Agribisnis
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Agribisnis by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 166
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS PROFITABILITAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BREAK EVEN POINT PADA INDUSTRI TAHU (Studi Kasus Pada Industri Tahu di Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang)(PROGAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2015-12-17) ELINANINGSIH 112310001Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendiskripsikan proses produksi tahu, 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tahu, 3) Mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dari industri tahu, 4) Mengetahui kelayakan usaha dari industri tahu, 5) Mengetahui nilai titik impas atau break even point dari industri tahu, 6) Mengetahui profitabilitas industri tahu menggunakan analisis titik impas atau break even point, 7) Menganalisis nilai tambah kedelai menjadi tahu. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan sampel sebanyak 29 pengrajin, mengaplikasikan rumus Yamane dengan presisi sebesar 15% dan menggunakan metode simple random sampling dan sensus. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, kelayakan produksi, profitabilitas menggunakan pendekatan break even point dan nilai tambah dengan metode Hayami. Hasil analisis faktor produksi tahu putih dan tahu kulit yang berpengaruh nyata terhadap produksi adalah jumlah kedelai, jumlah air, jumlah solar, jumlah grajen, jumlah minyak, curahan tenaga kerja, pengalaman berusaha, sedangkan jumlah manyon tidak berpengaruh secara signifikan. Rata-rata biaya total produksi tahu perbulan yaitu Rp 119.204.834,10. Rata-rata total penerimaan yaitu sebesar Rp 121.413.105,50 dan keuntungan perbulan Rp 2.208.269,32. Nilai produktivitas tenaga kerja Rp 693.402,97 lebih besar dari upah tenaga kerja, nilai produktivitas modal (ߨ/ܿ ratio) 1,87% lebih besar dari suku bunga simpanan (simpedes), nilai R/C ratio sebesar 1,02 lebih besar dari 1 sehingga industri tahu di Kecamatan Candimulyo layak diusahakan. Nilai titik impas totalitas industri tahu di kecamatan Candimulyo kabupaten Magelang sebesar Rp 103.169.684,20. Nilai BEP penerimaan tahu putih sebesar Rp 47.936.661.68 dan nilai BEP penerimaan tahu kulit yaitu Rp 55.173.072,56. Nilai margin of safety tahu putih sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 19,68, dengan tingkat profitabilitas dari tahu putih sebesar 2,967%. Nilai margin of safety tahu kulit yaitu sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 10,32, tingkat profitabilitas dari tahu kulit sebesar 1,55%. Nilai tambah produksi tahu putih yaitu Rp 3298,12. Nilai tambah untuk produksi tahu kulit sebesar Rp 3.242,59.
- ItemANALISIS USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL LANTING DI KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-10) Iwan Riyanto 12310006Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usaha industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo, 2) Mengetahui faktor internal dan eksternal apa saja yang menghambat dan mendukung berkembangnya industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo, 3) Mengetahui alternatif strategi pengembangan industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo. Metode analisis data yang digunakan yaitu, analisis usaha untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha dan analisis SWOT untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembangnya industri kecil lanting serta alternatif strategi yang dapat digunakan. Hasil analisis penelitian ini diketahui rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 18.367.240,95, penerimaan sebesar Rp 20.854.519,75, keuntungan sebesar Rp 2.487.277,80 serta kelayakan usaha yaitu dengan nilai R/C ratio 1,14. Hasil analisis faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar adalah adanya loyalitas antara pedagang dengan industri lanting dan kelemahan terbesar pada tenaga kerja sampingan. Faktor eksternal yang menjadi peluang terbesar adalah penggunaan teknologi produksi lanting yang tepat guna dan menjadi ancaman terbesar kurangnya tenaga kerja penguntelan. Alternatif strategi yang diperoleh meliputi: memanfaatkan secara maksimal potensi pasar yang ada untuk meningkatkan volume produksi lanting, meningkatkan penggunaan teknologi produksi yang lebih efisien, mempertahankan loyalitas pelanggan dengan meningkatkan kualitas produk lanting, mengoptimalkan kegiatan produksi lanting menjelang perubahan musim dari musim kemarau ke musim hujan, menambah inovasi variasi produk (rasa, bentuk dan kemasan) dan informasi produk, menetapkan standar kualitas lanting sesuai SNI untuk menjamin mutu, Memanfatkan teknologi produksi tepat guna, mengoptimalkan kegiatan kelompok industri lanting
- ItemMANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-23) IRIN RAHMADIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui profil industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 2) Mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku pada industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 3) Mengetahui reorder point, frekuensi, dan total biaya persediaan bahan baku bila industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo menerapkan kebijakan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku. 4) Perbandingan antara total biaya persedian menggunakan kebijakan industri dengan kebijakan menggunakan metode EOQ. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 3 industri minyak atsiri di Kabupaten Purworejo.Metode analisis yang digunakan adalahmetode deskriptif, dan metode EOQ. Hasil penelitian Industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo belum atau tidak mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku. Besarnya titik pemesanan kembali (ROP) T industri 2 hari T* 7 hari. Kuantitas pemesanan menurut industri sebesar 988,03 kg, menurut metode EOQ sebesar 4.316,10 kg. Frekuensi pemesanan menurut industri sebanyak 103 kali dan berdasaran metode EOQ sebanyak 24 kali. Total biaya persediaan berdasarkan perhitungan industri sebesar Rp. 34.847.196,56 dan berdaarkan metode EOQ sebesar Rp.15.159.924,61. Teknik pengendalian persediaan bahan baku lebih optimal dengan menggunakan metode EOQ karena dengan menggunakan metode ini industri dapat menghemat biaya sebesar Rp. 19.687.271,95
- ItemKONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KERAJINAN KESET SABUT KELAPA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-07) Slamet Saeful 112310017Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) proses pembuatan keset, 2) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usaha kerajinan keset, 3) besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha kerajinan keset, 4) kontribusi pendapatan usaha kerajinan keset terhadapa pendapatan keluaraga petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang yang didapat dengan menggunakan rumus Yamane dan metode proposional sampling, pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling.. Hasil analisis diketahui bahwa faktor produksi yang terdiri dari sabut panjang, sabut pendek, tambang, ijuk, jam kerja orang, usia dan pengalaman berproduksi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usaha kerajinan keset. Faktor produksi yang secara individu berpengaruh signifikan terhadap produksi usaha kerajinan keset adalah sabut panjang, sabut pendek, tambang, jko, dan pengalaman sedangkan faktor produksi yang tidak signifikan secara individu adalah usia. Hasil analisis kontribusi rata-rata pendapatan usaha kerajinan keset terhadap pendapatan petani di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen terhadapa total pendapatan petani dikategorikan rendah dengan persentase (28,01%).
- ItemANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MANISAN CARICA DI CV. YUASA FOOD BERKAH MAKMUR KABUPATEN WONOSOBO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-06-16) Triyana Purnayudha 122310022Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kriteria bahan baku yang digunakan di CV. Yuasa Food Berkah Makmur dalam proses produksi. (2). mengetahui prosedur pemesanan, biaya pemesanan bahan baku di CV. Yuasa Food Berkah Makmur.(3) mengetahui prosedur persediaan, biaya persediaan bahan baku yang ada di CV. Yuasa Food Berkah Makmur. (4) mengetahui prosedur penyimpanan, biaya penyimpanan bahan baku di CV. Yuasa Food Berkah Makmur.(5) mengetahui prosedur pemakaian, jumlah pemakaian bahan baku di CV. Yuasa Food Berkah Makmur. (6) mengetahui perbedaan antara Total Inventory Cost menurut metode Economic Order Quantity dengan Total Inventory Cost menurut metode konvensional perusahaan. Populasi dalam penelitian kali ini adalah semua data keuangan tentang pemakaian bahan baku pada CV. Yuasa Food Berkah Makmur selama kurun waktu dua tahun, yaitu dari tahun 2014 sampai tahun 2015. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan yaitu, Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point dan uji Signifikansi (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total persediaan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity lebih kecil dibandingkan dengan biaya total persediaan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan bila menggunakan metode konvensional. Dengan menggunakan metode EOQ perusahaan mampu melakukan penghematan sebesar Rp. 33.590.274, 08 selama dua tahun (2014 – 2015). Berdasarkan uji t juga diketahui bahwa nilai thitung > ttabel. Hal ini berarti metode EOQ feasible untuk dilaksanakan pada CV. Yuasa Food Berkah Makmur
