Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia by Title
Now showing 1 - 20 of 402
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS ASPEK SOSIOLOGI SASTRA NOVEL MAHAMIMPI ANAK NEGERI KARYA SUYATNA PAMUNGKAS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-01) Faesol Hasan 112110023Hasan, Faesol. 2015. “Analisis Aspek Sosiologi Sastra Novel Mahamimpi Anak Negeri Karya Suyatna Pamungkas Dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas; (2) aspek-aspek sosiologi sastra novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas ; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dibantu dengan kartu pencatat data beserta alat tulisnya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dengan mempergunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data dengan cara membaca dan mencatat sumber-sumber data yang dianggap mendukung dalam penelitian. Hasil analisis menunjukan unsur intrinsik novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas meliputi: (1) tema mengenai masalah perjuangan anak pedesaan yang terasing di pedalaman hutan pinus Banyumas Jawa Tengah dalam meraih pendidikan yang di cita-citakan; (2) alur novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas menggunakan alur maju, (3) seting novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas berada di Banyumas, Purwokerto, Jakarta, dan Jerman; (4) tokoh dan penokohan novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas meliputi tokoh utama, tokoh tambahan, tokoh antagonis, dan tokoh protagonis; dan sudut pandang novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas menggunakan sudut pandang orang pertama. Aspek sosiologi sastra novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas meliputi aspek kekerabatan, pendidikan, politik, ekonomi, budaya, dan religi. Sikap dan perilaku kehidupan dalam keluarga, persahabatan dan masyarakat tokoh Empat Pawana dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas mengandung aspek-aspek sosiologi sastra; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran sastra novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas di SMA dapat dijadikan sebagai acuan pembelajaran sastra khususnya novel di SMA. Kata Kunci: Sosiologi Sastra, Novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
- ItemAnalisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba (Studi Kasus: P-IRT Tempe Syafira Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo)(Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2022-08-22) Yulinda.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui besarnya Break Even Point di P-IRT Tempe Syafira, 2) Mengetahui berapa persen tingkat Margin Of Safety di P-IRT Tempe Syafira, 3) Mengetahui Perencanaan Laba di P-IRT Tempe Syafira. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah jenis penelitian yang mendalami tentang individu, kelompok, institusi dalam waktu tertentu. Penelitian ini dilakukan pada Industri Rumah Tangga Tempe Syafira Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Penentuan daerah penelitian secara purposive (sengaja). Sampel industri ditentukan dengan teknik samping purposive. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan break even point. Hasil penelitian menunjukan bahwa Break Even Point unit dan Break Even Point sales selama 10 bulan terhitung dari bulan Agustus tahun 2021 hingga bulan Mei tahun 2022 mengalami fluktuatif. Break Even Point unit tertinggi pada bulan Mei yaitu 11.817 dan terendah bulan Januari yaitu 7.689 dengan rata-rata 98.405 unit. Break Even Point sales tertinggi pada bulan Mei yaitu Rp 75.680.373 dan terendah pada bulan Januari yaitu Rp 31.491.045 dengan rata-rata Rp 414.209.417. Perhitungan Margin Of Safety tertinggi pada bulan Januari yaitu 77% dan terendah pada bulan Mei yaitu 36% sedangkan rata-rata dalam 10 bulan yaitu 66%. Perencanan laba tertinggi pada bulan Januari sebesar Rp 88.947.896,00 dan terendah pada bulan Mei yaitu Rp 28.679.422,00 sedangkan rata-rata selama 10 bulan yaitu Rp 66.180.974,00. Berdasarkan hasil analisis break even point membuktikan bahwa Industri Rumah Tangga Tempe Syafira dinyatakan telah mencapai titik impas atau hasil produksi dan hasil penjualan melebihi break even point unit dan break even point sales
- ItemANALISIS DEIKSIS DALAM TAJUK RENCANA KORAN REPUBLIKA EDISI JANUARI TAHUN 2015, RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN, DAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA N 4 PURWOREJ(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-04) Gita Amelia 112110146Amelia, Gita. ”Analisis Deiksis dalam Tajuk Rencana Koran Republika Edisi Januari Tahun 2015, Relevansinya dengan Pembelajaran Menulis Teks Laporan, dan Pembelajarannya di Kelas X SMA N 4 Purworejo”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk deiksis yang terdapat dalam tajuk rencana koran Republika edisi Januari 2015; (2) relevansi antara deiksis pada tajuk rencana harian Republika dengan pembelajaran menulis teks laporan; dan (3) pembelajaran menulis teks laporan dengan materi deiksis pada tajuk rencana harian Republika di kelas X SMA N 4 Purworejo. Sumber data yang digunakan berupa benda, yaitu bersumber pada kalimat dalam dua puluh lima tajuk rencana harian koran Republika edisi Januari 2015. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi. Dalam menganalisis data penelitian ini, digunakan metode teknik ganti. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik penyajian informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk-bentuk deiksis yang terdapat dalam koran Republika edisi Januari 2015, antara lain (a) bentuk-bentuk deiksis persona yang digunakan, yaitu saya, kita, ia, dia, bentuk terikat –nya, dan mereka; (b) bentuk-bentuk deiksis tempat yang digunakan, yaitu di daerah, di tanah air, negara ini, di sini, di kawasan wisata, di perkotaan, di pedesaan, dan di dalam kendaraan; (c) bentuk-bentuk deiksis waktu yang digunakan, yakni waktu (kini, saat ini, lalu, selama ini, kemarin, dini hari, saat itu, saban tahun, seumur hidup, kali ini, beberapa jam, dua hari sebelumnya, awal tahun, dan sepanjang tahun); (d) bentuk-bentuk deiksis anafora yang digunakan, yaitu itu dan ini; dan (e) Bentuk-bentuk deiksis katafora yang ditemukan, yakni seperti, misalnya, yakni, ini, dan adalah; (2) relevansi deiksis dengan pembelajaran menulis teks laporan di kelas X SMA meliputi (a) di dalam silabus ada kompetensi dasar tentang teks laporan yang menggunakan deiksis, yaitu KD 3.3 dam KD 4.3; (b) di dalam menulis teks laporan perlu digunakan deiksis karena deiksis dapat memberikan makna, isi, atau pesan yang terkandung di dalam teks dan juga menjadi bagian di dalam struktur bahasa; dan (3) pembelajaran Menulis Teks Laporan dengan Materi Deiksis pada Tajuk Rencana Harian Republika di Kelas X SMA N 4 Purworejo dilakukan sesuai dengan kurikulum 2013 yang berbasis teks sehingga pendidik mengadakan evaluasi terhadap kemampuan peserta didik yang hasil nilai rata-ratanya 82,9, nilai terendah 53, dan nilai tertinggi 93 dan evaluasi pengetahuan peserta didik yang hasil nilai rata-ratanya 72,2, nilai terendah 70, dan nilai tertinggi 85. Kata kunci: Deiksis, Tajuk Rencana, dan Pembelajaran Menulis Teks Laporan
- ItemANALISIS DEIKSIS DALAM TAJUK RENCANA KORAN REPUBLIKA EDISI JANUARI TAHUN 2015, RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN, DAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA N 4 PURWOREJO(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-04) Gita Amelia 112110146Amelia, Gita. ”Analisis Deiksis dalam Tajuk Rencana Koran Republika Edisi Januari Tahun 2015, Relevansinya dengan Pembelajaran Menulis Teks Laporan, dan Pembelajarannya di Kelas X SMA N 4 Purworejo”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk deiksis yang terdapat dalam tajuk rencana koran Republika edisi Januari 2015; (2) relevansi antara deiksis pada tajuk rencana harian Republika dengan pembelajaran menulis teks laporan; dan (3) pembelajaran menulis teks laporan dengan materi deiksis pada tajuk rencana harian Republika di kelas X SMA N 4 Purworejo. Sumber data yang digunakan berupa benda, yaitu bersumber pada kalimat dalam dua puluh lima tajuk rencana harian koran Republika edisi Januari 2015. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi. Dalam menganalisis data penelitian ini, digunakan metode teknik ganti. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik penyajian informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk-bentuk deiksis yang terdapat dalam koran Republika edisi Januari 2015, antara lain (a) bentuk-bentuk deiksis persona yang digunakan, yaitu saya, kita, ia, dia, bentuk terikat –nya, dan mereka; (b) bentuk-bentuk deiksis tempat yang digunakan, yaitu di daerah, di tanah air, negara ini, di sini, di kawasan wisata, di perkotaan, di pedesaan, dan di dalam kendaraan; (c) bentuk-bentuk deiksis waktu yang digunakan, yakni waktu (kini, saat ini, lalu, selama ini, kemarin, dini hari, saat itu, saban tahun, seumur hidup, kali ini, beberapa jam, dua hari sebelumnya, awal tahun, dan sepanjang tahun); (d) bentuk-bentuk deiksis anafora yang digunakan, yaitu itu dan ini; dan (e) Bentuk-bentuk deiksis katafora yang ditemukan, yakni seperti, misalnya, yakni, ini, dan adalah; (2) relevansi deiksis dengan pembelajaran menulis teks laporan di kelas X SMA meliputi (a) di dalam silabus ada kompetensi dasar tentang teks laporan yang menggunakan deiksis, yaitu KD 3.3 dam KD 4.3; (b) di dalam menulis teks laporan perlu digunakan deiksis karena deiksis dapat memberikan makna, isi, atau pesan yang terkandung di dalam teks dan juga menjadi bagian di dalam struktur bahasa; dan (3) pembelajaran Menulis Teks Laporan dengan Materi Deiksis pada Tajuk Rencana Harian Republika di Kelas X SMA N 4 Purworejo dilakukan sesuai dengan kurikulum 2013 yang berbasis teks sehingga pendidik mengadakan evaluasi terhadap kemampuan peserta didik yang hasil nilai rata-ratanya 82,9, nilai terendah 53, dan nilai tertinggi 93 dan evaluasi pengetahuan peserta didik yang hasil nilai rata-ratanya 72,2, nilai terendah 70, dan nilai tertinggi 85. Kata kunci: Deiksis, Tajuk Rencana, dan Pembelajaran Menulis Teks Laporan
- ItemAnalisis Ekologi Sastra pada Video Pementasan Drama Air Mata Senja karya Joni Hendri dan Pembelajaranya di Kelas XI SMA(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-05-15) Adillah Satriani BarokahBarokah, Adillah Satriani, 2025. “Analisis Ekologi Sastra pada Video Pementasan Drama Air Mata Senja karya Joni Hendri dan Pembelajaranya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) ekologi sastra dalam konteks alam dan budaya pada video pementasan drama Air Mata Senja karya Joni Hendri; 2) pembelajaran di kelas XI SMA. Dalam penelitian ini digunakan metode desktiptif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu ekologi sastra. Sumber data dari video pementasan drama Air Mata Senja karya Joni Hendri. Objek penelitian adalah video pementasan drama Air Mata Senja karya Joni Hendri. Fokus penelitian pada dialog-dialog yang termasuk ekologi sastra konteks alam dan budaya dalam video pementasan drama Air Mata Seja karya Joni Hendri, serta pembelajarannya kelas XI SMA. Instrumen penelitian menggunakan lembar pencatat data beserta alat tulis, referensi yang mendungkung, ekologi sastra, video pementasan drama Air Mata Senja karya Joni Hendri, dan penulis sebagai peneliti. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan berupa teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terhadap ekologi sastra pada konteks ekologi alam dan budaya dalam video pementasan drama Air Mata Senja karya Joni Hendri. Subaspek dari ekologi alam meliputi (1) sikap tanggung jawab terhadap alam; (2) sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap lingkungan; (3) sikap solidaritas terhadap alam; (4) sikap hormat terhadap alam; (5) dan sikap tidak menganggu alam. Kemudian subaspek ekologi budaya meliputi (1) hubungan antara teknologi yang digunakan dalam kondisi lingkungan tertentu; (2) pola perilaku dalam memanfaatkan suatu daerah atau wilayah yang berkaitan dengan teknologi yang diciptakan ; (3) dan pola perlakuan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang akan berpengaruh dari aspek kebudayaan. Hasil kelayakan modul ajar yang dinilai oleh salah satu guru SMA Negeri 1 Prembun tentang analisis ekologi sastra pada video pementasan drama Air Mata Senja karya Joni Hendri di nyatakan layak untuk diterapkan di pembelajaran kelas XI SMA. Pada pelaksanaanya disesuaikan dengan TP 5.3 peserta didik mampu menangkap pesan dan mengidentifikasi karakter alur, dan konflik di dalam sebuah pertunjukan drama. Pembelajaran tersebut dapat mendorong peserta didik untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Kata Kunci: Ekologi sastra, Drama, Pembelajaran Sastra
- ItemANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS X SMK(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-18) FAJAR ENDAH SETIYANI 112110116Setiyani, Fajar Endah. 2015. “Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan dalam Novel Negeri di Ujung Tanduk Karya Tere Liye dan rencana relaksanaan pembelajaran di Kelas X SMK”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitaian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan: gaya bahasa, nilai-nilai pendidikan, dan rencana pelaksanaan pembelajaran novel Negeri di Ujung Tanduk di kelas X SMK. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Negeri di ujung Tanduk karya Tere Liye, objek penelitian berupa gaya bahasa, nilai pendidikan dan rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas X SMK, penelitian ini difokuskan pada empat kelompok gaya bahasa meliputi; (a) gaya bahasa penegasan terdiri dari paralelisme, erotesis, klimaks, repetisi, antiklimaks, (b) gaya bahasa penegasan terdiri dari hiperbola, metonomia, personifikasi, pleonasme, metafora, sinekdoke, alusi, simile, asosiasi, eufenisme, epitet, eponim, hipalase, (c) gaya bahasa pertentangan terdiri dari litotes, paradoks, histeron prosteron, oksimoron, okupasi, (d) gaya bahasa sindiran terdiri dari meliosis, sinisme, ironi, innuendo, sarkasme, satire, dan empat nilai pendidikan terdiri dari nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya, serta rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas X SMK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik analisis data dilakukan teknik analisis isi (content analisys). Teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Berdasarkan pembahasan data, penulis memperoleh simpulan, identifikasi gaya bahasa dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye, yaitu; (a) gaya bahasa penegasan, meliputi; lima data gaya bahasa erotesis, tiga data gaya bahasa klimaks, dan enam gaya bahasa repetisi, (b) gaya bahasa perbandingan, meliputi; empat data gaya bahasa hiperbola, sepuluh data gaya bahasa personifikasi, delapan data gaya bahasa metafora, dua data gaya bahasa sinekdoke pars pro toto, empat data gaya bahasa simile, satu data gaya bahasa asosiasi, tujuh data gaya bahasa epitet, dan satu data gaya bahasa eponim, (c) gaya bahasa pertentangan yang terdapat dalam novel tersebut hanya ada satu yaitu litotes, (d) gaya bahasa sindiran, meliputi; dua data gaya bahasa sinisme, satu data gaya bahasa ironi dan dua data gaya bahasa sarkasme. Nilai pendidikan dalam novel Negeri di Ujung Tanduk, antara lain; (a) nilai pendidikan religius meliputi; menjaga amanat, menjaga silaturahmi, bersyukur, dan berserah diri kapada Allah, (b) nilai pendidikan moral meliputi; balas budu, peduli, disiplin dan kerja keras, serta pantang menyerah, (c) nilai pendidikan sosial meliputi; pemimpin yang mementingkan kepentingan rakyat, penegakan hokum, tolong menolong, dan rasa terimakasih atas kepedulian orang lain, (d) nilai pendidikan budaya meliputi; kebiasaan tolong menolong, kebiasaan makan malam di sekolah Thomas. Novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye dapat dijadikan bahan pembelajaran di xiii kelas X SMK pada kompetensi dasar 7.1 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Metode yang digunakan novel tersebut digunakanantara lain metode pemodelan, tanya jawab dan penugasan. Strategi pembelajaran yang digunakan ialah pendahuluan, penentuan sikap aktif, penyajian, dan tugas-tugas praktis. Kata kunci: gaya bahasa, nilai pendidikan, novel Negeri di Ujung Tanduk, dan rencana pelaksanaan pembelajaran di smk
- ItemAnalisis Gaya Bahasa Pada Album Handmade oleh Raisa dan Relevansi Pembelajarannya di Kelas X SMA(Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025) Lailatul Septa IndartiPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) struktur batin pada lirik lagu Album Handmade oleh Raisa ; (2) gaya bahasa pada album Handmade oleh Raisa; (3) relevansi pembelajarannya di SMA kelas X. Pengumpulan data menggunakan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini adalah: (1) struktur batin berupa 13 lirik rasa, 14 lirik tema, 14 lirik nada atau suasana. Dari pemaparan tersebut, keselurukan struktur batin berjumlah 41 lirik. (2) gaya bahasa lirik lagu pada album Handmade oleh Raisa berupa 7 gaya bahasa alegori, 1 gaya bahasa koreksi, 1 gaya bahasa pleonasme, 4 gaya bahasa antitesis, 4 gaya bahasa metafora, 1 gaya bahasa personifikasi, 1 gaya bahasa antisipasi, 3 gaya depersonifikasi. Dari pemaparan tersebut, keselurukan gaya bahasa berjumlah 22 lirik. (3) relevansi pembelajaran puisi pada lirik lagu dalam album Handmade oleh Raisa yang terdapat pada pada TP 4.2 (Membaca dan mengevaluasi informasi berupa gagasan pikiran pandangan arahan atau pesan dari teks visual atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat). Untuk mempermudah proses kegiatan belajar-mengajar dengan tujuan pencapaian (a) Mendata kata-kata yang menunjukkan diksi, imaji, diksi, kata konkret, gaya bahasa, rima/irama, tipografi tema/makna (sense) dalam puisi; (b) Mendata kata-kata yang menunjukkan rasa (feeling), nada, dan amanat dalam puisi. Materi pembelajaran dilakukan dengan model pembelajaran Discovery Learning. Langkah-langkah pembelajaran terbagi menjadi empat langkah pembelajaran, yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi, dan mengomunikasikan, membuat penilaian dan keputisan, serta evaluasi. Sumber belajar yang digunakan yakni buku-buku pembelajaran yang diwajibkan, buku-buku referensilainnya yang mendukung pembelajaran dan internet. Waktu yang digunakan untuk pembelajaran adalah 4x45 menit (2x pertemuan). Dalam pembelajaran puisi ini, evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaiam keterampilan.
