Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) Materi Sistem Bahan Bakar Bensin Kelas XI TKRO di SMK Ma'arif 3 Wates

No Thumbnail Available
Date
2026-06-14
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) materi Sistem Bahan Bakar Bensin di kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates; (2) Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PMKR materi Sistem Bahan Bakar Bensin melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw di kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) Perencanaan (Planning); (2) Pelaksanaan (Action); (3) Pengamatan (Observation); dan (4) Refleksi (Reflection). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKRO SMK Ma'arif 3 Wates dengan jumlah 14 siswa. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan materi Sistem Bahan Bakar Bensin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul ajar, Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan soal tes hasil belajar pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI TKRO pada materi Sistem Bahan Bakar Bensin secara signifikan. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 55,36 (pra siklus) menjadi 73,57 (siklus I) dan 84,64 (siklus II). Persentase ketuntasan meningkat dari 14,29% (pra siklus) menjadi 57,14% (siklus I) dan 85,71% (siklus II). N-Gain dari pra siklus ke siklus I sebesar 0,41 dan dari siklus I ke siklus II sebesar 0,44, keduanya dalam kategori sedang. Target indikator keberhasilan penelitian berupa ketuntasan klasikal > 75% dengan rata-rata > 75 tercapai pada siklus II, sehingga penelitian dinyatakan berhasil.
Description
Keywords
Citation