Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 402
Results Per Page
Sort Options
- ItemKAJIAN PSIKOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA PADA NOVEL TITIAN SANG PENERUS KARYA ALANG-ALANG TIMUR DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-09) Muhammad Faizin 102110057Muhammad Faizin. “Kajian Psikologi Sastra Tokoh Utama pada Novel Titian Sang Penerus Karya Alang-alang Timur dan Skenario Pembelajaran di SMA”. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) perwatakan tokoh utama, (2) aspek psikologis tokoh utama, dan (3) skenario pembelajaran novel Titian Sang Penerus karya Alang-alang Timur di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Titian Sang Penerus. Fokus penelitian ini adalah kajian psikologi sastra tokoh utama pada novel Titian Sang Penerus karya Alang-Alang Timur dan skenario pembelajaran di SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik pustaka. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data psikologi sastra tokoh utama adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan untuk penyajian hasil analisis adalah menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) perwatakan tokoh utama novel Titian Sang Penerus karya Alang-alang Timur memiliki perwatakan baik hati, berjiwa besar, sabars, rajin, da ulet; (2) aspek psikologi tokoh utama novel Titian Sang Penerus karya Alang-alang Timur meliputi aspek psikologi yang memotivasi Ali untuk tetap hidup dan bisa bersekolah, aspek psikologi Ali atas kegigihan dalam bekerjakeras sambil bersekolah sehingga mengantarkan perjalanan nasibnya menuju keberuntungan hidup di masa depan, aspek psikologi Ali dalam menyayangi keluarganya, aspek psikologi Ali dalam menghadapi masalah dalam hidupnya, dan aspek psikologi atas peran orang-orang disekitar Ali sebagai pendukung cita-citanya; dan (3) Skenario pembelajaran psikologi sastra tokoh utama novel Titian Sang Penerus karya Alang-alang Timur pada SK 7. memahami novel Indonesia/ terjemahan dan KD 7.2 peserta didik mampu memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca novel Titian Sang Penerus karya Alang-alang Timur dengan menggunakan model pembelajarn PAIKEM. Kata kunci : Psikologi Sastra, Novel, Skenario Pembelajaran Sastra
- ItemNILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE DAN SKENAPEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-27) Umi Fatonah 112110120Umi Fatonah “Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye; (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye; (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye di Kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, yaitu (a) tema novel novel ini adalah perjuangan Tokoh utama untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik, (b) tokoh utamanya adalah Tania, sedangkan tokoh tambahannya adalah Danar, Dede, Ratna, Miranti, Ibu, dan Anne, Jhony chan, Adi, (c) alur yang digunakan adalah alur campuran, (d) latar dibagi menjadi 3 yaitu latar tempat, latar waktu, latar soaial. latar tempat: rumah kardus, tokoh buku, bus kota, kamar kontrakan, china Town , dan kebun pohon linden, latar waktu (sore dan malam hari), dan latar sosial nya adalah di Singapura Tania merayakanh hari ulang tahunnya bersama teman-teman senior high scool, (e) amanat yang digunakannya adalah apapun kondisi hidup yang kita alami, baik atau buruk, hendaknya kita tetap berpikir positif agar tidak "jatuh tenggelam". Tetap bersyukur karena hal yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita. Segala masalah yang menimpa kita, hendaknya kita berusaha menemukan setiap hikmah di baliknya. Unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel DYJTPMA tersebut saling berhubungan dan terpadu sehingga dapat membangun sebuah cerita. (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin ada 18 yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. (3) skenario pembelajaran novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin di kelas XI SMA dengan tahap pendahuluan guru mengkondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pelajaran yang akan disampaikan, lalu pada tahap inti guru menerangkan materi tentang unsurunsur intrinsik dan pendidikan karakter, kemudian guru meminta para siswa untuk mendiskusikannya, dalam tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran sastra yang terdapat dalam novel untuk membangun karakter siswa. Kata kunci: Unsur Intrinsik, Nilai Pendidikan Karakter, Skenario Pembelajaran
- ItemNILAI SOSIAL DALAM FILM GIE SUTRADARA RIRI RIZA DAN KETERKAITAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-27) Rizki Giwa Apriani 112110100Rizki Giwa Apriani. 2015. “Nilai Sosial dalam Film Gie Sutradara Riri Riza dan Keterkaitan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Xi SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan nilai sosial dalam film Gie; (2) mendeskripsikan keterkaitan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas XI SMA dengan materi nilai sosial dalam film Gie. Objek penelitian ini adalah nilai sosial yang berhubungan dengan unsur instrinsik dalam film Gie. Fokus penelitian ini adalah nilai sosial terdiri dari nilai material, nilai vital, dan nilai spiritual (nilai moral, nilai religius, nilai kebenaran, dan nilai keindahan). Data dalam penelitian ini berupa tuturan tokoh dan adegan dalam film, sedangkan sumber datanya adalah film Gie. Pengumpulan data menggunakan metode simak yang diikuti dengan teknik catat. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan kartu data dan alat tulis. Analisis menggunakan teknik penyajian data secara informal. Dari hasil analisis dapat disimpulkakan bahwa (1) Nilai sosial film Gie meliputi nilai material, nilai vital, dan nilai spiritual. Nilai material tergambar pada kehidupan masyarakat Indonesia pada tahun-tahun di mana setting film digambarkan, dengan keterbatasan sandang, pangan, dan papan. Nilai vital tampak pada setting film saat itu adanya parpol yang menggunakan alat-alat sebagai proganda politik, seperti bendera partai, pakaian, dan beras. Nilai spiritual tampak pada keberanekaragaman agama dan kepercayaan di Indonesia yang tidak menjadi penghalang bagi kehidupan berbangsa; (2) keterkaitan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas XI SMA dengan materi nilai sosial film Gie yang dikaitkan dengan pembelajaran drama terdiri dari menjelaskan materi sesuai SK mendengarkan dan KD yang sesuai adalah mengidentifikasi peristiwa, pelaku dan dialog, konflik, dan nilai sosial dala film Gie.; mengelompokan dan menyuruh siswa mencari unsur instrinsik, mencermati peran dan perwatakan tokoh, nilai sosial, dan konflik yang terjadi melalui dialog tokoh dalam film Gie dan data yang mendukung; dan menyuruh siswa merangkum isi film Gie. Kata Kunci : Nilai Sosial Film, Keterkaitan Pembelajaran.
