Analisis Desain Tebal Perkerasan Lentur Dengan MDPJ 2024 Dan Metode Mekanistik-Empirik Menggunakan Software KENPAVE (Studi Kasus: Jalan Gintungan - Gebang, Kabupaten Purworejo)
No Thumbnail Available
Date
2026-08-26
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Ruas Jalan Gintungan–Gebang merupakan jalur alternatif Purworejo–
Wonosobo. Kondisi jalan ini pada beberapa segmen mengalami kerusakan berupa
jalan berlubang, retak, dan pelepasan butir yang menyebabkan menurunnya
kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan analisis
struktur perkerasan untuk mengetahui tebal perkerasan berdasarkan Manual Desain
Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 serta kinerja struktur perkerasan terhadap beban lalu
lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tebal perkerasan lentur
berdasarkan MDPJ 2024, mengetahui nilai regangan, serta mengetahui umur
pelayanan desain existing, desain MDPJ 2024, dan desain alternatif.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
mekanistik-empirik. Data yang digunakan berupa data primer yang meliputi data
Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dan data California Bearing Ratio (CBR) hasil
pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP), serta data struktur perkerasan
existing berdasarkan pengujian PIT. Data tersebut kemudian dianalisis
menggunakan software KENPAVE untuk memprediksi umur pelayanan terhadap
kerusakan fatigue cracking, rutting, dan permanent deformation.
Hasil dari penelitian ini berdasarkan MDPJ 2024 diperoleh struktur
perkerasan berupa AC-WC dengan tebal 6 cm, LFA Kelas A dengan tebal 20 cm,
LFA Kelas B dengan tebal 15 cm, serta lapis perbaikan tanah dasar berupa timbunan
pilihan dengan tebal 30 cm dengan umur layanan paling lama yaitu 34,24 tahun
dengan kerusakan berupa rutting. Dalam perkerasan eksisting diperoleh struktur
perkerasan berupa AC-BC 5 cm, LFA Kelas A dengan tebal 15 cm, LFA Kelas B
dengan tebal 15 cm dengan umur layanan paling pendek yaitu sekitar 9,5 bulan
dengan kerusakan berupa permanent deformation. Untuk desain alternatif diperoleh
struktur perkerasan berupa HRS-AC 3 cm, HRS-BC 3,5 cm, LFA Kelas A dengan
tebal 12 cm, LFA Kelas B dengan tebal 15 cm dengan umur layanan paling cukup
yaitu sekitar 20 tahun dengan kerusakan pertama permanent deformation.