- ItemANALISIS GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU GRUP MUSIK WALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Ulin Niswah 112110068Ulin Niswah. “Analisis Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Grup Musik Wali dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Puisi di SMA”. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa pada lirik lagu Wali; (2) relevansi lirik lagu grup musik Wali sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA, dan (3) pembelajaran apresiasi puisi di SMA dengan bahan pembelajaran lirik lagu grup musik Wali. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Wali yang terdapat album Kompilasi 3 in 1. Objek penelitiannya adalah penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu grup musik Wali, relevansi lirik lagu sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi dan pembelajaran apresiasi puisi dengan bahan lirik tersebut di SMA. Penelitian ini difokuskan pada jenis-jenis gaya bahasa dan alternatif pembelajaran apresiasi puisi di SMA dengan bahan pembelajaran lirik lagu Wali. Data dikumpulkan menggunakan metode simak catat dengan penulis sendiri sebagai human instrumen yang dibantu kartu data. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan hasilnya dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) lirik lagu Wali album Kompilasi 3 in 1 menggunakan beragam gaya bahasa: yakni berdasarkan langsung tidaknya makna kiasan (metafora, metonimia, antonomasia), berdasarkan struktur kalimat (klimaks, anadiplosis, anafora, epanalepsis, epizeuksis, simploke, mesodiplosis, antitesis), dan berdasarkan langsung tidaknya makna retoris (pleonasme), (2) lirik dan lagu Wali relevan digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA kelas X baik karena liriknya banyak mengandung gaya bahasa dan sarat akan nilai yang positif, serta memiliki irama yang harmonis, (3) pembelajaran apresiasi puisi dengan materi lirik-lirik lagu Wali di SMA dilakukan dengan tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Perencanaan, guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat berdasarkan standar kompetensi menyimak 5. memahami puisi yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung. Kompetensi dasar 5.1 mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi (gaya bahasa) yang disampaikan secara langsung maupun melalui rekaman. Pelaksanaan, guru menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok. Evaluasi dan refleksi, guru menganalisis proses dan hasil belajar guna mengetahui sejauh mana keberhasilan dan menyusun penyempurnaan dalam pembelajaran selanjutnya. Dengan demikian, lirik lagu grup musik Wali relevan digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA kelas X. Kata kunci: Gaya Bahasa, Lirik Lagu Wali, Pembelajaran Apresiasi Puisi
- ItemAnalisis Gender Tokoh Utama Perempuan Novel Cinta di Dalam Gelas Karya Andrea Hirata dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas XII SMA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-03-15) HENY SUSANTI 132110204Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) analisis gender, dan (3) rpp novel CDG karya Andrea Hirata di kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah bentuk-bentuk ketidakadilan gender tokoh utama perempuan novel CDG karya Andrea Hirata. Fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik novel CDG, bentuk-bentuk ketidakadilan gender novel CDG, RPP di kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka, simak, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah kartu pencatat data. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik dalam penelitian ini adalah: (a) tema mayor: (perjuangan perempuan untuk menegakkan martabatnya), tema minor: (kekerasan pada perempuan, perjuangan perempuan, diskriminasi terhadap perempuan); (b) tokoh dan penokohan: Maryamah (pekerja keras, tulus, penyayang, perhatian, cerdas, dan pantang menyerah), Ikal (pengkhayal, keras kepala, dan suka menolong, Paman (suka mengomel, lembut, bijaksana, perhatian, dan berwawasan), Selamot (bersahabat, polos dan humoris), Ania (baik hati, penyayang, dan mengagumi kakak dan ibunya), Detektif M. Nur (disiplin, ceroboh), Matarom (lelaki berhidung belang, egois, angkuh, dan penindas), Giok Nio (suka meremehkan orang lain, baik hati, i) Sersan Kepala: jujur dan loyal terhadap pekerjaan), Syalimah (baik dan penyayang), Ibu (penyayang, tidak suka pemalas, tegas), Syahrifudin (Chip) (kreatif, konyol, rajin, baik, dan suka menolong),Grand Master Ninochka Stronovsky (baik, terhormat); (c) alur: maju, (d) latar tempat: Belitong, Warung kopi, Toko Tanjung Pandan, Finlandia, Rumah Maryamah, Bitun, Aula Gedung, Kios ayam Giok Nio, Kantor Detektif; latar waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari; latar suasana: gembira, sedih, tegang, kasih sayang; (e) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu; (2) bentuk-bentuk ketidakadilan gender penelitian ini meliputi: (a) marginalisasi: perempuan yang bekerja sebagai pendulang timah, (b) subordinasi: lelaki lebih berhak atas perempuan, (c) stereotip: perempuan diharamkan bertanding, (d) kekerasan: fisik: Maryamah sering mendapat perlakuan kasar, mental: Maryamah menghadapi banyak cobaan dalam hidupnya, (e) beban kerja; Maryamah menjadi tulang punggung keluarga menggantikan almarhum ayahnya, (3) rpp novel di kelas XII SMA dilakukan dengan metode Group Investigation (investigasi kelompok) dengan langkah-langkah: peserta didik membentuk kelompok kecil 4-5, anggota tim menyesuaikan subtopik yang akan dibahas yaitu novel, unsur intrinsik dan ekstrinsik novel. Tiap kelompok diberi materi subtopik yang berbeda. Memberikan pertanyaan bersifat analitis. Mengajak siswa berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan kelompoknya secara bergiliran searah jarum jam dalam kurun waktu yang disepakati.
