STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KEMUKUS DI DESA BANYUASIN KEMBARAN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO
No Thumbnail Available
Date
2016-08-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) faktor internal yang
mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran;
(2) faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa
Banyuasin Kembaran; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam
mengembangkan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran.
Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive
sampling. Lokasi yang dipilih yaitu desa Banyuasin Kembaran. Populasi petani
kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu 2 orang informan kunci dan 22
informan pendukung. Penentuan jumlah sampel informan kunci berdasarkan
purposive sampling dan informan pendukung purposive sampling dan snowball
sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau
kuisioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang
mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran
terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Kekuatan berupa: (1) tanaman mudah dibudidayakan; (2) produk tahan lama; (3)
tanaman dapat hidup lama; (4) perawatan tanaman mudah; dan (5) biaya budidaya
rendah. Kelemahan yaitu: (1) kualitas SDM rendah; (2) siklus produksi tahunan;
(3) rendahnya minat budidaya kemukus; (4) kondisi tanaman kurang diperhatikan;
dan (5) belum memakai teknik budidaya yang efisien. Peluang berupa: (1) saluran
pemasaran pendek; (2) harga relatif stabil; (3) berpotensi untuk kesehatan; (4)
pangsa pasar luas; dan (5) kebutuhan kemukus dalam negeri relatif tinggi,
sedangkan ancaman yaitu: (1) serangan penyakit; (2) kurangnya penyuluhan; (3)
kurangnya peran dari lembaga-lembaga pemerintah seperti Dinas Pertanian atau
Perkebunan; (4) perubahan musim kurang stabil; dan (5) beralih ke komoditas
lain. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi
kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu membentuk kelompok tani khusus
kemukus dengan jumlah skor yang diperoleh sebanyak 5,4