Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Kalibutek)
No Thumbnail Available
Date
2019-09-19
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis kebutuhan air irigasi untuk
kebutuhan padi dan palawija yang memanfaatkan air irigasi Daerah Irigasi
(D.I). Kalibutek (2) memprediksi ketersediaan air irigasi D.I. Kalibutek dan
melakukan pengaturan air secara optimal sehingga bisa mencapai I.P. 300 secara
berkelanjutan dan (3) membandingkan indeks pertanaman dan ketahanan air untuk
irigasi D.I. Kalibutek sehingga bisa mencapai I.P. 300.
Penelitian ini dilakukan di lokasi stasiun klimatologi Kradenan dan di
3 lokasi stasiun hujan pengamatan, yaitu meliputi Salaman, Guntur dan Ngasinan.
Pemilihan stasiun klimatologi dan curah hujan didasarkan pada kelengkapan data
yang tersedia pada masing-masing stasiun klimatologi dan curah hujan serta letak dari
stasiun hujan yang berdekatan. Instrumen pengambilan data diperoleh dari
dokumentasi dari instasi – instasi terkait, observasi dan wawancara. Pengujian data
klimatologi menggunakan metode rerata 10 tahun serta data curah hujan 10 tahun
dengan menggunakan metode polygon thiessen. Analisis kebutuhan air menggunakan
metode penman modifikasi sedangkan ketersediaan air menggunakan data dari instasi
yang terkait serta membandingkan kebutuhan air dan ketersediaan air.
Hasil Analisis menunjukan bahwa dari hasil perhitungan kebutuhan air irigasi
D.I. Kalibutek nilai DR Padi terbesar terjadi pada periode Mei II yaitu 2,65 l/dtk/ha
dan nilai DR Padi terendah terjadi pada periode April I yaitu 2,31 l/dtk/ha, sedangkan
nilai DR Palawija terbesar terjadi pada periode September I & II yaitu 1,85 l/dtk/ha
dan nilai DR Palawija terendah terjadi pada periode Agustus I & II yaitu
1,21 l/dtk/ha. Dari perhitungan neraca air di dapatkan ketersediaan air, belum
mencukupi kebutuhan air pada periode September I & II yaitu sebesar 0,87 l/dtk/ha
atau 0,04 m3
/dtk dan D.I. Kalibutek masih belum mencapai indeks pertanaman yang
di harapkan. Meskipun demikian, Indeks ketahanan air D.I. Kalibutek tahun 2017 dan
2018 berada di kategori kelas baik