- ItemSTUDI KOMPARATIF USAHATANI KACANG TANAH LAHAN SAWAH DAN LAHAN PASIR DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-12) Wiwit Riyantina 122310008Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) perbedaan biaya dan produksi usahatani kacang tanah lahan sawah dan lahan pasir Kabupaten Purworejo (2) perbedaan pendapatan usahatani kacang tanah di lahan sawah dan lahan pasir di Kabupaten Purworejo (3) perbedaan keuntungan usahatani kacang tanah lahan sawah dan lahan pasir di Kabupaten Purworejo (4) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani kacang tanah lahan sawah Kabupaten Purworejo (5) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani kacang tanah lahan pasir Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah Kecamatan Bayan mewakili lahan sawah dan Kecamatan Grabag mewakili lahan pasir. Sampel daerah penelitian di kecamatan Bayan dipilih desa Pekutan. Sampel daerah penelitian di kecamatanGrabag dipilih desa Pasaranom. Populasi petani kacang tanah di Desa Pekutan Kecamatan Bayan adalah 132 petani. Sampel penelitian lahan sawah adalah 34 petani. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Yamane dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan tekhnik proportionate random sampling. Populasi petani kacang tanah di Desa Pasaranom Kecamatan Bayan adalah 30 petani. Sampel penelitian lahan sawah adalah 30 petani. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, program SPSS versi 16. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji beda dua buah sampel yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak terdapat perbedaan biaya antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan biaya usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = 0,288 pada taraf signifikansi 0,744 (P>0,05), tidak terdapat perbedaan produksi usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,482 pada taraf signifikansi 0,144 (P>0,05) (2) tidak terdapat perbedaan pendapatan antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,417 pada taraf signifikansi 0,162 (P>0,05) (3) tidak terdapat perbedaan keuntungan antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,944 pada taraf signifikansi 0,057 (P>0,05) (4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah lahan sawah adalah luas lahan, tenga kerja dalam keluarga dan benih (5) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah lahan pasir adalah luas lahan, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, benih, pestisida confidor, dan pestisida sevin.
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KEMUKUS DI DESA BANYUASIN KEMBARAN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-15) Mukhamad Johan Aris 122310013Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) faktor internal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran; (2) faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih yaitu desa Banyuasin Kembaran. Populasi petani kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu 2 orang informan kunci dan 22 informan pendukung. Penentuan jumlah sampel informan kunci berdasarkan purposive sampling dan informan pendukung purposive sampling dan snowball sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Kekuatan berupa: (1) tanaman mudah dibudidayakan; (2) produk tahan lama; (3) tanaman dapat hidup lama; (4) perawatan tanaman mudah; dan (5) biaya budidaya rendah. Kelemahan yaitu: (1) kualitas SDM rendah; (2) siklus produksi tahunan; (3) rendahnya minat budidaya kemukus; (4) kondisi tanaman kurang diperhatikan; dan (5) belum memakai teknik budidaya yang efisien. Peluang berupa: (1) saluran pemasaran pendek; (2) harga relatif stabil; (3) berpotensi untuk kesehatan; (4) pangsa pasar luas; dan (5) kebutuhan kemukus dalam negeri relatif tinggi, sedangkan ancaman yaitu: (1) serangan penyakit; (2) kurangnya penyuluhan; (3) kurangnya peran dari lembaga-lembaga pemerintah seperti Dinas Pertanian atau Perkebunan; (4) perubahan musim kurang stabil; dan (5) beralih ke komoditas lain. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu membentuk kelompok tani khusus kemukus dengan jumlah skor yang diperoleh sebanyak 5,4
- ItemANALISIS PENGARUH EKUITAS MEREK, PROMOSI PENJUALAN DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GETUK MAREM DI KOTA MAGELANG(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-15) Mei Lestari 112310002Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses produksi Getuk Marem di Kota Magelang,2) Sistem distribusi Getuk Marem di Kota Magelang, 3)pengaruh brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, perceived quality, promosi dan harga secara parsial terhadap keputusan pembelian pada produk Getuk Marem di Kota Magelang,4) Pengaruh brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, perceived quality, promosi penjualan, dan harga secara simultan terhadap keputusan pembelian pada produk Getuk Marem di Kota Magelang. Sampel penelitian berjumlah 100 orang, ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Lemeshow dengan presisi sebesar 0,10. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan Uji kuantitatif, Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Hipotesis, Uji Penyimpangan Asumsi Klasik dan Adjusted R². Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa Variabel brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, persepsi kualitas, harga dan promosi penjualan dan frekuensi pembelian yaitu promosi secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa secara parsial atau individu, variabel brand awareness, brand assosiation, brand loyalty , persepsi kualitas, harga dan frekuensi pembelian berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel promosi penjualan tidak berpengaruh.
