Pendidikan Teknik Otomotif
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pendidikan Teknik Otomotif by Title
Now showing 1 - 20 of 357
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisa penggunaan CDI racing terhadap konsumsi bahan bakar dan kandungan sisa gas buang CO pada sepeda motor honda Tiger 200 CC(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-30) Muhamad Fajar ArdhianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1.dampak penggunaan CDI racing terhadap konsumsi bahan bakar sepeda motor, 2. pengaruh penggunaan CDI racing terhadap sisa emisi gas buang sepeda motor 3. perbedaan signifikan dalam konsumsi bahan bakar antara sepeda motor yang menggunakan CDI racing dengan yang tidak menggunakan dan 4. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam emisi gas buang antara sepeda motor yang menggunakan CDI racing dengan yang tidak menggunakan? Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor empat tak Honda Tiger 200 CC dan Objek penelitian CDI racing. Menggunakan ``purposive sampling'' yaitu sampel diperoleh dengan cara mengambil subjek berdasarkan adanya sasaran tertentu, bukan berdasarkan strata, peluang, atau geografi. Sampel penelitian ini adalah sepeda motor Honda Tiger 200 CC Hasil penggunaan CDI standar pada sepeda motor Honda Tiger 200 CC menunjukkan konsumsi rata-rata 102.067 dengan kesalahan standar 0.406, sedangkan CDI racing lebih efisien dengan konsumsi rata-rata 98.200 dan kesalahan standar yang sama. Interval kepercayaan untuk CDI Standar adalah 101.230 hingga 102.904, sementara untuk CDI racing berkisar dari 97.363 hingga 99.037. Intercept menunjukkan pengaruh signifikan pada level kadar CO, sedangkan CDI, BBM, dan interaksi keduanya tidak signifikan. CDI Racing cenderung menghasilkan tingkat CO yang lebih rendah daripada CDI standar. CDI dan BBM secara individual berpengaruh signifikan terhadap konsumsi BBM, tetapi interaksi keduanya tidak signifikan. Adanya variabel lain yang mempengaruhi kadar CO ditunjukkan oleh Adjusted R Squared yang negatif. Pemilihan CDI racing dapat memberikan alternatif yang lebih bersih untuk lingkungan dan kinerja mesin yang optimal.
- ItemAnalisa penggunaan CDI racing terhadap konsumsi bahan bakar dan kandungan sisa gas buang CO pada sepeda motor honda Tiger 200 CC(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-09-02) Muhamad Fajar ArdhianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1.dampak penggunaan CDI racing terhadap konsumsi bahan bakar sepeda motor, 2. pengaruh penggunaan CDI racing terhadap sisa emisi gas buang sepeda motor 3. perbedaan signifikan dalam konsumsi bahan bakar antara sepeda motor yang menggunakan CDI racing dengan yang tidak menggunakan dan 4. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam emisi gas buang antara sepeda motor yang menggunakan CDI racing dengan yang tidak menggunakan? Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor empat tak Honda Tiger 200 CC dan Objek penelitian CDI racing. Menggunakan ``purposive sampling'' yaitu sampel diperoleh dengan cara mengambil subjek berdasarkan adanya sasaran tertentu, bukan berdasarkan strata, peluang, atau geografi. Sampel penelitian ini adalah sepeda motor Honda Tiger 200 CC Hasil penggunaan CDI standar pada sepeda motor Honda Tiger 200 CC menunjukkan konsumsi rata-rata 102.067 dengan kesalahan standar 0.406, sedangkan CDI racing lebih efisien dengan konsumsi rata-rata 98.200 dan kesalahan standar yang sama. Interval kepercayaan untuk CDI Standar adalah 101.230 hingga 102.904, sementara untuk CDI racing berkisar dari 97.363 hingga 99.037. Intercept menunjukkan pengaruh signifikan pada level kadar CO, sedangkan CDI, BBM, dan interaksi keduanya tidak signifikan. CDI Racing cenderung menghasilkan tingkat CO yang lebih rendah daripada CDI standar. CDI dan BBM secara individual berpengaruh signifikan terhadap konsumsi BBM, tetapi interaksi keduanya tidak signifikan. Adanya variabel lain yang mempengaruhi kadar CO ditunjukkan oleh Adjusted R Squared yang negatif. Pemilihan CDI racing dapat memberikan alternatif yang lebih bersih untuk lingkungan dan kinerja mesin yang optimal.