- ItemNILAI RELIGIUS FILM SANG KIAI SUTRADARA RAKO PRIJANTO DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-27) Arisun 112110008Arisun. 2015. “Nilai Religius Film Sang Kiai Sutradara Rako Prijanto dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) tema, fakta cerita, dan nilai estetis film Sang Kiai, (2) nilai religius film Sang Kiai, dan (3) skenario pembelajaran film Sang Kiai Sutradara Rako Prijanto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pada nilai religius dalam film Sang Kiai dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dan observasi. Istrumen penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulis. Analisis data menggunakan analisis isi. Dalam Penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tema film Sang Kiai adalah perjuangan membela tanah air dan berjihad menegakkan akidah agama Islam. Tokoh utamanya adalah KH Hasyim Asy’ari dan tokoh tambahannya adalah Nyai Kapu, Harun, Sari, Wahid Hasyim, dll. Alurnya adalah alur maju. Latar tempatnya adalah Jombang Jawa Timur. Latar waktunya adalah pagi, siang, malam, bulan, dan tahun. Latar suasana yang digunakan suasana menyenangkan, suasana menegangkan, suasana mengharukan, dan suasana mencemaskan. Nilai estetis yang terkandung adalah unsur keindahan pada alur, unsur keindahan pada latar, dan unsur keindahan pada tokoh; (2) nilai religius yang terdapat dalam film Sang Kiai adalah (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi melaksanakan salat tepat waktu,jujur, memakai kerudung, menahan hawa nafsu, menjaga akidah Islam, syaja’ah/berani, istirja’/kalimat toyibah mendapat musibah, berbuat adil, salat jamaah, membaca Al-Quran, berdoa, istighfar, memperbaiki niat, perintah menuntut ilmu, (b) hubungan manusia dengan manusia meliputi tolong menolong, husnudon/berprasangka baik, menikah, berbakti kepada suami, musyawarah, berbagi, dermawan, memberi nasihat, mengucapkan salam, membela tanah air, mengajar ngaji, dan (c) hubungan manusia dengan alam sekitar yaitu menanam padi; (3) skenario pembelajaran film Sang Kiai di kelas XI SMA dengan materi nilai religius film Sang Kiai pada pembelajaran drama berdasarkan KTSP dengan KD mengidentifikasi peristiwa pementasan drama adalah sebagai berikut: (a) kegiatan awal: guru dan siswa memulai dengan berdoa, menjelaskan indikator dan tujuan yang ingin dicapai(b) tahap inti: tahap inti meliputi, tahap eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, (c) penutup: guru dan siswa bersama sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan sebagai evaluasi siswa diberi tugas oleh guru untuk mengerjakan soal yang telah disiapkan oleh guru. Kata Kunci: Nilai Religius, dan Skenario Pembelajaran.
- ItemNILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL MAHAMIMPI ANAK NEGERI KARYA SUYATNA PAMUNGKAS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Murohatus Solihah 112110043Murohatus Solihah. “Nilai Pendidikan Karakter Novel Mahamimpi Anak Negeri Karya Suyatna Pamungkas dan Skenario Pembelajarannya di SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Masalah yang dibahas antara lain adalah mendeskripsikan (1) unsur intrinsik dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas, (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas, dan (3) skenario pembelajaran dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas di SMA. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas, (2) nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas, dan (3) skenario pembelajaran dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas di SMA. Objek penelitian ini adalah aspek nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas. Fokus penelitian ini berupa pendidikan karakter yang berbentuk nilai-nilai kebaikan dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas dan skenario pembelajarannya di SMA. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan kartu pencatat data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara content analysis (analisis isi). Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Mahamimpi Anak Negeri meliputi: tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang, (2) nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas tersebut meliputi religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunikatif senang bersahabat atau proaktif, cinta tanah air, cinta damai, gemar membaca, dan tanggung jawab, (3) skenario pembelajaran novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas menggunakan model pembelajaran kooperatif Group Investigation. Metode yang digunakan, yaitu: dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Mahamimpi Anak Negeri secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata Kunci : Nilai Pendidikan Karakter Novel, Skenario Pembelajaran, Mahamimpi Anak Negeri.
