KAJIAN PSIKOLOGI DALAM NOVEL MENDHUNG KARYA YES ISMIE SURYAATMADJA
No Thumbnail Available
Date
2016-03-02
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perwatakan tokoh yang
terdapat dalam novel Mendhung karya Yes Ismie Suryaatmadja dengan
menggunakan metode telaah perwatakan (2) konflik psikis atau batin yang dialami
tokoh dalam novel Mendhung karya Yes Ismie Suryaatmadja ditinjau dari teori
psikoanalisa kepribadian Sigmund Freud.
Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik
simak, teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, instrumen
tambahan berupa Card Quantion (Kartu Kutipan) dan buku-buku pengkajian
sastra yang relevan. Teknik keabsahan data pada skripsi ini menggunakan
validitas semantis dan uji kredibilitas dengan kepercayaan terhadap hasil
penelitian. Teknik analisis data pada skripsi ini menggunakan teknik content
analysis. Teknik penyajian data pada skripsi ini menggunakan metode informal.
Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud perwatakan tokoh: (a) watak para
tokoh di antaranya pemarah, bimbang, kasar, sombong, cerewet, egois, kejam,
baik hati, penyayang, sabar, ramah, dan tegas, (b) metode telaah perwatakan yang
dominan adalah metode telling (metode langsung) dan metode showing (metode
tidak langsung) yang didominasi oleh watak pemarah, (c) telaah perwatakan
melalui sudut pandang digunakan dalam pengisahan cerita dengan gaya “dia”
maha tahu, (d) sedangkan metode telaah perwatakan melalui gaya bahasa
menggunakan majas personifikasi; (2) konflik psikis tokoh: (a) konflik psikis atau
batin para tokoh diantaranya kekhawatiran, kekecewaan, emosi, kecemasan,
pertentangan batin, kepuasan batin, kebencian, kekaguman, dan keputusasaan, (b)
wujud konflik psikis di dominasi oleh konflik psikis emosi dan kekecewaan yang
sering dialami oleh sistem kepribadian ego para tokoh, (c) dorongan sistem id para
tokoh mendorong ego memperlihatkan konflik psikis yang ditunjukkan oleh para
tokoh melalui perwatakannya, (d) sistem superego para tokoh mengevaluasi
dorongan-dorongan id dari keinginannya supaya tetap mempertimbangkan
kualitas etika dan moral. Dalam penelitian ini ditemukan keterkaitan antara
perwatakan dengan konflik psikis atau batin yang dialami para tokoh