Analisis Diksi dalam Geguritan pada Majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014
No Thumbnail Available
Date
2016-03-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan diksi dalam
Geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014, (2)
mendeskripsikan makna yang terdapat dalam Geguritan pada majalah Djaka
Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan bidang kajian bahasa
dan sastra. Subjek penelitiannya berupa geguritan dalam majalah Djaka Lodang
edisi Januari-Mei tahun 2014 yang diterbitkan oleh PT DJAKA LODANG PRES
Jogjakarta dengan jumlah 75 judul geguritan. Objek penelitian adalah diksi dan
makna dalam geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei tahun
2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik pustaka dan teknik catat. Dalam penelitian ini, penulis dalam menganalisis
data menggunakan metode content analysis yang mengkaji teks karya sastra
(geguritan) secara menyeluruh. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan
teknik informal.
Hasil penelitian menunjukkan adanya diksi berupa: 1) kata konotatif
sebanyak 37 jenis data, 2) kata konkret sebanyak 21 jenis data, 3) kata serapan
dari bahasa asing sebanyak 11 jenis data, 4) kata sapaan khas dan nama diri
sebanyak 45 jenis data, 5) kata seru khas Jawa sebanyak 18 jenis data, dan 6)
kata dengan objek realitas alam sebanyak 39 jenis data sedangkan kata vulgar
tidak terdapat. Selanjutnya, dalam pemaknaan secara hermeneutik meliputi
berbagai macam bentuk makna yang tersirat, yaitu pemaknaan tentang percintaan
atau kasmaran, pemaknaan tentang persahabatan, pemaknaan tentang suasana hati
atau keadaan, pemaknaan tentang pendidikan, pemaknaan tentang pesan atau
ajakan, pemaknaan tentang nasihat, pemaknaan tentang renungan, pemaknaan
tentang harapan, pemaknaan tentang religius, pemaknaan tentang peristiwa alam,
dan pemaknaan tentang tragedi