Pengaruh Penambahan Tepung Sinbiotik dari Kulit Nanas dan Inulin Bengkuang terhadap Berat Relatif Organ Limfoid Ayam Broiler
No Thumbnail Available
Date
2025-08-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung
sinbiotik dari kulit nanas (Ananas comosus) dan inulin bengkuang (Pachyrhizus
erosus) terhadap berat relatif organ limfoid (Thymus, bursa Fabricius, dan limpa)
ayam broiler, sebanyak 100 ekor DOC broiler betina menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, di mana setiap ulangan
terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan adalah suplementasi tepung
sinbiotik dengan dosis 0% (P0, kontrol), 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), dan 20%
(P4) dari total berat pakan komersial. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam
(ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf
kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung sinbiotik
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat relatif Thymus ayam broiler. Perlakuan
P3 (15% sinbiotik) menghasilkan berat Thymus tertinggi dengan rerata
0,61±0,01%, yang berada dalam kisaran normal (0,30% - 0,60%) dan menunjukkan
efek imunostimulan optimal. Perlakuan P4 (20% sinbiotik) menunjukkan berat
Thymus terendah (0,33±0,10%), mengindikasikan potensi penurunan respons imun
atau efek toksik ringan akibat dosis berlebih. Perlakuan P0, P1, dan P2
menunjukkan rerata berat Thymus yang relatif berdekatan dan tidak berbeda
signifikan dibandingkan kontrol. Namun, penambahan tepung sinbiotik tidak
memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap berat relatif bursa
Fabricius dan limpa ayam broiler pada semua level perlakuan. Berat relatif bursa
Fabricius dan limpa pada semua kelompok perlakuan masih berada dalam kisaran
normal (0,07% - 0,11% untuk bursa Fabricius dan 0,12% - 0,15% untuk limpa).
Penambahan tepung sinbiotik dari kulit nanas dan inulin bengkuang memiliki
potensi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh ayam broiler, terutama melalui
peningkatan perkembangan Thymus pada dosis 15%.