ANALISIS KINERJA JARINGAN PIPA DISTRIBUSI PENYEDIAAN AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DESA BLEBER KECAMATAN BENER
No Thumbnail Available
Date
2025-09-19
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
PAMSIMAS Desa Bleber merupakan program penyediaan air minum yang
bertujuan untuk meningkatkan akses air minum bagi masyarakat. PAMSIMAS Desa
Bleber memiliki total 103 Sambungan Rumah di dua dusun yaitu Dusun Krajan dan
Dusun Banjaran. Sistem perpipaan merupakan bagian terpenting dalam pendistribusian
air minum. Pendistribusian air minum seringkali mengalami kendala dan tekanan air
kurang merata karena kerusakan pada pipa maupun sambungan pipa yang kurang tepat.
Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan dan memperbaiki kinerja jaringan pipa
distribusi air minum PAMSIMAS Desa Bleber untuk memenuhi kebutuhan air
pelanggan secara merata.
Metode penelitian ini adalah kuantitatif untuk menganalisis sistem distribusi air
bersih. Penelitan membahas tentang analisis hidrolis menggunakan Epanet 2.2.
Parameter yang dianalisis dan dievaluasi adalah pressure, velocity, dan headloss.
Penggunaan program Epanet 2.2 dapat mensimulasikan pendistribusian air bersih
secara merata melalui sistem perpipaan yang telah ada. Pengolahan data menggunakan
satuan volume LPS (Liter Per Second) dengan persamaan yang digunakan adalah
Hazen-Williams.
Hasil simulasi menggunakan Epanet 2.2 terdapat total 37 junction/node. Nilai
pressure menunjukkan sebanyak 11 junction (29,73%) berada di bawah standar dan 26
junction (70,27%) telah memenuhi standar nilai 1 – 10 atm. Pressure tertinggi terjadi
pada n32 sebesar 3,96 atm dan terendah terjadi pada n26 sebesar 0,19 atm. Nilai
velocity dari total 37 pipa menunjukkan sebanyak 26 pipa (70,27%) berada di bawah
standar dan 11 pipa (29,73%) sudah memenuhi standar nilai 0,3 – 3 m/s. Velocity
tertinggi terjadi pada p2 sebesar 0,56 m/s dan terendah terjadi pada p34 sebesar 0,01
m/s. Nilai headloss menunjukkan hanya terdapat 1 pipa (2,70%) dari total 37 pipa yang
belum memenuhi standar dan 36 pipa (97,30%) telah memenuhi standar nilai 0 – 10
m/km. Headloss tertinggi terjadi pada p18 sebesar 11,53 m/km dan terendah terjadi
pada p34 sebesar 0,01 m/km. Keseluruhan hasil evaluasi pressure, velocity, dan
headloss telah memenuhi standar Permen PU No. 18 Tahun 2007 dengan persentase
100%.