Eksplorasi Etnomatematika Pada Candi Arjuna Di Dieng Jawa Tengah

dc.contributor.authorAbdillah Ganzar Baraswara 202140052
dc.date.accessioned2026-10-16T06:06:34Z
dc.date.available2026-10-16T06:06:34Z
dc.date.issued2026-09-01
dc.description.abstractMatematika sering dipandang sebagai ilmu yang abstrak, kaku, dan terpisah dari kehidupan budaya masyarakat, padahal keduanya memiliki keterkaitan yang erat dan dikenal dengan istilah etnomatematika. Etnomatematika merupakan kajian yang menghubungkan konsep-konsep matematika dengan praktik budaya suatu masyarakat, termasuk pada peninggalan arsitektur seperti candi. Candi Arjuna yang berada di Kompleks Percandian Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, merupakan salah satu candi tertua peninggalan Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, dan diduga menyimpan berbagai unsur matematis dalam struktur bangunannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terdapat pada bangunan Candi Arjuna di Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer yang diperoleh langsung dari Candi Arjuna dan Bapak Alif selaku budayawan Dieng, serta data sekunder berupa dokumen dan gambar resmi Kompleks Percandian Arjuna. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yaitu observasi partisipasi pasif, wawancara semi terstruktur dengan budayawan Dieng, dan dokumentasi visual termasuk foto udara dari Google Earth. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data secara deskriptif naratif, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Arjuna mengandung empat konsep matematika utama yang tersusun secara sistematis, yaitu bangun datar (persegi, persegi panjang, dan segitiga), bangun ruang (balok dan limas bersusun), unsur sudut (siku-siku, lancip, dan tumpul), serta kedudukan dua garis (sejajar, berpotongan, tegak lurus, dan berhimpit). Keempat konsep tersebut terkonfirmasi melalui triangulasi data dari observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi visual. Temuan ini membuktikan bahwa perancangan Candi Arjuna oleh masyarakat Mataram Kuno telah mempertimbangkan prinsip-prinsip matematis, khususnya geometri, meskipun tidak disadari secara eksplisit sebagai ilmu matematika formal. Penelitian ini merekomendasikan perluasan kajian pada konsep matematika lain, penggunaan teknologi dokumentasi yang lebih canggih, pelibatan narasumber yang lebih beragam, serta pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan ajar matematika berbasis budaya lokal bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama
dc.identifier.urihttps://repository.umpwr.ac.id/handle/123456789/4300
dc.language.isoother
dc.publisherProgram Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
dc.relation.ispartofseriesWisuda Periode I 2026/2027 (Wisuda 75); 075.S.P.MAT.029
dc.titleEksplorasi Etnomatematika Pada Candi Arjuna Di Dieng Jawa Tengah
dc.typeThesis
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ABSTRAK.pdf
Size:
138.57 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: