Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 62
- ItemPENGARUH PENAMBAHAN SARI KUNYIT (Curcuma Domestica Val) DAN JAHE (Zingeber Officinal Rocs) PADA AIR MINUM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN PERSENTASE BERAT KARKAS AYAM BROILER(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-25) Hendri Trinanto 082410035Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari kunyit (curcuma domestica val) dan jahe (Zingeber Officinale Rocs) pada air minum terhadap pertambahan berat badan dan persentase berat karkas ayam broiler. Materi yang digunakan meliputi 100 ekor ayam broiler umur satu minggu dengan jenis kelamin campuran dari strain Abror Acres CP 707, yang dibagi menjadi empat perlakuan dan lima kali ulangan yaitu 0 gr, 5 gr, 10 gr, 15 gr sari kunyit dan jahe/500 ml air minum. Parameter yang diamati meliputi pertambahan berat badan dan persentase berat karkas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjut dengan uji Duncans New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan sari kunyit dan jahe berbeda nyata (P<0,01) terhadap pertambahan berat badan ayam broiler. Rerata pertambahan berat badan pada perlakuan T0 (63,21) gram, T1 (71,37) gram, T2 (72,57) gram, T3 (72,85) gram. Perlakuan penambahan sari kunyit dan jahe terendah T0 (tanpa kunyit dan jahe) yaitu sebesar 63, 21 dan yang tertinggi pada perlakuan T3 (kunyit dan jahe 15 gr) yaitu sebesar 72, 854. Hasil penelitian menunjukkan tidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas. Rerata persentase berat karkas pada perlakuan T0 (61,55) gram, T1 (65,24) gram, T2 (65,71) gram, T3 (66,63) gram. Rerata presentase karkas terendah pada T0 (tanpa penambahan kunyit dan jahe 0 gr) yaitu sebesar 61, 55 dan yang tertinggi pada perlakuan T3 (kunyit dan jahe 15 gr) yaitu sebesar 66,63. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan sari kunyit dan jahe pada air minum berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot badan dan tidak berpengaruh nyata terhadap persentase berat karkas.
- ItemPENGARUH DOSIS DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK NANAS (Ananas comosus L. Merr) TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING DADA AYAM PETELUR AFKIR(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-01-25) FATCHOL ROHMAN 102410004Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak nanas (Ananas comosus L. Merr) yang mengandung bromelin, waktu perendaman dan interaksi antara kedua faktor terhadap keempukan, pH, daya ikat air (DIA), kadar air total, dan susut masak daging ayam petelur afkir. Bahan yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir umur 36 minggu sebanyak 14 ekor dan buah nanas umur 60 hari sebanyak 14 buah. Sampel yang digunakan adalah daging bagian dada sebanyak 27 sampel. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 3 × 3, dengan faktor pertama penambahan ekstrak nanas (0, 20, 40%) dan faktor kedua waktu perendaman (0, 30, 60 menit) dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara konsentrasi ekstrak nanas dan lama perendaman terjadi pada pH (P<0,1), tetapi tidak pada keempukan, DIA, kadar air dan susut masak daging dada ayam petelur afkir. Penambahan ekstrak nanas 20% dan waktu perendaman 30 menit memberikan kualitas daging ayam petelur afkir yang terbaik.
- ItemPENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH MARKISA (Passion Fruit) PADA AIR MINUM TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix Coturnix Japonica) YANG DISIMPAN DALAM FREEZER SELAMA 3 MINGGU(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-12) DWI BAYU PRASTYANTO 122410010Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari buah markisa pada air minum burung puyuh terhadap kualitas organoleptik telur burung puyuh yang disimpan di dalam freezer selama 3 minggu. Sampel penelitian berupa burung puyuh berjumlah 126 ekor, penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari 0 ml, 5ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml, 25 ml dan 30 ml sari buah markisa dari total pemberian air minum sebanyak 500 ml air. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis organoleptik menunjukkan bahwa pemberian sari markisa pada air minum menunjukkan hasil : warna kuning telur tidak berbeda nyata (P>0,05) yang disebabkan karena rendahnya Vitamin A pada buah markisa, Bau berbeda nyata (p<0,05) disebabkan karena adanya kandungan antioksidan (Vitamin C) yang mempengaruhi kadar lemak bebas. Rasa berbeda nyata (P<0,05) disebabkan karena adanya antioksidan yang melawan peroksidasi lipid pada telur dengan mengurangi kandungan lemak, sehingga kualitas dan nilai gizi telur meningkat. Tekstur berbeda nyata (P<0,05) disebabkan karena adanya faktor adalah pH sari buah markisa, kandungan Vitamin C dan kadar air dari telur puyuh, sedangkan nilai kesukaan tidak berbeda nyata (P>0,05) karena adanya perbedaan penentuan tingkat kesukaan oleh masyarakat terhadap telur. Semakin banyaknya penambahan level sari buah markisa maka akan meningkatkan kualitas dari rasa, tekstur dan bau telur puyuh. Perlu adanya uji lanjut penelitian penambahan pemberian level sari buah markisa (Passion Fruit) tentang pengujian organoleptik untuk mengetahui telur puyuh yang disukai panelis
- ItemTingkat Pemahaman Pedagang Daging Sapi Pasar Tumenggungan, terhadap Konsep Daging Sapi Aman, Sehat, Utuh, Halal (Asuh) Studi Kasus di Kabupaten Kebumen(Prodi. Peternakan, Fak. Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-03-13) Hamam Al Rasid 202410018Hamam Al Rasid “Tingkat Pemahaman Pedagang Daging Sapi Pasar Tumenggungan, terhadap Konsep Daging Sapi Aman, Sehat, Utuh, Halal (Asuh) Studi Kasus di Kabupaten Kebumen”. Skripsi Prodi Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat pemahaman pedagang daging sapi terhadap sistem daging sapi Aman. (2) mengetahui tingkat pemahaman pedagang daging sapi terhadap sistem daging sapi Sehat. (3) mengetahui tingkat pemahaman pedagang daging terhadap sistem daging sapi Utuh. (4) mengetahui tingkat pemahaman pedagang daging sapi terhadap sistem daging sapi Halal. (5) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman pedagang terhadap konsep daging sapi aman, sehat, utuh, halal (ASUH) di Pasar Tumenggungan Kabupaten Kebumen. Adapun populasi dalam penelitian yaitu jumlah pedagang daging sapi aktif tercatat sebanyak 20 orang dan seluruh pedagang daging sapi yang aktif berjualan di pasar tersebut dijadikan sebagai sampel penelitian tanpa ada pengecualian Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman pedagang daging sapi di Pasar Tumenggungan terhadap konsep daging sapi ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), bahwa tingkat pemahaman pedagang daging sapi di Pasar Tumenggungan Kabupaten Kebumen terhadap konsep daging sapi ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) berada pada kategori tinggi, dengan persentase masing masing aspek yaitu aman (82,00%), sehat (82,00%), utuh (83,14%), dan halal (82,64%), yang menunjukkan bahwa pedagang telah memiliki pemahaman yang baik terkait keamanan, kelayakan konsumsi, keaslian, dan kehalalan daging. Selain itu, faktor usia, pendidikan, pengalaman, pelatihan, dan akses informasi berpengaruh terhadap tingkat pemahaman pedagang dengan kontribusi sebesar 92,2% (R² = 0,922), sedangkan 7,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kata kunci: Pedagang, Pemahaman, Daging, ASUH
- Item“Pengaruh Pemberian Ransum Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Kualitas Telur di Peternakan “Eggcellent Farm(Prodi. Peternakan, Fak. Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-02-13) Yuli Anggoro Putro 182410009Yuli Anggoro Putro. “Pengaruh Pemberian Ransum Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Kualitas Telur di Peternakan “Eggcellent Farm”. Skripsi. Program Studi Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2026. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh produksi telur yang dipengaruhi oleh faktor usia ayam serta perbedaan komposisi ransum.Eksperimen berlangsung di Eggcellent Farm, Kauman, Wijirejo, Karangkauman, Kabupaten Bantul. Penelitian dilakukan Pada bulan November sampai Desember 2025 dengan melibatkan 45 ekor ayam ras petelur. Peralatan yang digunakan meliputi timbangan digital tingkat ketelitian tinggi (0,001 g), jangka sorong, serta peralatan pendukung kandang lainnya. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan ransum dan 3 kelompok umur, penelitian mengukur parameter kualitas eksternal, interior, serta tingkat produksi telur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perbedaan umur berpengaruh signifikan terhadap ketebalan kerabang (berkisar 0,42-0,44 mm), namun tidak pada bobot telur. Secara struktur, umur ayam dan produksinya mempengaruhi warna kuning telur, sementara komposisi ransum berdampak pada viskositasnya. Adapun produksi telur mencapai puncaknya pada usia 18-29 minggu sebelum mengalami penurunan saat memasuki usia 50 minggu. Keywords: Produksi Telur, Komposisi Ransum, Warna Kuning Telur, Kualitas telur.