2 W12X45; B3 W8X28; B4 W8X24; B5 W6X12; B6 W8X15; RB W12X50), dan rangka kuda-kuda menggunakan profil (Kolom Kuda-kuda W12X45; Rangka Kuda-kuda W12X30). Selain itu, dilakukan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk struktur kolom, balok, dan rangka kuda-kuda untuk mengetahui perbandingan harga antara struktur beton existing dengan struktur baja redesain. Perhitungan RAB menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) tahun 2016. Dari perhitungan, didapat struktur existing sebesar Rp. 4.383.353.000,- sedangkan struktur redesain menggunakan baja sebesar Rp. 10.091.846.000,-. Berat sendiri struktur existing sebesar 1.093.031,75 kg, sedangkan struktur baja sebesar 338.334,74 kg. Struktur baja dalam redesain gedung kantor DPPKAD lebih mahal daripada struktur existing, namun berat sendiri struktur lebih kecil. Hal ini dapat mengurangi beban pondasi dan beban gempa.
- ItemOPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN LAHAN PROYEK Studi Kasus Pekerjaan Tanah Proyek Penggantian Jembatan Solotiang Kabupaten Purworejo(PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO , 2017-09-12) TRI HARTONO 102510019Proyek penggantian jembatan Solotiang dilaksanakan selama 260 hari yaitu dimulai 10 Maret sampai 24 November 2015, dalam pelaksanaan proyek tersebut memiliki bermacam-macam tingkat dan jenis pekerjaan. Mencakup pekerjaaan yang dilakukan dengan tenaga manusia maupun dengan peralatan mekanis, pada pelaksanaannya didominasi dengan peralatan mekanis. Penelitian ini menggunakan teori produktivitas alat berat, penentu jenis dan jumlah alat sesuai dengan medan lokasi, jenis tanah yang akan digali dan dipadatkan. Komposisi alat berat yang dipakai akan mempengaruhi jumlah alat dan waktu pekerjaan alat berat yang optimum pada pelaksanaan pekerjaan tanah proyek Hasil penelitian pekerjaan tanah akan menjadi optimal dengan komposisi alat berat 1 unit excavator dan 2 dump truck pekerjaan galian dan timbunan pada galinan struktur, dengan waktu penyelesaian pekerjaan 4 hari pada jenis pekerjaan pemuatan dari stock pile dengan percepatan 2 hari (33,33%), dan komposisi alat berat 2 excavator dan 5 dump truck pekerjaan galian dan timbunan dari sumber material dengan dengan penyelesaian pekerjaan 41 hari pada jenis pekerjaan pemuatan dari stock pile, dengan percepatan 5 hari (10,87%) dari pekerjaan yang dilakukan sebenarnya di lapangan.