Peternakan

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 74
  • Item
    Hubungan Bobot Badan dengan Kualitas Makroskopis Dan Mikroskopis Semen Segar Sapi Limousin di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah.
    (Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-08-31) Ridwan Andhika Putra 222410027
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas makroskopis dan mikroskopis semen segar Sapi Limousin serta mengetahui hubungan bobot badan dengan kualitas semen segar Sapi Limousin di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2026 menggunakan 15 ekor pejantan Sapi Limousin dengan bobot badan berkisar 489,5–957 kg. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan longitudinal (repeated measures). Pengamatan dilakukan sebanyak empat kali penampungan pada setiap pejantan. Parameter yang diamati meliputi kualitas makroskopis berupa volume, warna, pH, bau, dan konsistensi serta kualitas mikroskopis berupa gerak massa, motilitas, dan konsentrasi spermatozoa. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume semen berkisar 3,70–8,75 ml dan memiliki kecenderungan hubungan positif dengan bobot badan dengan nilai P = 0,048. Nilai pH semen berkisar 6,40–6,60 dan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan bobot badan (P = 0,814). Warna semen didominasi warna krem, bau seluruh sampel menunjukkan bau khas, sedangkan konsistensi semen bervariasi dari encer, sedang, hingga kental dan tidak menunjukkan pola yang konsisten berdasarkan bobot badan. Gerak massa berada pada kategori + hingga ++ dan tidak menunjukkan pola hubungan yang konsisten dengan bobot badan. Motilitas spermatozoa berkisar 32,5–70% dan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan bobot badan (P = 0,509), sedangkan konsentrasi spermatozoa berkisar 460,50–1.252,75 juta spermatozoa/ml dan juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan bobot badan (P = 0,420). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bobot badan menunjukkan kecenderungan hubungan positif dengan volume semen, tetapi belum dapat dijadikan sebagai indikator tunggal dalam menentukan kualitas makroskopis dan mikroskopis semen segar Sapi Limousin.
  • Item
    Pengaruh Berbagai Metode Pengawetan dan Lama Penyimpanan Telur Puyuh Terhadap Kualitas Fisik.
    (Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-08-31) Akhmad Mukhsin 212410030
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode pengawetan, lama penyimpanan, serta interaksi antara metode pengawetan dan lama penyimpanan terhadap kualitas fisik telur puyuh. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Purworejo selama 8 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan lima perlakuan metode pengawetan, yaitu kontrol, kapur, minyak goreng, minyak parafin, dan suhu dingin, serta lima lama penyimpanan yaitu hari ke-0, 2, 4, 6, dan 8, dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi berat telur, indeks telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, pH putih telur, dan pH kuning telur. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengawetan berpengaruh sangat nyata terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, dan pH putih telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur, indeks telur, dan pH kuning telur. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap indeks putih telur dan indeks kuning telur, sedangkan terhadap parameter lainnya tidak menunjukkan pengaruh nyata berdasarkan kesimpulan penelitian. Terdapat interaksi antara metode pengawetan dan lama penyimpanan terhadap indeks putih telur dan indeks kuning telur. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan suhu dingin merupakan metode pengawetan yang paling baik dalam mempertahankan kualitas fisik telur puyuh selama penyimpanan.
  • Item
    PENGARUH BERBAGAI METODE PENGAWETAN DAN LAMA PENYIMPANAN TELUR PUYUH TERHADAP KUALITAS FISIK
    (Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-08-31) Akhmad Mukhsin 212410030
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode pengawetan, lama penyimpanan, serta interaksi antara metode pengawetan dan lama penyimpanan terhadap kualitas fisik telur puyuh. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Purworejo selama 8 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan lima perlakuan metode pengawetan, yaitu kontrol, kapur, minyak goreng, minyak parafin, dan suhu dingin, serta lima lama penyimpanan yaitu hari ke-0, 2, 4, 6, dan 8, dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi berat telur, indeks telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, pH putih telur, dan pH kuning telur. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengawetan berpengaruh sangat nyata terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, dan pH putih telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur, indeks telur, dan pH kuning telur. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap indeks putih telur dan indeks kuning telur, sedangkan terhadap parameter lainnya tidak menunjukkan pengaruh nyata berdasarkan kesimpulan penelitian. Terdapat interaksi antara metode pengawetan dan lama penyimpanan terhadap indeks putih telur dan indeks kuning telur. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan suhu dingin merupakan metode pengawetan yang paling baik dalam mempertahankan kualitas fisik telur puyuh selama penyimpanan.