- ItemSTUDI KOMPARATIF USAHATANI KEDELAI KUNING DAN KEDELAI HITAM DI KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-15) Isnaeni Noviana Dewi 122310023Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika (2) biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika (3) perbedaan biaya, produksi, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel daerah berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah Desa Pituruh dan Desa Prapag Kidul. Sampel penelitian kedelai kuning adalah 41 petani menggunakan snowball sampling. Sampel penelitian kedelai hitam adalah 30 petani menggunakan metode sensus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, program SPSS16. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji beda (t-test). Hasil penelitian menunjukkan (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai kuning adalah pupuk organik dan luas lahan. Faktor- faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai hitam adalah luas lahan. (2) Rata-rata biaya usahatani kedelai kuning Rp 2.037.108,00; penerimaan usahatani kedelai kuning Rp 3.861.922,00; pendapatan usahatani kedelai kuning Rp 2.878.215,91; dan keuntungan usahatani kedelai kuning Rp 1.781.258,00. Rata- rata biaya usahatani kedelai hitam Rp 576.932,30; penerimaan usahatani kedelai hitam Rp 1.970.266,67; pendapatan usahatani kedelai hitam Rp1.566.062,26; dan keuntungan usahatani kedelai hitam Rp 1.393.334,00. (3) Terdapat perbedaan signifikan biaya usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=6,279>1,994 (P<0,05); terdapat perbedaan signifikan tingkat produksi usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=3,184>1,994 (P<0,05); terdapat perbedaan yang signifikan pendapatan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=2,158>1,994 (P<0,05); dan tidak terdapat perbedaan signifikansi keuntungan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam thitung=0,735 pada taraf signifikansi 0,465 (P>0,05).
- ItemPEMASARAN KERAJINAN BESEK DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-16) Endang Retnowati 112310032Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) saluran pemasaran besek kecamatan Bener, (2) biaya, marjin dan share pemasaran besek kecamatan Bener. (3) bagian harga yang diterima oleh masing-masing lembaga pemasaran. (4) pemasaran besek kecamatan Bener apakah sudah efisien. Pegambilan lokasi penelitian dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel pengrajin besek secara purposive sampling. Pengambilan sampel pedagang secara snowball sampling. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat tiga saluran pemasaran besek di kecamatan Bener yaitu Pola 1 (Pengrajin – Konsumen), Pola II (Pengrajin – Pedagang Pengecer – Komsumen), Pola III (Pengrajin- Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – konsumen). Total biaya pemasaran pola I (Rp 0,-), pola II (Rp 48.70,-) dan, pola III (67.2,-). Total marjin pemasaran pola I (Rp 0,-), II (Rp 200,-) dan pola III (Rp 250,-). Bagian harga masing- masing yang diterima pengrajin pola I sampai pola III adalah 100 %, 71,43 %, 58,82 %. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemasaran kerajinan besek di kabupaten Purworejo pada pola pemasaran I yaitu 0 %, pola pemasaran II 6.9571 % dan pola pemasaran III 7.5294 % masuk dalam kategori efisien dikarenakan angka yang dicapai berada pada range 0 – 33 % yang merupakan batas efisiensi pemasaran suatu produk.
