Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 166
- ItemKajian Pemberian Air Irigasi Dengan Metode Intermitten SRI (System Of Rice Intensification)(Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2019-09-19) Muchamad Abdul Ghofar 152510003Penelitian ini bertujuan untuk : menganalisa kebutuhan air irigasi di saluran sekunder Jatibungkus, mengevaluasi serta merencanakan sistim pemberian air dengan sistem pemberian air dengan metode Metode Pengairan Intermitten SRI (System of Rice Intensification) dan membandingkan jumlah kebutuhan air irigasi Metode Intermitten SRI (System of Rice Intensification) dengan Metode Continuous (menerus). Populasi penelitian para petani yang menggunakan air irigasi dari saluran sekunder Jatibungkus yang ditentukan luas petak kepemilikan oleh petani adalah satu hektar dan jumlah petani dalam satu blok adalah 3 orang. Instrumen pengumpulan data diperoleh dari observasi langsung di lapangan dan dapat juga diperoleh dari instansi –instansi terkait. Pengujian data curah hujan menggunakan metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums) dan untuk analisis evapotranspirasi potensial menggunakan metode Penman Modifikasi FAO. Perhitungan kebutuhan air irigasi menggunakan metode Intermitten SRI (System of Rice Intensification) dan sebagai pembanding menggunakan metode Continuous Flow menyesuaikan metode yang digunakan di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan sistim Intermitten SRI (System Of Rice Intensification) lebih efisien dibandingkan dengan sistim Continuous Flow diperoleh efisiensi kekurangan kbutuhan air sebesar 2,13 m3 /dt atau 28,81 % pertahun (3 musim tanam) akan tetapi sistim Intermitten SRI (System Of Rice Intensification) lebih rumit dan memerlukan banyak tenaga dalam pelaksanaannya dibandingkan dengan menggunakan sistim Continuous Flow
- ItemANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN BENIH PADI INPARI 10 DI CV SIDO MAJU KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2019-08-21) Azis Tri Haryanto 152310006Penelitian ini bertujuan untuk : (1)Mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penjualan benih padi di CV SIDO MAJU. (2)Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. (3)Mengetahui trend penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode diskriptif. Responden pengambilan sampel lokasi ini menggunakan metode purposive sampling di CV SIDO MAJU yaitu bagian: Pemimpin CV SIDO MAJU, bagian pengadaan gudang, bagian pemasaran, bagian produksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis menggunakan korelasi pearson, uji spss dan trend penjualan Hasil analisis korelasi pearson diketahui bahwa Harga benih, jumlah agen penjual, jumlah pesaing, kebijakan pemerintah, mempunyai hubungan yang kuat terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Jaminan mutu, Benih pengganti tidak mempuyai hubungan terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Hasil dari analisi uji SPSS diketahui bahwa Jumlah agen penjual dan kebijakan pemerintah mempunyai pengaruh signifikan terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU sedangkan harga benih, jaminan mutu benih, benih pengganti, jumlah pesaing tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Hasil dari analisis Trend penjualan diketahui bahwa penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU mengalami kenaikan selama 15 periode yaitu pada tahun 2004 sampai 2019 hal tersebut dikarenakan benih inpari 10 sangat cocok ditanam didaerah tadah hujan.
- ItemKEPUTUSAN PETANI MENJADI PENANGKAR BENIH PADI VARIETAS INPARI 32 DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2019-08-24) Ari Restu Aji 152310008Tujuan penelitian : 1) untuk mengetahui karakteristik petani penangkar benih padi di Kabupaten Purworejo, 2) untuk mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal dengan keputusan petani dalam melakukan usahatani penangkar benih padi, 3) untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan usahatani penangkar benih padi. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih yaitu Kabupaten Purworejo. Sampel yang diambil di desa Awu Awu sebanyak 13 orang, di desa Sukomanah sebanyak 10 orang, di desa Seborokrapyak sebanyak 6 orang, di desa Lugu sebanyak 3 orang, di desa Tunjungrejo sebanyak 6 orang. Penentuan jumlah sampel berdasarkan skala likert. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pendidikan formal, ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan kemitraan mempunyai hubungan kuat dengan keputusan petani, sementara kesesuaian dengan aspek lahan dan kemudahan untuk diusahakan mempunyai hubungan sangat kuat terhadap keputusan petani dalam melakukan usahatani penangkaran benih, 2) dukungan kemitraan mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan petani.
