STUDI KOMPARASI SEKOLAH BERFASILITAS BENGKEL LENGKAP DAN SEKOLAH BERFASILITAS BENGKEL TIDAK LENGKAP TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPETENSI PEMELIHARAAN TRANSMISI DI SMK SE-KABUPATEN KEBUMEN T/A 2013/2014

No Thumbnail Available
Date
2014-03-12
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Prodi. PTO, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Akhmad Hanifudin. “Studi Komparasi Sekolah Berfasilitas Bengkel Lengkap dan Sekolah Berfasilitas Bengkel Tidak lengkap Terhadap Hasil belajar Kompetensi Pemeliharaan Transmisi”. Skripsi. Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo 2014. Tujuan utama yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah melakukan pengukuran sejauh mana fasilitas bengkel yang dimiliki dan mengetahui: (1) Bagaimanakah pengaruh Sekolah Berfasilitas Bengkel Lengkap dan Sekolah Berfasilitas Bengkel Tidak lengkap Terhadap Hasil belajar di SMK se-Kabupaten Kebumen; (2) Bagaimanakah perbedaan hasil belajar antara Sekolah Berfasilitas Bengkel Lengkap dan Sekolah Berfasilitas Bengkel Tidak lengkap Terhadap Hasil belajar di SMK se-Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah semua SMK se-kabupaten kebumen yang memiliki program teknik mekanik otomotif 38 SMK dan sebagai sampel 12 SMK dengan mengunakan sampling sistematis menentukan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut, sampel diambil dengan kelipatan tiga. Pengambilan data dengan observasi cara melihat langsung obyek yang ada ditempat dengan dasar instrumen standar sarana prasarana permendiknas dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil perhitungan analisis data kuantitatif dapat disimpulkan bahwa Sekolah Berfasilitas Bengkel Lengkap dan Sekolah Berfasilitas Bengkel Tidak lengkap memberi pengaruh dan perbedaan pada hasil belajar kompetensi pemeliharaan transmisi di SMK se-Kabupaten Kebumen. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perhitungan kuantitatif diketahui bahwa perhitungan nilai ratarata sekolah berfalitas bengkel lengkap sebesar 87.61% dengan nilai rata rata hasil belajar sebesar 82.71 dan sekolah berfasilitas bengkel tidak lengkap dalam pemeliharaan transmisi perhitungan nilai rata-rata bengkel sebesar 20.37% dengan nilai rata rata hasil belajar sebesar 73.35, dengan hasil yang didapat kuat bukti bahwa ada pengaruh bengkel lengkap dengan pengaruh nilai hasil belajar lebih baik begitu sebaliknya faslitas bengkel tidak lengkap nilai hasil belajar transmisinya akan rendah dan perbedaan prestasi hasil belajar sebesar 82.71 diatas KKM banding 73.35 dibawah KKM pada SMK otomotif se Kabupaten Kebumen. Kata Kunci: Komparasi, Fasilitas, Bengkel lengkap, Bengkel tidak lengkap, Hasil belajar
Description
Keywords
Citation