- Itemi ANALISIS PENYERAPAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA INDUSTRI PENGOLAHAN MANISAN CARICA DI KABUPATEN WONOSOBO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-18) Annisa Nur Septiani 122310004Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) profil industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo, (2) penyerapan tenagakerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo, (3) produktivitas tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo dan (4) pengaruh upah tenaga kerja, modal kerja, biaya bahan baku dan produksi manisan carica terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan teknik survei. Penelitian di lakukan pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan dengan sengaja (Purposive Sampling) dan pengambilan sampel industri pengolahan manisan carica dilakukan dengan sampel jenuh. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis penyerapan tenaga kerja menggunakan statistik pendugaan mean sampel besar dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja menggunakan SPSS 16.0, pengujian model dilakukan dengan uji signifikan simultan (uji statistik F) dan uji signifikan parameter individual (uji statistik t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo tidak dapat menyerap tenaga kerja ≥5 orang. Produktivitas tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo adalah tinggi. Variabel modal kerja, biaya bahan baku dan produksi manisan carica berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo, sedangkan upah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN BIJI JENITRI DI CV AKAR BALA AGRA KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-18) Ainur Rizki Kurniawati 122310010Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (2) mengetahui alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (3) mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Faktor internal kekuatan: tenaga kerja yang disiplin, produk tahan lama, pendidikan karyawan cukup tinggi, kualitas biji jenitri baik dan pemanfaatan teknologi internet sebagai media promosi. Faktor internal kelemahan: CV Akar Bala Agra hanya sebagai pedagang, belum adanya tenaga ahli tentang biji jenitri, produk masih belum banyak dikenal, belum terjalin hubungan melembaga dengan pemasok dan konsumen, serta tidak adanya stabilitas dan standarisasi harga. Faktor eksternal peluang: pangsa pasar luas, perkembangan teknologi meningkat, bermanfaat untuk kesehatan, memiliki nilai agamis tinggi, serta memiliki hubungan baik dengan konsumen. Faktor eksternal ancaman: jumlah pemasok belum pasti, kelangkaan bahan baku, kurangnya peran pemerintah, kekuatan tawar menawar antara pemasok dan pembeli serta munculnya pesaing baru. Alternatif strategi pengembangan yang diperoleh yaitu: (1) melakukan inovasi pengembangan kerajinan biji jenitri untuk menghadapi persaingan, (2) pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok dan pembentukan paguyuban pengusaha jenitri, serta (3) meningkatkan kegiatan promosi produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra adalah pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok serta pembentukan paguyuban pengusaha kerajinan biji jenitri dengan total sekor 6,56
- ItemSTRUKTUR PASAR DAN ANALISIS USAHA INDUSTRI TEMPE SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-19) Siti Muslimatun 122310016Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui struktur pasar tempe, (2) menganalisis besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan, (3) mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi produksi tempe di kabupaten Purworejo. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan sampel sebanyak 47 produsen, menggunakan metode purposive sampling dan teknik sampling jenuh. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pasar pada industri rumah tangga tempe di kabupaten Purworejo cenderung masuk dalam bentuk pasar persaingan sempurna. Rata-rata total biaya yang dikeluarkan oleh industri rumah tangga tempe selama bulan Maret 2016 sejumlah Rp 4.129.798,94; biaya variabel Rp 4.030.618,73 dan biaya tetap Rp 99.180,21. Rata-rata penerimaan yang diperoleh produsen yaitu sebesar Rp 4.273.754,25dan keuntungan yang diterima produsen hanya sebesar Rp 143.955,31. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa 6 variabel yang secara individu berpengaruh terhadap produksi tempe persegi empat kecil yaitu variabel kedelai (X1), variabel ragi tempe (X2), variabel daun pisang (X3), variabel tali (X4), variabel kertas (X5), dan variabel air (X7). Variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi tempe persegi empat kecil yaitu variabel kayu bakar (X6), dan variabel tenaga kerja (X8).
