FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADA INDUSTRI MANISAN CARICA (Studi Kasus Pada Anggota Asosiasi Pengusaha Carica di Kabupaten Wonosobo)
No Thumbnail Available
Date
2015-03-14
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang
mempengaruhi produksi pada industri manisan carica, 2) biaya, penerimaan,
pendapatan dan keuntungan industri manisan carica, 3) kelayakan usaha industri
manisan carica.
Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Kabupaten Wonosobo Kabupaten
Wonosobo dipilih sebagai lokasi penelitian adalah satu-satunya daerah yang
mengembangkan industri manisan carica. Teknik pengambilan sampel
menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 17 sampel
pengusaha dari 20 pengusaha anggota Asosiasi Pengusaha Carica (APC). Sampel
ke 17 industri tersebut menggunakan bahan baku buah carica maksimal 6 ton pada
bulan Juli 2014 .
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang
berpengaruh nyata terhadap produksi manisan carica adalah buah carica. Faktor
produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi manisan carica adalah
gula, air, kapur sirih, asam sitrat, pewarna, Na Benzoat, tenagakerja, dan
pengalaman berusaha. Industri manisan carica Di Kabupaten Wonosobo yang
tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Carica (APC) rata-rata biaya yang
dibutuhkan sebesar Rp 38.536.666,42, rata-rata penerimaan sebesar Rp
70.216.000,00, rata-rata pendapatan sebesar Rp 52.490.197,58, rata-rata
keuntungan sebesar Rp 31.679.333,58 pada bulan Juli 2014. R/C ratio sebesar 1,8
artinya industri manisan carica di Kabupaten Wonosobo layak untuk diusahakan.
Nilai π/C ratio sebesar 82,29% artinya industri manisan carica layak untuk
diusahakan karena nilai π/C ratio lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI
sebesar 1,083% per bulan. Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 13.582.318,20
artinya industri manisan carica layak diusahakan karena nilai produktivitas tenaga
kerja>tingkat Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku/bulan di daerah
penelitian sebesar Rp 990.000/bulan.