Agribisnis
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Agribisnis by Title
Now showing 1 - 20 of 166
Results Per Page
Sort Options
- Itemaktor - Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Tanaman Hias Aglaonema secara Online di Kabupaten Kebumen(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-09-08) Melianita Arum Saputri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Karakteristik konsumen (jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendapatan) tanaman hias Aglaonema secara online di Kabupaten Kebumen, 2) Pengaruh faktor produk, harga, promosi dan tempat terhadap keputusan pembelian tanaman hias Aglaonema secara online di Kabupaten Kebumen, dan 3) Faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian tanaman hias Aglaonema secara online di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel ditentukan secara purposive sampling sebanyak 50 responden yang telah melakukan pembelian Aglaonema secara online. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel produk, harga, promosi, dan tempat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, ditunjukkan oleh nilai signifikansi < 0,05. Secara parsial, hanya variabel promosi yang berpengaruh signifikan (signifikansi < 0,05), sedangkan variabel lain tidak signifikan (signifikansi > 0,05). Promosi juga menjadi faktor paling dominan karena memiliki koefisien regresi tertinggi dibandingkan variabel lainnya. Strategi promosi seperti diskon, testimoni, ulasan, konten media sosial (foto/video), dan kejelasan informasi produk menjadi pertimbangan utama konsumen dalam pembelian. Oleh karena itu, pelaku usaha tanaman hias disarankan untuk lebih fokus dalam mengembangkan strategi promosi digital yang menarik, informatif, dan sesuai kebutuhan konsumen
- ItemAnalisis Dampak Kegiatan Food Estate Dalam Peningkatan Ekonomi Petani Cabai (Studi Kasus di KT. Maju Rahayu Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-09-13) Endra Subiarso.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dampak pelaksanaan program Food Estate terhadap produksi tanaman cabai, 2) mengetahui dampak pelaksanaan program food estate dalam peningkatan pendapatan petani cabai, 3) mengetahui pelaksanaan program food estate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan komparatif dengan metode survei terhadap 35 responden anggota kelompok tani penerima program. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Food Estate memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi tanaman cabai. Peningkatan produksi tersebut secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani, yang pada akhirnya memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga mereka. Berdasarkan hasil analisa uji t diketahui bahwa rata-rata biaya usaha tani cabai sebelum FE adalah Rp 18.711.428,57 dan rata-rata biaya usaha tani cabai setelah FE adalah Rp 17.443.571,43 per satu musim tanam. Rata-rata produksi usahatani cabai sebelum FE adalah 3185,7 Kg. Rata-rata produksi usahatani cabai setelah FE adalah 5.545,7 Kg. Rata-rata pendapatan petani cabai sebelum FE adalah Rp 46.402.857,14 per musim tanam. Rata-rata pendapatan usahatani cabai setelah FE adalah Rp 134.156.428,6 per musim tanam. Rata-rata keuntungan yang diperoleh petani cabai sebelum FE Rp 40.945.714,29 per musim tanam. Rata-rata keuntungan yang diperoleh petani cabai setelah FE adalah Rp 128.699.285,7 per musim tanam.
- ItemANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN BENIH PADI INPARI 10 DI CV SIDO MAJU KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2019-08-21) Azis Tri Haryanto 152310006Penelitian ini bertujuan untuk : (1)Mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penjualan benih padi di CV SIDO MAJU. (2)Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. (3)Mengetahui trend penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode diskriptif. Responden pengambilan sampel lokasi ini menggunakan metode purposive sampling di CV SIDO MAJU yaitu bagian: Pemimpin CV SIDO MAJU, bagian pengadaan gudang, bagian pemasaran, bagian produksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis menggunakan korelasi pearson, uji spss dan trend penjualan Hasil analisis korelasi pearson diketahui bahwa Harga benih, jumlah agen penjual, jumlah pesaing, kebijakan pemerintah, mempunyai hubungan yang kuat terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Jaminan mutu, Benih pengganti tidak mempuyai hubungan terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Hasil dari analisi uji SPSS diketahui bahwa Jumlah agen penjual dan kebijakan pemerintah mempunyai pengaruh signifikan terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU sedangkan harga benih, jaminan mutu benih, benih pengganti, jumlah pesaing tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU. Hasil dari analisis Trend penjualan diketahui bahwa penjualan benih padi inpari 10 di CV SIDO MAJU mengalami kenaikan selama 15 periode yaitu pada tahun 2004 sampai 2019 hal tersebut dikarenakan benih inpari 10 sangat cocok ditanam didaerah tadah hujan.
- ItemAnalisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Produksi Besek Di Desa Karangsasri Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-03) Muhammad Farid Nur HidayatullohPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Mengetahui proses produksi besek di Desa Karangsari Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. 2) Mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan. 3) Mengetahui kelayakan usaha besek di Desa Karangsari Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, dan 4) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi besek di Desa Karangsari Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo . Metode penelitian yang digunakan analisis penelitian deskriptif. Sampel 75 orang ditentukan dengan rumus Yamane. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling metode analisis faktor produksi menggunakan uji regresi linear berganda. Analisis data menggunakan analisis fungsi produksi, analisis biaya produksi, dan analisis kelayakan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) Proses pembuatan anyaman bambu besek yaitu proses pembelahan bamabu, membuat iratan, penjemuran, dan penganyaman. 2) Rata-rata biaya produksi total anyaman bambu besek bulan juli 2024 yaitu Rp. 168.750. rata-rata biaya penerimaan anyaman bambu besek bulan juli 2024 sebesar Rp. 276.000. rata-rata pendapatan anyaman bambu besek bulan juli 2024 sebesar Rp. 207.308 dan rata-rata keuntungan amnyaman bambu besek bulan juli 2024 sebesar Rp. 107.250. 3) Analisis kelayakan usaha menandakan bahwa usaha pengrajin besek layak untuk diusahakan, dan 4) Faktor produksi yang berpengaruh signifikan pada produksi besek adalah iratan panjang, iratan pendek, modal dan pengalaman usaha, sedangkan tenaga kerja dalam keluarga dan umur responden tidak berpengaruh signifikan .
- ItemANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI MANGGIS DI DESA KALIGONO KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2024-03-24) Astarina Dewi NoviantiPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. (2) mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan lokasi dipilih menggunakan metode purposive sampling (secara sengaja) yaitu desa kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Populasi penelitian ini adalah petani manggis di desa Kaligono berjumlah 171 orang, dengan sampel penelitian 62 orang, sampel ditentukan dengan metode slovin. Teknik pengambilan sampel di lapangan menggunakan metode proportional random sampling. Berdasarkan hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo yaitu luas lahan, jumlah pohon, tenaga kerja dalam keluarga dan umur pohon sedangkan pupuk kandang dan pengalaman berusatani manggis secara individu tidak berpengaruh nyata terhadap produksi manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Rata-rata biaya produksi pada usahatani manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo Rp 1.031.117, rata-rata penerimaan sebesar Rp 7.481.290, rata-rata pendapatan sebesar Rp 7.199.030, dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 6.167.913.
- ItemAnalisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Produksi Manggis di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-03-28) Astarina Dewi NPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. (2) mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan lokasi dipilih menggunakan metode purposive sampling (secara sengaja) yaitu desa kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Populasi penelitian ini adalah petani manggis di desa Kaligono berjumlah 171 orang, dengan sampel penelitian 62 orang, sampel ditentukan dengan metode slovin. Teknik pengambilan sampel di lapangan menggunakan metode proportional random sampling. Berdasarkan hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo yaitu luas lahan, jumlah pohon, tenaga kerja dalam keluarga dan umur pohon sedangkan pupuk kandang dan pengalaman berusatani manggis secara individu tidak berpengaruh nyata terhadap produksi manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Rata-rata biaya produksi pada usahatani manggis di desa Kaligono kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo Rp 1.031.117, rata-rata penerimaan sebesar Rp 7.481.290, rata-rata pendapatan sebesar Rp 7.199.030, dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 6.167.913.