- ItemSTUDI KOMPARATIF TEMPE MENGGUNAKAN KEMASAN PLASTIK DAN KEMASAN DAUN PISANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA TEMPE DI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-19) Ridha Wulan Dwi Lestari 122310015Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis dan membandingkan biaya, industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang (2) Menganalisis dan membandingkan pendapatan industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang di dan (3) Menganalisis dan membandingkan keuntungan industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang. Pengambilan jumlah sampel penelitian ditentukan berdasarkan jumlah sampel jika besar populasi tidak diketahui. Lokasi yang dipilih adalah Kecamatan Pituruh, Kecamatan Ngombol, Kecamatan Buruh, Kecamatan Kutoarjo mewakili kemasan plastik dan daun pisang. Populasi industri rumah tangga tempe yaitu 43 kemasan plastik dan 43 kemasan daun pisang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Snowball sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, program SPSS versi 16. Analisis data uji beda dua buah sampel yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan (1) terdapat perbedaan biaya industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan daun pisang dengan thitung = 2.345 pada taraf signifikansi 10% nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung> ttabel (2.345>1.663) atau p > 0,10, (2) terdapat perbedaan pendapatan industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan daun pisang dengan thitung = 11.903 pada taraf signifikansi 10%, Nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung > ttabel (11.903>1.663) atau p>0,10, (3) terdapat perbedaan keuntungan industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan kemasan daun pisang dengan thitung = 11.097 pada taraf signifikansi 10%, Nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung> ttabel (11.097>1.663) atau p>0,10.
- ItemDaya Terima Plastik Biodegradabel dari Chitosan dan Pati Kulit Pisang pada Industri Plastik(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-19) Liana 142310032Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui proses pembuatan plastik biodegradabel dari campuran pati kulit pisang dan chitosan dari limbah kulit udang. (2) Mengetahui karakteristik plastik yang dihasilkan dari campuran pati kulit pisang dan chitosan dari limbah kulit udang. (3) Mengetahui daya terima industri plastik terhadap plastik biodegradabel, yaitu produk plastik yang terbaik (B2, B3, dan B5). Desain penelitian ini adalah eksperimental dan survei. Survei dilakukan dengan penyebaran kuisioner dengan skala likert. Pengujian : (1) Uji kekuatan tarik dan elongasi, (2) Uji kekerasan, (3) Pengukuran Warna, (4) Uji Biodegradibilitas. Populasi dari penelitian ini adalah 9 industri plastik yang ada di Jawa Tengah. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan grafik, tabulasi dan narasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) Proses pembuatan plastik biodegradabel dari campuran pati kulit pisang dan chitosan dari limbah kulit udang yang pertama adalah isolasi pati kulit pisang, kemudian isolasi chitosan, proses deproteinasi, pencucian dan pengeringan, demineralisasi, penghilangan warna, pencucian dan pengeringan, deasetilasi kitin menjadi chitosan dan yang terakhir pembuatan film plastik biodegradabel. (2) Karakteristik plastik yang dihasilkan dari campuran pati kulit pisang dan chitosan dari limbah kulit udang adalah untuk hasil uji kekuatan tarik dan elongasi secara berurutan B2 15,2689 N dan 1,1777 %, B3 37,7473 N dan 2,3866 %, B5 4,1300 N dan 20,9602 %. Hasil uji kekerasan untuk B2 1,9037 mm, B3 3,8555 mm, dan B5 1,2063 mm, sedangkan untuk hasil uji pengukuran warna untuk B2 tingkat warna merah 8,1, kuning 19,0, biru 2,9, untuk B3 tingkat warna merah 4,0, kuning 9,9, biru 6,0, untuk B5 tingkat warna merah 4,4, kuning 9,9, biru 1,9. Hasil uji penguburan di dalam tanah untuk plastik biodegradabel B2, B3 dan B5 selama kurun waktu 2 minggu dapat terbiodegradasi menjadi tanah. (3) Daya terima industri plastik terhadap plastik biodegradabel, yaitu produk plastik yang terbaik B2, B3 dan B5 menunjukkan bahwa rata-rata skor berjumlah 44,4 dari jumlah skor keseluruhan 400. Hasil jawaban dari 12 pertanyaan menyatakan bahwa plastik biodegradabel dapat diterima dengan sangat baik oleh industri plastik
