Agribisnis
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Agribisnis by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 189
Results Per Page
Sort Options
- ItemEFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI (Oryza sativa L) JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN KUTOWINANGUN KABUPATEN KEBUMEN(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-12) Pancer Widodo 102310011Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden, 2) biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani dari usahatani padi jajar legowo di desa Pekunden, 3) kelayakan usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden, dan 4) efisiensi alokatif usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Pekunden Kecamatan Kutowinangun karena Desa tersebut merupakan Desa yang memproduksi padi jajar legowo terbesar di Kecamatan Kutowinangun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified propotional random sampling sehingga diperoleh 35 petani sampel. Data dianalisis menggunakan pedoman analisis usahatani dan faktor produksi Cobb Douglas dengan software MS. Excel dan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap padi jajar legowo adalah luas lahan dan pupuk urea. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi jajar legowo adalah benih, tenaga kerja, pupuk SP 36 dan pupuk phonska. Usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden dengan luas lahan 0,55 ha total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 1.951.515,8, penerimaan total sebesar Rp 16.639.000, pendapatan sebesar Rp 115.334.444, keuntungan sebesar Rp 14.687.484 per musim tanam. Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha, diperoleh rata-rata R/C ratio sebesar 8,53 artinya bahwa usahatani di Desa Pekunden menguntungkan karena setiap penggunaan modal sebesar Rp 1,00 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 8,53 sehingga usahatani layak untuk dikembangkan karena nilai R/C ratio >1. Produktivitas modal sebesar 725,62% artinya bahwa usahatani layak di usahakan diterimah, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Karena π/C ratio lebih besar dari pada suku bunga KUR Bank BRI yang berlaku yaitu 0,041% / musim tanam. Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 231.097, artinya usahatani layak diusahakan karena nilai produktivitas tenaga kerja > tingkat upah yang berlaku / HKO di daerah penelitian sebesar Rp 25.000/HKO. Hasil analisis efisiensi alokatif, diketahui luas lahan, pupuk urea, pupuk SP 36, pupuk phonska penggunaannya belum efisien. Benih dan tenaga kerja penggunaannya tidak efisien
- ItemANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP MINYAK KELAPA MEREK BOGAMAS DI KABUPATEN PURWOREJO(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-26) Diah Ratnasari 102310015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang memenuhi sifat ideal menurut konsumen, mengetahui sikap konsumen terhadap atribut minyak kelapa Bogamas dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi minyak kelapa Bogamas. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) di Kabupaten Purworejo dengan mengambil 5 toko. Penentuan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling, dengan jumlah responden 100. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer kemudian dianalisis menggunakan Analisis Model Sikap Angka Ideal, Analisis Regresi Linier Berganda, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang memenuhi sifat ideal menurut konsumen adalah atribut harga. Selisih nilai pada atribut harga yaitu 0,08. Nilai sikap konsumen terhadap minyak kelapa Bogamas adalah 3,42. Nilai tersebut berada pada range sangat baik. Semua atribut pada minyak kelapa Bogamas yaitu harga, warna, manfaat, dan kemasan produk dapat diterima konsumen dengan baik. Model analisis regresi Y = -6,418 + 1,453X1 – 0,418X2 – 0,227X3 + 0,457X4 – 0,068X5 – 0,134X6 + 0,104X7. Hasil uji F diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (11,177 > 2,423). Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi konsumsi minyak Bogamas seperti faktor harga minyak Bogamas, harga minyak kelapa sawit, usia, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pendapatan, pengambil keputusan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi minyak kelapa Bogamas. Hasil uji t pada faktor harga diketahui nilai thitung > ttabel (1,931 > 1,711) dan pada faktor jumlah anggota keluarga nilai thitung > ttabel (5,962 > 2,064). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi minyak kelapa Bogamas adalah harga minyak Bogamas dan jumlah anggota keluarga.
