Peternakan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Peternakan by Title
Now showing 1 - 20 of 47
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisis efektivitas off-farm Kelompok Tani Pare Anom Berbasis Korporasi Peternak Di Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-22) Ahmad Khafidh MuharirPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan off-farm Kelompok Tani Pare Anom berbasis korporasi peternak di Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang ditinjau dari aspek pascapanen, pengolahan hasil ternak, pemasaran, dan dukungan layanan kelembagaan. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 orang. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei, observasi, wawancara, kuesioner dan Skala Likert Hasil penelitian menunjukkan bahwa: karakteristik anggota Kelompok Tani Pare Anom berdasarkan umur dengan 21 jiwa (100%) masuk dalam kategori umur produktif serta 21 jiwa (100%), merupakan laki-laki. Tingkat pendidikan dengan 12 jiwa (57,14%), merupakan berpendidikan rendah. Pekerjaan memiliki peran penting dalam menjalankan usaha peternakan Kambing Kaligesing dengan 20 jiwa (95,24%), merupakan pekerjaan utamanya adalah petani/peternak. Efektivitas off- farm berbasis korporasi peternak termasuk kategori efektif, efektivitas tersebut dilihat dari 4 variabel utama dengan rerata skor 75,5 . Menunjukan bahwa kegiatan off-farm Kelompok Tani Pare Anom bisa diarahkan menjadi korporasi peternak.
- ItemANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN PROGRAM KORPORASI PETERNAK DI KELOMPOK TANI PARE ANOM DESA TLOGOGUWO, KECAMATAN KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-25) Ayu AmandaThis research aims to analyze the effectiveness of the implementation of the livestock corporation program at the Pare Anom Farmer Group in Tlogoguwo Village, Kaligesing District, Purworejo Regency. The focus of the study is to examine four main aspects: institutional service support, on-farm production, innovation and technology, and infrastructure. The research method used is qualitative descriptive, comprehensively described based on frequency distribution tables. Sampling was conducted using a census method, in which all 21 members of the Pare Anom Farmer Group served as respondents. Data collection was carried out through observation, interviews, and structured questionnaires, analyzed using a Likert scale and descriptive analysis. The results indicate that the overall effectiveness level of the corporate program implementation falls into the quite Effective category, with an average score of 69.3. The group's main strengths lie in the on-farm production aspect (score 78) and infrastructure (score 77.2), supported by good scale operations, breeding integration, and adequate access to feed and basic infrastructure. However, there is a significant weakness in the innovation and technology aspect, which is assessed as ineffective (score 48), characterized by low adoption of modern technology and reliance on traditional methods. The institutional aspect (score 74) is structurally effective, but its function is hampered by low active participation from members and minimal business diversification. It is concluded that the Pare Anom Farmer Group has sufficient initial capital to move towards corporatization, but intensive internal capacity strengthening is needed, especially in terms of adopting innovations and enhancing member participation to maximize economic potential.
- ItemAnalisis Kandungan Formalin Dan Boraks Pada Bakso Ayam Yang Dijajakan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Purworejo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-09-06) Kintan ApriyantoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mengetahui kandungan formalin pada bakso ayam yang dijual PKL di Kabupaten Purworejo. (2) Mengetahui kandungan boraks pada bakso ayam yang dijual di Kabupaten Purworejo. (3) Mengetahui karakteristik pedagang bakso ayam di Kabupaten Purworejo. Adapun sampel pada penelitian Sampel dalam penelitian ini yaitu pedangang bakso ayam di kabupaten yang tersebar di 16 Kecamatan, setiap kecamatan diambil 3 pedangang, sehingga jumlah sampel sebanyak 48 pedagang. Berdasarkan hasil penelitian Karakteristik pedagang Bakso Ayam di Kabupaten Purworejo di usia produktif. Lokasi usaha di seluruh Kecamatan Purworejo yang berfokus pada satu produk bakso ayam. Aspek kebersihan dan higienitas, pedagang telah menunjukkan perilaku yang baik. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa 47,9% pedagang menggunakan formalin dalam produk bakso ayam mereka. Ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran atau pemahaman pedagang terhadap bahaya bahan tambahan. Penggunaan boraks hanya ditemukan pada 1 pedagang (2,1%). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan boraks cenderung sudah dapat dikendalikan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan boraks cenderung sudah dapat dikendalikan, diduga karena meningkatnya edukasi dan pengawasan dari dinas terkait, meskipun seluruh pedagang mengaku belum pernah disurvei oleh BPOM.
- ItemANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PEMBIBITAN SAPI POTONG (Studi Kasus di Kelompok Tani Ayem Tentrem Desa Nambangan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo)(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025-01) Fuad FredyawanTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Besarnya pendapatan usaha pembibitan ternak sapi potong di Desa Nambangan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, 2) Kelayakan investasi usaha pembibitan ternak sapi potong di Desa Nambangan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo berdasarkan nilai payback period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Netto Benefit Cost ratio (Net B/C Ratio). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian dibahas secara deskriptif. Objek penelitian ini adalah Peternak Sapi yang menjadi anggota Kelompok Tani Ayem Tentrem di Desa Nambangan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampling jenuh dengan jumlah peternak sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pendapatan usaha pembibitan sapi potong di kelompok tani Ayem Tentrem sebesar Rp 40.711.533, Investasi usaha pembibitan sapi potong layak dijalankan berdasarkan payback period: 4,16; Net Present Value (NPV): Rp 18.667.584; Internal Rate of Return (IRR):27,75; dan Netto Benefit Cost ratio (Net B/C Ratio): 1,431.
- ItemAnalisis Kelayakan Usaha Pembibitan Kambing PE di Desa Kemranggen Kecamatan Bruno(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025-02-12) Ade SeptiyoPenelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui besarnya pendapatan usaha ternak pembibitan kambing PE di Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.Tujuan penelitian ini 2). Menganalisis kelayakan usaha pembibitan kambing (PE) di Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis usaha dilakukan dengan mengukur biaya produksi, penerimaan, pendapatan, sedangkan analisis kelayakan investasi menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya pendapatan pada tahun pertama adalah Rp.6.951.520,58 tahun kedua Rp.6.951.520,58, Tahun ketiga sebesar 6.249.744,06 Tahun ke empat Rp.6.951.520,58 dan Tahun kelima yaitu Rp.6.951.520,58. Analisis finansial menunjukkan bahwa usaha ini layak diusahakan berdasarkan nilai NPV > 0 dengan nilai NPV sebesar Rp. 14.909.718, IRR 10,49% > social discount rate 6%, dan Net B/C Ratio 1,29 > 1.
- ItemAnalisis Kelayakan Usaha Peternakan Sapi Potong (Studi Kasus) di Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo(PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2023-02-08) Fatma Yuni SafitriPenelitian bertujuan mengetahui: 1) analisis biaya meliputi biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usaha peternakan sapi potong di Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo dan 2) kelayakan usaha peternakan sapi potong di Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 peternak. Analisis data menggunakan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan analisis kelayakan usaha. Hasil analisis data menunjukkan bahwa usaha peternakan sapi potong di Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo layak diusahakan dari segi biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan.
- ItemAnalisis Keuntungan Usaha Peternakan Kambing PE (Studi Kasus Kelompok Tani Argo Mulyo di Desa Kemranggen Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo).(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025-02) Hidayat Pratama PriambudiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Berapa besar biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usaha penggemukan kambing PE di Kelompok Tani Argo Mulyo dalam satu periode dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya keuntungan usaha penggemukan kambing PE di Kelompok Tani Argo Mulyo dalam satu periode. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan lokasi penelitian di Kelompok Tani Argo Mulyo desa Kemranggen. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 peternak. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampling jenuh. Variabel penelitian ini adalah penerimaan, pendapatan, keuntungan dan analisis linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam satu periode :Penerimaan usaha penggemukan kambing PE sebesar Rp 41.528.011, Pendapatan sebanyak Rp 20.272.433, dan keuntungan usaha sebesar Rp 5.166.089. Faktor yang berpengaruh terhadap besarnya keuntungan usaha penggemukan kambing PE yaitu: harga kambing dewasa dan kotoran, biaya listrik dan air.
