Analisis Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Ringkas, Rapih, Resik, Rawat dan Rajin (5R) di Bengkel Kutoarjo

No Thumbnail Available
Date
2025-07-21
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di Bengkel Kutoarjo. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko kerja di lingkungan bengkel otomotif dan rendahnya kesadaran sebagian teknisi terhadap penerapan standar keselamatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapan K3 dan 5R, menilai pemahaman teknisi terhadap prinsip-prinsip tersebut, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan keselamatan kerja dan efisiensi operasional bengkel. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara bebas terpimpin, dokumentasi, dan penyebaran angket. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Pearson dan Cronbach’s Alpha, menghasilkan nilai reliabilitas tinggi sebesar 0,974. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2025 di Bengkel Kutoarjo dengan subjek penelitian para teknisi bengkel. Instrumen penelitian dirancang berdasarkan indikator penerapan K3 dan 5R untuk mengukur tingkat kesadaran dan praktik kerja yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 dan 5R di Bengkel Kutoarjo berada dalam kategori baik dengan skor masing-masing 85 dan 90 dari total 100. Observasi menunjukkan teknisi secara umum telah disiplin menggunakan alat pelindung diri dan menjaga kebersihan serta kerapihan area kerja. Namun, masih ditemukan tantangan dalam konsistensi perawatan alat kerja (Rawat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan K3 dan 5R yang baik berdampak signifikan terhadap peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan produktivitas kerja di bengkel. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan pelatihan teknisi, pengawasan rutin, serta pemberian insentif bagi teknisi yang disiplin menerapkan prinsip K3 dan 5R.
Description
Keywords
Citation