- ItemANALISIS ANALISIS KESULITAN YANG SERING DIHADAPI SISWA KELAS XI SMK INSTITUT INDONESIA KUTOARJO SAAT PRAKTIK TRANSMISI(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2022-09-28) Catur JuniYantoTujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui metode belajar pada mata Pelajaran TDO (Teori Dasar Otomotif) dengan Mata Pelajaran Transmisi Di SMK Institut indonesia kutoarjo. (2) Untuk mengetahui fasilitas belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran TDO SMK Institut Indonesia Kutoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dalam pengambilan data dilakukan metode wawancara dan observasi. Data diambil dari subjek penelitian peserta didik kelas XI TKR C SMK institut Indonesia kutoarjo yang berjumlah 30 siswa dan untuk sempel penelitian disesuaikan dengan kebutuhanpeneliti. Data yang selanjutnya di analisis dan diseskripsikan bagian akhir kualitatif. Hasil analisi deskriptif menunjukkan bahwa fasilitas belajar di SMK Institut Indonesia Kutoarjo masih 10% kurang efektif. Tetapi untuk pembelajaran sudah berjalan lancar. Hasil analisi deskriptif menunjukkan metode pembelajaran Di SMK Institut Indonesia Kutoarjo dikategorikan Kurang efektif dikarenakan masih 5% terdapat kendala. Meskipun banyak kendala-kendala tetapi proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik
- ItemAnalisis Butir Soal Sumatif Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Ddto Kelas X Smk Tkm Pertambangan Kebumen Menggunakan Aplikasi Anates V4(Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025) Agung PambudiPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas butir soal Sumatif Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran DDTO Kelas X SMK TKM Pertambangan Kebumen Menggunakan Aplikasi Anates V4. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, untuk mendapatkan data soal ujian dan kunci jawaban serta jawaban seluruh peserta didik yang mengikuti ujian. Kemudian proses analisis butir soal akan meliputi segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh atau distractor dengan diolah menggunakan program anates versi 4.0.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas butir soal Sumatif Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran DDTO Kelas X SMK TKM Pertambangan Kebumen Menggunakan Aplikasi Anates V4 ditinjau dari aspek validitas soal sebanyak 95% termasuk katagori valid dan 5% tidak valid. Dari segi reliabilitas soal diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,78 yang berarti memiliki koefisien tinggi. Kemudian dari segi tingkat kesukaran sebanyak 2% termasuk kategori mudah, 40% termasuk kategori sedang, 55% termasuk kategori sukar, 3% kategori sangat sukar. Dilihat dari segi daya pembeda terdapat 25% termasuk kategori baik, 57% termasuk kategori cukup, 18% termasuk kategori jelek. Dari aspek efektivitas pengecoh, terdapat 90% soal yang seluruh pengecohnya berfungsi dengan efektif.
- ItemAnalisis dan perancangan sistem kontrol starter elektronik pada sepeda motor berbasis mikrokontroler(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-16) Muhamad Rizki FadilahPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merancang sistem kontrol starter elektronik pada sepeda motor yang mampu meningkatkan kenyamanan serta efisiensi penggunaan kendaraan, di samping mengurangi ketergantungan terhadap kunci fisik dan sistem starter manual. Sistem ini dirancang sebagai solusi terhadap masalah seperti kehilangan kunci kontak, kerusakan pada starter tradisional, dan kelalaian dalam memanaskan mesin. Metode yang diterapkan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan pendekatan model pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Sistem ini dirancang memakai mikrokontroler Arduino Nano, modul Bluetooth HC-05, dan relay 5V DC, serta dioperasikan melalui aplikasi Android yang dilengkapi fitur perintah suara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik untuk menghidupkan dan mematikan mesin sepeda motor secara otomatis melalui smartphone. Validasi dari ahli desain menghasilkan skor akhir sebesar 3,6 yang tergolong dalam kategori “sangat baik”, sehingga sistem ini dinyatakan siap untuk dilaksanakan. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian, tetapi juga menjadi alternatif yang inovatif untuk menggantikan sistem starter tradisional.