- ItemAnalisis Pendapatan dan Keuntungan Peternak Itik Petelur Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-08-21) Rizki Adi KurniawanPenelitian bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usaha ternak itik petelur di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo dalam satu produksi. Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptif dengan lokasi penelitian di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 peternak itik petelur. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan cara purposive sampling. Analisis data menggunakan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa usaha ternak itik petelur di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo pada skala populasi 200-350 ekor diperoleh rata-rata total penerimaan Rp.184.893.322, total pendapatan Rp.112.699.512, total keuntungan sebesar Rp.101.596.692 rata-rata dalam satu kali produksi. Peternakan itik petelur dengan skala populasi 351-500 ekor rata-rata total penerimaan Rp.305.183.500, total pendapatan Rp.89.661.900, dan total keuntungan Rp.80.061.900 dalam satu kali produksi. Peternakan itik petelur pada skala populasi 501–650 ekor diperoleh rata-rata total penerimaan sebesar Rp.441.033.657, total pendapatan Rp.263.661.509, dan total keuntungan Rp.253.278.222. Sedangkan pada skala populasi terbesar, yaitu 651–800 ekor, tercatat rata-rata total penerimaan Rp.480.352.500, total pendapatan Rp.270.618.057, dan total keuntungan Rp.265.623.057. Perbedaan pendapatan dan keuntungan yang diperoleh peternak berbeda-beda dipengaruhi oleh jumlah ternak itik petelur yang dimiliki serta penggunaan faktor-faktor produksi yang berbeda
- ItemAnalisis Pendapatan Usaha Penggemukan Ternak Domba Wonosobo (Dombos) Periode Bulan November 2022 – Januari 2023 Di Peternakan Griya Ternak Farm Wonosobo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-03) Diktya Bintang SafiraPenelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di perusahaan ternak domba Griya Ternak Farm Wonosobo. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait biaya produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan faktor yang mempengaruhi pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan penelitian deskriptif yang pembahasannya secara deskriptif. Objek penelitian ini adalah peternak domba wonosobo di Griya Ternak Farm Wonosobo, Desa Kemiri, Kel. Wringinanom, Kec. Kertek, Kab. Wonosobo. Pemilihan sampel dengan purposive sampling dan variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan usaha ternak sebagai variabel terikat dan penerimaan, harga domba, biaya pakan, gaji karyawan, biaya variabel, bobot bakalan domba, bobot panenan domba periode November 2022 hingga Januari 2023 sebagai variabel tidak terikat. Hasil dalam penelitian ini adalah usaha peternakan domba Wonosobo GriyaTernak Farm Wonosobo memperoleh pendapatan pada periode November 2022 hingga Januari 2023 sebesar Rp 97.995.800, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak penggemukkan domba Wonosobo di Griya Ternak Farm Wonosobo adalah harga yang terdiri dari penerimaan, biaya variabel, dan bobot panenan domba.