- ItemNILAI AKIDAH TOKOH UTAMA NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Prayudi Nursodik 112110052Prayudi Nursodik. “Nilai Akidah Tokoh Utama Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra; (2) nilai akidah tokoh utama novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, (3) skenario pembelajaran novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah teks novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Fokus penelitian ini berupa nilai akidah tokoh utama novel Bukan Terbelah di langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra serta skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu pencatat data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Metode analisis isi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika meliputi: (a) tema: sebuah perjuangan muslim untuk meyakinkan dunia bahwa agama Islam merupakan agama yang damai; (b) tokoh utama: Hanum dan Rangga, serta tokoh tambahan yang mendukung jalannya cerita; (c) alur: maju; (d) latar tempat: Apartemen Wina Austria, Pesawat Brits Airways, New York, Komplek Gren Zero Memorial, Masjid New York Manhatta, Central Park, Smith Museum Of Natural Histori, latar waktu: pagi hari, siang hari, malam hari, bulan, dan tahun, dan latar sosial: adat istiadat atau kebiasaan yang dianut dan dipercaya masyarakat Eropa dengan Jawa; (e) amanat: sesama manusia harus saling menolong dan memberikan kebebasan beragama/toleransi antaragama, (2) nilai akidah novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra mencakup empat aspek meliputi: (a) wujud rukun iman, yaitu: iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir; (b) wujud syariah (ibadah),yaitu: mengerjakan salat, membaca Alquran, dan berzikir kepada Allah; (c) wujud akhlak (budi pekerti), yaitu: sabar, ikhlas, optimis, bersyukur, berbakti kepada orang tua, memberi salam, dan tolong menolong, dan (3) skenario pembelajaran novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra terdiri dari enam langkah meliputi: (a) pelacakan; pendahuluan; (b) penentuan sikap praktis; (c) introduksi; (d) penyajian; (e) diskusi; dan (f) pengukuhan. Kata kunci : Nilai akidah novel, skenario pembelajaran.
- ItemNILAI-NILAI EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) PADA NOVEL KUTITIPKAN AZEL KEPADAMU KARYA ZAYYADI ALWY DAN PEMBELAJARAN DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Ika Defi Riyanti 092110019Ika Defi Riyanti.“Nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) pada Novel Kutitipkan Azel Kepadamu Karya Zayyadi Alwy dan Pembelajaran di SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai-nilai EQ tokoh utama dalam novel Kutitipkan Azel Kepadamu, (2) mendeskripsikan pembelajaran nilai EQ dalam novel Kutitipkan Azel Kepadamu di SMA. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah teks novel Kutitipkan Azel Kepadamu karya Zayyadi Alwy. Fokus penelitian ini berupa empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, kemampuan memecahkan masalah antarpribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat pada novel Kutitipkan Azel Kepadamu karya Zayyadi Alwy dan pembelajaran di kelas IX SMA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) novel Kutitipkan Azel Kepadamu karya Zayyadi Alwy mencakup sebelas aspek yaitu empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, kemampuan memecahkan masalah antarpribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat. Nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) tersebut dikemas dalam cerita yang bernilai estetis dan tidak bersifat menggurui; (2) pembelajaran nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) terdiri dari atas tiga langkah, yaitu (a) tahap persiapan, (b) kegiatan belajar mengajar, (c) penutup pelajaran dengan menarik kesimpulan. Pembelajaran nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) dalam novel Kutitipkan Azel Kepadamu karya Zayyadi Alwy menggunakan KTSP dengan kompetensi dasar yaitu menganalisis unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia atau terjemahan. Metode yang digunakan yaitu dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Kutitipkan Azel Kepadamu secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata Kunci : Nilai-nilai EQ (Emotional Quotient), Pembelajaran Sastra di SMA.
- ItemNILAI MORAL TOKOH UTAMA NOVEL DRUPADI KARYA ARDIAN KRESNA DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Purwaningsih 112110110Purwaningsih. 2015. “Nilai Moral Tokoh Utama Novel Drupadi Karya Ardian Kresna dan Skenario Pembelajaran di SMA.” Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) watak tokoh utama novel Drupadi karya Ardian Kresna; (2) nilai moral tokoh utama novel Drupadi karya Ardian Kresna; (3) skenario pembelajaran sastra pada novel Drupadi karya Ardian Kresna di SMA. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah teks novel Drupadi karya Ardian Kresna. Penelitian ini difokuskan pada (1) watak tokoh utama; (2) nilai moral tokoh utama pada novel Drupadi karya Ardian Kresna; dan (3) skenario pembelajaran di SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Drupadi karya Ardian Kresna yang diterbitkan oleh Diva Press tahun 2013. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan pustaka. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik analisis isi (content analysis) dan teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) watak tokoh utama yang berupa jujur, sabar, religius, tanggung jawab, mandiri, pemberani, penyayang keluarga, teguh pendirian, dan berwibawa; (2) nilai moral tokoh utama meliputi empat aspek, yaitu: a) hubungan manusia dengan Tuhan: beribadah dan ikhlas; b) hubungan manusia dengan manusia: keakraban, sopan santun, rela berkorban, menghormati majikan, dan jiwa sosial terhadap sesama; c) hubungan manusia dengan alam sekitar: menjaga lingkunga; d) hubungan manusia dengan dirinya sendiri: pantang menyerah, kasih sayang, sikap bijak, dan jujur; (3) skenario pembelajaran novel Drupadi karya Ardian Kresna di SMA sesuai dengan kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia. Model pembelajaran yang digunakan adalah model kooperatif Group Investigation. Metode yang digunakan, yaitu: dengan metode ceramah, diskusi, Tanya jawab, danpemberian tugas. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Drupadi karya Ardian Kresna secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci: Watak, Nilai Moral Utama, Skenario Pembelajaran
- ItemANALISIS GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU GRUP MUSIK WALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Ulin Niswah 112110068Ulin Niswah. “Analisis Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Grup Musik Wali dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Puisi di SMA”. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa pada lirik lagu Wali; (2) relevansi lirik lagu grup musik Wali sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA, dan (3) pembelajaran apresiasi puisi di SMA dengan bahan pembelajaran lirik lagu grup musik Wali. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Wali yang terdapat album Kompilasi 3 in 1. Objek penelitiannya adalah penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu grup musik Wali, relevansi lirik lagu sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi dan pembelajaran apresiasi puisi dengan bahan lirik tersebut di SMA. Penelitian ini difokuskan pada jenis-jenis gaya bahasa dan alternatif pembelajaran apresiasi puisi di SMA dengan bahan pembelajaran lirik lagu Wali. Data dikumpulkan menggunakan metode simak catat dengan penulis sendiri sebagai human instrumen yang dibantu kartu data. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan hasilnya dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) lirik lagu Wali album Kompilasi 3 in 1 menggunakan beragam gaya bahasa: yakni berdasarkan langsung tidaknya makna kiasan (metafora, metonimia, antonomasia), berdasarkan struktur kalimat (klimaks, anadiplosis, anafora, epanalepsis, epizeuksis, simploke, mesodiplosis, antitesis), dan berdasarkan langsung tidaknya makna retoris (pleonasme), (2) lirik dan lagu Wali relevan digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA kelas X baik karena liriknya banyak mengandung gaya bahasa dan sarat akan nilai yang positif, serta memiliki irama yang harmonis, (3) pembelajaran apresiasi puisi dengan materi lirik-lirik lagu Wali di SMA dilakukan dengan tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Perencanaan, guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat berdasarkan standar kompetensi menyimak 5. memahami puisi yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung. Kompetensi dasar 5.1 mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi (gaya bahasa) yang disampaikan secara langsung maupun melalui rekaman. Pelaksanaan, guru menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok. Evaluasi dan refleksi, guru menganalisis proses dan hasil belajar guna mengetahui sejauh mana keberhasilan dan menyusun penyempurnaan dalam pembelajaran selanjutnya. Dengan demikian, lirik lagu grup musik Wali relevan digunakan sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA kelas X. Kata kunci: Gaya Bahasa, Lirik Lagu Wali, Pembelajaran Apresiasi Puisi
- ItemNilai Religius Novel Kerling si Janda Karya Taufiqurrahman Al-azizy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Diah Retnosari 112110015Diah Retnosari. “Nilai Religius Novel Kerling si Janda Karya Taufiqurrahman Al-azizy dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Kerling si Janda karya Taufiqurrahman Al-azizy; (2) nilai religius dalam novel Kerling si Janda karya Taufiqurrahman Al-azizy; (3) skenario pembelajaran novel Kerling si Janda karya Taufiqurrahman Al-azizy. Objek penelitian ini adalah nilai religius dalam novel Kerling si Janda karya Taufiqurrahman Al-azizy. Fokus penelitian ini adalah kutipan-kutipan yang mengandung nilai-nilai religius. Sumber data dalam penelitian ini adalah keseluruhan teks novel Kerling si Janda karya Taufiqurrahman Al-zizy. Instrumen penelitian ini adalah kartu pencatat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pustaka, observasi, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis yang digunakan metode informal. Untuk menganalisis penelitian ini disimpulkan (1) unsur intrinsik dalam novel Kerling si Janda sebagai berikut: (a) tema: perjuangan seorang ayah bagi anakanaknya, (b) tokoh utama: Hardiman, tokoh tambahan: Kas, Munah, Tugiyo, Gimin, Ginah, Mbok Pah, Pak Haji, Muniri (c) alur: alur maju mundur (d) latar dalam novel ini terdiri dari latar tempat: Salatiga, Tempel, Hotel Melati, Kantor Polsek Karanggede, dan Terminal Karanggede. Latar waktu: pagi, sore, dan malam hari, sedangkan latar sosial ditunjukkan oleh kesederhanaan hidup, (e) sudut pandang: sudut pandang persona ketiga “dia” dan sudut pandang persona pertama “Aku”, (2) nilai religius yang ditemukan (a) hubungan manusia dengan Tuhannya: nilai aqidah seperti shalat wajib, shalat sunnah, berdoa, bersabar, dan bersyukur; (b) hubungan manusia dengan manusia: saling tolong menolong, kasih sayang, jujur, dan rela berkorban; (c) hubungan manusia dengan alam sekitarnya yaitu mengagumi keindahan dan keagungan ciptaan Tuhan; (3) skenario pembelajaran yang dilaksanakann dengan teknik grup investigation. Skenario pembelajarannya meliputi: (a) tahap awal, guru dan siswa datang tepat waktu dan berdoa (b) tahap inti, meliputi tahap eksplorasi, tahap elaborasi, dan tahap konfirmasi (c) penutup, guru dan siswa membuat simpulan/ rangkuman dari materi yang telah dipelajari dan sebagai evaluasi, siswa diberikan tugas mengerjakan lembar soal yang telah disiapkan oleh guru. Kata kunci: nilai religius novel, skenario pembelajaran viii
- ItemNILAI RELIGIUS NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Ratri Mei Adhadilla 112110054Ratri Mei Adhadilla. “Nilai Religius Novel Surga Yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, (2) nilai religius novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, dan (3) skenario pembelajaran novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai religius novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Fokus penelitian ini berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitar, serta skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data berupa novel Surga Yang Tak Dirindukan. Instrumen penelitian ini adalah dengan kartu pencatat data. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Surga Yang Tak Dirindukan terdiri atas tema: perjalanan hidup dalam sebuah keluarga yang penuh dengan lika-liku yang berawal dari kesalahpahaman hingga akhirnya berujung pada rasa kekecewaan; tokoh utama: Arini; tokoh tambahan: Pras, Lulu, Sita, Nadia, Mei Rose, Ibu; alur: alur maju; latar: latar waktu, tempat, dan sosial; dan sudut pandang: persona ketiga dengan menyebutkan “nama” dan sudut pandang persona pertama gaya “aku”, (2) nilai religius novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia mencakup empat aspek, yaitu: a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: salat berjamaah, salat, berdoa, memuji Tuhan, bersyukur, menutup aurat, sabar, ikhlas, menikah, tobat, dan takwa; b) hubungan manusia dengan manusia meliputi: tolong menolong, member semangat, member salam, bersikap adil, dan pemaaf; c) hubungan manusia dengan alam sekitar meliputi: memuji keindahan alam (mencintai flora dan fauna); d) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: pantang menyerah, sikap bijak, amanah, dan syaja’ah, (3) skenario pembelajaran novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia menggunakan model pembelajaran kooperatif Group Investigation. Metode pembelajaran yang digunakan, yakni metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Surga Yang Tak Dirindukan secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci: Nilai religius, Skenario pembelajaran.