- ItemAnalisis Hegemoni Patriarki pada Film Bumi Manusia Sutradara Hanung Bramantyo dan Relevansinya Sebagai Bahan Pembelajaran Drama Bahasa Indonesia di Kelas XI(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-22) Fajri YanuartiFajri Yanuarti, 2025. “Analisis Hegemoni Patriarki pada Film Bumi Manusia Sutradara Hanung Bramantyo dan Relevansinya Sebagai Bahan Pembelajaran Drama Bahasa Indonesia di Kelas XI”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) hegemoni patriarki yang terdapat pada film Bumi Manusia sutradara Hanung Bramantyo, (2) relevansinya sebagai bahan pembelajaran drama bahasa Indonesia di kelas XI SMA. Pembelajaran peserta didik mengenai drama di kelas hanya difokuskan pada pesan yang terkandung dalam film, mengidentifikasi dan mempresentasikan struktur patriarki privat dan publik pada film Bumi Manusia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian ini adalah hegemoni patriarki pada film Bumi Manusia sutradara Hanung Bramantyo dalam pembelajaran drama Bahasa Indonesia di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah film Bumi Manusia sutradara Hanung Bramantyo. Data dan sumber penelitian ini adalah kutipan dialog dari para tokoh film Bumi Manusia yang berdurasi sekitar 3 jam 1 menit. Penelitian ini berhubungan dengan kedudukan perempuan sebagai sosok subordinasi, menghadapi tekanan dari keluarga dan masyarakat untuk memenuhi peran tradisional perempuan. Dari teknik pengumpuan data diggunakan teknik dokumentasi. Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis isi atau content analysis. Dari hasil penelitian ini diungkapkan bahwa: (1) hegemoni patriarki privat 45%, Hegemoni patriarki pada film Bumi Manusia sutradara Hanung Bramantyo terdiri atas dua jenis, yaitu patriarki privat dan patriarki publik. Struktur patriarki privat meliputi produksi rumah tangga (household production); pekerjaan (job); negara (state); seksualitas (sexuality); kekerasan (violence); dan budaya (culture). Hegemoni patriarki publik 55% yang terdapat pada pada struktur budaya, lingkup budaya menuntut perempuan untuk menjadi penjaga dan pelestari tradisi. Kemudian struktur patriaki publik meliputi pekerjaan/negara (state/job); produksi rumah tangga (household production); seksualitas (sexuality); kekerasan (violence); dan budaya (culture), (2) hegemoni patriarki pada film Bumi Manusia sutradara Hanung Bramantyo sebagai bahan pembelajaran drama bahasa Indonesia di kelas XI SMA. Kata Kunci: hegemoni, patriarki, relevansi, bahan pembelajaran
- ItemAnalisis Isi Buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Terbitan Kemendikbudristek(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-04) Rizky Luckyantipak pada kualitas pendidikan. Oleh kaena itu, buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia dikaji penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kesesuaian uraian materi buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia dengan ATP kurikulum, (2) keakuratan materi pada buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia , (3) kelayakan materi pendukung pada buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) data yang mendukung penelitian berumber dari buku (pustaka). Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas X. Instrumen dalam penelitian ini berupa tabel analisis kelayakan buku teks mengacu pada penilaian BNSP. Teknik analisis data dilakukan meggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada analisis isi buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas X. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) kelayakan isi buku teks kesesuaian materi dengan kurikulum, yang meliputi: (a) kelengkapan materi, (b) keluasan materi, (c) kedalaman materi mendapat persentase 81,94%, (2) kelayakan isi keakuratan materi, yang meliputi: (a) akurasi konsep dan definisi, (b) akurasi contoh, fakta, dan ilustrasi, (c) akurasi soal mendapat persentase 98,61%, (3) kelayakan isi materi pendukung pelajaran, yag meliputi (a) kesesuaian dengan perkembangan ilmu dan teknologi, (b) keterkinian fitur, contoh, dan rujukan, (c) mendorong untuk membuat kesimpulan, (d) keterkaitan antar konsep, (e) komunikasi mendorong untuk menyampaikan gagasan, (f) penerapan implementasi dalam kehidupan mendapat persentase 82,81%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemilihan buku teks serta dapat memberi pengetahuan mengenai kelayakan buku teks.
- ItemAnalisis Isi Buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Terbitan Kemendikbudristek(Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-04) Rizky Luckyantibuku teks adalah salah satu media pembelajaran yang praktis dan berdampak pada kualitas pendidikan. Oleh kaena itu, buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia dikaji penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kesesuaian uraian materi buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia dengan ATP kurikulum, (2) keakuratan materi pada buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia , (3) kelayakan materi pendukung pada buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) data yang mendukung penelitian berumber dari buku (pustaka). Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas X. Instrumen dalam penelitian ini berupa tabel analisis kelayakan buku teks mengacu pada penilaian BNSP. Teknik analisis data dilakukan meggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada analisis isi buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas X. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) kelayakan isi buku teks kesesuaian materi dengan kurikulum, yang meliputi: (a) kelengkapan materi, (b) keluasan materi, (c) kedalaman materi mendapat persentase 81,94%, (2) kelayakan isi keakuratan materi, yang meliputi: (a) akurasi konsep dan definisi, (b) akurasi contoh, fakta, dan ilustrasi, (c) akurasi soal mendapat persentase 98,61%, (3) kelayakan isi materi pendukung pelajaran, yag meliputi (a) kesesuaian dengan perkembangan ilmu dan teknologi, (b) keterkinian fitur, contoh, dan rujukan, (c) mendorong untuk membuat kesimpulan, (d) keterkaitan antar konsep, (e) komunikasi mendorong untuk menyampaikan gagasan, (f) penerapan implementasi dalam kehidupan mendapat persentase 82,81%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemilihan buku teks serta dapat memberi pengetahuan mengenai kelayakan buku teks.