- ItemANALISIS KELAYAKAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.) DI DESA KERTOJAYAN KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2023-08-27) Hana ShalsabillaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan petani dari usahatani cabai merah keriting di desa Kertojayan kecamatan Grabag kabupaten Purworejo 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai merah keriting di desa Kertojayan kecamatan Grabag kabupaten Purworejo 3) kelayakan usahatani cabai merah keriting di Desa Kertojayan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Pengumpulan data menggunakan observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling. Kemudian dari setiap kelompok petani diambil secara acak. Jumlah responden yang dijadikan sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 71 petani. Hasil analisi menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi cabai merah keriting di Desa Kertojayan yaitu sebesar Rp. 6.132.346/Ha/MT, rata-rata penerimaan yang diperoleh petani cabai merah keriting yaitu sebesar Rp. 9.861.338/Ha/MT, rata-rata pendapatan yang diperoleh petani cabai merah keriting yaitu sebesar Rp. 5.179.264/Ha/MT, dan rata-rata keuntungan yang diterima petani cabai merah keriting sebesar Rp. 3.728.992/Ha/MT; berdasarkan nilai R/C Ratio, nilai produktivitas modal dan nilai produktivitas tenaga kerja menunjukkan bahwa usahatani cabai merah keriting di Desa Kertojayan layak untuk diusahakan; hasil analisis regresi diketahui bahwa faktor produksi yang secara individual (parsial) berpengaruh secara signifikan atau nyata terhadap produksi usahatani cabai merah keriting terdapat 5 variabel yaitu luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pengalaman berusahatani dan TKLK, sedangkan yang tidak berpengaruh yaitu pupuk NPK Mutiara dan pupuk Phonska.
- ItemAnalisis Kelayakan dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Pada Usahatani Jagung di Desa Kaibon Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiah Purworejo, 2024-08-15) Maudy Deni SaputriPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani jagung 2). Besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan pada usahatani jagung 3). Kelayakan usahatani jagung berdasarkan R/C ratio dan π/C ratio. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 73 orang petani jagung. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis faktor produksi menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas. Analisis data yang digunakan adalah biaya produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan usahatani. Analisis kelayakan usahatani berdasarkan perhitungan R/C ratio dan π/C ratio. Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh secara individual terhadap produksi jagung adalah luas lahan, benih, pupuk phonska, TKDK, dan pestisida. Faktor produksi yang tidak berpengaruh secara individual terhadap usahatani jagung adalah pupuk urea dan pupuk kandang. Usahatani jagung di desa Kaibon kecamatan Ambal kabupaten Kebumen memerlukan rata-rata biaya sebesar Rp.3.779.243/MT atau 24.185.627/ha, rata-rata penerimaan sebesar Rp.5.921.644/MT atau Rp.38.015.969/ha, rata-rata pendapatan sebesar Rp.3.349.568/MT atau Rp.22.615.942/ha, dan rata-rata keuntungan yang didapatkan oleh petani sebesar Rp.2.142401/MT atau Rp.13.830.341/ha. Hasil dari analisis R/C ratio dan π/C ratio menunjukan bahwa usahatani jagung di desa Kaibon kecamatan Ambal kabupaten Kebumen layak diusahakan.
- ItemAnalisis Kelayakan Finansial Pengembangan Usaha Azolla Pelet Herbal Pakan Ternak Ayam Kampung (Studi Kasus Startup Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo)(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-08-17) Yulia FatmawatiPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis biaya produksi, penjualan produk dan omset usaha Azolla Pelet Herbal Pakan Ternak Ayam Kampung (Studi Kasus Startup Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo); 2) Menganalisis kelayakan secara finansial usaha Azolla Pelet Herbal Pakan Ternak Ayam Kampung (Studi Kasus Startup Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Sampel dalam penelitian ini diambil melalui teknik purposive sampling dengan memilih informan Azolla Herbal Pakan Ternak Ayam sebagai subjek. Informan utama dan pendukung ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian: 1) Total biaya yang dikeluarkan usaha Azolla Herbal Pakan Ternak Ayam bulan Juni 2023 hingga Januari 2024 sebesar Rp 8.500.000,- modal bersumber dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW); 2) Omset yang didapat oleh usaha usaha Azolla Herbal Pakan Ternak Ayam bulan Juni 2023 hingga Januari 2024 sebesar Rp 15.000.000,- dengan laba bersih yang diterima adalah sebesar Rp 6.500.000,-; 3) Nilai Break Even Point (BEP) Unit dan Harga menunjukkan hasil yang layak, yaitu BEP tercapai pada penjualan 623 unit dengan harga BEP sebesar Rp 5.600,-; 4) Payback Period (PP) memerlukan waktu selama 6 bulan; 5) Net Present Value (NPV) sebesar Rp 5.800.150; 6) Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13%.