- ItemPERSEPSI PETANI JAGUNG (Zea mays Linn) TERHADAP KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DI DESA KAIBON KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2019-10-21) Trio Saputro 152310032Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik petani jagung di desa Kaibon kecamatan Ambal kabupaten Kebumen; (2) mengetahui persepsi petani jagung terhadap kompetensi penyuluh pertanian di desa Kaibon kecamatan Ambal kabupaten Kebumen; (3) mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan persepsi petani jagung terhadap kompetensi penyuluh pertanian di desa Kaibon kecamatan Ambal kabupaten Kebumen. Populasi penelitian yaitu semua petani jagung di desa Kaibon berjumlah 191 orang. Sampel penelitian berjumlah 66 orang, ditentukan dengan berpedoman rumus Yamane dengan tingkat kesalahan 10 %. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif dalam penelitian ini menujukan bahwa (1) sebagian besar (71%) umur petani pada usia produktif yaitu muda dan dewasa, dengan tingkat pendidikan formal lulus SD, aktif mengikuti pertemuan kelompok tani, memiliki pengalaman berusahatani 11-20 tahun, (2) persepsi petani jagung terhadap kompetensi penyuluh pertanian dalam penyusunan program, penyiapan materi, pemilihan media dan penerapan metode dalam kategori baik, (3) terdapat korelasi antara karakteristik petani jagung dengan persepsi petani jagung terhadap kompetensi penyuluh pertanian dalam penyusunan program, penyiapan materi, pemilihan media dan penerapan metode
- ItemANALISIS STRATEGI PEMASARAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum) KELOMPOK TANI TERPADU AMANAH DI DESA ADIPURO KECAMATAN KALIANGKRIK KABUPATEN MAGELANG(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2019-08-21) Ahmad Saepodin Zuhri 152310013Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui kekuatan dan kelemahan pemasaran bawang daun oleh kelompok tani Terpadu Amanah, 2) mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi kelompok tani Terpadu Amanah dalam pemasaran bawang daun, 3) mengetahui strategi yang harus dilakukan oleh kelompok tani Terpadu Amanah dalam pemasaran bawang daun. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel lokasi penelitian secara sengaja dan sampel informan secara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pembobotan dan peratingan skor faktor internal dan eksternal, matriks IE, analisis SWOT dan analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan pemasaran bawang daun : transportasi milik sendiri, ketepatan waktu dalam mengirim barang, kualitas bawang daun baik, diantar sampai tujuan, dan kemitraan dengan petani dan pedagang besar baik. Kelemahan : masih kurangnya promosi, produksi tidak stabil, tingkat pendidikan tidak merata, tempat penyimpanan kurang memadai, dan bawang daun tidak tahan lama. Peluang : permintaan konsumen tinggi, daerah pemasaran jelas, pangsa pasar luas, tekhnologi semakin maju, dan pembinaan dari PPL. Ancaman : menyusutnya bobot bawang daun, persaingan usaha, harga fluktuasi, strategi pesaing lebih agresif, dan daerah pemasaran pesaing lebih luas. Hasil analisis matriks IE menunjukkan total hasil perhitungan untuk faktor internal adalah 2,76 dan total faktor eksternal adalah 2,99. Hasil analisis QSPM menunjukkan bahwa strategi yang harus dilakukan kelompok tani Terpadu Amanah dalam pemasaran bawang daun yaitu memaksimalkan kemajuan teknologi dengan skor 5,7