- ItemANALISIS SIKAP KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI PRODUK SUSU KEDELAI ”ABC” DAN SUSU SAPI ”FRISIAN FLAG” DI KABUPATEN PURWOREJO(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-26) Aviyanie Ayu Nugraheni 102310007Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang memenuhi sifat ideal menurut konsumen, mengetahui sikap konsumen terhadap atribut susu kedelai dan susu sapi, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi susu kedelai dan susu sapi. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu Toko Laris Purworejo dan Kutoarjo. Penentuan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling, dengan jumlah responden 120 orang. Dianalisis menggunakan Analisis Model Sikap Angka Ideal, Analisis Regresi Linier Berganda, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang memenuhi sifat ideal menurut konsumen susu kedelai merek ABC adalah rasa dan susu sapi merek FRISIAN FLAG adalah atribut kemasan. Nilai 5,98 untuk susu kedelai dan nilai 16,65 untuk susu sapi tersebut berada pada range sangat baik. Semua atribut pada susu kedelai dan susu sapi yaitu harga, rasa, kemasan, kandungan gizi, dan manfaat dapat diterima konsumen dengan baik. Model analisis regresi susu kedelai merek ABC LN Y = -8139Y + 0,023X1 + 0,018X2 + 0,177X3 + 0,938X4 + 0,101X5 dan Model analisis regresi susu sapi merek LN Y = - 7,729Y+0,045X1+0,009X2+0,113X3+0,915X4+0,022X5. Hasil uji F susu kedelai diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (192,150 > 2,8661) dan hasil uji F susu sapi diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (81,785 > 2,8661).. Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi konsumsi susu kedelai merek ABC dan susu sapi merek FRISIAN FLAG seperti : usia, pendapatan, jumlah anggota keluarga, pengeluaran, pengambil keputusan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi susu. Hasil uji t pada faktor pengeluaran diketahui nilai thitung > ttabel (5,450 > 2,861) dan pada faktor pengambil keputusan nilai thitung > ttabel (2,132 > 0,688). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi susu kedelai merek ABC adalah pengeluaran dan pengambil keputusan. Hasil uji t pada faktor pengeluaran diketahui nilai thitung > ttabel (5,011 > 2,861). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi susu sapi merek FRISIAN FLAG adalah pengeluaran.
- ItemANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK KECAP KENTJANA DAN KECAP ABC DI PASAR TRADISIONAL AMBAL KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-09) ADI SETIYONO 102310023Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Deskripsi konsumen dalam mengkonsumsi kecap Kentjana dan ABC. 2). Atribut kecap Kentjana memenuhi sifat ideal bagi konsumen. 3). Atribut kecap ABC memenuhi sifat ideal bagi konsumen. 4). Sikap konsumen terhadap produk kecap Kentjana dan ABC di pasar tradisional Ambal Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 80 responden dan pelaksanaannya dengan metode survei dengan menggunakan kuisioner. Penelitian dilakukan di pasar tradisional Ambal Kabupaten Kebumen dengan sengaja (purposive sampling). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode (accidental sampling), dengan jumlah responden 80 yang terdiri dari 40 responden kecap Kentjana dan 40 responden kecap ABC. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer kemudian dianalisis menggunakan Analisis Model Sikap Ideal (The Ideal Point Model). Hasil penelitian ini menunjukan mayoritas responden produk kecap Kentjana dan ABC berjenis kelamin perempuan. Mayoritas umur responden produk kecap Kentjana dan ABC 15-64 tahun. Tingkat pendidikan responden produk kecap Kentjana dan ABC adalah SLTP. Jenis pekerjaan responden produk kecap Kentjana dan ABC sebagai petani. Tingkat pekerjaan responden produk kecap Kentjana adalah < Rp 1.500.000 dan tingkat pendapatan responden kecap ABC ≤ Rp 2.500.000. Berdasarkan analisi sikap konsumen terhadap produk kecap Kentjana adalah 0,62 dan terletak pada posisi kurang dari 10,49 dan semua atribut diterima konsumen sangat baik. Analisis sikap konsumen terhadap produk kecap ABC adalah 0,23 dan terletak pada posisi kurang dari 11,34 artinya sikap konsumen terhadap kecap ABC sangat baik dan semua atribut diterima konsumen dengan baik.
- ItemFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADA INDUSTRI MANISAN CARICA (Studi Kasus Pada Anggota Asosiasi Pengusaha Carica di Kabupaten Wonosobo)(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-14) Meiliandani 102310012Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi pada industri manisan carica, 2) biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan industri manisan carica, 3) kelayakan usaha industri manisan carica. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Kabupaten Wonosobo Kabupaten Wonosobo dipilih sebagai lokasi penelitian adalah satu-satunya daerah yang mengembangkan industri manisan carica. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 17 sampel pengusaha dari 20 pengusaha anggota Asosiasi Pengusaha Carica (APC). Sampel ke 17 industri tersebut menggunakan bahan baku buah carica maksimal 6 ton pada bulan Juli 2014 . Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi manisan carica adalah buah carica. Faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi manisan carica adalah gula, air, kapur sirih, asam sitrat, pewarna, Na Benzoat, tenagakerja, dan pengalaman berusaha. Industri manisan carica Di Kabupaten Wonosobo yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Carica (APC) rata-rata biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 38.536.666,42, rata-rata penerimaan sebesar Rp 70.216.000,00, rata-rata pendapatan sebesar Rp 52.490.197,58, rata-rata keuntungan sebesar Rp 31.679.333,58 pada bulan Juli 2014. R/C ratio sebesar 1,8 artinya industri manisan carica di Kabupaten Wonosobo layak untuk diusahakan. Nilai π/C ratio sebesar 82,29% artinya industri manisan carica layak untuk diusahakan karena nilai π/C ratio lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI sebesar 1,083% per bulan. Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 13.582.318,20 artinya industri manisan carica layak diusahakan karena nilai produktivitas tenaga kerja>tingkat Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku/bulan di daerah penelitian sebesar Rp 990.000/bulan.
- ItemPENDAPATAN USAHATANI JERUK SIAM (Citrus nobilis) DENGAN SISTEM TEBASAN DAN NON TEBASAN DESA JRAKAH KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-10) RAHADIAN PRAMANA WISESA 102310021Penelitian ini bertujuan membandingkan besarnya pendapatan usahatani jeruk siam antara sistem penjualan tebasan dan sistem penjualan non tebasan di desa Jrakah, mengetahui faktor yang mempengaruhi besarnya pendapatan petani jeruksiam di desa Jrakah dalam memilih sistem penjualan tebasan maupun non tebasan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan sampel wilayah menggunakan metode purposive dan sampel petani diambil menggunakan simple random sampling sebanyak 37 orang terdiri dari 26 petani jeruk siam tebasan dan 11 petani jeruk siam non tebasan. Pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Aanalisis data mengunakan analisis regresi dan independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan petani jeruk siam yang melakukan sistem penjualan non tebasan Rp. 17.287.432,88 / tahun lebih tinggi daripada sistem penjualan tebasan Rp. 11.847.400,77 tahun. Faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jeruk dalam melakukan penjualan dengan sistem tebasan adalah jumlah pohon, kebutuhan mendesak dan luas lahan. Faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jeruk dalam melakukan penjualan dengan sistem non tebasan adalah jumlah pohon dan luas lahan
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN HOME INDUSTRY GULA KELAPA DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-25) AlfuSudirham 112310005Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses produksi gula kelapa di home industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, (2) mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan di home industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, (3) mengidentifikasi faktot-faktor internal dan eksternal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan home industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, (4) merumuskan alternatif strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan home industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Populasi penelitian adalah semua home industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebuen berjumlah 27 home industry. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, dimana semua populasi dijadikan sampel, hal ini dilakukan karena populasi kurang dari 30 responden. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa: (1) proses produksi gula kelapa menggunakan peralatan yang sederhana, pemasakan nira masih kurang maksimal, karena hanya sampai nira mengental, (2) biaya yang dikeluarkan per produksi adalah Rp 95.451,69,-, rata-rata penerimaan sebesar Rp 131.562,95,- dan keuntungan sebesar Rp 36.111,27,-, (3) faktor internal kekuatan (keuangan, SDM yang terampil, bentuk produk yang seragam, kualitas bahan baku yang bagus dengan pH 5-7, harga produk yang lebih rendah dari produsen lain, faktor internal kelemahan ( peralatan dan teknologi yang digunakan masih sederhana yaitu menggunakan tungku dan kayu bakar, kualitas produk yang rendah, kemasan menggunakan plastik polos ukuran 20 kg), faktor eksternal peluang (jumlah nira selalu tercukupi, adanya permintaan pasar dengan menggunakan kemasan 1 kg, bergambar, bermerek, izin produk dan kode produksi, adanya fasilitas dari dinas Perindustrian dan perdagangan berupa penyuluhan dan pemasaran), faktor eksternal ancaman (perubahan musim, adanya bencana alam dan pesaing), (4) alternatif strategi yang dapat diterapkan adalah memberikan kemasan pada produk, meningkatkan mutu dan kualitas gula kelapa, menambah variasi ukuran
- ItemEFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR FAKTOR PRODUKSI USAHATANI TEMBAKAU RAJANGAN (Nicotiana tabacum L.) DI DESA KETANGI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PURWOREJO(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-27) Yanuar Wibowo 112310022Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, 2) besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, 3) kelayakan usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo dan 4) efisiensi alokatif usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Sampel penelitian berjumlah 39 orang, ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Yamane dengan presisi sebesar 15%. Pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling. Analisis data menggunakan fungsi produksi, biaya produksi, kelayakan dan efisiensi alokatif. Hasil analisis diketahui bahwa faktor produksi yang berpengaruh signifikan (nyata) terhadap produksi tembakau rajangan adalah luas lahan, jumlah bibit, curahan tenaga kerja, jumlah pupuk organik, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk ZA dan pengalaman bertani. Faktor produksi yang tidak berpengaruh signifikan (nyata) terhadap produksi tembakau rajangan adalah jumlah pupuk SP36, jumlah pestisida matador dan jumlah pestisida lannate. Usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo per 1306,41 m 2 membutuhkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 2.291.242,38 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp 5.765.384,62, rata-rata pendapatan sebesar Rp 4.219.500,06 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 3.474.142,23. Nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 96.433,35 lebih besar dari biaya tenaga kerja yang berlaku sehingga layak diusahakan, nilai produktifitas modal ( /C ratio) sebesar 151,63% lebih besar dari suku bunga simpanan (simpedes) sebesar 0,33% sehingga layak diusahakan dan nilai R/C ratio sebesar 2,52 lebih dari 1 sehingga layak diusahakan. Hasil analisis efisiensi alokatif diketahui bahwa variabel luas lahan, jumlah bibit, jumlah pupuk organik, jumlah pupuk ZA, jumlah pupuk SP36, jumlah pestisida matador dan jumlah pestisida lannate sudah efisien sedangkan variabel curahan tenaga kerja tidak efisien dan variabel jumlah pupuk urea belum efisien.
- ItemANALISIS PROFITABILITAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BREAK EVEN POINT PADA INDUSTRI TAHU (Studi Kasus Pada Industri Tahu di Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang)(PROGAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2015-12-17) ELINANINGSIH 112310001Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendiskripsikan proses produksi tahu, 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tahu, 3) Mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dari industri tahu, 4) Mengetahui kelayakan usaha dari industri tahu, 5) Mengetahui nilai titik impas atau break even point dari industri tahu, 6) Mengetahui profitabilitas industri tahu menggunakan analisis titik impas atau break even point, 7) Menganalisis nilai tambah kedelai menjadi tahu. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan sampel sebanyak 29 pengrajin, mengaplikasikan rumus Yamane dengan presisi sebesar 15% dan menggunakan metode simple random sampling dan sensus. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, kelayakan produksi, profitabilitas menggunakan pendekatan break even point dan nilai tambah dengan metode Hayami. Hasil analisis faktor produksi tahu putih dan tahu kulit yang berpengaruh nyata terhadap produksi adalah jumlah kedelai, jumlah air, jumlah solar, jumlah grajen, jumlah minyak, curahan tenaga kerja, pengalaman berusaha, sedangkan jumlah manyon tidak berpengaruh secara signifikan. Rata-rata biaya total produksi tahu perbulan yaitu Rp 119.204.834,10. Rata-rata total penerimaan yaitu sebesar Rp 121.413.105,50 dan keuntungan perbulan Rp 2.208.269,32. Nilai produktivitas tenaga kerja Rp 693.402,97 lebih besar dari upah tenaga kerja, nilai produktivitas modal (ߨ/ܿ ratio) 1,87% lebih besar dari suku bunga simpanan (simpedes), nilai R/C ratio sebesar 1,02 lebih besar dari 1 sehingga industri tahu di Kecamatan Candimulyo layak diusahakan. Nilai titik impas totalitas industri tahu di kecamatan Candimulyo kabupaten Magelang sebesar Rp 103.169.684,20. Nilai BEP penerimaan tahu putih sebesar Rp 47.936.661.68 dan nilai BEP penerimaan tahu kulit yaitu Rp 55.173.072,56. Nilai margin of safety tahu putih sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 19,68, dengan tingkat profitabilitas dari tahu putih sebesar 2,967%. Nilai margin of safety tahu kulit yaitu sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 10,32, tingkat profitabilitas dari tahu kulit sebesar 1,55%. Nilai tambah produksi tahu putih yaitu Rp 3298,12. Nilai tambah untuk produksi tahu kulit sebesar Rp 3.242,59.