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L) Studi Kasus di Gapoktan Wahana Tani Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-02-24) Ratih Restu DamayantiPenelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui karakteristik petani cabai merah di Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo; (2) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani cabai merah; (3) mengetahui kelayakan usahatani cabai merah berdasarakan R/C Ratio, π/C Ratio, Produktivitas Tenaga Kerja dan BEP. Sampel penelitian 49 orang, secara Proportional Random Sampling dengan rumus Yamane. Kelayakan usahatani menggunakan R/C Ratio, π/C Ratio, Produktivitas Tenaga Kerja, BEP penerimaan, BEP produksi dan BEP harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik petani cabai merah di Desa Candirejo sebagian besar umur petani, usia produktif, tingkat pendidikan formal lulus SLTP, tanggungan keluarga cukup sedikit 1-3 orang, sudah berpengalaman berusahatani cabai merah 11-20 tahun, luas lahan garapan 0,5 – 1 Ha. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya produksi sebesar Rp 72,695,382.37 /Ha/MT, penerimaan Rp 147,548,696.69 /Ha/MT, pendapatan Rp 84,728,347.87 /Ha/MT dan keuntungan Rp 74,853,314.31/Ha/MT. Hasil uji kelayakan usahatani cabai merah di Gapoktan Wahana Tani layak diusahakan karena berdasarkan: R/C Ratio 2,03 > dari 1 dan π/C Ratio 1,03 / 103% > suku bunga Bank yang berlaku yaitu 6% ( KUR BRI). BEP Penerimaan (Rp. 17.478.840,5) < penerimaan yang diterima petani (Rp. Rp. 147.548.696,69), BEP Produksi (600,86 Kg) < produksi yang diterima petani (7.377,43 Kg) dan perhitunagn BEP Harga Rp. 9.853,75 /Kg < dari harga yang diterima petani (Rp.20.000 /Kg).
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) di Desa Kendalrejo, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-08-03) Agustin Putri Suci WardhaniPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani cabai merah di desa Kendalrejo kecamatan Pituruh kabupaten Purworejo. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel probability sampling atau pengambilan sampel secara acak. Analisis dilakukan dengan menggunakan R/C ratio, π/C ratio dan Produktifitas tenaga kerja. Hasil analisis tehadap usahatani cabai merah di desa Kendalrejo kecamatan Pituruh, kabupaten Purworejo total biaya produksi untuk satu musim tanam adalah sebesar Rp 17.433.127/MT, Penerimaan dari penjualan cabai merah adalah sebesar Rp 100.264.186/MT, Pendapatan yang diperoleh dari penjualan cabai merah adalah sebesar Rp 83.908.632/MT dan keuntngan usahatani yang diperoleh adalah sebesar Rp 82.831.059/MT, BEP Penerimaan sebesar Rp 1.652.145,88, BEP produksi sebesar 92,85 kg dan BEP Harga sebesar Rp 3.129,69/kg. Hasil analisis R/C Ratio, π/C Ratio, dan Produktivitas tenaga kerja, yang telah dilakukan, Usahatani cabai merah di desa Kendalrejo kecamatan Pituruh, kabupaten Purworejo layak dijalankan
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Kacang Hijau di Desa Karangwuluh Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-06-13) ANNISA HIKMAH SUCIPenelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani kacang hijau di desa Karangwuluh kecamatan Kutoarjo kabupaten Purworejo; (2) Mengetahui kelayakan usahatani kacang hijau di desa Karangwuluh kecamatan Kutoarjo kabupaten Purworejo ditinjau dari R/C ratio, π/C rasio, BEP produksi, BEP penerimaan dan BEP harga. Sampel penelitian 62 orang, secara Proportional Stratified Sampling dengan rumus Yamane. Kelayakan usahatani menggunakan R/C Ratio, Produktivitas Modal (π/C Ratio), BEP produksi, BEP penerimaan dan BEP harga Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya sebesar Rp 6.607.008,11 /MT, penerimaan Rp 8.681.841,94 /MT, pendapatan sebesar Rp 6.778.837,47 /MT dan keuntungan sebesar Rp 2.074.833,83 /MT. Hasil uji kelayakan usahatani kacang hijau di Desa Karangwuluh layak diusahakan karena berdasarkan: R/C Ratio 1,31 > dari 1 dan π/C Ratio 0,31 / 31% > suku bunga bank BRI yang berlaku pada satu kali musim tanam kacang hijau yaitu 2%. BEP Produksi (356,45 kg) < produksi yang diterima petani (588,10 kg). BEP Penerimaan sebesar (Rp 5.262.063,72) < penerimaan yang diterima petani (Rp 8.681.841,94), dan BEP Harga (Rp 11.234,41 /Kg) < dari rata-rata harga yang diterima petani (Rp 14.762,41 /Kg).
