Analisis Kelayakan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L) Studi Kasus di Gapoktan Wahana Tani Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo
No Thumbnail Available
Date
2025-02-24
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui karakteristik petani cabai merah di Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo; (2) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani cabai merah; (3) mengetahui kelayakan usahatani cabai merah berdasarakan R/C Ratio, π/C Ratio, Produktivitas Tenaga Kerja dan BEP.
Sampel penelitian 49 orang, secara Proportional Random Sampling dengan rumus Yamane. Kelayakan usahatani menggunakan R/C Ratio, π/C Ratio, Produktivitas Tenaga Kerja, BEP penerimaan, BEP produksi dan BEP harga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik petani cabai merah di Desa Candirejo sebagian besar umur petani, usia produktif, tingkat pendidikan formal lulus SLTP, tanggungan keluarga cukup sedikit 1-3 orang, sudah berpengalaman berusahatani cabai merah 11-20 tahun, luas lahan garapan 0,5 – 1 Ha.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya produksi sebesar Rp 72,695,382.37 /Ha/MT, penerimaan Rp 147,548,696.69 /Ha/MT, pendapatan Rp 84,728,347.87 /Ha/MT dan keuntungan Rp 74,853,314.31/Ha/MT.
Hasil uji kelayakan usahatani cabai merah di Gapoktan Wahana Tani layak diusahakan karena berdasarkan: R/C Ratio 2,03 > dari 1 dan π/C Ratio 1,03 / 103% > suku bunga Bank yang berlaku yaitu 6% ( KUR BRI). BEP Penerimaan (Rp. 17.478.840,5) < penerimaan yang diterima petani (Rp. Rp. 147.548.696,69), BEP Produksi (600,86 Kg) < produksi yang diterima petani (7.377,43 Kg) dan perhitunagn BEP Harga Rp. 9.853,75 /Kg < dari harga yang diterima petani (Rp.20.000 /Kg).