Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 409
- ItemAnalisis Penggunaaan Konjuntor dalam Wacana Berita Kabar Nasional Tabloid Pesantren Edisi 6 Tahun II September 2023 dan Implementasi Modul Ajar di Kelas XI SMA(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-12-13) Kanti Rahayu 192110015Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1. Penggunaan Konjungtor dalam Wacana berita kabar nasional tabloid pesantren edisi 6 tahun II September 2023, dan 2. modul ajar pembelajaran menganalisis kebahasaan konjungtor materi teks berita dengan tujuan pembelajaran 11.5 menganalisis konjungtor dan kebahasan teks berita. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik catat, dan studi pustaka. Teknik observasi adalah suatu usaha dasar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur standar. Teknik catat digunakan untuk mencatat jenis-jenis konjungtor yang terdapat dalam Wacana Berita Kabar Nasional Tabloid Pesantren Edisi 6 Tahun II September 2023 yang mengandung jenis-jenis dari konjungtor. teknik pustaka yaitu menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Penyajian hasil analisis dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ditemukan data yang terdiri dari; 1) sembilan data konjungtor koordinatif, 2) enam data konjungtor korelatif, 3) tujuh data konjungtor subordinatif, 4) delapan data konjungtor tarkalimat, 5) lima data konjungtor antarparagraf, dan 6) modul ajar pembelajaran analisis konjungtor pada kelas XI SMA dapat dipelajari melalui buku tabloid sebagai media pembelajaran siswa yang didasarkan pada kurikulum merdeka dengan tujuan pembelajaran peserta didik mampu menganalisis konjungtor dan jenis-jenis konjungtor dalam tabloid pesantren edisi 6 tahun II September 2023.
- ItemAnalisis Gaya Bahasa Sindiran pada Kumpulan Cerpen Dekat Lengkungan Pelangi Karya Imam Maslah sebagai Bahan Ajar di Kelas XI SMA(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-01-13) Endang Wahyuni 192110016Gaya bahasa sindiran adalah salah satu jenis gaya bahasa yang digunakan oleh sebagian orang untuk menyampaikan atau mengutarakan sesuatu dengan maksud menyindir, mencela, mengejek terhadap seseorang yang dituju. Kumpulan cerpen Dekat Lengkungan Pelangi karya Imam Maslah merupakan salah satu kumpulan cerpen yang mengandung unsur bahasa yang menarik selain itu, banyak hal yang diambil untuk dijadikan pembelajaran terlebih masalah bahasa yang digunakan salah satunya adalah gaya bahasa sindiran karena didalamnya terdapat macam-macam jenis gaya bahasa sindiran. Tujuan penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) jenis-jenis gaya bahasa sindiran dalam kumpulan cerpen Dekat Lengkungan Pelangi karya Imam Maslah sebagai bahan ajar di Kelas XI SMA; (2) bahan ajar di Kelas XI SMA menggunakan modul ajar pembelajaran gaya bahasa sindiran yang dituliskan pada kumpulan cerpen Dekat Lengkungan Pelangi karya Imam Maslah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, catat, dan studi pustaka. Instrument penelitian ini adalah kartu pencatat data. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) jenis-jenis gaya bahasa sindiran dalam kumpulan cerpen Dekat Lengkungan Pelangi karya Imam Maslah sebagai bahan ajar di Kelas XI SMA dengan pengambilan data berjumlah 20 data; (a) ada 13 data sinisme, (b) ada 6 data sarkasme, dan (c) ada 1 data ironi(3) bahan ajar di Kelas XI SMA menggunakan modul ajar pembelajaran gaya bahasa sindiran materi cerpen di Kelas XI SMA dapat dipelajari melalui buku kumpulan cerpen Dekat Lengkungan Pelangi karya Imam Maslah didasarkan pada kurikulum merdeka dengan tujuan pembelajaran peserta didik mampu menganalisis gaya bahasa sindiran, jenis-jenis gaya bahasa sindiran dalam kumpulan cerpen Dekat Lengkungan Pelangi karya Imam Maslah.
