FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO
No Thumbnail Available
Date
2024-03-28
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya, penerimaan,
pendapatan, dan keuntungan usahatani cabai rawit, 2) Kelayakan usahatani cabai
rawit, 3) Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usahatani cabai
rawit.
Penelitian ini dilakukan di kecamatan Banyuurip kabupaten Purworejo
pada Bulan Oktober 2023. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh
dengan jumlah responden 42 petani cabai rawit. Analisis usahatani cabai rawit
terdiri dari analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan. Untuk
meninjau kelayakan usahatani menggunakan analisis kelayakan. Sedangkan faktor
– faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani cabai rawit menggunakan
analisis regresi linear berganda.
Hasil analisis rata-rata biaya produksi pada usahatani cabai rawit di
kecamatan Banyuurip kabupaten Purworejo dengan luas lahan 1016,88 m² sebesar
Rp 5.022.659/MT, rata-rata penerimaan sebesar Rp 10.639.524 /MT, rata- rata
pendapatan sebesar Rp 7.924.331 /MT dan rata-rata keuntungan sebesar Rp
6.735.884/MT. Produktivitas R/C Rasio di kecamatan Banyuurip layak dijalankan
karena nilai R/C sebesar 2,67 > 1, maka usaha tersebut layak. Nilai π/C rasio
167% > suku bunga bank yang berlaku sebesar 7% maka usaha tersebut layak.
Nilai produktivitas TK Rp 411.283,93 > tingkat upah yang berlaku Rp 50.000 per
HOK, maka usaha tersebut layak. Faktor yang mempengaruhi pendapatan seperti
jumlah produksi, harga cabai, biaya lain-lain, dan harga bibit secara simultan
(bersama-sama) berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani cabai rawit.
Faktor produksi secara parsial (individual) berpengaruh signifikan terhadap
pendapatan cabai rawit yaitu harga cabai, dan jumlah produksi, biaya lain-lain,
harga bibit tidak berpengaruh secara signifikan