- ItemANALISIS USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL LANTING DI KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-10) Iwan Riyanto 12310006Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usaha industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo, 2) Mengetahui faktor internal dan eksternal apa saja yang menghambat dan mendukung berkembangnya industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo, 3) Mengetahui alternatif strategi pengembangan industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo. Metode analisis data yang digunakan yaitu, analisis usaha untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha dan analisis SWOT untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembangnya industri kecil lanting serta alternatif strategi yang dapat digunakan. Hasil analisis penelitian ini diketahui rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 18.367.240,95, penerimaan sebesar Rp 20.854.519,75, keuntungan sebesar Rp 2.487.277,80 serta kelayakan usaha yaitu dengan nilai R/C ratio 1,14. Hasil analisis faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar adalah adanya loyalitas antara pedagang dengan industri lanting dan kelemahan terbesar pada tenaga kerja sampingan. Faktor eksternal yang menjadi peluang terbesar adalah penggunaan teknologi produksi lanting yang tepat guna dan menjadi ancaman terbesar kurangnya tenaga kerja penguntelan. Alternatif strategi yang diperoleh meliputi: memanfaatkan secara maksimal potensi pasar yang ada untuk meningkatkan volume produksi lanting, meningkatkan penggunaan teknologi produksi yang lebih efisien, mempertahankan loyalitas pelanggan dengan meningkatkan kualitas produk lanting, mengoptimalkan kegiatan produksi lanting menjelang perubahan musim dari musim kemarau ke musim hujan, menambah inovasi variasi produk (rasa, bentuk dan kemasan) dan informasi produk, menetapkan standar kualitas lanting sesuai SNI untuk menjamin mutu, Memanfatkan teknologi produksi tepat guna, mengoptimalkan kegiatan kelompok industri lanting
- ItemMANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-23) IRIN RAHMADIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui profil industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 2) Mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku pada industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 3) Mengetahui reorder point, frekuensi, dan total biaya persediaan bahan baku bila industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo menerapkan kebijakan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku. 4) Perbandingan antara total biaya persedian menggunakan kebijakan industri dengan kebijakan menggunakan metode EOQ. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 3 industri minyak atsiri di Kabupaten Purworejo.Metode analisis yang digunakan adalahmetode deskriptif, dan metode EOQ. Hasil penelitian Industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo belum atau tidak mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku. Besarnya titik pemesanan kembali (ROP) T industri 2 hari T* 7 hari. Kuantitas pemesanan menurut industri sebesar 988,03 kg, menurut metode EOQ sebesar 4.316,10 kg. Frekuensi pemesanan menurut industri sebanyak 103 kali dan berdasaran metode EOQ sebanyak 24 kali. Total biaya persediaan berdasarkan perhitungan industri sebesar Rp. 34.847.196,56 dan berdaarkan metode EOQ sebesar Rp.15.159.924,61. Teknik pengendalian persediaan bahan baku lebih optimal dengan menggunakan metode EOQ karena dengan menggunakan metode ini industri dapat menghemat biaya sebesar Rp. 19.687.271,95
- ItemKONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KERAJINAN KESET SABUT KELAPA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-07) Slamet Saeful 112310017Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) proses pembuatan keset, 2) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usaha kerajinan keset, 3) besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha kerajinan keset, 4) kontribusi pendapatan usaha kerajinan keset terhadapa pendapatan keluaraga petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang yang didapat dengan menggunakan rumus Yamane dan metode proposional sampling, pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling.. Hasil analisis diketahui bahwa faktor produksi yang terdiri dari sabut panjang, sabut pendek, tambang, ijuk, jam kerja orang, usia dan pengalaman berproduksi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usaha kerajinan keset. Faktor produksi yang secara individu berpengaruh signifikan terhadap produksi usaha kerajinan keset adalah sabut panjang, sabut pendek, tambang, jko, dan pengalaman sedangkan faktor produksi yang tidak signifikan secara individu adalah usia. Hasil analisis kontribusi rata-rata pendapatan usaha kerajinan keset terhadap pendapatan petani di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen terhadapa total pendapatan petani dikategorikan rendah dengan persentase (28,01%).
- ItemANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MANISAN CARICA DI CV. YUASA FOOD BERKAH MAKMUR KABUPATEN WONOSOBO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-06-16) Triyana Purnayudha 122310022Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kriteria bahan baku yang digunakan di CV. Yuasa Food Berkah Makmur dalam proses produksi. (2). mengetahui prosedur pemesanan, biaya pemesanan bahan baku di CV. Yuasa Food Berkah Makmur.(3) mengetahui prosedur persediaan, biaya persediaan bahan baku yang ada di CV. Yuasa Food Berkah Makmur. (4) mengetahui prosedur penyimpanan, biaya penyimpanan bahan baku di CV. Yuasa Food Berkah Makmur.(5) mengetahui prosedur pemakaian, jumlah pemakaian bahan baku di CV. Yuasa Food Berkah Makmur. (6) mengetahui perbedaan antara Total Inventory Cost menurut metode Economic Order Quantity dengan Total Inventory Cost menurut metode konvensional perusahaan. Populasi dalam penelitian kali ini adalah semua data keuangan tentang pemakaian bahan baku pada CV. Yuasa Food Berkah Makmur selama kurun waktu dua tahun, yaitu dari tahun 2014 sampai tahun 2015. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan yaitu, Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point dan uji Signifikansi (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total persediaan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity lebih kecil dibandingkan dengan biaya total persediaan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan bila menggunakan metode konvensional. Dengan menggunakan metode EOQ perusahaan mampu melakukan penghematan sebesar Rp. 33.590.274, 08 selama dua tahun (2014 – 2015). Berdasarkan uji t juga diketahui bahwa nilai thitung > ttabel. Hal ini berarti metode EOQ feasible untuk dilaksanakan pada CV. Yuasa Food Berkah Makmur
- ItemSTUDI KOMPARATIF USAHATANI KACANG TANAH LAHAN SAWAH DAN LAHAN PASIR DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-12) Wiwit Riyantina 122310008Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) perbedaan biaya dan produksi usahatani kacang tanah lahan sawah dan lahan pasir Kabupaten Purworejo (2) perbedaan pendapatan usahatani kacang tanah di lahan sawah dan lahan pasir di Kabupaten Purworejo (3) perbedaan keuntungan usahatani kacang tanah lahan sawah dan lahan pasir di Kabupaten Purworejo (4) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani kacang tanah lahan sawah Kabupaten Purworejo (5) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani kacang tanah lahan pasir Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah Kecamatan Bayan mewakili lahan sawah dan Kecamatan Grabag mewakili lahan pasir. Sampel daerah penelitian di kecamatan Bayan dipilih desa Pekutan. Sampel daerah penelitian di kecamatanGrabag dipilih desa Pasaranom. Populasi petani kacang tanah di Desa Pekutan Kecamatan Bayan adalah 132 petani. Sampel penelitian lahan sawah adalah 34 petani. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Yamane dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan tekhnik proportionate random sampling. Populasi petani kacang tanah di Desa Pasaranom Kecamatan Bayan adalah 30 petani. Sampel penelitian lahan sawah adalah 30 petani. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, program SPSS versi 16. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji beda dua buah sampel yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak terdapat perbedaan biaya antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan biaya usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = 0,288 pada taraf signifikansi 0,744 (P>0,05), tidak terdapat perbedaan produksi usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,482 pada taraf signifikansi 0,144 (P>0,05) (2) tidak terdapat perbedaan pendapatan antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,417 pada taraf signifikansi 0,162 (P>0,05) (3) tidak terdapat perbedaan keuntungan antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,944 pada taraf signifikansi 0,057 (P>0,05) (4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah lahan sawah adalah luas lahan, tenga kerja dalam keluarga dan benih (5) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah lahan pasir adalah luas lahan, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, benih, pestisida confidor, dan pestisida sevin.