- ItemKajian Ginokritik Novel Lotus In The Mud karya Annelie serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar di SMA(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-03-02) Dana Septiana 212110035Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Kajian Ginokritik Novel Lotus In The Mud karyaAnnelie dan 2) relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan ginokritik dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama berupa kutipan teks naratif dalam novel yang merepresentasikan empat aspek kajian ginokritik, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis isi dengan tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Lotus in the Mud karya Annelie 1) merepresentasikan pengalaman perempuan secara menyeluruh melalui empat aspek utama ginokritik. (a) Biologis perempuan ditunjukkan melalui 5 kutipan (14,7%) yang menggambarkan kondisi fisik, luka dan gesture. (b) Psikologis perempuan ditunjukkan melalui 5 kutipan (14,7%) yang di gambarkan melalui kondisi batin seperti perasaan sedih, emosi dan takut. (c) Budaya perempuan ditemukan dalam 4 kutipan (11,8%) yang menggambarkan nilai-nilai, hubunganhubungan dan metode komunikasi. (d) Bahasa perempuan menjadi aspek paling kompleks, mencakup empat bentuk ekspresi yaitu: bahasa tersurat 5 kutipan (11,9%), bahasa tersirat 5 kutipan (11,9%), ekspresi tubuh perempuan 5 kutipan (11,9%), dan bahasa multivokal 5 kutipan (11,9%). Keempat bentuk bahasa perempuan tersebut menunjukkan bagaimana perempuan mengekspresikan pengalaman batin, solidaritas, dan kekuatan melalui simbol serta ekspresi nonverbal. Secara keseluruhan, novel Lotus in the Mud menampilkan representasi perempuan yang kuat, mandiri, dan reflektif terhadap realitas sosialnya. Selanjutnya, 2) relevansi tinggi sebagai bahan ajar sastra di SMA, yang dapat menumbuhkan empati, pemahaman kesetaraan gender, serta meningkatkan kemampuan literasi dan berpikir kritis peserta didik terhadap karya sastra perempuan
- ItemKajian Semantik Retorika Dakwah Ustad Bangun Samudra Edisi "Mantan Pastur Menjadi Ustad" sebagai Bahan Ajar di Kelas XI SMA(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-02-19) Felia Diah Isnaeni 1721100412024. Semantik, retorika, dan dakwah sangatlah erat hubungannya dalam keilmuan berbahasa. Semantik dan retorika sangat berguna bagi pendakwah maupun pendidik dalam menyusun sebuah materi atau karya dengan memilih retorika yang menarik dan bisa dipahami serta maknanya bisa diambil oleh peserta didik maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis makna pada Retorika Dakwah Ustaz Bangun Samudra; (2) makna kata dari Retorika Dakwah Ustaz Bangun Samudra edisi "Mantan Pastur Menjadi Ustaz"; (3) skenario pembelajaran sebagai bahan ajar berbicara di kelas XI SMA. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian berupa kajian dakwah Ustaz Bangun Samudra pada edisi "Mantan Pastur Menjadi Ustaz". Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data berupa metode agih. Teknik penyajian data digunakan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1. jenis makna terdiri dari: (a) makna denotatif, (b) makna konotatif, (c) makna leksikal, (d) makna gramatikal, 2. pada retorika dakwah Ustaz Bangun Samudra terdapat; (a) makna denotatif berupa nomina; perpustakaan, Al-Qur'an, bahasa, misionaris, bahan, penjahit, dsb; (b) makna konotatif berupa nomina; pedang, keris amalan, dan debu, (c) makna leksikal berupa kerja; membuat, bekerja, dan makan, (d) makna gramatikal terdiri dari gramatikal afiksasi dan gramatikal reduplikasi, 3. relevansi sebagai bahan ajar berbicara dilaksanakan dengan menggunakan kurikulum 2013. Retorika dakwah Ustaz Bangun Samudra dapat digunakan sebagai media pembelajaran bahasa dengan kompetensi dasar 3.6 yaitu menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah dan 4.6 mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memperhatikan aspek kebahasaan menggunakan struktur yang tepat menggunakan penilaian tanya jawab.
- ItemAnalisis Nilai Religius Tasawuf Dalam Novel Tekad Penggugah Jiwa Karya Wahyudi Pratama(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-01-22) Lutfi Fahruriza 202110021Skripsi ini mengkaji analisis nilai-nilai religius tasawuf dalam novel Tekad Penggugah Jiwa karya Wahyudi Pratama yang tidak hanya berfungsi sebagai karya estetika, tetapi juga sarana internalisasi nilai religius tasawuf yang membimbing manusia agar lebih dekat dengan sang khaliq. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai religius tasawuf yang terkandung dalam novel Tekad Penggugah Jiwa; 2) mendeskripsikan karakteristik nilai-nilai religius tasawuf yang terdapat dalam novel Tekad Penggugah Jiwa; dan 3) mengungkap makna atau pesan moral dari nilai-nilai religius tasawuf yang disampaikan dalam novel Tekad Penggugah Jiwa. Jenis penelitian ini adalah desktiptif kualitatif. Fokus penelitian ini berupa nilai-nilai religius tasawuf yaitu zuhud, sabar, tawadhu, tawakal dan rida yang terdapat dalam novel Tekad Penggugah Jiwa. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel "Tekad Penggugah Jiwa" karya Wahyudi Pratama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan berupa teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) novel Tekad Penggugah Jiwa memuat berbagai nilai religiustasawufseperti zuhud,sabar, tawadhu, tawakal, dan rida; (2) karakteristik nilai-nilai religius tasawuf dalam tokoh novel Tekad Penggugah Jiwa adalah tasawuf akhlaki yaitu nilai takhalli (membersihkan hati dari hal-hal keduniawian), tahalli (menghiasi dari perilaku, akhlak terpuji, dan membiasakannya), dan nilai tajalli (terbukanya nur ghaib atau nur illahi); (3) makna atau pesan nilai-nilai religius tasawuf yang disampaikan melalui novel Tekad Penggugah Jiwa adalah zuhud yaitu sikap menjauhkan diri dari kecintaan dunia, sabar yaitu ketabahan dalam menghadapi ujian, tawadhu yaitu sikap rendah hati, tawakal yaitu sikap berserah diri kepada Allah dan rida yaitu sikap menerima takdir dengan ikhlas.