Analisis Berpikir Kritis Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif
No Thumbnail Available
Date
2022-09-21
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Berpikir kritis adalah keterampilan individu untuk membuat keputusan
dalam memecahkan masalah yang dihadapi dengan berbagai informasi yang
sudah diperoleh. Setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam proses berpikir
kritis dan menyelesaikan masalah matematika, perbedaan tersebut dapat
dipengaruhi oleh gaya kognitif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah
matematika ditinjau dari gaya kognitif.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek
menggunakan purposive. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII H.
Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 8 siswa dengan masing-masing kategori: 4
siswa dengan gaya kognitif field independent dan 4 siswa dengan gaya kognitif
field dependent. Pemilihan subjek menggunakan instrument Group Embedded
Figure Test (GEFT). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes,
wawancara, dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini
dilakukan dengan tes, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang
digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan penelitian ini adalah siswa dengan gaya kognitif field
independent dan field dependent mampu memenuhi indikator berpikir kritis yaitu
interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self-regulation.
Kedua gaya kognitif tersebut mempunyai perbedaan yaitu pada interpretation
siswa dengan gaya kognitif field dependent menuliskan kembali dari soalnya
sedangkan field independent menotasikan panjang dengan p, lebar dengan l, dan
persegi dengan gambar persegi. Pada analysis siswa dengan gaya kognitif field
dependent berpikir lama sedangkan field independent siswa menggambarkan
sebuah segiempat, kemudian mencari luas persegi untuk mendapatkan sisi persegi.
Pada evaluation siswa dengan gaya kognitif field dependent pada jawaban yang
digambarkan tidak sesuai dengan hasil yang dituliskan sedangkan field
independent dengan mencari panjang, kemudian menggambarkan masing-masing
sisi segiempat kecil dan memberi keterangan disamping gambar persegi. Pada
self-regulation siswa dengan gaya kognitif field dependent hanya menyebutkan 1
alternatif lain sedangkan field independent menggunakan banyak cara alternatif
lain, serta dilengkapi dengan cara mencari gambar persegi kecil dan keterangan
banyaknya persegi yang dibuat. Pada inference siswa dengan gaya kognitif field
dependent siswa kurang tepat dalam menyimpulkan dari permasalahan sedangkan
field independent sudah benar dalam menyimpulkan. Pada explanation siswa
dengan gaya kognitif field dependent dalam memberi alasan salah sedangkan
field independent dalam memberi alasan benar.