- ItemAnalisis Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Alat Di Bengkel Otomotif Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah Pakem(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-21) Nur Adin Rahsanjani.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan perawatan alat di bengkel otomotif SMK Muhammadiyah Pakem, khususnya terkait kondisi bengkel, tugas teknisi, kemampuan profesional teknisi, dan pemahaman siswa. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan alat di bengkel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Pengujian Instrument menggunakan uji validitas, reliabilitas yang diujikan kepada 30 responden. Kemudian untuk olah data hasil penelitian mengunakan uji asumsi klasik dengan uji normalitas untuk mengetahui data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Olah data berikutnya menggunakan path analysis (analisis jalur) untuk menguji hubungan kausal antara sejumlah variable, baik variable bebas maupun variable terikat. Dengan path analysis akan muncul faktor dominan yang mempengaruhi kerusakan alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi bengkel berada pada kategori sedang dengan persentase 57,69%. Tugas teknisi dan kemampuan profesional teknisi masing-masing berada pada kategori baik. Hasil pengujian path analysis didapati bahwa kemampuan profesional teknisi menjadi faktor utama yang mempengaruhi pengelolaan dan perawatan alat, dibuktikan dengan skor komponen tertinggi sebesar 0,940. Pemahaman siswa berada pada kategori baik namun masih perlu peningkatan melalui penguatan pembelajaran praktik. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan seluruh instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan teknisi, perbaikan fasilitas bengkel, serta penguatan pembelajaran praktis bagi siswa untuk meminimalisir kerusakan alat.
- ItemAnalisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pemilihan Oli oleh Konsumen di Bengkel Mutiara Motor(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-21) Muhammad Ardyan RivaldyPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemilihan oli terhadap kinerja mesin kendaraan bermotor serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih oli di Bengkel Mutiara Motor. Fokus utama dari penelitian ini mencakup: pengaruh jenis oli terhadap performa mesin, faktor-faktor yang memengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan, serta penentuan faktor dominan yang paling berpengaruh dalam proses pembelian oli. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini juga memberikan rekomendasi pemilihan oli yang tepat bagi konsumen demi menjaga performa mesin kendaraan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan mendalam untuk memahami perilaku dan preferensi konsumen. Penelitian ini dilakukan di Bengkel Mutiara Motor pada tanggal 23 Juni hingga 5 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, angket, dan teknik catat, dengan instrumen berupa panduan wawancara untuk konsumen, mekanik, dan pemilik bengkel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial menjadi pertimbangan paling dominan dalam pemilihan oli, dengan 25 responden (terbanyak) dipengaruhi oleh rekomendasi teknisi bengkel, teman, keluarga, maupun media sosial. Selanjutnya, faktor budaya berkontribusi sebesar 8 responden (sedang), mencakup pengalaman pribadi, hasil riset, dan kebiasaan individu dalam merawat kendaraan. Adapun faktor pribadi, seperti keterbatasan ekonomi dan keputusan mandiri, hanya memengaruhi 4 responden (terendah). Konsumen yang tergolong dalam kategori terakhir menunjukkan tingkat kemandirian yang tinggi dalam memilih oli, meskipun tidak selalu disertai dengan pengetahuan teknis yang memadai. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peran teknisi bengkel sebagai sumber informasi dan pengaruh utama dalam keputusan konsumen, serta perlunya edukasi agar konsumen dapat memilih oli berdasarkan pertimbangan teknis dan kebutuhan mesin.
