STRATEGI PENGEMBANGAN HOME INDUSTRY GULA KELAPA DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN
No Thumbnail Available
Date
2015-08-25
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses produksi gula kelapa di home
industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, (2) mengetahui besarnya
biaya, penerimaan dan keuntungan di home industry gula kelapa di Kecamatan Klirong
Kabupaten Kebumen, (3) mengidentifikasi faktot-faktor internal dan eksternal apa saja
yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan home
industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, (4) merumuskan
alternatif strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan home
industry gula kelapa di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen.
Populasi penelitian adalah semua home industry gula kelapa di Kecamatan Klirong
Kabupaten Kebuen berjumlah 27 home industry. Pengambilan sampel menggunakan
teknik sampling jenuh, dimana semua populasi dijadikan sampel, hal ini dilakukan karena
populasi kurang dari 30 responden.
Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa: (1) proses produksi gula kelapa
menggunakan peralatan yang sederhana, pemasakan nira masih kurang maksimal, karena
hanya sampai nira mengental, (2) biaya yang dikeluarkan per produksi adalah Rp
95.451,69,-, rata-rata penerimaan sebesar Rp 131.562,95,- dan keuntungan sebesar Rp
36.111,27,-, (3) faktor internal kekuatan (keuangan, SDM yang terampil, bentuk produk
yang seragam, kualitas bahan baku yang bagus dengan pH 5-7, harga produk yang lebih
rendah dari produsen lain, faktor internal kelemahan ( peralatan dan teknologi yang
digunakan masih sederhana yaitu menggunakan tungku dan kayu bakar, kualitas produk
yang rendah, kemasan menggunakan plastik polos ukuran 20 kg), faktor eksternal peluang
(jumlah nira selalu tercukupi, adanya permintaan pasar dengan menggunakan kemasan 1
kg, bergambar, bermerek, izin produk dan kode produksi, adanya fasilitas dari dinas
Perindustrian dan perdagangan berupa penyuluhan dan pemasaran), faktor eksternal
ancaman (perubahan musim, adanya bencana alam dan pesaing), (4) alternatif strategi yang
dapat diterapkan adalah memberikan kemasan pada produk, meningkatkan mutu dan
kualitas gula kelapa, menambah variasi ukuran