- ItemAnalisis Jenis-Jenis Makna Slogan Iklan Mi Instan Televisi dan Modul Ajar di Kelas VIII SMP(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-24) Faikhah Julita UtamiUtami, Faikhah. 2025. “Analisis Jenis-Jenis Makna Slogan Iklan Mi Instan Televisi dan Modul Ajar di Kelas VIII SMP”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Jenis makna yang terkandung dalam slogan mi instan di televisi; (2) Modul Ajar di Kelas VIII SMP. Masalah yang ingin ditelaah adalah tentang (1) jenis makna yang terkandung dalam slogan mi instan di televisi, (2) modul ajar jenis makna pada slogan mi instan di kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis isi atau content analysis dalam slogan dengan cara mengklasifikasi, menganalisis, dan membahas kutipan slogan iklan produk mi instan di televisi berdasarkan jenis makna. Objek penelitian ini adalah slogan iklan mi isntan televisi dan modul ajar di kelas VIII SMP. Penelitian ini difokuskan pada jenis-jenis makna yang ada dalam slogan iklan mi instan. Data dan sumber penelitian ini adalah kutipan slogan dalam video iklan produk mi instan yang merujuk pada jenis-jenis makna konseptual, konotatif, sosial, afektif, kolokatif, dan tematik. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah simak catat, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Jenis makna yang terkandung pada slogan mi instan teridentifikasi anatara lain: (a) 31 makna konseptual atau 39,74% terdiri dari kata seleraku,bikin, hari, semangat, siap, isi, umat, rendang,selera,terus, Indonesia, khas, kuah, suasana, asli, juara, enak, lebih, puas, kuah, gurih, soto, sekarang, enak, spesial, sukses, terus, hebat, sehat, ada dan lapar. (b) 16 makna konotatif atau 20,51% terdiri dari kata Jumbo Rendang lebih nendang, Goreng semangatmu, Terus Hidupkan Selera indonesia, Semangat Khas Aceh, Hangatkan Suasana, juara baso bleduknya, baso bleduknya, Enaknya bikin nagih, lebih gede lebih puas, guruhnya mantap, jadi makin spesial, rasanya sukses, lapernya beres, mi hebat, keluarga sehat, kelezatan ajaib (c) 28 makna afektif atau 35,90% terdiri dari kata indomie seleraku, jumbo rendang lebih nendang, hidupkan selera, sedapnya, korea banget, kuah pedasnya, hangatkan suasana, asli rawitnya, juara baso bleduknya, lebih gede, lebih puas, kuah guruhnya mantap, gurihnya mantap, beneran sedap, sedapkan harimu, spesial, enak, enak original, rasanya sukes, lapernya beres, enaknya, baiknya, wuenak nendang, nendang terus, kelezatan, kelezatan ajaib, serunya. (d) 1 makna kolokatif atau 1,28% terdiri dari kata isi (e) 2 makna tematik atau 2,56% terdiri dari kata rendang, khas Aceh. (2) Modul ajar teks slogan terdapat pada kurikulum Merdeka dan slogan mi instan yanng digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran di SMP kelas VIII SMP dengan fase capaian pembelajaran D dan dengan elemen menulis. Model pembelajaran menggunakan discovery learning. Discovery learning. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai bagi peserta didik dapat mengenali kosakata baru serta menjelaskan informasi singkat, dan memahami makna kata dalam teks slogan. Kata Kunci: jenis makna, slogan, iklan.
- ItemAnalisis Kearifan Lokal Dalam Novel Tembang dan Perang Karya Junaedi Setiyono Dan Relevansinya Sebagai Pembelajaran Sastra Di Kelas XII SMA(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-05-28) NofI AstutiAstuti, Nofi. 2025. “Analisis Kearifan Lokal Dalam Novel Tembang dan Perang Karya Junaedi Setiyono Dan Relevansinya Sebagai Pembelajaran Sastra Di Kelas XII SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) bentuk kearifan lokal dalam novel Tembang dan Perang karya Junaedi Setiyono; dan (2) relevansi novel Tembang dan Perang karya Junaedi Setiyono sebagai materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif dengan menggnakan pendekatan antropologi sastra. Pendekatan antropologi sastra digunakan untuk menganalisis bentuk kearifan lokal dalam novel Tembang dan Perang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan baca dan catat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis isi dalam novel dengan cara dibaca dan di catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) bentuk kearifan lokal dalam novel Tembang dan Perang karya Junaedi Setiyono meliputi bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, religi dan kesenian; dan (2) Novel Tembang dan Perang karya Junaedi Setiyono relevan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA untuk kelas XII dengan menanamkan nilai-nilai budaya dan moral kepada siswa. Relevansi ini melibatkan pendekatan tematik, kontekstual, dan pembentukan karakter sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang berbasis karakter dan kompetensi. Kata kunci: novel, kerifan lokal, antropologi sastra
- ItemAnalisis Kearifan Lokal Way Mranti Novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy dan Modul Ajarnya di Kelas XII SM(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-19) Adila Hanan AziizahHanan, Adila. 2025. “Analisis Kearifan Lokal Way Mranti Novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy dan Modul Ajarnya di Kelas XII SMA.” Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kearifan lokal yang terkandung dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy; (2) modul ajar novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini difokuskan pada kearifan lokal dan modul ajarnya di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini berupa kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung yang terdapat dalam novel Kembara Rindu karya Habibburrahman El Shirazy. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti, kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan analisis dalam analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Kearifan lokal dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy meliputi (a) peralatan dan perlengkapan kehidupan manusia (12,5%): tempat berlindung dan perumahan meliputi rumah kayu, rumah panggung; makanan meliputi nasi lengko, gulai tempoyak, (b) mata pencaharian dan sistem ekonomi (6,25%): pedagang meliputi pedagang klontong, (c) sistem kemasyarakatan (12,5%): kekerabatan; sosial, (d) bahasa (6,25%): bahasa lampung meliputi dialek A (Api/Pesisir) dan dialek O (Nyo/Abung), (e) kesenian (6,25%): mahkota siger; tari bedana kreasi, (f) sistem pengetahuan (31,25%): alam sekitar; alam fauna; alam flora; sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia; ruang waktu, (g) sistem religi (25%): ritual agama; guru/pemimpin agama; (3) Modul ajar teks novel di kelas XII SMA berdasarkan kurikulum merdeka terdapat tujuan pembelajaran 12.6 Peserta didik menganalisis kearifan lokal yang terkandung dari novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy. Metode yang digunakan adalah metode pembelajaran novel menggunakan model Problem Based Learning (PBL) atau Problem Based Instruction (PBI) dengan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Kata kunci: Kembara Rindu, kearifan lokal.
