IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM WACANA RUBRIK GOJEG PADA MAJALAH DJAKA LODANG EDISI TAHUN 2013
No Thumbnail Available
Date
2016-01-18
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelanggaran prinsip
kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang; (2) wujud
implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya pelanggaran prinsip kerja
sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data
berupa wacana rubrik Gojeg dalam majalah Djaka Lodang. Data dalam penelitian
ini meliputi kutipan yang mengandung implikatur percakapan dan pelanggaran
prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan
teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah penelitian sendiri yang dibantu
dengan kartu data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan
menggunakan bahan referensi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis
data content analysis. Teknik penyajian analisis ini dilakukan dengan
menggunakan teknik informal.
Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) pelanggaran prinsip kerja sama
dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang edisi tahun 2013
mencakup empat maksim yaitu (a) pelanggaran maksim kuantitas sebanyak 4
tuturan, (b) pelanggaran maksim kualitas sebanyak 10 tuturan, (c) pelanggaran
maksim relevansi sebanyak 8 tuturan, dan (d) pelanggaran maksim cara sebanyak
17 tuturan. (2) Wujud implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya
pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka
Lodang edisi tahun 2013 yang terdiri dari implikatur yang bersifat bantahan,
peringatan, ancaman, pernyataan, ucapan maaf, kebanggaan, rayuan, kekesalan,
tanggung jawab, meyakinkan, menguji, sindiran, keraguan, harapan, menghibur,
kesalahpahaman, memberi pemahaman, meminta pengertian, kecemburuan,
menyarankan, ajakan dan perintah. Hal ini membuktikan bahwa percakapan yang
tidak menjalankan prinsip kerja sama akan menghasilkan implikatur dalam sebuah
percakapan