Analisis Faktor-Faktor Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi Jalan Berdasarkan Persepsi Stakeholder
No Thumbnail Available
Date
2023-08-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitan ini dilakukan karena adanya kasus keterlambatan pekerjaan
dibidang proyek konstruksi. Salah satu proyek yang teridentifikasi keterlambatan
pekerjaan adalah pada proyek konstruksi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis mengenai faktor-faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi jalan sehingga diketahui faktor utama penyebab
keterlambatan proyek jalan menurut masing-masing stakeholder.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan cara survey melalui
angket atau kuesioner dan wawancara kepada responden. Data yang digunakan
merupakan pengisian kuesioner dari 8 kontraktor, 10 konsultan dan 7 owner yang
terlibat dalam pengerjaan proyek konstruksi jalan di Kabupaten Purworejo.
Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala likert dengan skor 1-
5. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan skoring dengan alat bantu
berupa program aplikasi computer yaitu SPSS for window 25.0 dan microsoft excel.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Terdapat 25 indikator
keterlambatan yang terjadi pada proyek konstruksi jalan di Kabupaten Purworejo.
(2) Faktor dominan yang mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi jalan
menurut kontraktor yaitu manajer lapangan yang kurang berpengalaman. Faktor
yang dominan yang mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi jalan menurut
konsultan yaitu kurangnya ketersediaan tenaga kerja. Faktor dominan yang
mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi jalan menurut owner yaitu
buruknya pengawasan pekerjaan di proyek. (3) Solusi untuk mengatasi
keterlambatan yang terkait dengan manajer lapangan yang kurang berpengalaman
yaitu dengan cara pada saat merekruit manajer memberikan pengarahan langsung
dan mengadakan pelatihan (training) sehingga dapat melihat keahlian yang
dimiliki. Solusi untuk mengatasi keterlambatan yang terkait dengan kurangnya
ketersediaan tenaga kerja yaitu dengan merekrut tenaga kerja yang memiliki
kualitas dan ketrampilan kerja dengan baik. Solusi untuk keterlambatan terkait
dengan buruknya pengawasan pekerjaan di proyek yaitu dengan selalu melakukan
komunikasi antar personil apabila terjadi sebuah kendala dan melakukan
pengawasan menyeluruh dan memastikan semua berada di dalam kendali pimpinan
proyek.