- ItemDAYA SIMPAN BAKSO DENGAN LEVEL SUBTITUSI TEPUNG UMBI GEMBILI SEBAGAI FILLER DITINJAU DARI KUALITAS FISIK(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-25) Arif ZubairDaya Simpan Bakso Dengan Level Subtitusi Tepung Umbi Gembili Sebagai Filler Ditinjau Dari Kualitas Fisik. Skripsi. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2025. Pembimbing: Dr. Roisu Eny Mudawaroch, S.Pt., M.P. dan Dr. Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti , S. Pt., M.Eng., M.Si. Proses pembuatan bakso, memerlukan bahan filler yaitu tepung tapioka. Tepung tapioka memiliki kelemahan seperti kadar air dan kalori tinggi serta rendah protein. Tepung yang menjadi alternatif sebagai filler yaitu tepung umbi gembili dapat digunakan karena mengandung inulin, protein lebih tinggi, dan kadar air lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya simpan dan pengaruh level subtitusi tepung umbi gembili sebagai filler terhadap kualitas fisik bakso. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan substitusi tepung gembili pada level P0 hingga P4 dan lama penyimpanan bakso selama 0, 5, 10, dan 15 hari. Hasil uji fisik menunjukkan perlakuan subtitusi level tepung gembili memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan nilai pH (P < 0,05), tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap susut masak bakso. Lama simpan bakso memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pH dan susut masak (P < 0,05), tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air bakso. Adanya Interaksi antara perlakuan level subtitusi tepung gembili dengan lama simpan memberikan pengaruh terhadap nilai pH bakso (P < 0,05), tetapi tidak terdapat interaksi terhadap nilai kadar air dan susut masak bakso. Kesimpulan pada penelitian ini uji fisik menunjukkan Bahwa level subtitusi tepung gembili berpengaruh nyata ter hadap kadar air, pH, namun tidak berpengaruh nyata terhadap susut masak bakso. Lama simpan bakso berpengaruh nyata pada nilai pH dan susut masak bakso, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air bakso. Terdapat interaksi antara level subtitusi tepung gembili dan lama simpan bakso terhadap nilai pH bakso namun tidak terdapat interaksi terhadap nilai kadar air dan susut masak bakso.
- ItemEfisiensi Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di Asosiasi Berkah Telur Makmur Purworejo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2022-01-25) Jaya AbadiPenelitian bertujuan mengetahui: 1) kelayakan usaha peternakan ayam ras petelur di Asosiasi Berkah Telur Makmur. 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha peternakan ayam ras petelur di Asosiasi Berkah Telur Makmur. 3) efisiensi penggunaan faktor produksi pada usaha peternakan ayam ras petelur di Asosiasi Berkah Telur Makmur. Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptif. Lokasi penelitian di Asosiasi Berkah Telur Makmur Purworejo. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 peternak. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data menggunakan faktor produksi, kelayakan dan efisiensi alokatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa usaha ternak ayam ras petelur di Asosiasi Berkah Telur Makmur layak diusahakan. Faktor-faktor jumlah layer, jumlah pakan, jumlah OVK, dan tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produksi telur usaha peternakan ayam ras petelur di Asosiasi Berkah Telur Makmur, sedangkan faktor luas kandang tidak berpengaruh secara signifikan. Variabel jumlah pakan sudah efisien, sedangkan variabel jumlah layer dan tenaga kerja belum efisien. Variabel luas kandang dan jumlah OVK tidak efisien.
- Itemhe Effect of Adding Vitamin E Levels as an Antioxidant to the Rancidity of Copra Meal(Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University, Purworejo, 2023-08-27) Iga Wahyuning SedyaThis study aims to determine the effect of adding Vitamin E levels as an antioxidant on copra meal rancidity. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments using Vitamin E with different percentages namely treatment (0; 0.05; 0.1; 0.15; 0.2 g) and 5 replications. Parameters observed were water content, peroxide value and free fatty acid content. The data obtained was analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test, if there is a difference then the Duncan New Range Test (DMRT) is performed. The results showed that the addition of Vitamin E levels as an antioxidant to the rancidity of copra meal had no significant effect (P>0,05) on the water content, peroxide value and free fatty acid levels. The water content value of 8,92-9,36 has no significant effect. Peroxide number values of 1,36-5,26 have no significant effect. Free fatty acid values of 0,36-0,56 have no significant effect. The conclusion shows that all research parameters have no significant effect because the addition of Vitamin E in fact cannot prevent copra meal rancidity in storage for 30 days.
- ItemIsolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Dari Susu Kambing Kacang Yang Berpotensi Sebagai Antibakteri, Kemampuan Proteolitik Dan Ketahanan Antibiotik(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025-03-24) Aditya PrasetyaKambing kacang merupakan kambing asli Indonesia yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri asam laktat (BAL) dari susu kambing kacang. Proses isolasi dilakukan menggunakan media Man Rogosa (MRS) agar serta metode identifikasi fenotip dan biokimia. Selain itu, penelitian ini juga meliputi uji antibakteri menggunakan bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, serta pengujian terhadap kemampuan proteolitik menggunakan susu skim tinggi protein dan ketahanan terhadap antibiotik menggunakan seperti Amoxicilin, Clindamycin, Azithromycin, Levofloxacin. Data dikumpulkan dengan mengukur zona hambat yang dihasilkan oleh isolat terhadap kemampuan antibakteri, proteolitik dan ketahanan antibiotik. Data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini, berhasil diisolasi 12 bakteri asam laktat (BAL), yang terdiri dari sebelas isolat jenis coccus dan satu isolat jenis bacillus. Dari total isolat, 10 di antaranya menunjukkan sifat motil, sedangkan 2 lainnya non-motil. Semua isolat teridentifikasi sebagai katalase negatif dan bersifat heterofermentatif tanpa kemampuan homofermentatif. Semua isolat dapat tumbuh pada suhu 10°C dan 37°C, tetapi tidak dapat tumbuh pada suhu 45°C. Selain itu, semua isolat tumbuh pada konsentrasi 6,5% NaCl, tetapi tidak tumbuh pada konsentrasi 18%. Isolat juga dapat tumbuh pada pH 4,4, tetapi tidak tumbuh pada pH 9,6. Kemampuan antibakteri yang ditunjukkan oleh isolat bervariasi. Isolat AB1 menunjukkan zona hambat tertinggi terhadap E. coli dan S. aureus, masing-masing mencapai 29,9 mm dan 23,9 mm, sedangkan isolat AB4 menunjukkan zona hambat terendah terhadap E. coli dan S. aureus, masing-masing 13,5 mm dan 11,2 mm. Dalam hal kemampuan proteolitik, zona hambat tertinggi mencapai 18 mm, sedangkan zona hambat terendah pada isolat AB12 mencapai 2 mm. Untuk ketahanan terhadap antibiotik, semua isolat menunjukkan daya tahan yang lemah terhadap empat jenis antibiotik, dengan zona hambat tertinggi terhadap Amoxicillin, Clindamycin, Azithromycin, dan Levofloxacin masing-masing mencapai 4,18 mm, 3,81 mm, 3,90 mm, dan 2,55 mm. Secara keseluruhan, isolat BAL dari susu kambing kacang menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai agen antibakteri dan memiliki kemampuan proteolitik, meskipun ketahanan terhadap antibiotik tergolong lemah. Isolat tersebut dapat dimanfaatkan dalam produksi susu fermentasi sebagai agen antibakteri dan proteolitik.
