Analisis Miskonsepsi Siswa SMP Kelas IX Dalam Menyelesaikan Soal Bilangan Perpangkatan Berdasarkan Certainty of Response Index (CRI)
No Thumbnail Available
Date
2026-02-25
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Pemahaman konsep merupakan salah satu kompetensi penting yang harus
dikuasai oleh siswa dalam proses pembelajaran matematika. Akan tetapi, siswa
sering kali mengalami kendala dalam memproses pembelajaran matematika, yaitu
siswa mengalami miskonsepsi. Terutama pada materi yang krusial dan bersyarat,
seperti bilangan perpangkatan atau eksponen.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang dialami
oleh siswa SMP kelas IX dalam menyelesaikan soal bilangan perpangkatan
berdasarkan metode Certainty of Response Index (CRI). Penggunaan metode CRI
bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggolongkan siswa yang paham konsep,
tidak paham konsep, dan siswa yang mengalami miskonsepsi berdasarkan
kombinasi jawaban benar/salah dan tingkat keyakinan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas IX-A SMP Negeri 7
Purworejo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan
kriteria dari guru berdasarkan nilai ulangan harian. Pengumpulan data dilakukan
dengan tes esai materi bilangan perpangkatan yang dilengkapi dengan skala CRI,
wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi penelitian. Data dianalisis dengan
mengkategorikan siswa berdasarkan kombinasi jawaban siswa dan tingkat
keyakinan siswa untuk mengidentifikasi miskonsepsi.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa teridentifikasi mengalami
miskonsepsi dalam menyelesaikan soal materi bilangan perpangkatan. Miskonsepsi
ini terlihat dari kencederungan siswa yang memberikan nilai sksla CRI tinggi
(yakin) pada jawaban yang sebenarnya bernilai salah. Siswa juga mengalami
berbagai jenis miskonsepsi, seperti miskonsepsi generalisasi, miskonsepsi
penspesialisasian, miskonsepsi notasi, dan miskonsepsi bahasa. Beberapa
kesalahan dalam pemahaman dari siswa yang mengalami miskonsepsi, seperti
ix
kesalahan dalam memahami konsep basis dan eksponen, kesalahan dalam
menerapkan sifat – sifat operasi perpangkatan, kesalahan dalam menafsirkan
simbol dan bentuk matematika, serta ketidakmampuan menafsirkan bentuk
perpangkatan dengan benar.
Faktor penyebab miskonsepsi tersebut bisa terjadi salah satunya berasal dari
siswa itu sendiri, antara lain prakonsepsi yang keliru, pemikiran asosiatif, pemikiran
intuitif yang salah, serta rendahnya minat membaca serta rendahnya minat belajar
siswa. Dalam hal ini, penggunaan CRI terbukti efektif dalam mengidentifikasi
tingkat pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam, sehingga dapat dijadikan
dasar untuk guru dalam merancang dan menyusun strategi pembelajaran yang tepat
untuk memperbaiki miskonsepsi siswa.