- ItemAnalisis Kebahasaan Teks Editorial Media Indonesia Edisi Agustus 2023 sebagai Bahan Ajar di Kelas XII SMA(Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-09-18) Muhamad RafiPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aspek kaidah kebahasaan pada teks editorial Media Indonesia edisi Agustus 2023, (2) penggunaan kaidah kebahasaan teks editorial Media Indonesia edisi Agustus 2023 sebagai bahan ajar di kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah kaidah kebahasaan teks editorial pada surat kabar elektronik Media Indonesia edisi Agustus 2023 Fokus penelitian ini adalah analisis kaidah kebahasaan teks editorial meliputi penggunaan berbagai ungkapan atau kalimat retoris, penggunaan kata-kata populer, penggunaan kata ganti penunjuk, dan penggunaan konjungsi kausalitas pada surat kabar Media Indonesia edisi Agustus 2023 dan sebagai bahan ajar di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini adalah hasil analisis kaidah kebahasaan pada kolom editorial surat kabar elektronik Media Indonesia edisi Agustus 2023 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknık sımak dan teknik catat dengan teknik SBLC (Simak bebas libat cakap). Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dibantu dengan kartu pencatat data melakukan identifikasi dan analisis tentang aspek kaidah kebahasaan teks editorial. Teknik analisis data menggunakan teknik padan referen dan teknik analısıs data kualitatif Teknik penyajian hasil analisis yang digunakan adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) hasil analisis aspek kaidah kebahasaan teks editorial Media Indonesia edisi Agustus 2023 darı 47 editorial menunjukkan bahwa terdapat 17 editorial sesuai kriteria aspek kaidah kebahasaan, dan terdapat 30 editorial tidak sesuai kriteria aspek kaidah kebahasaan teks editorial, faktor ketidaksesuaian dari editorial tersebut karena tidak mengandung aspek kaidah kebahasaan secara lengkap seperti: penggunaan kalimat retoris, kata-kata populer, konjungsi kausalitas, dan kata ganti penunjuk), dengan rincian 29 editorial tidak mengandung aspek kalimat retoris, serta 1 editorial tidak mengandung kalimat retoris dan konjungsi kausalitas, (2) analisis penggunaan kaidah kebahasaan teks editorial Media Indonesia edisi Agustus 2023 dapat dijadikan bahan ajar di kelas XII SMA, kemudian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII SMA terdapat tujuan pembelajaran yaitu: (a) peserta didik dapat menuangkan gagasan dalam bentuk teks eksposisi, (b) peserta didik dapat menyempurnakan teks eksposisi apar dapat dipublikasikan di media massa cetak maupun elektronik, karena teks editorial merupakan salah satu jenis dari teks eksposısı dari segi struktur, dan beberapa kaidah kebahasaan
- ItemAnalisis Kesalahan Ejaan dalam Teks Berita Karangan Siswa Kelas XI SMK dan Relevansinya Sebagai Modul Ajar di Kelas XI SMK(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-25) Arifia HikmawatiArifia Hikmawati. 2025. Analisis Kesalahan Ejaan dalam Teks Berita Karangan Siswa Kelas XI SMK dan Relevansinya Sebagai Modul Ajar di Kelas XI SMK. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keuruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo. Abstrak: Ejaan dalam teks berita berfungsi untuk mempermudah pembaca dalam memahami maksud dari informasi yang disampaikan dan agar tidak menimbukan ambiguitas makna. Analisis Kesalahan Ejaan dalam Teks Berita Karangan Siswa Kelas XI SMK dan Relevansinya sebagai Modul Ajar di Kelas XI SMK bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kesalahan penggunaan penggunaan ejaan dalam teks berita karangan siswa kelas XI SMK; dan (2) relevansi sebagai modul ajar di kelas XI SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah kesalahan ejaan dalam teks berita karangan siswa kelas XI SMK dan relevansinya sebagai modul ajar di kelas XI SMK. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini digunakan teknik simak catat. Dalam analisis data pada penelitian digunakan teknik agih. Dalam penyajian data penelitian digunakan teknik informal. Hasil penelitian meliputi: (1) kesalahan penggunaan ejaan dalam teks berita karangan siswa kelas XI SMK yang terdiri dari: a) penulisan huruf kapital dengan jumlah kesalahan 482 dari 916 total kesalahan ejaan dengan presentase kesalahan 52,62%, b) penggunaan tanda baca titik dengan jumlah kesalahan 62 dari 916 total kesalahan ejaan dengan presentase kesalahan 6,76%, c) penggunaan tanda baca petik dengan jumlah kesalahan 14 dari 916 total kesalahan ejaan dengan presentase kesalahan 1,52%, d) penggunaan tanda baca koma dengan jumlah kesalahan 70 dari 916 total kesalahan ejaan dengan presentase kesalahan 7,64%, e) penulisan huruf miring dengan jumlah kesalahan 221 dari 916 total kesalahan ejaan dengan presentase kesalahan 24,12%, f) penulisan kata dengan jumlah kesalahan 67 dari 916 total kesalahan ejaan dengan presentase kesalahan 7,31%; dan (2) relevansi sebagai modul ajar, pembelajaran kesalahan ejaan dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran dalam pembelajaran menulis, salah satunya pada materi menulis teks berita yang ada pada kelas XI SMA/SMK di semester gasal kurikulum merdeka. Kata Kunci: kesalahan ejaan, teks berita, modul ajar
- ItemAnalisis Kesalahan Ejaan pada Teks Laporan Hasil Obsevasi Siswa Kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo 2023/2024 dan Pembelajarannya di SMK(Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-04) Maulana Galih NirmalaKesalahan ejaan masih banyak dijumpai peserta didik SMK dalam menulis sebuah teks, padahal tulisan peserta didik dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesalahan ejaan pada teks laporan hasil observasi siswa kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo 2023/2024 dan (2) pembelajaran teks laporan hasil observasi di SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek yang dijadikan dalam penelitian ini adalah teks laporan hasil observasi siswa kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo2023/2024. Fokus penelitian ini adalah kesalahan ejaan pada teks laporan hasil observasi siswa kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo 2023/2024 yang meliputi (a) kesalahan penggunaan huruf kapital, (b) kesalahan penuisan kata, (c) kesalahan penulisan angka atau lambang bilangan, dan (d) kesalahan penggunaan tanda baca. Dalam pengumpulan data, digunakan teknik baca secara berulang-ulang dan teknik catat yang digunakan untuk mencatat data kesalahan ejaan pada kartu data. Instrumen yang digunakan adalah human instrument dan dibantu kartu data. Analisis data yang digunakan adalah metode agih. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) kesalahan ejaan pada teks laporan hasil observasi siswa terdiri atas: (a) kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat yang ditulis dengan huruf nonkapital, penggunaan huruf kapital pada tengah kata yang seharusnya ditulis dengan huruf nonkapital, dan penggunaan huruf nonkapital pada awal nama geografi yang seharusnya ditulis dengan huruf kapital, (b) adanya kesalahan penulisan kata depan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seharusnya ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, penulisan kata ulang disingkat dengan 2 yang seharusnya ditulis dengan mengulang unsur pertama, dan kesalahan penulisan kata berimbuhan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya, seharusnya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, (c) kesalahan penulisan angka dan akhiran –an yang seharusnya dirangkai dengan kata hubung (-) serta penulisan ukuran panjang ditulis menggunakan huruf yang seharusnya ditulis menggunakan angka atau bilangan dan (d) tidak digunakannya tanda baca titik yang seharusnya digunakan pada akhir kalimat, tidak digunakannya tanda koma yang seharusnya digunakan sebelum konjungsi pertentangan, serta tidak digunakannya tanda hubung yang seharusnya digunakan pada kata ulang, dan (2) pembelajaran teks laporan hasil observasi, peserta didik harus dapat menganalisis kebahasaan. Untuk menganalisis kaidah kebahasaan, peserta didik perlu mendalami materi dasar bahasa Indonesia. Pembelajaran ini dilaksanakan dengan model discovery learning. Penilaian yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dilakukan dengan penilaian sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.
- ItemAnalisis Kesalahan Ejaan pada Teks Laporan Hasil Obsevasi Siswa Kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo 2023/2024 dan Pembelajarannya di SMK(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-16) Maulana Galih NirmalaAbstrak: Kesalahan ejaan masih banyak dijumpai peserta didik SMK dalam menulis sebuah teks, padahal tulisan peserta didik dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesalahan ejaan pada teks laporan hasil observasi siswa kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo 2023/2024 dan (2) pembelajaran teks laporan hasil observasi di SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek yang dijadikan dalam penelitian ini adalah teks laporan hasil observasi siswa kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo2023/2024. Fokus penelitian ini adalah kesalahan ejaan pada teks laporan hasil observasi siswa kelas X TPTAV SMK PN 2 Purworejo 2023/2024 yang meliputi (a) kesalahan penggunaan huruf kapital, (b) kesalahan penuisan kata, (c) kesalahan penulisan angka atau lambang bilangan, dan (d) kesalahan penggunaan tanda baca. Dalam pengumpulan data, digunakan teknik baca secara berulang-ulang dan teknik catat yang digunakan untuk mencatat data kesalahan ejaan pada kartu data. Instrumen yang digunakan adalah human instrument dan dibantu kartu data. Analisis data yang digunakan adalah metode agih. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) kesalahan ejaan pada teks laporan hasil observasi siswa terdiri atas: (a) kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat yang ditulis dengan huruf nonkapital, penggunaan huruf kapital pada tengah kata yang seharusnya ditulis dengan huruf nonkapital, dan penggunaan huruf nonkapital pada awal nama geografi yang seharusnya ditulis dengan huruf kapital, (b) adanya kesalahan penulisan kata depan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seharusnya ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, penulisan kata ulang disingkat dengan 2 yang seharusnya ditulis dengan mengulang unsur pertama, dan kesalahan penulisan kata berimbuhan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya, seharusnya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, (c) kesalahan penulisan angka dan akhiran –an yang seharusnya dirangkai dengan kata hubung (-) serta penulisan ukuran panjang ditulis menggunakan huruf yang seharusnya ditulis menggunakan angka atau bilangan dan (d) tidak digunakannya tanda baca titik yang seharusnya digunakan pada akhir kalimat, tidak digunakannya tanda koma yang seharusnya digunakan sebelum konjungsi pertentangan, serta tidak digunakannya tanda hubung yang seharusnya digunakan pada kata ulang, dan (2) pembelajaran teks laporan hasil observasi, peserta didik harus dapat menganalisis kebahasaan. Untuk menganalisis kaidah kebahasaan, peserta didik perlu mendalami materi dasar bahasa Indonesia. Pembelajaran ini dilaksanakan dengan model discovery learning. Penilaian yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dilakukan dengan penilaian sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.
- ItemAnalisis Kesalahan Kalimat Dalam Buku Paket Pelajaran Matematika Kelas XI SMA/SMK Penerbit Kemendikbud dan Relevansi Pembelajarannya(Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-02) Monika HerlambangTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1. Buku Paket Pelajaran Matematika Kelas XI SMA/SMK, dan 2. modul ajar pembelajaran kesalahan kalimat materi teks eksplanasi dengan tujuan pembelajaran 3.4 menganalisis struktur dan kebahasan teks eksplanasi. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat adalah pengumpulan data dengan menyimak tanpa melibatkan informan atau pembicara dan hanya mencatat data yang diperlukan, dan teknik pustaka (menggunakan sumber tertulis untuk memperoleh data). Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kartu catat data yang digunakan untuk mencatat data-data, jenis-jenis dan analisis kesalahan kalimat. Analisis data yang dilakukan dengan metode agih. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa; 1. 20 data kalimat tidak bersubjek, 2. 20 data pengacauan induk dan anak kalimat, 3. 5 data kalimat tidak logis, 4. 2 data kalimat tidak berpredikat, dan 5. modul ajar pembelajaran analisis kesalahan kalimat materi teks eksplanasi di kelas XI SMA/SMK dapat dipelajari melalui buku paket pelajaran matematika didasarkan pada kurikulum merdeka dengan tujuan pembelajaran peserta didik mampu menganalisis kesalahan kalimat, jenis-jenis kalimat dalam buku paket pelajaran matematika.