- ItemKualitas Fisik Daging Sapi Di Pasar Purworejo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-09-06) Ashfahani Nur HidayatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik daging sapi (meliputi: pH, kadar air, daya ikat air, susut masak) pada awal dan akhir penjualan di pasar Kecamatan Purworejo. Adapun sampel pada penelitian ini diperoleh dari semua pasar yang menjual daging sapi di pasar Pagi Purworejo dan pasar Baledono. Pasar Pagi Purworejo terdiri dari 5 pedagang dan pasar Baledono 5 pedagang. Masing-masing pedagang diambil 2 sampel daging sapi dan jeroan baik di pasar Pagi Purworejo dan pasar Baledono dan diulang sebanyak 2 kali Berdasarkan hasil penelitian rata-rata dari kedua pasar menunjukkan pH daging pagi 5,86 dan siang 5,88, yang artinya perubahan antarkondisi relatif kecil. pH jeroan pagi 7,25 menurun menjadi 7,07 pada siang hari, menunjukkan penurunan yang lebih nyata dibanding daging. Rata-rata gabungan dari kedua pasar menunjukkan bahwa kadar air daging pagi hari sebesar 77,78%, sedangkan pada siang hari sedikit menurun menjadi 78,21%. Untuk jeroan, kadar air pagi hari tercatat 78,02%, dan meningkat pada siang hari menjadi 77,06%. Data ini memperlihatkan bahwa daging cenderung mengalami kenaikan kadar air akibat terlepasnya air terikat menjadi air bebas akibat penyimpanan yang terlalu lama, aktivitas mikroba yang menghasilkan air sebagai produk sampingan, dan faktor pasca-eviserasi di mana kelembapan ditahan selama proses pengolahan karkas hewan, sementara jeroan menunjukkan tren penurunan yang mungkin disebabkan oleh penguapan. Rata-rata gabungan dari kedua pasar menunjukkan bahwa susut masak daging sapi pada pagi hari adalah 75,74%, dan pada siang hari 75,59%. Angka ini tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara keseluruhan. Sementara itu, susut masak jeroan menunjukkan nilai 74,04% di pagi hari dan 75,05% pada siang hari. Nilai susut masak jeroan yang relatif tinggi dapat disebabkan oleh sifat fisik jeroan yang mengandung jaringan lunak dan organ berongga, sehingga mudah melepaskan cairan saat dimasak. Rata-rata gabungan menunjukkan bahwa daya ikat air daging sapi di Purworejo berkisar pada 24,30% pada pagi hari dan 28,59% pada siang hari. Nilai ini menegaskan bahwa terdapat peningkatan daya ikat air dari pagi ke siang hari. Untuk jeroan, nilai rata-rata berada pada kisaran 28,59% pada pagi hari dan sedikit menurun menjadi 29,98% pada siang hari. Perubahan ini dapat dihubungkan dengan proses fisiologis pasca pemotongan serta pengaruh suhu dan kelembapan lingkungan di lokasi penjualan.
- ItemKualitas Fisik Daging Sapi Yang Dijual Di Pasar Tradisional Kutoarjo Kabupaten Purworejo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-04-17) Farisa Navisatul AtiahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik daging sapi yang dijual di Pasar Tradisional Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan sampel dari 12 pedagang daging sapi di pasar tersebut. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, susut masak, dan warna. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan pengujian nilai rata-rata, kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kadar air daging sapi adalah 73,31%, yang masih dalam batas normal. Nilai pH rata-rata daging sapi adalah 5,39, dengan sebagian besar pedagang menunjukkan nilai pH yang tergolong normal. Susut masak daging sapi memiliki rata-rata 37,02%, yang juga berada dalam kisaran normal. Selain itu, skala warna daging sapi rata-rata mencapai 5,22, menunjukkan bahwa daging masih segar dan berkualitas baik. Kesimpulan menunjukan kualitas fisik daging sapi yang dijual di Pasar Tradisional Kutoarjo sebagian besar masih memenuhi standar normal.
