EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI (Oryza sativa L) JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN KUTOWINANGUN KABUPATEN KEBUMEN
No Thumbnail Available
Date
2015-02-12
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang
mempengaruhi usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden, 2) biaya,
penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani dari usahatani padi jajar legowo di
desa Pekunden, 3) kelayakan usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden, dan
4) efisiensi alokatif usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden.
Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Pekunden Kecamatan
Kutowinangun karena Desa tersebut merupakan Desa yang memproduksi padi
jajar legowo terbesar di Kecamatan Kutowinangun. Teknik pengambilan sampel
menggunakan metode stratified propotional random sampling sehingga diperoleh
35 petani sampel. Data dianalisis menggunakan pedoman analisis usahatani dan
faktor produksi Cobb Douglas dengan software MS. Excel dan SPSS.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang
berpengaruh nyata terhadap padi jajar legowo adalah luas lahan dan pupuk urea.
Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi
jajar legowo adalah benih, tenaga kerja, pupuk SP 36 dan pupuk phonska.
Usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden dengan luas lahan 0,55 ha total
biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 1.951.515,8, penerimaan total sebesar Rp
16.639.000, pendapatan sebesar Rp 115.334.444, keuntungan sebesar Rp
14.687.484 per musim tanam. Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha,
diperoleh rata-rata R/C ratio sebesar 8,53 artinya bahwa usahatani di Desa
Pekunden menguntungkan karena setiap penggunaan modal sebesar Rp 1,00 akan
menghasilkan penerimaan sebesar Rp 8,53 sehingga usahatani layak untuk
dikembangkan karena nilai R/C ratio >1. Produktivitas modal sebesar 725,62%
artinya bahwa usahatani layak di usahakan diterimah, maka Ha diterima dan Ho
ditolak. Karena π/C ratio lebih besar dari pada suku bunga KUR Bank BRI yang
berlaku yaitu 0,041% / musim tanam. Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp
231.097, artinya usahatani layak diusahakan karena nilai produktivitas tenaga
kerja > tingkat upah yang berlaku / HKO di daerah penelitian sebesar Rp
25.000/HKO. Hasil analisis efisiensi alokatif, diketahui luas lahan, pupuk urea,
pupuk SP 36, pupuk phonska penggunaannya belum efisien. Benih dan tenaga
kerja penggunaannya tidak efisien