Analisis Faktor Risiko Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) (Studi Kasus: Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak)”

No Thumbnail Available
Date
2023-08-24
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Rumah adalah suatu kebutuhan dasar manusiayang berfungsi sebagai tempat tinggal,sarana pembinaan keluarga, serta sebagai aset bagi penghuninya. Dikarenakan masih banyaknya masyarakat di Indonesia yang mempunyai rumah yang tidak layak huni, maka dari itu pemerintah melalui Kementerian PUPR menciptakan program yang dinamakan bantuan stimulan perumahan swadaya. Pada pelaksanaan BSPS tentunya masih ada beberapa faktor risiko yang menjadi penghambat jalannya program tersebut. Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain: untuk menganalisis apa saja faktor risiko pelaksanaan program BSPS khususnya di Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan dalam pelaksanaan program BSPS di Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, untuk menemukan solusi yang tepat guna meminimalisir faktor-faktor risiko pada program BSPS selanjutnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode campuran. Metode ini yaitu kombinasi antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif dengan model penelitian concurent triangulation. Model penelitian concurrent triangulation yaitu melakukan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif secara bersama-sama dan dari penelitian itu didapatkan hasil yang sama dan seimbang. Populasi dalam penelitian ini adalah penerima bantuan, tenaga fasilitator lapangan Desa Bumirejo, asisten koordinator kabupaten wilayah Kecamatan Karangawen, serta koodinator kabupaten wilayah Kabupaten Demak yang berjumlah 200 orang yang kemudian diambil sampel 30 dari perwakilan populasi yang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 17 faktor risiko yang terjadi pada pelaksanaan BSPS di Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak yang kemudian dikelompokkan menjadi 5 Kelompok antara lain : bahan material, waktu, SDM, manajemen, dan uang. Hasil analisis data yang diperoleh terdapat 3 faktor risiko yang paling dominan dan berkategori high yaitu dari pelaksanaan program yang bersamaan dengan masa tanam dan panen memiliki nilai risiko 19,00, cuaca yang kurang mendukung memiliki nilai risiko 16,50, serta kurangnya sumber keswadayaan dari penerima bantuan memiliki nilai risiko 16,00.
Description
Keywords
Citation
Collections