“Analisis Kata Keterangan Bahasa Jawa pada Cerita Bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2012
| dc.contributor.author | Novit Chalina 112160864 | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-07T07:01:08Z | |
| dc.date.available | 2026-01-07T07:01:08Z | |
| dc.date.issued | 2016-09-26 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk; (2) makna yang terkandung di dalam kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan langsung cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) yang dilengkapi dengan kartu data. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis dan makna kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Jenis kata keterangan (adverbia) pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk terdiri atas; (1) adverbia verba terdapat 7 indikator; (2) adverbia adjektival terdapat 7 indikator; (3) adverbia nominal terdapat 6 indikator; (4) adverbia klausal terdapat 6 indikator; (5) adverbia numeralia terdapat 6 indikator; (6) adverbia monomorfemis terdapat 13 indikator; (7) adverbia polimorfemis terdapat 13 indikator; (8) adverbia letak kanan terdapat 2 indikator; (9) adverbia letak kiri terdapat 10 indikator, (10) adverbia letak bebas terdapat 8 indikator. Makna yang terkandung di dalam kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk ada dua belas makna, yaitu (1) makna keakanan; (2) makna kebermulaan; (3) makna keberlangsungan; (4) makna keusaian; (5) makna keberulangan; (6) makna keniscayaan; (7) makna kemungkinan; (8) makna keharusan; (9) makna keizinan; (10) makna kecaraan; (11) makna kualitatif; (12) makna kuantitatif; (13) makna limitatif. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.umpwr.ac.id/handle/123456789/2918 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO | |
| dc.relation.ispartofseries | Wisuda Periode I 2016/2017; 645 | |
| dc.title | “Analisis Kata Keterangan Bahasa Jawa pada Cerita Bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2012 | |
| dc.type | Thesis |