Penggunan Majas dalam Kumpulan Cerpen Mata yang Enak Dipandang Karya Ahmad Tohari dan Rencana Pembelajarannya di Kelas X SMA
No Thumbnail Available
Date
2016-08-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) bagaimana penggunaan majas dalam
kumpulan cerpen Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari dan (2)
bagaimana rencana pembelajarannya.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen
Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Objek penelitian berupa
penggunaan majas dan rencana pembelajarannya di kelas X SMA. Fokus
penelitian ini adalah penggunaan majas dalam kumpulan cerpen Mata yang Enak
Dipandang Karya Ahmad Tohari. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah teknik pustaka dan teknik observasi. Dalam menganalisis data penelitian
ini, digunakan teknik content analysis atau analisis isi. Teknik yang digunakan
untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik penyajian informal.
Berdasarkan pembahasan data, penulis memperoleh simpulan, identifikasi
majas dalam kumpulan cerpen Mata Yang Enak Dipandang Karya Ahmad Tohari,
yaitu (a) majas penegasan terdiri dari pleonasme dan repetisi, (b) majas sindiran
terdiri dari sarkasme dan ironi, (c) majas pertentangan terdiri dari hiperbola,
paradoks, litotes, dan antithesis, dan (d) majas perbandingan terdiri dari simile,
personifikasi, metafora, dan alegori. Penggunaan majas dalam kumpulan cerpen
Mata yang Enak Dipandang Karya Ahmad Tohari dan jenis majas dalam cerpen
tersebut berfungsi untuk memperindah cerpen-cerpen yang terdapat dalam
kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang Karya Ahmad Tohari. Rencana
Pembelajarannya adalah peserta didik diharapkan dapat menjelaskan,mencari, dan
menganalisis jenis-jenis majas yang terdapat dalam cerpen tersebut. Rencana
pembelajarannya di kelas X SMA seseuai dengan kompetensi dasar 6.1 mengetahui hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan
diskusi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan metode
diskusi dan ceramah.