- ItemAnalisis Implementasi Pembelajaran Teaching Factory dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK di Era Industri 4.0 : Studi Kasus di SMK Pusat Keunggulan Daerah Karesidenan Kedu(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-25) Diki FebriantoPenelitian ini menganasilis implementasi pembelajaran Teaching Factory (TeFa) dalam meningkatkan kompetensi siswa di era Indutri 4.0. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama yaitu menganalisis implementasi pembelajaran TeFa di SMK Pusat Keunggulan wilayah Karesidenan Kedu dalam meningkatkan keterampilan otomotif siswa menghadapi tantangan era Industri 4.0, menganalisis kontribusi pembelajaran TeFa dalam meningkatkan kompetensi siswa, khususnya kompetensi abad 21 (4C: critical thinking, creativity, collaboration, dan communication), menganalisis kendala dan faktor pendukung dalam pelaksanaan TeFa di SMK Pusat Keunggulan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Metode survei dipilih untuk mengumpulkan data dari sekelompok responden melalui kuesioner atau wawancara. Populasi penelitian ini adalah siswa- siswi otomotif (240 siswa) dari 5 SMK Pusat Keunggulan di daerah Karesidenan Kedu. Seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan TeFa di Jurusan Keahlian Teknik Otomotif pada SMK tersebut telah dilaksanakan dengan cukup baik, terutama dalam hal perencanaan sumber daya manusia (SDM). Pelaksanaan produksi dan pemasaran juga telah sesuai dengan perencanaan. Namun, terdapat beberapa kendala, yaitu siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran praktik di workshop TeFa, sehingga implementasi TeFa dapat dikatakan kurang baik. Selain itu, sebagian guru masih belum memahami alur pembelajaran TeFa dan pengaturan sistem blok. Faktor pendukung utama adalah tersedianya fasilitas praktik yang lengkap dan tenaga pendidik yang kompeten. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya peningkatan keterlibatan siswa dalam seluruh siklus TeFa, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan peningkatan strategi pemasaran melalui media sosial
- ItemANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHMI KONSEP SASIS SEPEDA MOTOR PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-26) Arief WijayaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar yang dialami siswa dalam memahami konsep sasis sepeda motor pada mata pelajaran Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa kelas XI Teknik Otomotif di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan observasi terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya pemahaman dasar mengenai struktur dan fungsi sasis, keterbatasan media pembelajaran, minimnya pengalaman praktikum, serta metode pengajaran yang kurang variatif. Berdasarkan analisis data, aspek yang paling sulit dipahami siswa adalah mekanisme kerja dan pemeliharaan sasis sepeda motor. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media pembelajaran interaktif seperti simulasi animasi dan peningkatan waktu praktik di bengkel sekolah. Selain itu, pelatihan untuk guru dalam penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek disarankan untuk meningkatkan pemahaman siswa.
- ItemAnalisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas XI TSM Terhadap Mata Pelajaran Kelistrikan Sepeda Motor Di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-21) Dwicky Ari AriyantoPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesulitan belajar siswa kelas XI Teknik Sepeda Motor yang berjumlah 36 siswa pada mata pelajaran Kelistrikan Sepeda Motor di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Kemudian dianalisis untuk mengukur faktor- faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa di antaranya yaitu faktor internal yang meliputi; motivasi belajar, kesiapan belajar serta konsentrasi belajar, sedangkan pada faktor eksternal meliputi; lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan pada faktor internal untuk masing masing indikatornya yang terdiri dari motivasi belajar termasuk dalam kategori tidak mempersulit, dengan persentase sebesar (41,67%), kesiapan belajar termasuk dalam kategori tidak mempersulit dengan persentase sebesar (30,56%) dan konsentrasi belajar termasuk dalam kategori mempersulit dengan persentase sebesar (58,33%). Sedangkan faktor eksternalnya yang terdiri dari aspek lingkungan keluarga termasuk dalam kategori tidak mempersulit dengan persentase sebesar (52,78%), lingkungan sekolah termasuk dalam kategori mempersulit dengan persentase sebesar (41,67%) dan lingkungan masyarakat termasuk dalam kategori tidak mempersulit dengan persentase sebesar (50,00%). Untuk hasil keseluruhan disimpulkan bahwa tingkat kesulitan belajar pada faktor internal termasuk dalam kategori mempersulit proses belajar siswa dengan persentase (41,67%). Sedangkan hasil keseluruhan untuk faktor eksternal termasuk dalam kategori tidak mempersulit proses belajar siswa dengan persentase (50,00).
- ItemAnalisis Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Ringkas, Rapih, Resik, Rawat dan Rajin (5R) di Bengkel Kutoarjo(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-21) Andre KrisnandaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di Bengkel Kutoarjo. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko kerja di lingkungan bengkel otomotif dan rendahnya kesadaran sebagian teknisi terhadap penerapan standar keselamatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapan K3 dan 5R, menilai pemahaman teknisi terhadap prinsip-prinsip tersebut, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan keselamatan kerja dan efisiensi operasional bengkel. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara bebas terpimpin, dokumentasi, dan penyebaran angket. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Pearson dan Cronbach’s Alpha, menghasilkan nilai reliabilitas tinggi sebesar 0,974. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2025 di Bengkel Kutoarjo dengan subjek penelitian para teknisi bengkel. Instrumen penelitian dirancang berdasarkan indikator penerapan K3 dan 5R untuk mengukur tingkat kesadaran dan praktik kerja yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 dan 5R di Bengkel Kutoarjo berada dalam kategori baik dengan skor masing-masing 85 dan 90 dari total 100. Observasi menunjukkan teknisi secara umum telah disiplin menggunakan alat pelindung diri dan menjaga kebersihan serta kerapihan area kerja. Namun, masih ditemukan tantangan dalam konsistensi perawatan alat kerja (Rawat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan K3 dan 5R yang baik berdampak signifikan terhadap peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan produktivitas kerja di bengkel. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan pelatihan teknisi, pengawasan rutin, serta pemberian insentif bagi teknisi yang disiplin menerapkan prinsip K3 dan 5R.
- ItemAnalisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Bengkel Otomotif Se Kecamatan Butuh(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-14) Rizki FebriyantoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di bengkel otomotif se-Kecamatan Butuh. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kesadaran teknisi terhadap keselamatan kerja serta implementasi kebijakan dan prosedur K3 yang diterapkan dalam operasional bengkel sehari-hari. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan teknisi dan kepala bengkel, serta dokumentasi di lokasi bengkel. Subjek penelitian adalah para teknisi dari beberapa bengkel otomotif yang ada di Kecamatan Butuh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di bengkel-bengkel tersebut masih tergolong rendah. Banyak teknisi belum memahami pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan belum mengikuti pelatihan K3 secara memadai. Beberapa bengkel telah menyediakan fasilitas keselamatan kerja, namun belum didukung oleh prosedur operasional yang konsisten. Dengan demikian, peningkatan pemahaman dan komitmen terhadap SMK3 perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
- ItemAnalisis Pengaruh Variasi Massa Roller dan Spring Continuously Variable Transmission (CVT) Terhadap Daya dan Torsi Honda Vario 125cc PGM-FI(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-24) Sahid PamudiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak pitch coil pegas dan massa roller CVT terhadap performa mesin Honda Vario 125cc PGM- FI. Parameter yang diukur meliputi daya (HP) dan torsi (Nm) dengan menggunakan alat dynotest. Variasi pegas yang digunakan memiliki jarak pitch coil 26,7 mm dan 27,3 mm, sedangkan massa roller divariasikan sebesar 9 gram, 10 gram, 12 gram, 15 gram, dan 18 gram. Pengujian dilakukan pada putaran mesin 2500 rpm, 5000 rpm, dan 8500 rpm. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis rerata. Pengujian dilakukan di bengkel HyperSpeed Semarang menggunakan dynotest untuk mengukur daya dan torsi. Data dianalisis secara deskriptif dan rerata untuk membandingkan pengaruh variasi massa roller dan pegas terhadap performa mesin. Variabel bebas berupa massa roller dan jarak pitch coil pegas, sedangkan variabel terikat adalah daya dan torsi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegas dengan jarak pitch coil 26,7 mm dan roller 9 gram menghasilkan daya tertinggi 10,8 HP pada putaran 5000 rpm atau mengalami peningkatan 6,93%. Torsi maksimum sebesar 24,50 Nm menggunakan pegas 27,3 mm dan roller 18 gram pada putaran 2500 rpm atau mengalami peningkatan 3,88%. Pemilihan kombinasi pegas dan roller yang tepat dapat mengoptimalkan performa mesin sesuai kebutuhan, seperti akselerasi di jalan datar atau tanjakan
- ItemAnalisis Praktik Kerja Industri Dan Magang Industri Terhadap Peningkatan Soft Skill Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2023-07-31) Tri MaryaniPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa besar program praktik kerja industri berpengaruh terhadap peningkatan softskill; (2) seberapa besar magang industri berpengaruh terhadap peningkatan softskill; (3) seberapa besar praktik kerja industri dan magang industri secara bersama-sama berpengaruh terhadap peningkatan softskill. Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Facto dan dilakukan pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan jumlah sampel sebanyak 64 Mahasiswa. Data pada penelitian ini diambil dengan menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah teknik analisis regresi linear sederhana dan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) praktik kerja industri tidak berpengaruh terhadap peningkatan softskill mahasiswa, (2) magang industri berpengaruh terhadap peningkatan softskill mahasiswa, dengan sumbangan sebesar sebesar 12,5 %, (3) praktik kerja industri tidak berpengaruh terhadap peningkatan softskill mahasiswa sehingga tidak dapat dilakukan pengujian korelasi ganda
- ItemAnalisis teaching Factory guna Mendukung Kesiapan Kerja Siswa Jurusan Teknik Sepeda Motor di SMK Muhammadiyah Purwodadi(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-21) Ganjar MustaqimPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan disiplin terhadap kesiapan kerja siswa dalam pembelajaran Teaching Factory (TeFa) pada siswa kelas XII Program Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor di SMK Muhammadiyah Purwodadi. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya kesiapan kerja lulusan SMK dalam menghadapi tantangan dunia industri, serta rendahnya keaktifan dan profesionalisme siswa dalam pelaksanaan Teaching Factory di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, dengan metode kuantitatif dan kualitatif sebagai pelengkap dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII TSM 2, yang berjumlah 30 siswa. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran angket, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara informal dengan siswa dan guru. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan regresi linear berganda untuk mengukur hubungan antar variabel, serta triangulasi data untuk mendukung keabsahan temuan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dan signifikan antara motivasi terhadap kesiapan kerja dengan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,711. Disiplin juga berpengaruh secara signifikan dengan korelasi sebesar 0,572. Secara simultan, motivasi dan disiplin berkontribusi positif terhadap kesiapan kerja siswa. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Teaching Factory sangat dipengaruhi oleh faktor internal siswa, khususnya motivasi belajar dan kedisiplinan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan terhadap kedua aspek tersebut untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK sesuai dengan tuntutan dunia industri.