- ItemNILAI RELIGIUS NOVEL API TAUHID KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-11) Umi Maemunah 112110069Umi Maemunah. “Nilai Religius Novel Api Tauhid Karya Habiburrahman ElShirazy dan Skenario Pembelajarannya di SMA”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Api Tauhid; (2) nilai religius novel Api Tauhid;(3) skenario pembelajaran novel Api Tauhid di SMA. Objek penelitian ini adalah aspek nilai religius yang terdapat dalam novel Api Tauhid Karya Habiburrahman El-Shirazy. Fokus penelitian ini berupa nilai religius yang berbentuk aqidah (keimanan), syariah (ibadah), akhlak (budi pekerti) dalam novel Api Tauhid Karya Habiburrahman El-Shirazy dan skenario pembelajarannya di SMA. Instrumen penelitian yang digunakan kartu pencatat data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis teknik penyajian informal. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Api Tauhid sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah perjuangan seorang lelaki dalam melupakan gadis yang dicintaninya, (b) tokoh utamanya adalah Fahmi sedangkan tokoh tambahanya adalah ayah, ibu, Rahmi, Kyai Arselan, Ali, Hamza, Aysel, Emel, Nurjannah, Nuzula, dan Subki, (c) alur yang digunakan adalah alur campuran, (d) latar dalam novel ini terdiri dari latar tempat: di Masjid Nabawi, Tegal Randu, Turki, Pondok Pesantren Yosowilangun, Turki, rumah sakit, Villa, Istanbul, Danau Van, latar waktu: malam, pagi, dan sore, sedangkan latar sosial dalam novel ini menjadi pembimbing haji bagi mereka yang akan melaksanakan umrah ke tanah suci Makkah Almukkarom, (e) sudut pandang: pengarang menggunakan pusat pengisahan persona ketiga serba tahu; (2) nilai religius novel Api Tauhid ada tiga yaitu nilai pendidikan Aqidah (keimanan) meliputi: (a) iman kepada Allah, iman kepada Rosul, iman kepada kitab, dan iman kepada takdir (2) (b) syariah (ibadah) meliputi: perintah salat, menuntut ilmu, beramal dengan tulus ikhlas, berdzikir dan berdoa, kepada Allah, (c) akhlak (budi pekerti) meliputi: akhlak untuk diri sendiri (sabar, taubat, optimistis, bersyukur). Akhlak terhadap orang tua (berbakti kepada kedua orang tua), akhlak terhadap sesama (memberi salam dan saling tolong menolong; (3) skenario pembelajaran novel Api Tauhid di SMA karya Habiburrahman El-Shirazy dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Api Tauhid secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci : Nilai Religius, Novel Skenario Pembelajaran.
- ItemANALISIS NILAI BUDAYA BABAD BANYUURIP DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS X SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-14) Elia Junitasari 112110114Junitasari, Elia. “Analisis Nilai Budaya Babad Banyuurip dan Relevansinya sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di Kelas X SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud nilai budaya yang terkandung dalam Babad Banyuurip di Kabupaten Purworejo, (2) hubungan antarunsur wujud nilai budaya Babad Banyuurip, dan (3) relevansi hasil analisis wujud nilai budaya Babad Banyuurip sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah analisis nilai budaya Babad Banyuurip yang dituturkan oleh masyarakat Desa Banyuurip dan buku Serat Babad Banyuurip karya R.H. Oteng Suherman. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai budaya Babad Banyuurip sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas X SMA. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Instrumen penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara, dan dokumen sebagai pelengkap. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis model interaktif meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) wujud nilai budaya yang terkandung dalam Babad Banyuurip, yaitu: (a) peralatan kehidupan manusia: balai pasewakan keraton, kuda hitam, keris, kandang besi, rakit batang pisang, dan bara/alat penangkap ikan; (b) mata pencaharian: petani, pencari ikan, dan pande besi; (c) sistem kemasyarakatan: subsistem sosial, subsistem kekerabatan dan hukum, subsistem kekerabatan, subsistem politik, subsistem kekerabatan dan sosial; (d) sistem bahasa dan sastra (kisah cerita legenda terjadinya nama-nama desa seperti Desa Banyuurip, Pagak, Jatiprobo, Besuki, Ngadimerta, Krumpyung, Bathang, Candi, Kedhungdawa, Liwung, dan Bara); (e) kesenian: gamelan; (f) sistem pengetahuan: sistem pengetahuan sosial, kesehatan, kepercayaan, dan peralatan; (g) sistem religi: bertapa, bersamadi, penggunaan aji-aji dan keris; (2) hubungan antarunsur terjalin erat, sehingga membentuk satu kesatuan cerita yang padu; (3) cerita Babad Banyuurip dapat direlevansikan sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas X SMA karena di dalamnya dapat memberikan pesan nilai kehidupan dalam bermasyarakat bagi siswa. Kata kunci: Nilai budaya, Babad Banyuurip, Bahan pembelajaran sastra.