  • Item
    Karakteristik Umum dan Metode Isolasi Bakteri Asam Laktat.
    (Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-08-26) Jody Aditya Rohman 212410021
    Bakteri Asam Laktat (BAL) memiliki peran vital dalam industri pangan dan kesehatan sebagai agen pemproses fermentasi, biopreservatif alami, serta probiotik. Keberhasilan pemanfaatan potensi BAL sangat bergantung pada efektivitas metode isolasi guna memperoleh biakan murni dari substrat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik umum BAL, menentukan metode isolasi yang efektif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan isolasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (narrative review) secara kualitatif dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan membandingkan data sekunder dari 15 jurnal ilmiah terakreditasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa BAL secara umum berkarakteristik Gram-positif, berbentuk basil atau kokus, katalase-negatif, tidak berspora, dan memfermentasi karbohidrat menjadi asam laktat melalui jalur homofermentatif atau heterofermentatif. Metode isolasi yang paling efektif adalah pengenceran bertingkat yang dilanjutkan dengan penanaman pada media selektif de Man Rogosa Sharpe Agar (MRSA) yang ditambah CaCO3 1%. Penambahan CaCO3 berfungsi sebagai uji saring awal (screening) melalui pembentukan zona bening di sekitar koloni BAL. Keberhasilan isolasi BAL dipengaruhi secara signifikan oleh kebersihan/sanitasi lingkungan, tingkat kelembapan, ketepatan pengaturan pH, dan stabilitas suhu inkubasi. Kesimpulannya, pengolahan isolasi BAL dengan MRSA+CaCO3 1% merupakan metode yang presisi untuk memisahkan kultur murni BAL berdasarkan karakteristik fisiologis dan biokimianya.
  • Item
    Identifikasi Dan Aplikasi Bakteri Asam Laktat Dalam Industri Pangan.
    (Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-08-26) Wahyu Damar Jati 212410013
    Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok mikroorganisme Gram positif berstatus Generally Recognized as Safe (GRAS) yang memiliki peran penting dalam industri pangan karena kemampuannya memfermentasi karbohidrat menjadi asam laktat, memberikan manfaat probiotik, serta bertindak sebagai agen biopreservasi alami. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri asam laktat dan mengetahui aplikasinya dalam industri pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan narrative review melalui pengumpulan dan analisis data sekunder dari jurnal ilmiah nasional dan internasional terpublikasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan metode deskriptif analitis dengan mengumpulkan, mengidentifikasi, menyusun, dan membandingkan data dari literatur yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi konvensional BAL dilakukan melalui uji morfologi sel (berbentuk kokus atau basilus dan bersifat Gram positif), uji biokimia (bersifat katalase negatif dan non-motil), serta uji fisiologi yang mencakup pertumbuhan pada variasi suhu dan pH, toleransi osmotik terhadap NaCl, serta penentuan tipe fermentasi karbohidrat (homofermentatif atau heterofermentatif). Sementara itu, aplikasi BAL dalam industri pangan mencakup peranannya sebagai pengawet alami (biopreservasi) yang menghambat pertumbuhan bakteri patogen melalui produksi senyawa antimikroba (seperti bakteriosin), penambah nutrisi, serta sebagai kultur starter dalam pengolahan produk susu fermentasi seperti keju, yoghurt, kefir, dan dadih. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa BAL memiliki keunggulan dengan kemampuan adaptasi fisiologis yang tinggi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan pencernaan, imunitas tubuh, dan pemenuhan pangan sehat yang berkelanjutan.