- ItemAssesmen Penerapan Kurikulum Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2023-07-25) Andri HidayantoPelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil assessmen pembelajaran kurikulum merdeka di SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Kuantitatif yang dilakukan pada guru SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo sebanyak 31 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka.. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka terlaksana dengan baik, hal ini sesuai dengan hasil data deskriptif penelitian yang pada kategori sangat baik nilai presentasenya sebesar 39% dan pada kategori cukup baik nilai presentasenya 35% dengan selisih jumlah responden sebanyak 1 orang dengan begitu tidak menutup kemungkinan proses pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka di SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo masih banyak hal yang harus ditingkatkan agar pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka dapat dilaksanakan dengan sangat baik sepenuhnya, agar penerapan kurikulum merdeka di sekolah yang berada di kabupaten purworejo bisa menyeluruh, mengingat sekarang hanya beberapa sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka.
- ItemEfektifitas Metode Pembelajaran Problem Solving Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Berbasis Kurikulum Induka Daihatsu di SMK Islam Sudirman Grabag(Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-02-24) Muh BasoriPeningkatan proses pembelajaran pada sekolah harus selalu ditingkatkan, dan harus diadakan perbaikan pada bagian yang mempunyai masalah. Pembelajaran di SMK Islam Sudirman Grabag yang menggunakan kurikulum industri dari daihatsu masih ditemukan masalah diantaranya prestasi belajar, hasıl belajar dan respon siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Efektifitas Metode pembelajaran Problem Solving terhadap prestasi belajar di SMK Islam Sudirman Grabag Kabupaten Magelang, (2) Efektifitas Metode pembelajaran Problem Solving terhadap hasıl belajar siswa kelas XI TKR SMK Islam Sudirman Grabag Kabupaten Magelang (3) Efektifitas penerapan metode pembelajaran Problem Solving terhadap respons siswa kelas XLTKR A SMK Islam Sudirman Grabag Kabupaten Magelang 16% Penelitian ini menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah (problem solving) Siswa yang dijadikan obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKRA SMK Islam Sudirman Grabag. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), setiap siklus mempunyai tahapan yaitu perencanaan (planning) tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting) Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar angket respon siswa, dan lembar soal tes tiap siklusnya. Hasıl analısıs pada siklus I menunjukan bahwa penerapan metode Problem Solving memberikan hasıl yang lebih baik, dengan rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 71,3 dan persentase siswa yang tuntas mencapai 38,2%. Pada Siklus II,terjadi peningkatan yang lebih signifikan. Rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 78,8, dan 73,5% siswa berhasil mencapai KKM. Peningkatan yang luar biasa tercapai pada Siklus III, di mana semua siswa berhasil mencapai KKM, dengan rata-rata nilai 87,1 dan tingkat ketuntasan klasikal 100% Hal ini mengindikasikan bahwa metode Problem Solving telah sepenuhnya efektif dalam mening kan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mata pelajaran Pemelihara Mesin Kendaraan Ringan
- ItemEFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DENGAN METODE CERAMAH DAN METODE KERJA KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF PADA SISWA DI SMKN 1 PURWOREJO(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2016-07-28) Agung Purwo Sucipto 122170025Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran dengan metode ceramah dan metode kerja kelompok terhadap peningkatan pengetahuan teknik listrik dasar otomotif pada siswa di SMKN 1 Purworejo tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi experiment) dengan menggunakan dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Variabel dependen yaitu pengetahuan siswa, variabel independen yaitu metode pembelajaran (ceramah dan kerja kelompok). Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK N 1 Purworejo tahun ajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel populasi. Kelas X TKR-A sebagai kelas yang menggunakan metode pembelajaran kerja kelompok dan kelas X TKR-B sebagai kelas yang menggunakan metode pembelajaran ceramah. Data penelitian dikumpulkan menggunakan soal pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil perhitungan dengan uji t diperoleh nilai thitung = 3,19 sedangkan ttabel = 2,00. Karena thitung > ttabel yaitu 3,19 > 2,00, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil dari post-test adalah terdapat perbedaan atau tidak sama. Dengan hasil akhir rata-rata siswa, dimana Mean ± SD dengan pembelajaran metode kerja kelompok adalah (82,80 ± 5,95) sedangkan Mean ± SD dengan metode pembelajaran ceramah adalah (77,86 ± 6,00). Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode kerja kelompok lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah.
