REDESAIN STRUKTUR ATAS (UPPER STRUCTURE) GEDUNG KANTOR DPPKAD KAB. PURWOREJO MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BAJA
No Thumbnail Available
Date
2017-08-24
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Perencanaan suatu struktur gedung harus memperhitungkan gaya-gaya
yang terjadi, serta direncanakan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Oleh
karena itu, redesain struktur atas gedung kantor DPPKAD menggunakan bahan
material baja harus mengacu pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa
untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726 : 2012), Beban
Minimum Untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur lain (SNI
1727:2013), Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI
03-1729-2002) dan Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural (SNI
1729:2015).
Redesain struktur atas meliputi perencanaan kolom, balok, dan rangka
kuda-kuda. Sedangkan plat lantai dianggap sebagai beban. Perencanaan struktur
direncanakan menggunakan material baja IWF. Analisis perhitungan
menggunakan program SAP 2000, dan penggambaran menggunakan program
Tekla Structure. Profil baja yang digunakan untuk kolom (K1 W14X176; K2
W12X96; K-LF W12X120), balok menggunakan profil (B1 W14X74; B2
W12X45; B3 W8X28; B4 W8X24; B5 W6X12; B6 W8X15; RB W12X50), dan
rangka kuda-kuda menggunakan profil (Kolom Kuda-kuda W12X45; Rangka
Kuda-kuda W12X30).
Selain itu, dilakukan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk
struktur kolom, balok, dan rangka kuda-kuda untuk mengetahui perbandingan
harga antara struktur beton existing dengan struktur baja redesain. Perhitungan
RAB menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) tahun 2016. Dari
perhitungan, didapat struktur existing sebesar Rp. 4.383.353.000,- sedangkan
struktur redesain menggunakan baja sebesar Rp. 10.091.846.000,-. Berat sendiri
struktur existing sebesar 1.093.031,75 kg, sedangkan struktur baja sebesar
338.334,74 kg. Struktur baja dalam redesain gedung kantor DPPKAD lebih mahal
daripada struktur existing, namun berat sendiri struktur lebih kecil. Hal ini dapat
mengurangi beban pondasi dan beban gempa.