PERBANDINGAN ANTARA METODE BINA MARGA DAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DALAM PENILAIAN KONDISI PERKERASAN LENTUR (Studi Kasus Ruas Jalan Kutoarjo–Kemiri dan Ruas Jalan Kemiri-Bedono Kluwung , Kabupaten Purworejo)

No Thumbnail Available
Date
2017-08-21
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
”Perbandingan Antara Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement Condition Index) Dalam Penilaian Perkerasan Lentur (Studi Kasus Ruas Jalan Kutoarjo-Kemiri dan Ruas Jalan Kemiri-Bedono Kluwung, Kabupaten Purworejo)”. Skripsi. Teknik Sipil. FT, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2017 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan Kutoarjo-Kemiri dan ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung; (2) mengetahui nilai kondisi perkerasan pada ruas jalan KutoarjoKemiri dan ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung; (3) perbandingan antara metode Bina Marga dan metode PCI dalam penilaian perkerasan lentur pada ruas jalan yang diteliti. Populasi penelitian semua ruas jalan provinsi di Kabupaten Purworejo yang berjumlah 11 ruas. Sampel penelitian dilakukan hanya pada ruas jalan KutoarjoBruno yang dibagi dalam 2 ruas diantaranya: (1) ruas jalan Kutoarjo-Kemiri; (2) ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung. Pengumpulan data didapatkan dari BPT Bina Marga Wilayah Magelang dan survei penilaian kondisi perkerasan sesuai jenis kerusakan yang ada serta olah data menggunakan metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index). Hasil penelitian dari 2 ruas jalan provinsi di Kabupaten Purworejo yang diteliti pada 800 m setiap ruas jalan. Pada ruas jalan Kutoarjo-Kemiri dengan menggunakan metode Bina Marga jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak dengan luas kerusakan 201,22 m2, dengan menggunakan metode PCI jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak kulit buaya dengan luas kerusakan 46,9 m2. Nilai kondisi perkerasan dengan menggunakan metode Bina Marga sebesar 4,5 dengan rating kondisi perkerasan “Sedang”, dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasannya sebesar 53,952 dengan rating kondisi perkerasan “Sedang”. Pada ruas jalan Kemiri-Bedono Kluwung dengan menggunakan metode Bina Marga jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak dengan luas kerusakan 872 m2, dengan menggunakan metode PCI jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah retak kulit buaya dengan luas kerusakan 234,9 m2. Nilai kondisi perkerasan dengan menggunakan metode Bina Marga sebesar 19,4 dengan rating kondisi perkerasan “Rusak”, dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasannya sebesar 40 dengan rating kondisi perkerasan “Buruk”.Pada Kedua ruas jalan yang diteliti dengan menggunakan metode Bina Marga dan metode PCI dapat disimpulkan mempunyai rating kondisi perkerasan yang cenderung sama.
Description
Keywords
Citation
Collections