- ItemEfektifitas Penggunaan Penilaian Formatif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI TBSM Pada Materi Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor di SMK Muhammadiyah Purwodad(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-05-25) Muhammad Zulham Afandi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran penilaian formatif dan hasil belajar pada mata pelajaran Teknik Bisnis Sepeda Motor materi Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor di SMK Muhammadiyah Purwodadi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas XI TBSM SMK Muhammadiyah Purwodadi yang berjumlah 28 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi guru dan lembar observasi peserta didik. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari peningkatan hasil belajar dari nilai rata-rata hasil pre test dan post test hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran penilaian formatif. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan dengan menggunakan metode penilaian formatif maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan metode penilaian formatif dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor pada kelas XI TBSM SMK Muhammadiyah Purwodadi. Pada pra siklus hasil belajar peserta didik mencapai 28,57% berkategori rendah. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan pada siklus I dengan persentase ketercapaian mencapai 57,14% berkategori kurang. Lalu mengalami peningkatan pada siklus II mencapai 85,71% berkategori baik. Dengan demikian ketercapaian kompetensi yang dihasilkan dengan persentase 85,71% peserta didik berkategori lulus, melebihi indikator keberhasilan dengan mencapai lebih dari 75%
- ItemEfektivitas Kelas Industri Terhadap Keterampilan Peserta Didik Guna Menghadapi Dunia Kerja Di SMK PN2 Purworejo(Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2023-07-05) Daffa Indratama Rahman SyahPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangya keterampilan siswa dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat keterampilan siswa bukan kelas industri dalam persiapan menghadapi dunia kerja Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK PN2 Purworejo, (2) mengetahui tingkat keterampilan siswa kelas industri dalam persiapan menghadapi kesiapan dunia kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK PN2 Purworejo dan, (3) mengetahui perbandingan keterampilan siswa bukan kelas industri dan kelas industri dalam memasuki duia kerja melalui kelas Industri Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK PN2 Purworejo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dengan model ex-post facto. Subyek dalam penelitian ini ada 22 siswa. Objek pada penelitian ini adalah keterampilan siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)keterampilan siswa kelas bukan industri berada pada ketegori tinggi dan sangat tinggi dibuktikan dengan rata-rata skor yaitu 62,86 dan terdapat 10 siswa yang memiliki keterampilan tinggi, 10 siswa dengan keterampilan sangat tinggi.(2)Keterampilan siswa kelas industri berada pada ketegori sangat tinggi dibuktikan dengan rata-rata skor yaitu 67,14 dan terdapat 14 siswa yang memiliki keterampilan sangat tinggi, 8 siswa dengan keterampilan tinggi. Hal ini bermakna pembentukan kelas industri mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam persiapan memasuki dunia kerja.(3)ada perbedaan keterampilan siswa antara kelompok kelas bukan industri dan kelas industri. Dibuktikan dengan hasil uji statistik dengan SPSS for Windows diperoleh hasil output bagian Equal variances assumed Sig. (2 tailed) sebesar 0,041 dan kurang dari 0,05, sehingga disimpulkan ada perbedaan yang signifikan (nyata) antara rata-rata keterampilan siswa pada kelompok kelas bukan industri dan kelompok kelas industri