- ItemNILAI MORAL NOVEL TAHAJUD CINTA DI KOTA NEW YORK KARYA ARUMI EKOWATI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-14) Tri Sugiarti 112110066Tri Sugiarti. 2015. “Nilai Moral Novel Tahajud Cinta di Kota New York Karya Arumi Ekowati dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati; (2) nilai moral novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati; (3) skenario pembelajaran sastra pada novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati. Objek penelitian ini adalah aspek nilai moral novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati. Fokus penelitian ini adalah nilai moral yang meliputi: hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia termasuk hubungan manusia dengan alam sekitar, dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri serta skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data berupa novel, buku sastra, kutipan langsung dan tidak langsung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis isi. Analisis disajikan dengan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdiri dari tema: kehidupan seorang muslim di negara minoritas Islam; tokoh: tokoh utama dan tokoh tambahan; alur: alur maju; latar: terdapat latar tempat: New York, Jakarta, Manhattan, Masjid Istiqlal, Apartemen, dan Kampus; latar waktu: Pagi dan Siang hari; dan latar sosial: kehidupan yang memegang teguh agama; sudut pandang: sudut pandang orang ketiga dengan menyebut nama diganti “Ia”; (2) nilai moral novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati meliputi tiga aspek, yaitu: a) hubungan manusia dengan Tuhan: taqwa, bersyukur, beribadah, tawakal; b) hubungan manusia dengan manusia lain termasuk hubungan manusia dengan lingkungan sekitar: dermawan, membangun ukhuwah, menepati janji, peduli; c) hubungan manusia dengan dirinyasendiri: kejujuran, sabar, tanggung jawab, istiqomah. (3) skenario pembelajaran novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati sesuai dengan kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia. Model pembelajaran yang digunakan adalah model kooperatif Group Investigation. Metode yang digunakan, yaitu: dengan metode ceramah, diskusi, Tanya jawab, dan pemberian tugas. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Tahajud Cinta di Kota New York secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci: nilai moral, skenario pembelajaran
- ItemNILAI RELIGIUS NOVEL “SUJUDKU YANG TERSEMBUNYI” KARYA GARINA ADELIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-31) Revi Dwi Kustanti 112110119Revi Dwi Kustanti. “Nilai Religius Novel Sujudku yang Tersembunyi Karya Garina Adelia dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik novel Sujudku yang Tersembunyi, (2) nilai religius dalam novel Sujudku yang Tersembunyi, dan (3) Skenario Pembelajaran novel Sujudku yang Tersembunyi Karya Garina Adelia di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Sujudku yang Tersembunyi Karya Garina Adelia dan skenario pembelajarannya di Kelas XI SMA. Objek penelitiannya adalah unsur-unsur intrinsik, nilai religius, dan rencana pelaksanaan pembelajaran novel Sujudku yang Tersembunyi Karya Garina Adelia dan skenario pembelajarannya di Kelas XI SMA. Penelitian ini difokuskan pada tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang, serta sikap atau pelaku tokohtokoh dalam novel Sujudku yang Tersembunyi yang mengandung nilai religius. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dengan peneliti sendiri sebagai human instrumen yang dibantu kartu data. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi dan hasilnya dipaparkan menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) unsur intrinsik novel Sujudku yang Tersembunyi terdiri dari: tema: perjuangan mempertahankan keimanan; tokoh: Garina, Adi, Papa, Mama, Novan; alur maju: latar: latar tempat, waktu, sosial; dan sudut pandang orang pertama. Unsur-unsur intrinsik tersebut saling berhubungan satu dengan lainnya sehingga membentuk totalitas cerita yang padu dan harmonis; (2) nilai religius yang ada dalam novel terdiri dari (a) hubungan manusia dengan Tuhan yaitu; salat, berdoa, puasa, bersyukur; (b) hubungan manusia dengan manusia yaitu; saling tolong-menolong, saling menasehati, saling menyayangi; (c) hubungan manusia dengan alam sekitarnya menikmati hasil alam; (3) nilai religius dalam novel dapat dimanfaatkan sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra untuk kelas XI SMA, yakni dalam pembelajaran Kompetensi Dasar menganalisis unsure-unsur intrinsic dan ekstrinsik novel Indonesia dan terjemahan. Indikator pembelajaran novel ini adalah: mengungkapkan tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, amanat, dan sudut pandang dalam novel, mengungkapkan hubungan antarunsur intrinsik novel, dan mengungkapkan nilai religius novel ini layak untuk diteladani oleh generasi muda usia remaja, khususnya siswa SMA. Kata kunci: Nilai Religius, Skenario Pembelajaran
- ItemNILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM FILM CINTA SUCI ZAHRANA SUTRADARA CHAERUL UMAM DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-31) Rochimah 112110057Rochimah. “Nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam dan Skenario Pembelajaran di Kelas XI SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Cinta Suci Zahrana, (2) mendeskripsikan keterkaitan film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam dalam skenario pembelajaran di Kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam. Penelitian ini difokuskan pada nilai pendidikan akhlak pada film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam yang terdiri atas tokoh akhlak terhadap Allah Swt., akhlak pribadi, akhlak dalam keluarga, akhlak dalam masyarakat dan pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data berupa film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam yang dirilis tahun 2012, berdurasi sekitar 100 menit. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan analisis isi (content analysis). Penelitian yang peneliti lakukan adalah dengan penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Nilai pendidikan akhlak film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam, terdiri dari (a) nilai akhlak terhadap Allah Swt: taqwa, taat beribadah, ikhlas, berdoa, bersyukur, dan tawakal; (b) nilai akhlak pribadi: teguh dalam pendirian (istiqomah), memelihara kehormatan (iffah), dan sabar; (c) nilai akhlak dalam keluarga: membantu orang tua, peduli kepada bapaknya, dan berbakti kepada orang tua; (d) nilai akhlak bermasyarakat: menerima tamu dengan baik, ramah, menjawab salam, dan peduli terhadap sesama. Nilai pendidikan akhlak film itu tidak bersifat menggurui, tetapi dijalin dalam struktur cerita; (2) Skenario pembelajaran film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam di SMA sesuai dengan Standar Kompetensi 5 yaitu mendengarkan, memahami pementasan drama dan Kompetensi Dasar mengidentifikasi peristiwa, pelaku, perwatakan, dialog dan konflik dalam pementasan drama. Strategi yang digunakan pada proses belajar mengajar adalah strategi sastra yang dibagi menjadi delapan tahapan, yaitu: (a) pendidik mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, (b) pendidik menjelaskan tentang Standar Kompetensi lima yaitu: mendengarkan, memahami pementasan drama dan Kompetensi Dasar yaitu: mengidentifikasi peristiwa, pelaku, perwatakan, dialog, dan konflik dalam pementasan drama; (c) pendidik menjelaskan materi struktur film dan nilai pendidikan akhlak, (d) pendidik memberikan gambaran kepada peserta didik mengenai film yang digunakan untuk bahan pembelajaran, (e) pendidik memberikan tugas untuk menonton film dan menganalisis film, (f) pada pertemuan selanjutnya peserta didik membentuk kelompok diskusi untuk membahas tugas analisis film Cinta Suci Zahrana Sutradara Chaerul Umam, (g) setelah selesai pembelajaran pendidik dan peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dan pembelajaran, (h) selanjutnya pendidik memberikan umpan balik kepada peserta didik atau penilaian atas pembelajaran yang sudah dipelajari. Metode yang digunakan yaitu dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran film Cinta Suci Zahrana secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata Kunci : Nilai Pendidikan Akhlak dan Pembelajaran Sastra di SMA.
- ItemKESALAHAN EJAAN PADA TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMK PN 2 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMK(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-07-31) Nur Khotidiyah 112110047Nur Khotidiyah. “Kesalahan Ejaan pada Teks Anekdot Siswa Kelas X SMK PN 2 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 dan Skenario Pembelajarannya di SMK.” Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pemakaian huruf kapital, (2) penulisan preposisi, (3) penulisan partikel, (4) pemakaian tanda baca titik, (5) pemakaian tanda koma, (6) pemakaian tanda hubung, dan (7) skenario pembelajaran ejaan pada Teks Anekdot di SMK. Objek penelitian ini adalah teks anekdot siswa yang mengalami kesalahan ejaan, dan skenario pembelajaran ejaan di SMK. Penelitian ini difokuskan pada kesalahan ejaan pada teks anekdot siswa kelas X SMK PN 2 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015. Instrumen atau alat penelitian ini berupa lembar soal, lembar karangan siswa, lembar pencatat data, dan penulis sendiri. Sumber data penelitian ini ada dua yaitu: (1) sumber data primer berasal dari karangan siswa berupa teks anekdot siswa kelas X SMK PN 2 Purworejo yang mengalami kesalahan ejaan, (2) sumber data sekunder berupa hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode pustaka, observasi partisipasif dan wawancara terstruktur. Dalam menguji keabsahan data digunakan validitas data dengan menggunakan triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi dan hasilnya dipaparkan menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesalahan ejaan pada teks anekdot siswa kelas X SMK PN 2 Purworejo meliputi: (1) kesalahan pemakaian huruf sebanyak 78 kalimat, (2) kesalahan penulisan preposisi sebanyak 38 kalimat, (3) kesalahan penulisan partikel sebanyak 8 kalimat, (4) kesalahan pemakaian tanda baca titik sebanyak 20 kalimat, (5) kesalahan pemakaian tanda baca koma sebanyak 11 kalimat, (6) kesalahan penulisan tanda hubung sebanyak 20 kalimat, dan (7) Skenario pembelajaran ejaan pada teks anekdot ini sesuai dengan kompetensi dasar 4.3 yaitu menyunting karangan dengan berpedoman pada ketepatan struktur kalimat, ejaan, tanda baca di kelas X SMK. Dalam pembelajaran ini, penulis menggunakan metode inkuiri, diskusi dan penugasan. Kata Kunci: Kesalalahan Ejaan, Teks Anekdot, Skenario Pembelajaran
- ItemANALISIS KESALAHAN KEBAHASAAN PADA HASIL KARANGAN SISWA KELAS X SMK TAMTAMA KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-01) Nurul Habibah 112110079Nurul Habibah.“Kesalahan Kebahasaan pada Hasil Karangan Siwa Kelas X SMK Tamtama Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015 dan Skenario Pembelajarannya di Kelas X SMA”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:(1) kesalahan penggunaan tanda titik dan koma, (2) huruf kapital, (3) preposisi, (4) kata mubazir, (5) kalimat tanpa subjek pada hasil karangan siswa kelas X SMK Tamtama Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015, dan (6) skenario pembelajarannya di kelas X SMA. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Tamtama Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 12 kelas. Sampel penelitian satu kelas, yaitu kelas X AK 3 yang berjumlah 36 siswa. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling. Peneliti dalam memperoleh data menggunakan teknik observasi dan teknik studi pustaka. Dalam analisis data digunakan metode agih dengan teknik lesap, teknik ganti, dan teknik sisip. Peneliti dalam menyusun hasil penelitian menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah (1) kesalahan penggunaan tanda baca titik 25 buah atau 11,4% dan kesalahan penggunaan tanda baca koma sebanyak 49 buah atau 20,9%; (2) kesalahan penggunaan huruf kapital sebanyak 67 atau 30,5% ; (3) kesalahan penggunaan preposisi sebanyak 46 buah atau 20,9%; (4) penggunaan kata mubazir sebanyak 25 atau 10,4%; (5) penggunaan kalimat tanpa subjek sebanyak 13 buah atau 5,9%; (6) skenario pembelajaran analisis kesalahan kebahasaan pada hasil karangan siswa kelas X SMK Tamtama Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015 terdiri dari kegiatan menginterpretasi, menanyakan, mengasosiasi, mengeksplorasi, dan mengomunikasikan. Hasil analisis dapat dijadikan bahan pembelajaran di kelas X SMA dalam kompetensi dasar 3.3 menganalisis teks laporan hasil observsai baik melalui lisan maupun tulisan dan 4.3 Menyunting teks laporan hasil observasi sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulis. Analisis dan menyunting bahasa tersebut sesuai dengan struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca. Sistematika pembelajaran disajikan dalam bentuk RPP. Kata kunci: kesalahan kebahasaan, skenario pembelajara
- ItemANALISIS NILAI PENDIDIKAN TOKOH UTAMA NOVEL TAK SEMPURNA KARYA FAHD DJIBRAN BONDAN PRAKOSO DAN FADE2BLACK DAN SKENARIO PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-01) Tati Mulyani 112110064Tati Mulyani. 2015. “Analisis Nilai Pendidikan Tokoh Utama Novel Tak Sempurna Karya Fahd Djibran Bondan Prakoso dan Fade2Black dan Skenario Pembelajaran Sastra di SMA”. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Tak Sempurna Karya Fahd Djibran Bondan Prakoso dan Fade2Black, dan (3) skenario pembelajaran sastra di SMA. Objek penelitian ini adalah nilai pendidikan tokoh utama novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran Bondan Prakoso dan Fade2Black. Fokus penelitiannya adalah unsur intrinsik, nilai pendidikan tokoh utama, serta skenario pendidikannya di SMA. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Tak Sempurna meliputi: tema: Pengaruh sisi buruk kesalahan pendidikan dan kegagalan rumah tangga yang berdampak pada remaja di Indonesia (tawuran) yang selama ini mengkhawatirkan; tokoh utama: Rama Aditya Putra; tokoh tambahan: Bunga, Andri Nugraha, Mama, Papa; alur: maju mundur (Flashback); latar: latar terdiri atas: latar tempat: di rumah, sekolah, dan di jalan, latar waktu: dua tahun yang lalu, sore ini, hari ini, 10 tahun yang lalu, dan hari itu, latar sosial: seorang pelajar, seorang guru, dan seorang satpam sekolah; dan sudut pandang: sudut pandang persona ketiga dengan menyebutkan “nama” dan sudut pandang persona pertama gaya “aku”; (2) nilai pendidikan tokoh utama novel Tak Sempurna Karya Fahd Djibran Bondan Prakoso dan Fade2Black antara lain nilai pendidikan religius meliputi: bersyukur dan ikhlas, pendidikan moral meliputi: ketegaran, semangat yang tinggi, teguh pada pendirian, pendidikan sosial meliputi: peduli, setia kawan, penyayang; dan (3) skenario pembelajaran sastra di SMA dilaksanakan model pembelajaran kooperatif Group Investigation. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci : nilai pendidikan, novel, skenario pembelajaran.
- ItemANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA(Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-01) Sigit Prasetyo Nugroho 112110101Sigit Prasetyo Nugroho. “Analisis Sosiologi Sastra Novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA”.Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsi (1) unsure instrinsik novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye;(2) aspek-aspek sosial novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye; (3)skenario pembelajaran novel Negeri Di Ujung Tanduk karyaTere Liye di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Objek penelitian ini adalah aspek-aspek sosial novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye. Fokus penelitian ini berupa unsure instrinsik, analisis sosiologi sastra, dan skenario pembelajarannya di SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti menggunakan kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik validitas data menggunakan menggunakan triangulasi teori. Teknik analisis data dengan metode analisis isi. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) unsur-unsur intrinsik novel Negeri Di Ujung Tanduk karyaTere Liye meliputi tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Tema novel ini adalah perjuangan memenangkan calon pemimpin demi terciptanya kepemimpinan yang jujur. Novel ini menggunakan alur maju. Perwatakan tokoh utama memiliki kebiasaan percaya diri, pintar dan disiplin, Maryam memiliki kebiasaan tidak mudah putus asa, Oppa seorang kakek yang perhatian. Latar tempat dalam novel ini terdapat di Hong Kong, Makau, Surabaya, Jakarta, Pelabuhan Container Kwi Tsing. Sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang pertama “Aku”. Amanat yang dapat diambil adalah masyarakat hendaknya memilih seorang pemimpin berdasarkan hati nurani agar tercipta suatu kepemimpinan yang bersih yang bisa mensejahterakan rakyatnya. (2) Aspek-aspek sosial novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye meliputi aspek cinta kasih, aspek kekerabatan, aspek moral dan pendidikan. (3) Pembelajaran novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye menggunakan model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions). Langkah-langkah pembelajarannya adalah: (a) peserta didik dikelompokan menjadi empat anggota tim; (b) tiap anggota tim menggunakan lembar kerja dan diskusi antar sesama anggota tim; (c) secara individual atau tim, guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi mengenai aspek-aspek sosial yang terdapat dalam novel; (d) tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaan materi mengenai aspek-aspek sosial yang terdapat dalam novel. Kata kunci: analisis sosiologi sastra, novel Negeri Di Ujung Tanduk, skenario pembelajarannya di SMA.