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN MANISAN CARICA CV YUASAFOOD KABUPATEN WONOSOBO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-21) Witono 102310017Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasikan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada manisan carica CV Yuasafood Kabupaten Wonosobo, 2) mengetahui matriks IFAS dan EFAS pengembangan pasar manisan carica CV Yuasafood Kabupaten Wonosobo, 3) mengetahui alternative strategi pengembangan pada pemasaran manisan carica CV Yuasafood Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel lokasi penelitian dan sampel informan dilakukan secara purposive sampling. Sampel informan kunci sebanyak 3 orang dari CV Yuasafood dan informan biasa sebanyak 3 orang yang menjual produk manisan CV Yuasafood. Metode analisis yang digunakan adalah analisis faktor internal dan eksternal, matriks IFAS dan EFAS, dan analisis matriks SWOT. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa prospek pengembangan pasar manisan carica CV Yuasafood secara keseluruhan berdasarkan hasil akhir analisis matriks IFAS total skor sebesar 2,61. Yang terdiri dari nilai total skor kekuatan sebesar 1,71 dan kelemahan sebesar 0,90. Hal ini menunjukkan posisi internal industri manisan carica berada di atas rata-rata dalam kekuatan internal secara keseluruhan, yaitu diatas 2,50. Adapun total skor rata-rata tertimbang dari matriks EFAS sebesar 2,86 yang terdiri dari nilai total skor peluang sebesar 1,89 dan ancaman sebesar 0,97. Hal ini menunjukkan posisi eksternal industri manisan carica di Kabupaten Wonosobon berada di atas rata-rata dalam kekuatan eksternal secara keseluruhan, yaitu diatas 2,50. Hasil analisis SWOT adalah untuk: Strategi S-O : Pemanfaatan SDA yang ada, Pengembangan pasar, Dukungan pemerintah daerah, Strategi W-O:Memanfaatkan teknologi informasi,Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan SDM dalam mengoptimalkan promosi, Strategi S-T : Menjaga kualitas produk, Membangun kejasama dengan pemasok bahan baku, Inovasi produk, Strategi W-T : Melakukan perbaikan dalam kelompok organisasi, Perbaikan sistem promosi pasar.
- ItemPERAN INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN DALAM MENINGKATKAN NILAI TAMBAH SINGKONG DI KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-23) Maunatul Itsnainiyah 122310026Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Mengetahui pendapatan petani singkong yang hasil singkongnya dimanfaatkan oleh industri pengolahan pangan, (2) Mengetahui kemampuan industri pengolahan pangan lanting, golak singkong dan beras analog dalam meningkatkan nilai tambah singkong dan (3) Mengetahui peran industri pengolahan pangan dalam meningkatkan nilai tambah singkong. Sampel yang digunakan ada 2 yaitu sampel petani singkong dengan jumlah 23 orang, sampel industri lanting dengan jumlah 32 industri, sampel industri golak singkong dengan jumlah 10 industri dan beras analog hanya 1 industri. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Hasil analisis petani singkong yang hasilnya di manfaatkan oleh industri pengolahan pangan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 28.370.473, pendapatan sebesar Rp 27.333.692 dan keuntungan petani singkong sebesar Rp 19.123.562. Hasil analisis nilai tambah lanting sebesar Rp 564,39, sedangkan untuk nilai tambah golak singkong sebesar Rp 16.219 dan untuk nilai tambah beras analog sebesar Rp 10.157. Hasil analisis peran industri pengolahan pangan dalam meningkatkan nilai tambah singkong di kabupaten Kebumen. Industri lanting memiliki skor sebesar 24,4, industri golak singkong memiliki skor sebesar 24,6 dan industri beras analog memiliki skor sebesar 24, dengan rata-rata skor 24,3 jadi industri berperan tinggi dalam meningkatkan nilai tambah singkong.