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Padi (Oryza sativa L.) (Studi Kasus Petani Gurem Di Desa Tumenggungan Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo)(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-02-11) Meyrina PrihatiningsihPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya rata-rata usahatani padi petani gurem per musim tanam, 2) Penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani padi yang diperoleh petani gurem 3) R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) usahatani padi yang dilakukan petani gurem. Penelitian dilakukan di Desa Tumenggungan Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan mempertimbangkan sesuai tujuan penelitian. Sampel penelitian berjumlah 40 orang petani. Analisis data dilakukan dengan menggunakan biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan serta kelayakan usahatani melalui pendekatan R/C Ratio, BEP Harga Produk dan BEP Volume Produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Biaya rata-rata usahatani padi per musim tanam sebesar Rp 5.891.625,90. 2) Penerimaan usahatani padi sebesar Rp 7.288.737,50, pendapatan usahatani padi sebesar Rp. 4.344.133,68, dan keuntungan usahatani padi sebesar Rp. 1.397.111,60. 3) R/C Ratio diperoleh nilai 1,24 dan BEP harga produk sebesar Rp 4.445,76/Kg sedangkan BEP volume produksi sebesar 1.071,20 Kg/MT.
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Padi Inpari IR Nutri Zinc (Studi kasus di Kelompok Tani Paras Kelurahan Wadaslintang Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo)(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-07-17) JamalPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik petani dan gambaran umum usahatani padi Inpari IR Nutri Zinc; (2) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan usahatani padi Inpari IR Nutri Zinc;(3) mengetahui kelayakan usahatani padi Inpari IR Nutri Zinc di Kelompok Tani Paras Kelurahan Wadaslintang Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua petani padi yang ada di Kelurahan Wadaslintang Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo yang berusahatani padi varitas Inpari IR Nutri Zinc. Sampel penelitian berjumlah 29 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Untuk menentukan kelayakan usahatani menggunakan uji kalayakan R/C Ratio, π/C Ratio, Produktivitas Tenaga Kerja, BEP penerimaan, BEP produksi dan BEP harga. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar umur petani pada usia produktif, dengan tingkat pendidikan formal lulus SD, mempunyai tanggungan keluarga cukup sedikit 1-3 orang, sudah berpengalaman berusahatani padi > 20 tahun dengan luas lahan garapan kurang dari 0,5 Ha., Hasil analisis menyatakan bahwa usahatani padi Inpari IR Nutri Zinc layak diusahakan
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Padi Organik Di Desa Ringgit Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-10-31) Agus SantosoPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan dari usahatani organik di Desa ringgit. 2) Mengetahui kelayakan usahatani organik di Desa ringgit. Penelitian ini dilakukan pada petani padi padi organik organic di Desa Ringgit Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. . Populasi petani yang menanam organik sebanyak 25 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja berdasarkan pertimbangan tertentu Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usaha tani pada penelitian ini sebesar Rp 16.128.000/musim tanam, produktivitas usahatani organik pada penelitian ini sebesar 1,184 ton/ha, pendapatan usahatani organik sebesar Rp 15.288.000/musim, dan keuntungan usahatani organik pada penelitian ini sebesar Rp 13.575.112/musim.
