Untitled

dc.contributor.authorIsdamadji Yulianto 142170033
dc.date.accessioned2026-06-09T03:21:44Z
dc.date.available2026-06-09T03:21:44Z
dc.date.issued2015-08-15
dc.description.abstractIsdarmadji Yulianto, “ Peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran Teknik Mekanik Otomotif Terhadap Kinerja Guru Produktif Otomotif Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Nganjuk “. Skripsi Pendidikan Teknik Otomotif. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo.2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap : (1) Menjelaskan peran yang dilakukan MGMP – TMO kabupaten Nganjuk dalam peningkatan kinerja guru otomotif sekolah menengah kejuruan kab. Nganjuk dan (2) Untuk mengetahui pengelolaan MGMP dan pemenuhan standar oleh MGMP – TMO kabupaten Nganjuk, kaitannya perananannya dalam peningkatan kinerja guru produktif Otomotif di SMK. Subyek penelitian mempunyai kedudukan yang penting, karena pada subyek penelitian itulah data tentang variable yang diteliti berada dan diamati oleh peneliti.Suharsimi arikunto mengungkapkan subyek penelitian dapat berupa orang.Berdasarkan pada penjelasan diatas, maka subjek penelitian pada skripsi ini adalah orang yang berkaitan dengan MGMP, yang terdiri dari key informan dan informan, key informan adalah Pembina MGMP TMO Kabupaten Nganjuk, Bapak Abdul Faqih, S.Pd, Ketua MGMP, sedangkan informan diantaranya adalah guru produktif otomotif, K3 SMK di Kabupaten Nganjuk Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengambil latar MGMPTMO Kabupaten Nganjuk. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi, analisis data dilakukan dengan memberikan makna itu ditarik kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan dilakukan dengan triangulasi dengan cara chek recheck dan cross check Hasil Penelitian menunjukan 1. Peran mgmp terhadap peningkatan kinerja guru produktif Otomotif, adalah melalui supervisi, pembinaan dan pelatihan yang terwujud dalam program rutin dan program pengembangan melalui program tersebut diharapkan guru produktif otomotif di kabupaten wonosobo dapat meningkatkan kinerjannya. 2. MGMP –TMO belum berjalan efektif karena manajemen belum optimal dan belum terpenuhi standart MGMP, 3. Hambatan MGMP – TMO di Nganjuk, yaitu MGMP – TMO belum dapat merefleksikan kebutuhan kondisi tiap sekolahan atau guru yang bersangkutan dan kompleksnya permasalahan tiap guru, manajemen MGMP – TMO belum berjalan dengan baik serta dana pendukung belum memadai dan jadwal pertemuan belum bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan. 4. Pembinaan dari Dinas pendidikan setempat belum maksimal.
dc.identifier.urihttps://repository.umpwr.ac.id/handle/123456789/3903
dc.language.isoother
dc.publisherProdi. PTO, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo
dc.relation.ispartofseriesWisuda Periode 2014/2015; 237.PTO
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Isdamadji Yulianto-8-9.pdf
Size:
691.52 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: