Manajemen

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 583
  • Item
    “Pengaruh Kompensasi, Motivasi, dan Efikasi Diri terhadap Kepuasan Kerja (Studi pada Karyawan PT. MNC (Multinational Corporate) Sky Vision Tbk Cabang Kebumen).
    (Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2020-08-30) Wahyu Fitriana Syafiqoh 162210109
    Kayawan merupakan aset penting bagi perusahaan dalam menjalankan tugasnya di perusahaan. Perusahaan harus memiliki sebuah kebijakan maupun program yang ditujukan kepada para karyawannya agar mendapatkan kepuasan. Kepuasan kerja yang tinggi dapat memicu kontribusi karyawan yang lebih optimal. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja, diantaranya kompensasi, motivasi, dan efikasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menguji pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja, (2) menguji pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja, (3) menguji pengaruh efikasi diri terhadap kepuasan kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. MNC ( Multinational Corporate) Sky Vision Tbk Cabang Kebumen. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 105 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kuesioner dengan skala likert yang masing-masing sudah diujicobakan serta telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS 24.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, (2) motivasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, (3) efikasi diri berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja.
  • Item
    Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Guru SMK Swasta di Kecamatan Kutoarjo)
    (Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2020-08-19) Khusnul Khotimah 162210064
    Data dari Pusat Statistik Kemendibud tahun 2019 menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah SMK terus mengalami peningkatan, salah satunya di provinsi Jawa Tengah ada 1.336 SMK Swasta dan 237 SMK Negeri. Pertumbuhan SMK juga harus diimbangi dengan kualitas tenaga pendidik atau guru. Untuk menghasilkan lulusan yang terampil dan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0, maka dibutuhkan kinerja guru yang optimal dan profesional. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja, diantaranya yaitu budaya organisasi di sekolah dan kepuasan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru, (2) untuk menguji pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja, (3) untuk menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru, dan (4) untuk menguji kepuasan kerja dalam memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Swasta di Kecamatan Kutoarjo. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 174 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kuesioner dengan skala likert yang masing-masing sudah diujicobakan serta telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan teknik analisis Baroon dan Kenny (1986) dengan menggunakan alat bantu SPPS 19.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja guru, (2) budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, (3) kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru, dan (4) kepuasan kerja memediasi secara parsial pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru.
  • Item
    Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan Komitmen Organisasional sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Pemerintah Desa Se-Kecamatan Padureso, Kebumen)
    (Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2020-08-19) Eka Yulianti 162210069
    Saat ini Pemerintah Desa sedang meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pengelolaan dana desa secara optimal. Selain peningkatan kualitas SDM, Pemerintah juga menaikkan penghasilan tetap untuk Perangkat Desa guna meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan, dan kesejahteraan. Sehingga, peningkatan kualitas SDM dan kenaikkan gaji Perangkat Desa diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja Perangkat Desa yang nantinya akan berdampak pada hasil pekerjaan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap organizational citizenship behavior, dan pengaruh komitmen organisasional dalam memediasi kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior. Populasi pada penelitian ini berjumlah 94 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sensus atau sampling total sehingga jumlah sampel adalah 94 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan teknik analisis Baron dan Kenny (1986) dengan menggunakan alat bantu SPSS 19.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior (OCB), kepuasan kerja berpengaruh postif terhadap komitmen organisasional, komitmen organisasional berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior (OCB), serta komitmen organisasional memediasi pengaruh kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior (OCB).
  • Item
    Pengaruh Hedonic Shopping Value dan Shopping Lifestyle terhadap Impulse Buying dengan Positive Emotion sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Konsumen Produk Fashion Hartono Mall Yogyakarta)
    (Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2020-07-27) Sinta Rachmayanti 162210093
    Persaingan antar pelaku bisnis yang semakin ketat mendorong para pemasar untuk memiliki strategi yang unggul agar dapat bertahan di tengah persaingan yang ada. Pemasar harus memahami lebih jauh mengenai perilaku konsumen. Perilaku konsumen yang menarik di dalam toko ritel yaitu adanya perilaku impulse buying. Adanya fenomena impulse buying diharapkan memberikan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan penjualan, dan tentunya fenomena impulse buying merupakan sesuatu yang harus diciptakan. Untuk dapat memunculkan fenomena impulse buying ini, pemasar harus mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi konsumen dalam melakukan impulse buying diantaranya adalah hedonic shopping value, shopping lifestyle, dan positive emotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hedonic shopping value dan shopping lifestyle terhadap impulse buying dengan positive emotion sebagai variabel mediasi. Populasi penelitian ini adalah konsumen Produk Fashion Hartono Mall Yogyakarta dengan jumlah populasi yang tidak diketahui karena tidak adanya data statistik mengenai jumlah pengunjung Hartono Mall Yogyakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 120 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling (judgement sampling). Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert yang terjawab lengkap, sesuai kriteria dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan hierarchical regression analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hedonic shopping value dan shopping lifestyle masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap positive emotion. Positive emotion, hedonic shopping value dan shopping lifestyle masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Secara parsial hedonic shopping value berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying dengan positive emotion sebagai variabel mediasi. Secara parsial shopping lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying dengan positive emotion sebagai variabel mediasi.
  • Item
    Pengaruh Green Perceived Value dan Green Perceived Risk terhadap Green Purchase Intention dengan Green Trust sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Konsumen Molto Ultra Sekali Bilas).
    (Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2020-07-27) Tria Gita Yuniarti 162210107
    Revolusi industri 4.0 membawa dampak secara fundamental yang mengubah pola hidup manusia dalam bekerja. Adapun dampak negatif yang terjadi selama ini di wilayah Indonesia yaitu krisis air bersih. Perusahaan menanggapi isu lingkungan tersebut dalam aktivitas pemasaran yang dilakukan, yang berdampak pada fenomena baru dalam dunia pemasaran berupa konsep green marketing. Dengan menciptakan green product seperti yang dilakukan Unilever, Molto Ultra Sekali Bilas diciptakan dengan tujuan untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya atas pesaing-pesaing yang ada melalui terbentuknya niat beli konsumen terhadap produk ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara (1) green perceived value terhadap green trust (2) green perceived risk terhadap green trust (3) green trust terhadap green purchase intention (4) green perceived value terhadap green purchase intention (5) green perceived risk terhadap green purchase intention (6) green trust memediasi pengaruh green perceived value terhadap green purchase intention (7) green trust memediasi pengaruh green perceived risk terhadap green purchase intention. Populasi penelitian ini adalah konsumen Molto Ultra Sekali Bilas di Kecamatan Gombong. Sampel penelitian ini berjumlah 120 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert yang terjawab lengkap, sesuai kriteria dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan hierarchical regression analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap green trust. Green perceived risk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap green trust. Green trust dan green perceived value masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap green purchase intention. Green perceived risk tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap green purchase intention. Secara parsial, green perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap green purchase intention dengan green trust sebagai variabel mediasi. Secara sempurna green perceived risk berpengaruh negatif terhadap green purchase intention dengan green trust sebagai variabel mediasi.