- ItemKualitas Fisik dan Hedonik Daging Kambing yang Dijual Di Pasar Tradisional Purworejo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2023-07-14) Ahmad MuttaqinPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perubahan kualitas fisik meliputi uji pH, kadar air, daya ikat air, dan susut masak daging kambing dari mulai berjualan sampai akhir berjualan selama dijajakan di pasar tradisonal di Purworejo. (2) perubahan kualitas hedonik daging kambing dari mulai berjualan sampai akhir berjualan selama dijajakan di pasar tradisonal di Purworejo. Adapun sampel pada penelitian ini diperoleh dari semua pasar yang menjual daging kambing sebanyak dua pedangan di pasar Pagi Plaza, sebanyak dua pedagang di pasar Baledono, dan sebanyak dua pedagang di pasar Kutoarjo. Masing-masing pedagang diambil 3 sampel daging kambing pada bagian paha, perut, dan dada, baik di pasar Pagi Plaza, pasar Baledono, dan pasar Kutoarjo dan diulang sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil uji kualitas fisik daging kambing dari mulai berjualan sampai akhir berjualan selama dijajakan di pasar tradisonal di Purworejo meliputi pH, kadar air, daya ikat air, dan susut masak masih dalam taraf normal. Berdasarkan hasil penelitian pH daging kambing tertinggi di Pasar Pagi Plaza sebesar 7,25 yang berarti pH daging kambing pada pedagang di Pasar Plaza kurang bagus kadar pH yang ada dalam daging kambing yang dijual. Hasil analisis uji hedonik daging kambing dari mulai berjualan sampai akhir berjualan selama dijajakan di pasar tradisonal di Purworejo dalam hal aroma dan warna tidak memiliki perbedaan antar pedagang dan waktu penjualan kecuali pada tekstur. Sedangkan untuk tekstur daging memiliki perbedaan tekstur pada daging kambing jam awal buka lebih baik daripada jam akhir antar pedagang dan waktu penjualan.
- ItemNutrisi Pakan Ayam Broiler Pengaruh Substitusi Tepung Biji Durian (Durio zibethinus) dan Tepung Maggot(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025) Zaenal RobidinPenelitian ini bertujuan mengetahui kualitas nutrisi pakan ayam broiler komersial substitusi tepung biji durian dan tepung maggot dan mengetahui komposisi ransum dilihat dari kadar gross energi, kadar protein dan kadar air. Perlakuan yang diberikan adalah P0= pakan komersial (100%), P1= pakan komersial (92%) + tepung biji durian (4%) + tepung maggot (4%), P2= pakan komersial (84%) + tepung biji durian (8%) + tepung maggot (8%), P3= pakan komersial (76%) + tepung biji durian(12%) + tepung maggot (12%). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 4 perlakuan 4 ulangan. Parameter yang diambil uji kadar gross energi, kadar air dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukan nilai gross energi berpengaruh nyata (P<0,05) sebesar 4.233, 4.564, 4.379, dan 4.488. Nilai kadar air pakan substitusi berpengaruh nyata (P<0,05) sebesar 5,05, 5,11, 5,16 dan 5,13%. Nilai kadar protein pakan substitusi berpengaruh nyata (P<0,05) sebesar 19,77, 20,67, 21,41, dan 22,04%. Simpulannya adalah adanya pengaruh substitusi tepung biji durian dan tepung maggot pada nutrisi pakan ayam broiler terhadap kadar gross energi, kadar air, dan kadar protein. Saranya adalah untuk dilakukan penelitian lanjut terhadap daya simpan pakan substitusi.
- ItemPartisipasi Peternak Dalam Adopsi Inovasi Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi Potong Pada Program SIKOMANDAN di Desa Batursari Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025-01) Raihan Nurul JannataPenelitian ini bertujuan untuk, (1). Mengetahui karakteristik peternak sapi potong, (2). Ukuran adopsi inovasi inseminasi buatan, (3). Kendala adopsi inovasi, dan (4). Preferensi peternak terhadap program SIKOMANDAN di Desa Batursari Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Sampel daerah penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel peternak menggunakan metode simple random sampling, nama peternak yang memenuhi kriteria di masukkan ke dalam undian dan dipilih secara acak hingga terpilih 68 responden. Instrumen pengambilan data menggunakan kuisioner dan skala likert. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak di Desa Batursari tergolong usia produktif (92,65%), berpendidikan rendah (88,77%), status kepemilikan sendiri (100%), peternak skala kecil (95,59%), bekerja di sektor pertanian (89,8%), serta memiliki pengalaman lebih dari 16 tahun (98,53%). Berdasarkan ukuran adopsi inovasi, kecepatan adopsi tergolong sedang (77,93%), luas penerapan (98,08%), dan mutu intensifikasi (98,51%) tergolong kategori baik. Tidak ada kendala pada unsur penyuluhan dan media, hanya terdapat 5,02% peternak yang menyatakan ragu terhadap informasi dari media. Preferensi peternak pada program SIKOMANDAN tergolong tinggi, dengan rata-rata skor 8,7 dari 5 variabel yang sudah ditentukan, ini menunjukkan bahwa peternak sapi potong di Desa Batursari merasakan dampak positif dengan adanya program SIKOMANDAN.
