Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada Hone Industry Tahu Subagiya Kebumen
No Thumbnail Available
Date
2025-08-22
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Persediaan bahan baku yang optimal merupakan faktor penting dalam
proses prosduksi pada suatu perusahaan. Bahan baku ini dapat dikendalikan
dengan menggunakan metode tertentu, salah satunya metode Eonomic Order
Quantity (EOQ) yang memiliki tingkat keakuratan yang lebih baik daripada
metode konvensional.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis dan mendeskripsikan
pengendalian persediaan bahan baku yang optimal pada Home Industry Tahu
Subagiya Kebumen dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ)
(2) Untuk mengetahui berapa besar Reorder Point persediaan bahan baku
menggunakan metode EOQ Home Industry Tahu Subagiya Kebumen. (3) Untuk
mengetahui berapa total biaya persediaan bahan baku tahu dengan menggunakan
metode EOQ pada Home Industry Tahu Subagiya Kebumen.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan
pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Populasi
penelitian ini data persediaan bahan baku tahun 2024. Sampel penelitian ini data
persediaan bahan baku pada bulan Januari – Desember 2024. Pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner wawancara terbuka. Analisis data menggunakan kuantitatif berdasarkan
rumus yang sesuai dan deksriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil perhitungan Metode EOQ
diketahui bahwa total biaya persediaan bahan baku pada tahun 2024 sebesar Rp.
3.540,271 dengan 5 kali pembelian dalam satu tahun, sedangkan jika dihitung
berdasarkan kebijakan perusahaan yang biaya persediaan bahan baku sebesar Rp.
4.585,602 dengan 12 kali pembelian bahan baku dalam satu tahun. Terjadi selisih
sebesar Rp. 1.045,331 yang menunjukkan jika perusahaan menerapkan metode
EOQ, maka dapat memberikan penghematan biaya persediaan bahan baku pada
tahun 2024.