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KEMUKUS DI DESA BANYUASIN KEMBARAN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-15) Mukhamad Johan Aris 122310013Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) faktor internal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran; (2) faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih yaitu desa Banyuasin Kembaran. Populasi petani kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu 2 orang informan kunci dan 22 informan pendukung. Penentuan jumlah sampel informan kunci berdasarkan purposive sampling dan informan pendukung purposive sampling dan snowball sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Kekuatan berupa: (1) tanaman mudah dibudidayakan; (2) produk tahan lama; (3) tanaman dapat hidup lama; (4) perawatan tanaman mudah; dan (5) biaya budidaya rendah. Kelemahan yaitu: (1) kualitas SDM rendah; (2) siklus produksi tahunan; (3) rendahnya minat budidaya kemukus; (4) kondisi tanaman kurang diperhatikan; dan (5) belum memakai teknik budidaya yang efisien. Peluang berupa: (1) saluran pemasaran pendek; (2) harga relatif stabil; (3) berpotensi untuk kesehatan; (4) pangsa pasar luas; dan (5) kebutuhan kemukus dalam negeri relatif tinggi, sedangkan ancaman yaitu: (1) serangan penyakit; (2) kurangnya penyuluhan; (3) kurangnya peran dari lembaga-lembaga pemerintah seperti Dinas Pertanian atau Perkebunan; (4) perubahan musim kurang stabil; dan (5) beralih ke komoditas lain. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu membentuk kelompok tani khusus kemukus dengan jumlah skor yang diperoleh sebanyak 5,4
- ItemANALISIS PENGARUH EKUITAS MEREK, PROMOSI PENJUALAN DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GETUK MAREM DI KOTA MAGELANG(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-15) Mei Lestari 112310002Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses produksi Getuk Marem di Kota Magelang,2) Sistem distribusi Getuk Marem di Kota Magelang, 3)pengaruh brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, perceived quality, promosi dan harga secara parsial terhadap keputusan pembelian pada produk Getuk Marem di Kota Magelang,4) Pengaruh brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, perceived quality, promosi penjualan, dan harga secara simultan terhadap keputusan pembelian pada produk Getuk Marem di Kota Magelang. Sampel penelitian berjumlah 100 orang, ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Lemeshow dengan presisi sebesar 0,10. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan Uji kuantitatif, Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Hipotesis, Uji Penyimpangan Asumsi Klasik dan Adjusted R². Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa Variabel brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, persepsi kualitas, harga dan promosi penjualan dan frekuensi pembelian yaitu promosi secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa secara parsial atau individu, variabel brand awareness, brand assosiation, brand loyalty , persepsi kualitas, harga dan frekuensi pembelian berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel promosi penjualan tidak berpengaruh.
- ItemSTUDI KOMPARATIF USAHATANI KEDELAI KUNING DAN KEDELAI HITAM DI KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-15) Isnaeni Noviana Dewi 122310023Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika (2) biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika (3) perbedaan biaya, produksi, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel daerah berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah Desa Pituruh dan Desa Prapag Kidul. Sampel penelitian kedelai kuning adalah 41 petani menggunakan snowball sampling. Sampel penelitian kedelai hitam adalah 30 petani menggunakan metode sensus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, program SPSS16. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji beda (t-test). Hasil penelitian menunjukkan (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai kuning adalah pupuk organik dan luas lahan. Faktor- faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai hitam adalah luas lahan. (2) Rata-rata biaya usahatani kedelai kuning Rp 2.037.108,00; penerimaan usahatani kedelai kuning Rp 3.861.922,00; pendapatan usahatani kedelai kuning Rp 2.878.215,91; dan keuntungan usahatani kedelai kuning Rp 1.781.258,00. Rata- rata biaya usahatani kedelai hitam Rp 576.932,30; penerimaan usahatani kedelai hitam Rp 1.970.266,67; pendapatan usahatani kedelai hitam Rp1.566.062,26; dan keuntungan usahatani kedelai hitam Rp 1.393.334,00. (3) Terdapat perbedaan signifikan biaya usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=6,279>1,994 (P<0,05); terdapat perbedaan signifikan tingkat produksi usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=3,184>1,994 (P<0,05); terdapat perbedaan yang signifikan pendapatan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=2,158>1,994 (P<0,05); dan tidak terdapat perbedaan signifikansi keuntungan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam thitung=0,735 pada taraf signifikansi 0,465 (P>0,05).
