NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE DAN SKENAPEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA

No Thumbnail Available
Date
2015-03-27
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Umi Fatonah “Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye; (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye; (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye di Kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, yaitu (a) tema novel novel ini adalah perjuangan Tokoh utama untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik, (b) tokoh utamanya adalah Tania, sedangkan tokoh tambahannya adalah Danar, Dede, Ratna, Miranti, Ibu, dan Anne, Jhony chan, Adi, (c) alur yang digunakan adalah alur campuran, (d) latar dibagi menjadi 3 yaitu latar tempat, latar waktu, latar soaial. latar tempat: rumah kardus, tokoh buku, bus kota, kamar kontrakan, china Town , dan kebun pohon linden, latar waktu (sore dan malam hari), dan latar sosial nya adalah di Singapura Tania merayakanh hari ulang tahunnya bersama teman-teman senior high scool, (e) amanat yang digunakannya adalah apapun kondisi hidup yang kita alami, baik atau buruk, hendaknya kita tetap berpikir positif agar tidak "jatuh tenggelam". Tetap bersyukur karena hal yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita. Segala masalah yang menimpa kita, hendaknya kita berusaha menemukan setiap hikmah di baliknya. Unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel DYJTPMA tersebut saling berhubungan dan terpadu sehingga dapat membangun sebuah cerita. (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin ada 18 yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. (3) skenario pembelajaran novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin di kelas XI SMA dengan tahap pendahuluan guru mengkondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pelajaran yang akan disampaikan, lalu pada tahap inti guru menerangkan materi tentang unsurunsur intrinsik dan pendidikan karakter, kemudian guru meminta para siswa untuk mendiskusikannya, dalam tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran sastra yang terdapat dalam novel untuk membangun karakter siswa. Kata kunci: Unsur Intrinsik, Nilai Pendidikan Karakter, Skenario Pembelajaran
Description
Keywords
Citation