- Item“Analisis Kelayakan Usahatani Padi Sawah Di Kelompok Tani Timbang 1 Desa Timbang Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-08-21) Dian PrastiwiTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata biaya produksi, pendapatan, penerimaan, keuntungan dan mengetahui kelayakan usahatani padi sawah di kelompok tersebut dengan pendekatan R/C Ratio, π/C Ratio dan BEP. Dengan sampel daerah penelitian di Kelompok Tani Timbang 1 Desa Timbang Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo dan sampel petani didapatkan dengan menggunakan teknik sampel jenuh (purposive sampling) yang artinya seluruh anggota kelompok tani dijadikan sampel semuanya yaitu sebanyak 30 orang. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp 6.564.802,18/MT, rata-rata total penerimaan sebesar Rp 11.301.600, rata-rata pendapatan sebesar Rp 8.571.623,95/MT dan rata-rata keuntungan petani di Kelompok Tani Timbang 1 Desa Timbang Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo sebesar Rp 4.736.797,82/MT. Kelayakan usahatani padi sawah pada uji R/C diperoleh nilai 1,72 dikatakan layak karena nilai R/C 1,72 1, nilai π/C pada usahatani padi sawah di daerah penelitian sebesar 0,72. Berarti bahwa setiap penambahan biaya Rp 100 maka akan diperoleh keuntungan sebesar Rp 72. Hasil perhitungan BEP pada usahatani padi sawah di daerah penelitian diperoleh BEP penerimaan sebesar Rp 5.045.823,86 , BEP produksi sebesar 1.053,37kg, dan BEP harga sebesar Rp 2.788,19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usahatani padi sawah di Kelompok Tani Timbang 1 Desa Timbang Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo layak diusahakan.
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Pisang Ambon di Desa Sokoagung Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-07-25) Seno Bayu AjiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Karakteristik sosial ekonomi petani pisang ambon di Desa Sokoagung. 2) Mengetahui berapa besar, biaya produksi, penerimaan, pengeluaran, dan keuntungan dalam usahatani pisang ambon di Desa Sokoagung. 3) Mengetahui kelayakan usahatani pisang ambon di Desa Sokoagung. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel daerah penelitian yaitu menggunakan teknik purposive sampling, pengambilan sampel petani menggunakan teknik propotional random sampling dengan rumus Yamane sebanyak 38 responden. Kelayakan usahatani menggunakan R/C Ratio, π/C Ratio, Produktivitas Tenaga Kerja, BEP Produksi, dan BEP Harga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik petani pisang ambon di Desa Sokoagung berada pada usia 45 tahun, berpendidikan SMA, berpengalaman berusahatani pisang ambon selama lebih dari 10 tahun, rata-rata luas lahan 0,10 ha. Rata-rata total biaya produksi usahatani pisang ambon di desa Sokoagung kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo sebesar Rp3.552.474, rata-rata total penerimaan sebesar Rp6.374.232 dengan demikian rata-rata keuntungan yang diperoleh petani mencapai Rp2.821.758, Kelayakan usahatani pisang ambon berdasarkan analisis R/C Ratio menunjukkan nilai sebesar 1,79, nilai π/C Ratio sebesar 0,79 atau 79%. Hasil perhitungan BEP Produksi untuk grade A sebanyak 2,0756 tandan, grade B sebanyak 4,3339 tandan dan grade C sebanyak 5,9740 tandan, dan BEP Harga untuk grade A sebesar Rp 67.099,00, grade B sebesar Rp 26.499,99 dan grade C sebesar Rp 18.199,83. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa usahatani pisang di desa Sokoagung layak untuk dijalankan
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Salak Pondoh (Salacca zalacca) Studi Kasus di Gapoktan Jaya Lestari Kelurahan Wonoroto Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-03-18) SumargionoPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik petani responden dan gambaran umum usahatani salak pondoh; (2) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani salak pondoh; 3) mengetahui apakah usahatani salak pondoh di Gapoktan Jaya Lestari Kelurahan Wonoroto Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo layak diusahakan. Sampel penelitian berjumlah 65 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus. Untuk menentukan kelayakan usahatani menggunakan uji kalayakan R/C Ratio, π/C Ratio, Produktivitas Tenaga Kerja, BEP penerimaan, BEP produksi dan BEP harga. Hasil analisis diskriptif dalam penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). sebagian besar umur petani pada usia produktif, dengan tingkat pendidikan formal lulus SD, mempunyai tanggungan keluarga cukup sedikit 1-3 orang, berpengalaman berusahatani salak pondoh 0-10 tahun dan luas lahan garapan < 0,5 Ha. 2). Rata-rata biaya produksi sebesar Rp 34.694.660,04 /Ha, rata-rata penerimaan sebesar Rp 51.162.343,07 /Ha, rata-rata pendapatan usahatani salak pondoh sebesar Rp 26.679.411,37 /Ha dan rata-rata keuntungan usahatani salak pondoh sebesar Rp 16.467.683,03 /Ha. 3) Hasil analisis bahwa usahatani salak pondoh di Gapoktan Jaya Lestari Kelurahan Wonoroto Kecamatan Watumalang Kabupaten Woosobo layak diusahakan.
