Pendidikan Teknik Otomotif

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 487
  • Item
    Pengaruh Gaya Mengajar Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Kompetensi Dasar Sistem Rem di Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Cipta Karya Prembun kebumen
    (Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-06) Angga Setiawan 222170029
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa pada kompetensi dasar sistem rem di kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Cipta Karya Prembun Kebumen, dan (2) gambaran gaya mengajar guru yang meliputi gaya otoritatif, demokratis, dan permisif pada pembelajaran Kompetensi Dasar Sistem Rem di SMK Cipta Karya Prembun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto dan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Cipta Karya Prembun Kebumen yang berjumlah 50 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, linearitas, homogenitas, korelasi Pearson Product Moment, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.611 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan hubungan kuat antara gaya mengajar guru dan motivasi belajar siswa. Hasil analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y 24,511+0,766X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan gaya mengajar guru akan meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 0,766 satuan. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,374 menunjukkan bahwa gaya mengajar guru memberikan kontribusi sebesar 37,4% terhadap motivasi belajar siswa, sedangkan 62,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan analisis deskriptif, gaya mengajar guru pada pembelajaran Kompetensi Dasar Sistem Rem di SMK Cipta Karya Prembun menunjukkan bahwa gaya mengajar otoritatif memiliki nilai rata-rata tertinggi dibandingkan gaya demokratis dan permisif. Hal ini menggambarkan bahwa guru cenderung lebih banyak menerapkan gaya mengajar otoritatif dalam proses pembelajaran.
  • Item
    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Pendingin Di Kelas XI SMK Ma'Arif 3 Wates
    (Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-05-25) Mifta Khoirul Istiqomah 222170043
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa selama pembelajaran 2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada aspek pemahaman teori pada materi sistem pendingin. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKR SMK Ma Arif 3 Wates tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 14 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dilakukan melalui penyampaian materi, pembagian kelompok, kerja tim/diskusi kelompok, kuis individu, sekor perkembangan individu, penghargaan tim. Penerapan model tersebut mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, yang ditunjukkan dengan peningkatan persentase keterlibatan dari 68,2% pada siklus I dengan kategori baik menjadi 90,9% pada siklus II dengan kategori sangat baik. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, terlihat dari nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 77,43 dengan tingkat ketuntasan 64% menjadi 84,57 pada siklus II dengan tingkat ketuntasan mencapai 79%
  • Item
    Hubungan Antara Kemitraan Dunia Industri/Dunia Usaha (Dudi) Dengan Kesiapan Kerja Kelas Xii Tsm Smk Pui Jatibarang Kecamatan Indramayu
    (Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-07-07) Asep Saefudin 232170048
    Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan kemitraan DUDI di SMK PUI Jatibarang. (2) mengetahui tingkat kesiapan kerja siswa kelas XII TSM; (3) menganalisis hubungan antara kemitraan DUDI dengan kesiapan kerja siswa; dan (4) mengetahui besarnya kontribusi kemitraan DUDI terhadap kesiapan kerja siswa. Penelitian dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan tuntutan dunia kerja serta pentingnya kemitraan DUDI sebagai solusi strategis Metode Penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII program keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK PUI Jatibarang tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket/kuesioner dengan skala Likert 1-4 dan dokumentasi. Instrumen terdiri dari 11 butir pernyataan untuk variabel kemitraan DUDI dan 13 butir untuk variabel kesiapan kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan linearitas), serta uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 5% Hasil Penelitian Kemitraan DUDI di SMK PUI Jatibarang secara umun berada pada kategori sedang (63,33%) dengan skor rata-rata 33,45 dan standar deviasi 4,82.Tingkat kesiapan kerja siswa kelas XII TSM berada pada kategori sedang (68.33%) dengan skor rata-rata 38,75 dan standar deviasi 5,41Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kemitraan DUDI dengan kesiapan kerja siswa (r hitung-0,672 rtabel 0,254, nilai signifikansi 0,000 < 0,05), dengan tingkat hubungan yang tergolong kuat.Kemitraan DUDI memberikan kontribusi sebesar 45,2% terhadap kesiapan kerja siswa, sedangkan sisanya 54,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
  • Item
    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) Materi Sistem Bahan Bakar Bensin Kelas XI TKRO di SMK Ma'arif 3 Wates
    (Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-06-14) Forenza Eny Triatmaja 222170034
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) materi Sistem Bahan Bakar Bensin di kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates; (2) Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PMKR materi Sistem Bahan Bakar Bensin melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw di kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) Perencanaan (Planning); (2) Pelaksanaan (Action); (3) Pengamatan (Observation); dan (4) Refleksi (Reflection). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates dengan jumlah 14 siswa. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan materi Sistem Bahan Bakar Bensin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul ajar, Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan soal tes hasil belajar pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI TKRO pada materi Sistem Bahan Bakar Bensin secara signifikan. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 55,36 (pra siklus) menjadi 73,57 (siklus I) dan 84,64 (siklus II). Persentase ketuntasan meningkat dari 14,29% (pra siklus) menjadi 57,14% (siklus I) dan 85,71% (siklus II). N-Gain dari pra siklus ke siklus I sebesar 0,41 dan dari siklus I ke siklus II sebesar 0,44, keduanya dalam kategori sedang. Target indikator keberhasilan penelitian berupa ketuntasan klasikal > 75% dengan rata-rata > 75 tercapai pada siklus II, sehingga penelitian dinyatakan berhasil.
  • Item
    Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran PQ4R Pada Materi K3 Siswa Kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu Tahun Pelajaran 2025/2026
    (Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-08-31) Awang Agus Kuncoro Adi 222170030.
    Tujuan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana peningkatan aktifitas belajar peserta didik kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu pada pelajaran K3 dengan penerapan model pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). 2). Bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu pada pelajaran K3 dengan penerapan model pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (action research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Kelas X TKRO SMK Muhammadiyah 2 Cepu Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 28 siswa. Pembelajaran dilakukan dalam 2 siklus. Metode pengumpulan data menggunakan tes tertulis, dan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa, aktiifitas guru, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian: 1). Dari hasil observasi pada aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Pada siklus I mencapai 59,47% dengan kategori aktifitas rendah dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 84,51% dengan kategori aktifitas tinggi. 2). Dapat dilihat Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran PQ4R di kelas X TKRO. Pada Tes Awal sebesar 15,65%, Siklus I sebesar 59,47%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 84,51% dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa model PQ4R bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil yang dipaparkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PQ4R dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar materi K3 pada siswa kelas XI TKRO di SMK Muhammadiyah 2 Cepu Tahun Pelajaran 2025/2026