Analisis Dampak Kegiatan Food Estate Dalam Peningkatan Ekonomi Petani Cabai (Studi Kasus di KT. Maju Rahayu Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo
No Thumbnail Available
Date
2025-09-13
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dampak pelaksanaan program
Food Estate terhadap produksi tanaman cabai, 2) mengetahui dampak pelaksanaan
program food estate dalam peningkatan pendapatan petani cabai, 3) mengetahui
pelaksanaan program food estate. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif deskriptif dan komparatif dengan metode survei terhadap 35 responden
anggota kelompok tani penerima program. Data dikumpulkan melalui kuesioner,
wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa implementasi Food Estate memberikan dampak
positif terhadap peningkatan produksi tanaman cabai. Peningkatan produksi
tersebut secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani,
yang pada akhirnya memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga mereka.
Berdasarkan hasil analisa uji t diketahui bahwa rata-rata biaya usaha tani cabai
sebelum FE adalah Rp 18.711.428,57 dan rata-rata biaya usaha tani cabai setelah
FE adalah Rp 17.443.571,43 per satu musim tanam. Rata-rata produksi usahatani
cabai sebelum FE adalah 3185,7 Kg. Rata-rata produksi usahatani cabai setelah FE
adalah 5.545,7 Kg. Rata-rata pendapatan petani cabai sebelum FE adalah Rp
46.402.857,14 per musim tanam. Rata-rata pendapatan usahatani cabai setelah FE
adalah Rp 134.156.428,6 per musim tanam. Rata-rata keuntungan yang diperoleh
petani cabai sebelum FE Rp 40.945.714,29 per musim tanam. Rata-rata keuntungan
yang diperoleh petani cabai setelah FE adalah Rp 128.699.285,7 per musim tanam.