- ItemAnalisis Kelayakan Usahatani Tumpangsari jagung dengan pepaya california di Desa Panggeldlangu Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2025-06-20) Zahra Nurul FitriaPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani tumpangsarii jagung dengan pepaya california, 2) Mengetahui kelayakan usahatani tumpangsasrijagung dengan pepaya california. Penelitian ini dilakukan di Desa Panggeldlangu pada bulan April 2024. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode survai dengan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 47 petani. Analisis usahatani terdiri dari analisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan sedangkan analisis kelayakan usahatani terdiri dari R/C ratio, produktivitas tenaga kerja, produktivitas modal dan produktivitas lahan Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis usahatani tumpangsari jagung dengan pepaya california di desa Panggeldlangu kecamatan Butuh kabupaten Purworejo menghasilkan rata-rata biaya sebesar Rp 1.006.743/MT, penerimaan sebesar Rp 2.286.320/MT, pendapatan sebesar Rp 1.596.515/MT, keuntungan sebesar Rp 1.279.577/MT. Analisis kelayakan usahatani tumpangsari jagung dengan pepaya california didapatkan hasil nilai R/C ratio sebesar Rp 2,27 , nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 149.043, nilai produktivitas modal sebesar 1,27 atau 127% dan nilai produktivitas lahan sebesar Rp 5.927
- ItemAnalisis Keputusan Petani Terhadap Penggunaan Mesin Combine Harvester di Desa Wonoboyo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-02-25) Wanda AuliaPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui masalah petani dalam menggunakan mesin combine harvester. 2) Mengetahui proses pengambilan keputusan petani dalam menggunakan mesin combine harvester. 3) Mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal petani dengan pengambilan keputusan petani menggunakan mesin combine harvester. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan lokasi penelitian di desa Wonoboyo kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo dan jumlah sampel sebanyak 53 orang petani. Analisis data yang digunakan adalah skala likert dan analisis korelasi rank spearman. Permasalahan yang di hadapi oleh petani dalam menggunakan mesin combine harvester adalah mesin tidak dapat berfungsi dengan baik pada kondisi cuaca tertentu seperti hujan, serta tambahan biaya traktor akibat dari lahan yang menggunakan mesin combine harvester. Proses pengambilan keputusan petani dalam menggunakan mesin combine harvester dimulai dari petani mengetahui biaya penggunaan mesin dengan jelas, selanjutnya petani mempertimbangkan manfaat menggunakan mesin combine harvester, kemudian petani merasa proses panen menjadi jauh lebih cepat dengan mesin, petani menggunakan mesin combine harvester dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan waktu panen, dan pada yang terakhir yaitu petani merasa puas dengan hasil penggunaan mesin combine harvester. Hubungan faktor internal dan eksternal petani dengan pengambilan keputusan petani dalam menggunakan mesin combine harvester pada analisis rank spearman hasil menunjukkan bahwa yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan petani adalah usia petani, pendidikan non formal, kemudahan penggunaan mesin dan peran kelompok tani memiliki pengaruh signifikan pada keputusan petani.