ANALISIS PROFITABILITAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BREAK EVEN POINT PADA INDUSTRI TAHU (Studi Kasus Pada Industri Tahu di Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang)
No Thumbnail Available
Date
2015-12-17
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendiskripsikan proses produksi tahu,
2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tahu, 3) Mengetahui
besarnya biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dari industri tahu, 4)
Mengetahui kelayakan usaha dari industri tahu, 5) Mengetahui nilai titik impas
atau break even point dari industri tahu, 6) Mengetahui profitabilitas industri tahu
menggunakan analisis titik impas atau break even point, 7) Menganalisis nilai
tambah kedelai menjadi tahu.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan
sampel sebanyak 29 pengrajin, mengaplikasikan rumus Yamane dengan presisi
sebesar 15% dan menggunakan metode simple random sampling dan sensus.
Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, kelayakan
produksi, profitabilitas menggunakan pendekatan break even point dan nilai tambah
dengan metode Hayami.
Hasil analisis faktor produksi tahu putih dan tahu kulit yang berpengaruh
nyata terhadap produksi adalah jumlah kedelai, jumlah air, jumlah solar, jumlah
grajen, jumlah minyak, curahan tenaga kerja, pengalaman berusaha, sedangkan
jumlah manyon tidak berpengaruh secara signifikan. Rata-rata biaya total
produksi tahu perbulan yaitu Rp 119.204.834,10. Rata-rata total penerimaan yaitu
sebesar Rp 121.413.105,50 dan keuntungan perbulan Rp 2.208.269,32. Nilai
produktivitas tenaga kerja Rp 693.402,97 lebih besar dari upah tenaga kerja, nilai
produktivitas modal (ߨ/ܿ ratio) 1,87% lebih besar dari suku bunga simpanan
(simpedes), nilai R/C ratio sebesar 1,02 lebih besar dari 1 sehingga industri tahu
di Kecamatan Candimulyo layak diusahakan. Nilai titik impas totalitas industri
tahu di kecamatan Candimulyo kabupaten Magelang sebesar Rp 103.169.684,20.
Nilai BEP penerimaan tahu putih sebesar Rp 47.936.661.68 dan nilai BEP
penerimaan tahu kulit yaitu Rp 55.173.072,56. Nilai margin of safety tahu putih
sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 19,68, dengan tingkat
profitabilitas dari tahu putih sebesar 2,967%. Nilai margin of safety tahu kulit
yaitu sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 10,32, tingkat
profitabilitas dari tahu kulit sebesar 1,55%. Nilai tambah produksi tahu putih yaitu
Rp 3298,12. Nilai tambah untuk produksi tahu kulit sebesar Rp 3.242,59.