- ItemPengaruh Fermentasi Bungkil Kopra Dengan Penambahan Rhizopus sp. Pada Level yang Berbeda Terhadap Kandungan Acid Detergent Fiber (ADF), Neutral Detergent Fiber (NDF), dan Selulosa(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025) Agam SetyoadiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari fermentasi bungkil kopra dengan penambahan Rhizopus sp. pada level yang berbeda terhadap kandungan Acid Detergent Fiber (ADF), Neutral Detergent Fiber (NDF), dan selulosa. Perlakuan diberikan dengan penambahan Rhizopus sp. dengan kadar 0 (P0), 2.5 (P1), 5 (P2), 7.5 (P3), 10 gram (P4). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diambil kandungan ADF, NDF, dan selulosa. Hasil penelitian menunjukan nilai kandungan ADF mengalami penurunan 49.17, 48.92, 48.45, 46.72, dan 46.38%. Nilai kandungan NDF mengalami penurunan 57.82, 54.09, 53.73, 53.16, dan 53.05%. Nilai kandungan selulosa menunjukan hasil berpengaruh nyata (P<0,05) sebesar 22.73, 20.39, 17.77, 15.83, dan 14.69%. Kesimpulanya adalah adanya pengaruh dengan penambahan Rhizopus sp. pada level yang berbeda terhadap kandungan ADF, NDF pada bungkil kopra. Penambahan Rhizopus sp. pada level yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kandungan selulosa pada bungkil kopra. Sarannya adalah untuk menurunkan kandungan ADF, NDF, dan selulosa dapat melakukan fermentasi bungkil kopra dengan penambahan takaran Rhizopus sp.
- ItemPengaruh Fermentasi Bungkil Kopra Dengan Rhizopus Sp. Pada Level Yang Berbeda Terhadap Serat Kasar, Protein, dan Kadar Air.(Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo., 2025-01-24) Khaidar Mohamad HilmiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari fermentasi bungkil kopra dengan penambahan Rhizopus sp. pada level yang berbeda terhadap serat kasar, protein, dan kadar air bungkil kopra. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan Rhizopus sp. dengan kadar 0% (P0), 2.5% (P1), 5% (P2), 7.5% (P3), dan 10% (P4). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan. Parameter yang diambil kadar serat kasar, protein, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukan nilai kadar serat kasar bungkil kopra tidak berpengaruh nyata (P>0,05) sebesar 18.60, 16.50, 16.14, 15.53, dan 15.00%. Nilai kadar protein bungkil kopra berpengaruh nyata (P<0,05) sebesar 13.98, 14.86, 15.21, 15.25, dan 15.72%. Nilai kadar air bungkil kopra tidak berpengaruh nyata (P>0,05) sebesar 32.90, 33.13, 31.42, 31.78, dan 32.62%. Simpulannya adalah Fermentasi bungkil kopra dengan Rhizopus sp. pada level yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kadar serat kasar dan kadar air. Fermentasi dengan Rhizopus sp. berpengaruh dalam peningkatan kadar protein. Sarannya adalah untuk dilakukan fermentasi bungkil kopra dengan penambahan takaran Rhizopus sp. untuk lebih mengetahui peningkatan kadar protein dan penurunan kadar serat kasar yang lebih maksimal. Pengujian kadar lemak juga perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh angka pereduksi dan ketengikan bungkil kopra.
- «
- 1 (current)
- 2
- 3
- »