MITOS CERITA MAKAM SYECH ANOM SIDAKARSA DI DESA GROGOL BENINGSARI KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN
No Thumbnail Available
Date
2016-02-25
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Tujuan penelitian dalam skripsi ini, adalah (1) untuk mengetahui bentuk
cerita makam Syech Anom Sidakarsa di masyarakat Grogol Beningsari, (2) untuk
mengetahui unsur mitos di makam Syech Anom Sidakarsa yang masih di percaya
oleh tokoh masyarakat sekitar maupun peziarah yang datang dari luar kota, (3)
untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap mitos cerita makam Syech
Anom Sidakarsa di masyarakat Grogol Beningsari.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Datanya
dikumpulkan, dideskripsikan, lalu dianalisis bentuk, unsur, dan tanggapan
masyarakat mengenai mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa di Desa Grogol
Beningsari. Sumber data dan data yang dikaji dalam penelitian ini yaitu juru
kunci, sesepuh desa, peziarah, dan masyarakat Desa Grogol Beningsari. Data yang
di ambil yaitu data lisan yang didapatkan dari hasil wawancara dengan
narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi terus
terang, wawancara semi struktur, dan dokumentasi berwujud rekaman wawancara
dengan narasumber. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah
informan yang mengetahui tentang mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini ada dua jenis, data primer yaitu
wawancara dengan informan yang mengetahui mitos cerita makam Syech Anom
Sidakarsa, data sekunder yaitu buku, rekaman, foto, dan data monografi desa.
Hasil penelitian dapat disimpulkan, (1) bentuk cerita mengenai mitos
makam Syech Anom Sidakarsa memiliki empat bentuk cerita yang tidak lengkap.
Di sini peneliti membuat versi baru dari hasil gabungan versi yang sudah
dijelaskan oleh informan, (2) unsur mitos di makam Syech Anom Sidakarsa (a)
mengandung kekuatan mistik yaitu peziarah yang berdoa di makam merasa
khusyu’ dan yakin, (b) memberikan jaminan kehidupan manusia yaitu peziarah
yang datang memiliki tujuan tersendiri antara lain: meminta rizqi, meminta
keturunan, meminta jabatan dan sebagainya, (3) tanggapan masyarakat terhadap
mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa, terdapat perbedaan yang cukup jelas
yaitu antara pola pikir kelompok usia dan kelompok pendidikan. Pola pikir
kelompok pendidikan cenderung menggunakan logika sedangkan pola pikir
kelompok usia dengan adanya bukti yang sudah terjadi dan dikabulkan