- ItemPEMASARAN KERAJINAN BESEK DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-16) Endang Retnowati 112310032Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) saluran pemasaran besek kecamatan Bener, (2) biaya, marjin dan share pemasaran besek kecamatan Bener. (3) bagian harga yang diterima oleh masing-masing lembaga pemasaran. (4) pemasaran besek kecamatan Bener apakah sudah efisien. Pegambilan lokasi penelitian dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel pengrajin besek secara purposive sampling. Pengambilan sampel pedagang secara snowball sampling. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat tiga saluran pemasaran besek di kecamatan Bener yaitu Pola 1 (Pengrajin – Konsumen), Pola II (Pengrajin – Pedagang Pengecer – Komsumen), Pola III (Pengrajin- Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – konsumen). Total biaya pemasaran pola I (Rp 0,-), pola II (Rp 48.70,-) dan, pola III (67.2,-). Total marjin pemasaran pola I (Rp 0,-), II (Rp 200,-) dan pola III (Rp 250,-). Bagian harga masing- masing yang diterima pengrajin pola I sampai pola III adalah 100 %, 71,43 %, 58,82 %. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemasaran kerajinan besek di kabupaten Purworejo pada pola pemasaran I yaitu 0 %, pola pemasaran II 6.9571 % dan pola pemasaran III 7.5294 % masuk dalam kategori efisien dikarenakan angka yang dicapai berada pada range 0 – 33 % yang merupakan batas efisiensi pemasaran suatu produk.
- Itemi ANALISIS PENYERAPAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA INDUSTRI PENGOLAHAN MANISAN CARICA DI KABUPATEN WONOSOBO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-18) Annisa Nur Septiani 122310004Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) profil industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo, (2) penyerapan tenagakerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo, (3) produktivitas tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo dan (4) pengaruh upah tenaga kerja, modal kerja, biaya bahan baku dan produksi manisan carica terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan teknik survei. Penelitian di lakukan pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan dengan sengaja (Purposive Sampling) dan pengambilan sampel industri pengolahan manisan carica dilakukan dengan sampel jenuh. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis penyerapan tenaga kerja menggunakan statistik pendugaan mean sampel besar dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja menggunakan SPSS 16.0, pengujian model dilakukan dengan uji signifikan simultan (uji statistik F) dan uji signifikan parameter individual (uji statistik t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo tidak dapat menyerap tenaga kerja ≥5 orang. Produktivitas tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo adalah tinggi. Variabel modal kerja, biaya bahan baku dan produksi manisan carica berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo, sedangkan upah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN BIJI JENITRI DI CV AKAR BALA AGRA KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-18) Ainur Rizki Kurniawati 122310010Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (2) mengetahui alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (3) mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Faktor internal kekuatan: tenaga kerja yang disiplin, produk tahan lama, pendidikan karyawan cukup tinggi, kualitas biji jenitri baik dan pemanfaatan teknologi internet sebagai media promosi. Faktor internal kelemahan: CV Akar Bala Agra hanya sebagai pedagang, belum adanya tenaga ahli tentang biji jenitri, produk masih belum banyak dikenal, belum terjalin hubungan melembaga dengan pemasok dan konsumen, serta tidak adanya stabilitas dan standarisasi harga. Faktor eksternal peluang: pangsa pasar luas, perkembangan teknologi meningkat, bermanfaat untuk kesehatan, memiliki nilai agamis tinggi, serta memiliki hubungan baik dengan konsumen. Faktor eksternal ancaman: jumlah pemasok belum pasti, kelangkaan bahan baku, kurangnya peran pemerintah, kekuatan tawar menawar antara pemasok dan pembeli serta munculnya pesaing baru. Alternatif strategi pengembangan yang diperoleh yaitu: (1) melakukan inovasi pengembangan kerajinan biji jenitri untuk menghadapi persaingan, (2) pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok dan pembentukan paguyuban pengusaha jenitri, serta (3) meningkatkan kegiatan promosi produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra adalah pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok serta pembentukan paguyuban pengusaha kerajinan biji jenitri dengan total sekor 6,56