- ItemKeputusan Petani Melakukan Budidaya Pepaya California Di Dataran Tinggi Desa Cepedak Kecamatan Bruno Kabupaten.(Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2016-08-23) Teguh Wibowo 122310031Tujuan penelitian ini adalah 1) menggambarkan karakteristik internal dan eksternal petani dalam melakukan usahatani pepaya california di desa Cepedak kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, 2) menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan keputusan petani untuk melakukan budidaya pepaya california di desa Cepedak Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, dan 3) mengetahui faktor internal dan eksternal petani yang berpengaruh terhadap keputusan petani dalam melakukan budidaya pepaya california. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Cepedak Kecamatan Bruno. Jumlah sampel penelitian 48 orang petani yang membudidayakan pepaya california dan minimal sudah memanen pepayanya sebanyak satu kali. Data penelitian diperoleh menggunakan metode observasi, wawancara, pencacatana dan dokumentasi. Tekniks analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan penelitian menunjukkan karakter internal dan eksternal petani dapat dijelaskan yaitu umur rata-rata 20-54 tahun, pendidikan SMLP dan SLTA, mengikuti pelatihan 0 kali, pendapatan stinggi, pengalaman bertani sedang, biaya usaha tani rendah kondisi alam dan mudah diterapkan. Sebagian besar petani menyatakan sarana prasarana termasuk tersedia usahatani pepaya california mendapat dukungan dari kelompok tani. Faktor internal petani yang tidak berkorelasi dengan keputusan petani adalah Umur, pendidikan non formal, pendapatan, jumlah tanaman dan biaya usaha tani. Faktor internal yang memiliki korelasi dengan keputusan petani adalah pendidikan formal dan pengalaman. Faktor eksternal yang tidak berkorelasi adalah ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor eksternal yang berkorelasi dengan keputusan petani adalah kesesuaian dengan kondisi alam, kemudahan untuk diterapkan petani dan dukungan kelompok tani. Hasil analisis regresi menunjukkan secara bersama-sama variabel pendidikan formal, pengalaman, kesesuaian dengan alam, kemudahan diterapkan petani dan dukungan kelompok tani memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam melakukan usahatani Pepaya california
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KERUPUK KETELA DI KECAMATAN KEMIRI KABUPATEN PURWOREJO(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-24) Eko Arianto Prasetiyo 122310012Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan, kelemahan industri rumah tangga kerupuk ketela di kecamatan Kemiri kabupaten Purworejo. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman industri rumah tangga kerupuk ketela di kecamatan Kemiri kabupaten Purworejo. (3) Merumuskan alternatif strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan produksi Kerupuk Ketela di kecamatan Kemiri kabupaten Purworejo. (4) Mengetahui prioritas strategi yang dapat dterapkan pada industri rumah tangga kerupuk ketela. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri rumah tangga kerupuk ketela di kecamatan Kemiri kabupaten Purworejo, yaitu: Strategi peningkatan mutu dan jumlah produk kerupuk ketela. Prioritas strategi tersebut dipilih, dengan perolehan total nilai daya tarik (TAS) terbesar yaitu 4,567 yang terletak pada alternatif strategi 1 yaitu strategi peningkatan mutu, inovasi bentuk dan jumlah kerupuk ketela
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN TANGAN ANYAMAN BAMBU (LAMBAR) DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-24) Trimoyo 112310015Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kelayakan usaha industri anyaman bambu (lambar) di Desa Tanjungsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen; 2) mengetahui faktor internal kekuatan dan kelemahan apa saja yang berpengaruh terhadap tumbuh berkembangnya produksi anyaman bambu (lambar) di Desa Tanjungsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen; 3) mengetahui faktor eksternal peluang dan ancaman apa saja yang berpengaruh terhadap tumbuh berkembangnya produksi anyaman bambu (lambar) di Desa Tanjungsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen dan 4) mengetahui alternatif strategi pengembangan produksi anyaman bambu (lambar) di Desa Tanjungsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Metode analisis data yang dipergunakan oleh peneliti adalah menggunakan anilisis usaha untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan usaha, kelayakan usaha dan menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembangnya industri rumah tangga kerajinan anyaman bambu (lambar) serta alternatif strategi yang dapat digunakan. Hasil analisis penelitian ini diketahui rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.318.355,27, penerimaan sebesar Rp 1.574.416,67, keuntungan usaha sebesar Rp 257.680,74 serta kelayakan usaha yaitu dengan nilai R/C ratio 1,20. Hasil analisis faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar adalah keuangan menggunakan milik sendiri dan kelemahan terbesar adalah peralatan masih tradisional. Faktor eksternal yang menjadi peluang terbesar adalah bambu apus mudah diperoleh dan ancaman terbesar adalah kenaikan harga bambu apus. Alternatif strategi yang dapat diterapkan pada industri rumah tangga kerajinan tangan anyaman bambu (lambar) adalah menambah ukuran produk anyaman bambu (lambar), melakukan manajemen produksi, melakukan pinjaman ke lembaga keuangan dan menggunakan peralatan yang lebih modern.